وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

Dan berkeliling melayani mereka para pemuda yang tetap muda; apabila engkau melihat mereka, engkau mengira mereka mutiara yang bertaburan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًاwa-yathuufu 'alayhim wildaanun mukhalladuuna idzaa ra'aytahum hasibtahum lu'lu'an mantsuurandan berkeliling melayani mereka para pemuda yang tetap muda, apabila engkau melihat mereka, engkau mengira mereka mutiara yang bertaburan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَيَطُوفُwa-yathuufudan mengelilingi
  2. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  3. وِلْدَانٌwildaanunanak-anak muda
  4. مُخَلَّدُونَmukhalladuunayang tetap muda
  5. إِذَاidzaaapabila
  6. رَأَيْتَهُمْra'aytahumengkau melihat mereka
  7. حَسِبْتَهُمْhasibtahumengkau mengira mereka
  8. لُؤْلُؤًاlu'lu'anmutiara
  9. مَنْثُورًاmantsuuranyang beterbangan

Inti bacaan

Pelayanan yang tak lekang waktu: 'berkeliling melayani mereka para pemuda yang tetap muda; apabila kau melihatnya, kau mengira mereka mutiara yang bertaburan', gambaran pelayanan abadi tanpa penuaan, perumpamaan keindahan yang menegaskan kualitas estetis pelayanan tersebut.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ, wildaanun mukhalladuun) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 56:17 dan 76:19. Di 56:17 rangkaian itu juga didahului kata kerja yang menyebut mengedarkan.

Jadi dua ayat memakai susunan yang hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.

Kata (لُؤْلُؤًا, lu'lu-an) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 22:23, 35:33, dan 76:19. Di dua ayat lainnya ia menamai perhiasan yang dipakai.

Perhatikan bahwa di sini ia bukan perhiasan, melainkan perbandingan. Yang dibandingkan adalah rupa pelayannya.

Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu benda dipakai sebagai barang di dua tempat dan sebagai gambaran di sini.

Kata (مَنْثُورًا, mantsuuran) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 25:23 dan 76:19. Akarnya cuma dipakai di 3 ayat: 25:23, 76:19, dan 82:2.

Di 25:23 kata (مَنْثُورًا, mantsuuran) dipakai untuk amal yang dijadikan debu beterbangan. Di 82:2 akarnya dipakai untuk bintang yang berhamburan.

Jadi dua pemakaian lainnya menyebut kehancuran. Yang di sini justru menyebut keindahan.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar memuat berhamburan yang merusak dan berhamburan yang indah.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai sapaan kepada satu orang. Yang disapa diminta membayangkan sendiri pemandangannya.

Cara itu baru muncul di ayat ini. Delapan belas ayat sebelumnya tidak menyapa siapa pun secara langsung.

Al-Qur'an tidak menandai perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pembacanya mendadak ditarik masuk.

Perhatikan bahwa sapaan itu berlanjut di 76:20. Dua ayat berurutan memakai bentuk yang sama.

Sesudah 76:20 sapaan itu berhenti. Ia muncul lagi di 76:23 dengan pihak yang disapa berbeda kedudukannya.

Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini berpindah-pindah antara bercerita dan menyapa.

Perhatikan pula bahwa pelayannya disebut jauh sesudah pekerjaannya. Pekerjaan mengedarkan sudah disebut di 76:15.

Empat ayat memisahkan keduanya. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.

Perhatikan pula bahwa ayat ini memakai dua perbandingan sekaligus. Yang pertama rupanya, dan yang kedua sebarannya.

Dua perbandingan itu melengkapi satu sama lain. Yang satu menyebut kilaunya, dan yang lain menyebut letaknya.

Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu gambaran dibangun dari dua sudut.

Perhatikan pula bahwa cara yang sama dipakai di 77:32 dan 77:33. Di sana pun dua ayat memakai dua perbandingan untuk satu benda.

Tafsiran

Ayat ini menambah rincian pelayanan berupa para pemuda yang tampak bagai mutiara bertaburan. Ayat ini menyebut siapa yang mengedarkan wadah di 76:15. Rangkaian dua katanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 56:17 dan 76:19, dan di 56:17 rangkaian itu juga didahului kata kerja yang menyebut mengedarkan.

Kata kedelapannya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 22:23, 35:33, dan 76:19, dan di dua ayat lainnya ia menamai perhiasan yang dipakai. Di sini ia bukan perhiasan melainkan perbandingan, karena yang dibandingkan adalah rupa pelayannya.

Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 25:23 dan 76:19, dan akarnya cuma dipakai di 3 ayat: 25:23, 76:19, dan 82:2. Di 25:23 kata itu dipakai untuk amal yang dijadikan debu beterbangan, dan di 82:2 akarnya dipakai untuk bintang yang berhamburan.

Jadi dua pemakaian lainnya menyebut kehancuran, sedangkan yang di sini justru menyebut keindahan. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Ayat ini juga memakai sapaan kepada satu orang, dan cara itu baru muncul di sini sebab delapan belas ayat sebelumnya tidak menyapa siapa pun secara langsung. Sapaan itu berlanjut di 76:20 lalu berhenti sampai 76:23. Pelayannya disebut jauh sesudah pekerjaannya, sebab pekerjaan mengedarkan sudah disebut di 76:15 dan empat ayat memisahkan keduanya. Ayat ini juga memakai dua perbandingan sekaligus, yaitu rupanya dan sebarannya, dan keduanya melengkapi satu sama lain karena yang satu menyebut kilaunya sedangkan yang lain menyebut letaknya. Cara yang sama dipakai di 77:32 dan 77:33, ketika dua ayat memakai dua perbandingan untuk satu benda.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata ayat ini dipakai Allah cuma di 56:17 dan 76:19, dan di 56:17 ia juga didahului kata kerja yang menyebut mengedarkan. Dua ayat memakai susunan yang hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Dua ayat memakai susunan yang hampir sama tanpa satu penunjuk pun. Yang membaca keduanya berurutan akan mengenali gemanya sendiri. Dua surah memakai susunan yang sama persis tanpa satu penunjuk pun di antara keduanya.
  • Kata kedelapannya dipakai Allah cuma di 22:23, 35:33, dan 76:19, dan di dua ayat lainnya ia menamai perhiasan yang dipakai. Di sini ia bukan perhiasan melainkan perbandingan untuk rupa pelayannya. Satu benda dipakai sebagai barang di dua tempat dan sebagai gambaran di sini. Satu benda dipakai sebagai barang di dua tempat dan sebagai gambaran di sini. Yang di sana dipakai, dan yang di sini cuma diperbandingkan. Perhiasan yang dikenakan di dua tempat lain berubah fungsi menjadi alat melukiskan di ayat ini.
  • Akar kata terakhirnya cuma dipakai Allah di 25:23, 76:19, dan 82:2. Di 25:23 ia menamai amal yang dijadikan debu beterbangan, dan di 82:2 bintang yang berhamburan. Satu bunyi dasar memuat berhamburan yang merusak dan berhamburan yang indah, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Satu bunyi dasar memuat berhamburan yang merusak dan berhamburan yang indah. Arah artinya ditentukan oleh apa yang sedang dibicarakan di sekitarnya. Satu bunyi dasar memuat kehancuran di dua tempat dan keindahan di tempat yang ketiga.
  • Ayat ini memakai sapaan kepada satu orang, dan yang disapa diminta membayangkan sendiri pemandangannya. Cara itu baru muncul di ayat ini, sebab delapan belas ayat sebelumnya tidak menyapa siapa pun secara langsung. Pembacanya mendadak ditarik masuk ke dalam gambarannya. Delapan belas ayat sebelumnya tidak menyapa siapa pun secara langsung. Pembacanya mendadak ditarik masuk ke dalam gambarannya tanpa diberi aba-aba. Yang tadinya menonton mendadak diminta membayangkan pemandangannya sendiri.
  • Sapaan itu berlanjut di 76:20 lalu berhenti sampai 76:23, dan di sana pihak yang disapa berbeda kedudukannya. Allah tidak menerangkan pergantian itu. Surah ini berpindah-pindah antara bercerita dan menyapa tanpa satu penanda pun. Surah ini berpindah-pindah antara bercerita dan menyapa tanpa satu penanda pun. Yang membaca harus mengenali sendiri siapa yang sedang diajak bicara. Sasarannya berganti tanpa aba-aba, dan pembacanya harus mengejar sendiri.
  • Yang dibandingkan Allah dengan mutiara bukan barangnya, melainkan pelayannya. Kalau bahkan yang melayani pun dilukiskan seindah itu, apa yang bisa dibayangkan tentang tempat yang mereka layani? Yang dibandingkan dengan mutiara bukan barangnya, melainkan pelayannya. Apa yang bisa dibayangkan tentang tempat itu, kalau yang melayani pun seindah itu? Yang melayani pun dilukiskan seindah barang berharga yang paling mahal.