عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا

Mata air di dalamnya yang dinamakan Salsabil.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا'aynan fiihaa tusammaa salsabiilanmata air di dalamnya yang dinamakan Salsabil

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. عَيْنًا'aynanmata air
  2. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  3. تُسَمَّىٰtusammaadinamai
  4. سَلْسَبِيلًاsalsabiilanSalsabil

Inti bacaan

Sumber dengan identitas khusus: '(dari) sebuah mata air di dalamnya yang dinamakan Salsabil', pemberian nama spesifik yang menegaskan keunikan dan pentingnya sumber tersebut, bukan sekadar fitur generik tanpa karakter.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(dari)' tidak dipakai: fragmen apositif lanjutan dari 76:17, tanpa menambahkan kata pembuka.

Kata (سَلْسَبِيلًا, salsabiilan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai mata air yang disebut di ayat ini.

Perhatikan bahwa mata air itu diberi nama. Yang di 76:6 tidak diberi nama sama sekali.

Jadi dua mata air di surah ini diperlakukan berbeda. Yang pertama disebut tanpa nama, dan yang kedua diberi nama tersendiri.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu dari dua sumber diberi nama.

Perhatikan bahwa ayat ini menyebut penamaan secara terang. Yang dinyatakan bukan cuma namanya, melainkan bahwa ia dinamai.

Cara itu jarang. Sebuah benda biasanya langsung disebut namanya tanpa menyatakan bahwa ia dinamai.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa penamaannya sendiri ikut disebutkan.

Perhatikan bahwa ayat ini sangat pendek. Ia cuma terdiri atas empat patah.

Kependekan itu berlawanan dengan ayat sebelumnya. Yang di 76:17 lebih panjang, dan yang di sini menyusut.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan panjang itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keterangan sumbernya diberi ruang yang sempit.

Perhatikan bahwa cara yang sama dipakai di 76:5 dan 76:6. Di sana pun keterangan sumbernya lebih pendek daripada penyebutan minumannya.

Jadi dua pasang ayat memakai perbandingan panjang yang sama. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini tidak berdiri sendiri. Ia menerangkan minuman di 76:17 tanpa satu kata kerja pembuka.

Susunan itu memaksa dua ayat dibaca sekaligus. Cara yang sama sudah dipakai di 76:6 dan di 76:16.

Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini berulang kali memakai ayat yang menggantung.

Perhatikan bahwa nama itu tidak diterangkan artinya. Al-Qur'an menyebut namanya dan berhenti di situ.

Perhatikan pula bahwa nama itu diberikan tanpa penjelasan. Al-Qur'an menyebutnya lalu berpindah ke ayat berikutnya.

Cara itu sejalan dengan seluruh bagian pemberiannya. Bendanya disebut, dan rupanya jarang dirinci.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang disebut selalu namanya, bukan wujudnya.

Perhatikan pula bahwa dua ayat tentang mata air di surah ini sama-sama pendek. Yang di 76:6 tujuh patah, dan yang di sini empat patah.

Kependekan itu berlawanan dengan ayat yang mendahuluinya. Al-Qur'an tidak menandai perbandingan panjang itu.

Perhatikan pula bahwa penamaan menyatakan sesuatu yang sudah dikenali. Yang diberi nama biasanya sudah dibedakan dari yang lain lebih dulu.

Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sumber dianggap perlu punya nama sendiri.

Kata (عَيْنًا, 'ainan) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:60, 7:160, 19:26, 76:6, 76:18, dan 83:28. Dua di antaranya ada di surah ini.

Penyebutan pertamanya di 76:6, dan penyebutan keduanya di ayat ini. Jarak antara keduanya dua belas ayat.

Kata (تُسَمَّىٰ, tusammaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti dinamai.

Perhatikan bahwa yang di 76:6 tidak diberi nama, sedangkan yang di sini diberi nama. Dua sumber disebut dengan cara yang tidak sama.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah menyebut dua sumber dan cuma menamai yang kedua.

Tafsiran

Ayat ini menerangkan sumber minuman yang disebut di 76:17. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menamai mata air yang disebut di sini.

Mata air itu diberi nama, sedangkan yang di 76:6 tidak diberi nama sama sekali. Jadi dua mata air di surah ini diperlakukan berbeda, karena yang pertama disebut tanpa nama dan yang kedua diberi nama tersendiri.

Ayat ini juga menyebut penamaan secara terang, sehingga yang dinyatakan bukan cuma namanya melainkan bahwa ia dinamai. Cara itu jarang, sebab sebuah benda biasanya langsung disebut namanya tanpa menyatakan bahwa ia dinamai.

Ayat ini sangat pendek dan cuma terdiri atas empat patah, berlawanan dengan 76:17 yang lebih panjang. Cara yang sama dipakai di 76:5 dan 76:6, karena di sana pun keterangan sumbernya lebih pendek daripada penyebutan minumannya.

Ayat ini juga tidak berdiri sendiri dan menerangkan minuman di 76:17 tanpa satu kata kerja pembuka, sama seperti 76:6 dan 76:16. Nama itu pun tidak diterangkan artinya, sebab Al-Qur'an menyebut namanya dan berhenti di situ. Nama itu diberikan tanpa penjelasan, sebab Al-Qur'an menyebutnya lalu berpindah ke ayat berikutnya, sejalan dengan seluruh bagian pemberiannya yang menyebut bendanya tanpa merinci rupanya. Dua ayat tentang mata air di surah ini juga sama-sama pendek, karena yang di 76:6 tujuh patah dan yang di sini empat patah. Penamaan juga menyatakan sesuatu yang dikenali, sebab yang diberi nama biasanya sudah dibedakan dari yang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Mata air ini diberi nama oleh Allah, sedangkan yang di 76:6 tidak diberi nama sama sekali. Dua mata air di surah ini diperlakukan berbeda, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Satu dari dua sumber diberi nama tersendiri, dan yang lain dibiarkan tanpa sebutan. Satu dari dua sumber diberi nama tersendiri, dan yang lain dibiarkan tanpa sebutan. Al-Qur'an tidak menerangkan mengapa cuma satu yang dinamai. Yang satu punya nama sendiri, dan yang lain cuma disebut sebagai mata air.
  • Allah menyebut penamaan itu secara terang, sehingga yang dinyatakan bukan cuma namanya melainkan bahwa ia dinamai. Cara itu jarang, sebab sebuah benda biasanya langsung disebut namanya. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu dengan satu kalimat pun. Sebuah benda biasanya langsung disebut namanya tanpa dinyatakan bahwa ia dinamai. Cara seperti itu menarik perhatian kepada penamaannya sendiri. Yang ditonjolkan justru tindakan memberi nama itu sendiri, dan bukan benda yang dinamai.
  • Ayat ini cuma terdiri atas empat patah, berlawanan dengan 76:17 yang lebih panjang. Cara yang sama dipakai Allah di 76:5 dan 76:6, karena di sana pun keterangan sumbernya lebih pendek. Dua pasang ayat memakai perbandingan panjang yang sama. Dua pasang ayat memakai perbandingan panjang yang sama di surah ini. Keterangan sumbernya selalu lebih pendek daripada penyebutan minumannya. Mata airnya selalu mendapat ruang yang jauh lebih sempit daripada apa yang keluar darinya.
  • Ayat ini tidak berdiri sendiri dan menerangkan minuman di 76:17 tanpa satu kata kerja pembuka. Cara yang sama sudah dipakai Allah di 76:6 dan 76:16. Surah ini berulang kali memakai ayat yang menggantung pada ayat sebelumnya. Surah ini berulang kali memakai ayat yang menggantung pada ayat sebelumnya. Cara itu memaksa pembacanya membaca beberapa ayat dalam satu tarikan. Beberapa ayat karena itu harus dibaca sekaligus, dan memenggalnya menghapus maksudnya.
  • Nama itu tidak diterangkan artinya, sebab Allah menyebut namanya dan berhenti di situ. Kata itu cuma dipakai 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada pemakaian lain yang bisa menerangkannya. Yang tersedia bagi pembacanya cuma bunyinya sendiri. Kata itu cuma dipakai 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada pemakaian lain yang bisa menerangkannya. Yang tersedia bagi pembacanya cuma bunyinya sendiri. Bunyinya sendiri jadi satu-satunya pegangan bagi yang hendak membayangkannya.
  • Allah memberi nama kepada sesuatu yang belum pernah dilihat siapa pun. Kalau sebuah nama diberikan tanpa keterangan apa pun tentang bendanya, apa yang sebenarnya dibawa nama itu kepada orang yang mendengarnya? Allah memberi nama kepada sesuatu yang belum pernah dilihat siapa pun. Apa yang sebenarnya dibawa sebuah nama kepada orang yang tidak tahu bendanya? Sebuah nama tanpa keterangan menyimpan lebih banyak daripada yang diucapkannya.