وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا
Apabila engkau melihat di sana, niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًاwa-idzaa ra'ayta tsamma ra'ayta na'iiman wa-mulkan kabiiranapabila engkau melihat di sana, niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- رَأَيْتَra'aytaengkau melihat
- ثَمَّtsammadi sana
- رَأَيْتَra'aytaengkau melihat
- نَعِيمًاna'iimankenikmatan
- وَمُلْكًاwa-mulkandan kerajaan
- كَبِيرًاkabiiranyang besar
Inti bacaan
Skala kenikmatan yang menyeluruh: 'apabila melihat (keadaan) di sana, niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar', gambaran cakupan luas kesejahteraan yang melampaui kenikmatan personal, mencakup dimensi kekuasaan dan kemegahan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(keadaan)' tidak dipakai: 'tsamma' bermakna adverbial tempat 'di sana', bukan 'keadaan'. Tambahan kurung penjelas tempat rujukan jg dihapus, konsisten disiplin tanpa mengembalikan rujukan spesifik.
Kata (ثَمَّ, tsamma) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:115, 26:64, 76:20, dan 81:21. Artinya di sana.
Kata (نَعِيمًا, na'iiman) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (وَمُلْكًا, wa mulkan) juga muncul 1 kali.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut apa yang dilihat. Yang disebut cuma bahwa ia melihat kenikmatan dan kerajaan.
Cara itu berbeda dari ayat-ayat sebelumnya. Di sana bendanya disebut satu per satu, dan di sini keterangannya dirangkum.
Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa rinciannya berhenti dan rangkumannya datang.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup rangkaian panjang yang dibuka di 76:12. Sembilan ayat melukiskan pemberiannya satu per satu.
Sesudah sembilan ayat itu, rangkumannya diberikan dalam satu ayat. Al-Qur'an tidak menandai penutupan itu.
Perhatikan bahwa dua hal yang dirangkum berbeda jenisnya. Yang pertama menyangkut rasa, dan yang kedua menyangkut kuasa.
Penggabungan itu tidak lazim. Kenikmatan biasanya disandingkan dengan kenikmatan lain, bukan dengan kekuasaan.
Al-Qur'an tidak menerangkan penggabungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang dirasakan dan yang dikuasai disebut berdampingan.
Perhatikan bahwa kerajaannya disebut besar. Keterangan itu satu-satunya ukuran di seluruh bagian pemberiannya.
Delapan belas ayat pemberian tidak memuat satu bilangan pun. Yang ada cuma satu kata yang menyebut besar.
Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu-satunya ukuran diberikan kepada kekuasaan, bukan kepada bendanya.
Perhatikan bahwa sapaan kepada satu orang berlanjut dari 76:19. Dua ayat berurutan memakai bentuk yang sama.
Sesudah ayat ini sapaan itu berhenti. Surah kembali bercerita di 76:21.
Al-Qur'an tidak menandai berhentinya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat sapaan berdiri di tengah sembilan ayat cerita.
Perhatikan pula bahwa (وَمُلْكًا, wa mulkan) cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an. Ia tidak dipakai lagi di tempat lain mana pun.
Kekhususan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutan bagi kekuasaan mereka tidak punya pembanding.
Perhatikan pula bahwa kekuasaan disebut di tempat yang dijanjikan. Yang di dunia dikejar orang justru diberikan di sana tanpa diminta.
Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa kekuasaan disebut sebagai bagian dari pemberiannya.
Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut siapa yang berkuasa atas siapa. Kerajaannya disebut tanpa rakyat dan tanpa wilayah.
Ketiadaan keterangan itu berlaku di seluruh bagian pemberiannya. Yang disebut selalu namanya, dan isinya dibiarkan kosong.
Tafsiran
Ayat ini mengundang pembayangan luasnya kenikmatan dan keagungan yang tersedia bagi penghuni taman. Ayat ini merangkum apa yang dilukiskan sembilan ayat sebelumnya. Kata keduanya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:115, 26:64, 76:20, dan 81:21, dan artinya di sana.
Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata kelimanya juga muncul 1 kali. Ayat ini tidak menyebut apa yang dilihat, dan yang disebut cuma bahwa ia melihat kenikmatan dan kerajaan.
Cara itu berbeda dari ayat-ayat sebelumnya, karena di sana bendanya disebut satu per satu sedangkan di sini keterangannya dirangkum. Ayat ini menutup rangkaian panjang yang dibuka di 76:12, dan sembilan ayat melukiskan pemberiannya satu per satu.
Dua hal yang dirangkum berbeda jenisnya, karena yang pertama menyangkut rasa sedangkan yang kedua menyangkut kuasa. Penggabungan itu tidak lazim, sebab kenikmatan biasanya disandingkan dengan kenikmatan lain.
Kerajaannya juga disebut besar, dan keterangan itu satu-satunya ukuran di seluruh bagian pemberiannya. Delapan belas ayat pemberian tidak memuat satu bilangan pun, dan yang ada cuma satu kata yang menyebut besar. Kata yang menyebut kerajaan cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini, sehingga sebutan bagi kekuasaan mereka tidak punya pembanding. Kekuasaan juga disebut di tempat yang dijanjikan, sehingga yang di dunia dikejar orang justru diberikan di sana tanpa diminta. Ayat ini juga tidak menyebut siapa yang berkuasa atas siapa, sebab kerajaannya disebut tanpa rakyat dan tanpa wilayah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak menyebut apa yang dilihat, dan yang disebut Allah cuma bahwa ia melihat kenikmatan dan kerajaan. Cara itu berbeda dari ayat-ayat sebelumnya yang menyebut bendanya satu per satu. Rinciannya berhenti dan rangkumannya datang, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Rinciannya berhenti dan rangkumannya datang, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Sembilan ayat rincian ditutup satu ayat rangkuman. Rinciannya berhenti dengan mendadak, dan rangkumannya masuk begitu saja tanpa satu penanda batas pun.
- Ayat ini menutup rangkaian panjang yang dibuka Allah di 76:12, dan sembilan ayat melukiskan pemberiannya satu per satu. Sesudah sembilan ayat itu, rangkumannya diberikan dalam satu ayat saja. Al-Qur'an tidak menandai penutupan itu dengan satu kalimat pun. Sesudah sembilan ayat itu, rangkumannya diberikan dalam satu ayat saja. Yang tadinya dilukiskan satu per satu kini cuma disebut dengan dua patah kata rangkuman. Perbandingan sembilan berbanding satu membuat penutupnya terasa mendadak.
- Dua hal yang dirangkum Allah berbeda jenisnya, karena yang pertama menyangkut rasa dan yang kedua menyangkut kuasa. Penggabungan itu tidak lazim, sebab kenikmatan biasanya disandingkan dengan kenikmatan lain. Yang dirasakan dan yang dikuasai disebut berdampingan tanpa satu kalimat penjelas. Yang dirasakan dan yang dikuasai disebut berdampingan tanpa satu kalimat penjelas. Dua jenis yang berbeda digabung ke dalam satu pandangan. Yang dirasakan tubuh dan yang dipegang tangan disebut dalam satu tarikan.
- Kerajaannya disebut Allah besar, dan keterangan itu satu-satunya ukuran di seluruh bagian pemberiannya. Delapan belas ayat pemberian tidak memuat satu bilangan pun. Satu-satunya ukuran diberikan kepada kekuasaan, bukan kepada bendanya. Satu-satunya ukuran diberikan kepada kekuasaan, bukan kepada bendanya. Delapan belas ayat pemberian tidak memuat satu bilangan pun selain itu. Satu-satunya ukuran di seluruh bagian itu diberikan kepada kekuasaannya.
- Sapaan kepada satu orang berlanjut dari 76:19, dan sesudah ayat ini bentuk itu berhenti. Surah kembali bercerita di 76:21, dan Allah tidak menandai berhentinya. Dua ayat sapaan berdiri di tengah sembilan ayat cerita tanpa satu penanda batas. Dua ayat sapaan berdiri di tengah sembilan ayat cerita tanpa satu penanda batas. Sesudah 76:20 suaranya kembali bercerita seperti semula. Bentuk sapaan itu berhenti tepat di ujung ayat ini tanpa satu penanda.
- Allah menyebut bahwa ia melihat, tetapi tidak menyebut apa yang tertangkap matanya. Kalau yang dilukiskan cuma tindakan melihatnya dan bukan pemandangannya, apa yang sedang diserahkan kepada bayangan pembacanya sendiri? Allah menyebut bahwa ia melihat, tetapi tidak menyebut apa yang tertangkap matanya. Apa yang diserahkan kepada bayangan pembacanya, kalau pemandangannya sengaja dikosongkan? Pemandangannya sengaja dikosongkan, dan pembacanya yang diminta mengisinya.