وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا
Dan di dalamnya mereka diberi minum segelas yang campurannya jahe,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًاwa-yusqawna fiihaa ka'san kaana mizaajuhaa zanjabiilandan di dalamnya mereka diberi minum segelas yang campurannya jahe
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَيُسْقَوْنَwa-yusqawnadan mereka diberi minum
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- كَأْسًاka'sangelas
- كَانَkaanaadalah
- مِزَاجُهَاmizaajuhaacampurannya
- زَنْجَبِيلًاzanjabiilanjahe
Inti bacaan
Variasi rasa yang istimewa: 'mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya jahe', detail spesifik rasa yang menambah kekayaan pengalaman sensorik, variasi yang menghindari monotoni.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(minuman)' tidak dipakai: redundan dengan 'ka'san' yang sudah bermakna 'gelas berisi minuman'.
Kata (كَأْسًا, ka-san) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 52:23, 76:17, dan 78:34. Ketiganya menyebut minuman di tempat yang dijanjikan.
Kata (مِزَاجُهَا, mizaajuhaa) muncul untuk kedua kalinya di surah ini. Kemunculan pertamanya di 76:5.
Perhatikan bahwa dua ayat itu memakai kerangka kalimat yang sama persis. Yang berganti cuma nama campurannya dan kata kerjanya.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berjarak dua belas ayat memakai susunan yang tidak berbeda.
Kata (زَنْجَبِيلًا, zanjabiilan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai campuran minuman yang kedua.
Perhatikan bahwa dua nama campuran di surah ini sama-sama cuma sekali dipakai. Yang satu di 76:5 dan yang lain di sini.
Jadi dua ayat yang sejajar itu sama-sama ditutup sebutan yang tidak pernah dipakai lagi di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Perhatikan bahwa (وَيُسْقَوْنَ, wa yusqauna) berbeda dari yang dipakai di 76:5. Di sana mereka disebut meminum, dan di sini mereka disebut diberi minum.
Perbedaan itu memindahkan pelakunya. Yang satu menaruh mereka sebagai yang berbuat, dan yang lain sebagai yang menerima.
Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat yang mirip memakai sudut yang berlawanan.
Perhatikan bahwa 52:23 memuat minuman yang sama dengan surah tetangganya. Di 78:34 pun minuman itu disebut, dan surah 78 bertetangga dengan surah 77.
Jadi tiga surah memakai sebutan yang sama untuk minuman yang dijanjikan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa ayat ini membuka dua ayat tentang minuman kedua. Sesudahnya 76:18 menyebut sumbernya.
Susunan itu sama dengan 76:5 dan 76:6. Di sana pun minumannya disebut dulu, lalu sumbernya menyusul.
Al-Qur'an tidak menandai pengulangan susunan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pasang ayat memakai urutan yang sama.
Perhatikan bahwa surah ini menyebut minuman tiga kali. Yang ketiga ada di 76:21, dan di sana ia disebut suci.
Perhatikan pula bahwa dua minuman di surah ini sama-sama disebut bercampur. Tidak satu pun disebut murni sampai 76:21.
Urutan itu bergerak dari yang bercampur ke yang suci. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu dengan satu kalimat pun.
Perhatikan pula bahwa campuran biasanya menurunkan mutu sesuatu. Di sini campurannya justru disebut sebagai bagian dari pemberiannya.
Pembalikan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang biasanya mengurangi di sini justru menambah.
Perhatikan pula bahwa dua campuran itu berasal dari dua jenis yang berbeda. Yang satu berbau harum, dan yang lain berasa hangat.
Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua jenis rasa disebut di satu surah yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menambah rincian minuman lain yang disediakan bagi penghuni taman. Ayat ini membuka dua ayat tentang minuman kedua di tempat yang dijanjikan. Kata ketiganya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:23, 76:17, dan 78:34, dan ketiganya menyebut minuman di tempat yang dijanjikan.
Kata kelimanya muncul untuk kedua kalinya di surah ini sesudah 76:5. Dua ayat itu memakai kerangka kalimat yang sama persis, dan yang berganti cuma nama campurannya serta kata kerjanya.
Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menamai campuran minuman yang kedua. Dua nama campuran di surah ini sama-sama cuma sekali dipakai, yaitu satu di 76:5 dan satu di sini.
Kata kerjanya berbeda dari 76:5, karena di sana mereka disebut meminum sedangkan di sini mereka disebut diberi minum. Perbedaan itu memindahkan pelakunya, sehingga yang satu menaruh mereka sebagai yang berbuat dan yang lain sebagai yang menerima.
Ayat ini juga membuka dua ayat yang susunannya sama dengan 76:5 dan 76:6, karena di sana pun minumannya disebut dulu lalu sumbernya menyusul. Dua minuman di surah ini sama-sama disebut bercampur, dan tidak satu pun disebut murni sampai 76:21, sehingga urutannya bergerak dari yang bercampur ke yang suci. Campuran biasanya menurunkan mutu sesuatu, sedangkan di sini campurannya justru disebut sebagai bagian dari pemberiannya. Dua campuran itu juga berasal dari dua jenis yang berbeda, karena yang satu berbau harum dan yang lain berasa hangat.
Renungan dan Hikmah
- Kata kelimanya dipakai Allah untuk kedua kalinya di surah ini sesudah 76:5, dan dua ayat itu memakai kerangka kalimat yang sama persis. Yang berganti cuma nama campurannya dan kata kerjanya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan jarak dua belas ayat memisahkan keduanya. Jarak dua belas ayat memisahkan keduanya, dan tidak ada satu penunjuk pun di antaranya. Yang membaca surahnya berurutan akan mendengar kerangka yang sama datang dua kali. Kerangka yang sama datang dua kali dengan isi yang berganti di ujungnya.
- Dua nama campuran di surah ini sama-sama cuma sekali dipakai Allah di seluruh Al-Qur'an, yaitu satu di 76:5 dan satu di sini. Dua ayat sejajar sama-sama ditutup sebutan yang tidak dipakai lagi. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu dengan satu kalimat pun. Dua ayat sejajar sama-sama ditutup sebutan yang tidak dipakai lagi. Kejarangan yang berpasangan seperti itu tidak mungkin terjadi tanpa disengaja. Dua kata sekali pakai berdiri di dua ayat yang susunannya tidak berbeda.
- Kata kerjanya berbeda dari 76:5, karena di sana mereka disebut meminum sedangkan di sini mereka disebut diberi minum. Perbedaan itu memindahkan pelakunya, sehingga yang satu menaruh mereka sebagai yang berbuat dan yang lain sebagai yang menerima. Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian itu. Yang satu menaruh mereka sebagai pelaku, dan yang lain sebagai penerima. Satu pemandangan yang sama bisa dilukiskan dari dua sisi yang berlawanan. Sudut pandangnya berpindah tanpa satu kalimat yang menerangkan mengapa.
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 52:23, 76:17, dan 78:34, dan ketiganya menyebut minuman di tempat yang dijanjikan. Tiga surah memakai kata yang sama untuk hal yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan tidak ada satu penunjuk pun di antaranya. Tiga surah memakai sebutan yang sama untuk minuman yang dijanjikan. Tidak ada satu penunjuk pun yang menghubungkan ketiganya di dalam teksnya. Tiga surah memakainya, dan tidak satu pun menunjuk kepada yang lain.
- Ayat ini membuka dua ayat yang susunannya sama dengan 76:5 dan 76:6, karena minumannya disebut dulu lalu sumbernya menyusul. Dua pasang ayat memakai urutan yang sama di satu surah. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan susunan itu dengan satu kalimat pun. Dua pasang ayat memakai urutan yang sama, yaitu minumannya dulu lalu sumbernya. Bentuk yang diulang mengikat dua tempat yang berjauhan tanpa satu penghubung pun di antaranya.
- Surah ini menyebut minuman tiga kali, dan yang ketiga ada di 76:21 dengan sebutan suci. Tiga penyebutan minuman di satu surah tiga puluh satu ayat adalah kepadatan yang mencolok. Kalau minuman disebut sesering itu, apa yang paling terasa hilang bagi orang yang sedang kehausan? Minuman disebut tiga kali di surah tiga puluh satu ayat ini. Apa yang paling terasa hilang bagi orang yang kehausan, kalau minuman perlu disebut sesering itu? Tiga penyebutan minuman di satu surah pendek adalah kepadatan yang jarang.