عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Di atas mereka pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan mereka dihiasi gelang-gelang dari perak, dan Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ'aaliyahum tsiyaabu sundusin khudhrun wa-istabraqundi atas mereka pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal
  2. وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًاwa-hulluu asaawira min fidhdhatin wa-saqaahum rabbuhum syaraaban thahuurandan mereka dihiasi gelang-gelang dari perak, dan Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. عَالِيَهُمْ'aaliyahumatas mereka
  2. ثِيَابُtsiyaabupakaian
  3. سُنْدُسٍsundusinsutra halus
  4. خُضْرٌkhudhrunhijau
  5. وَإِسْتَبْرَقٌwa-istabraqundan sutra tebal
  6. وَحُلُّواwa-hulluudan mereka diberi perhiasan
  7. أَسَاوِرَasaawiragelang-gelang
  8. مِنْmindari
  9. فِضَّةٍfidhdhatinperak
  10. وَسَقَاهُمْwa-saqaahumdan Dia memberi mereka minum
  11. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  12. شَرَابًاsyaraabanminuman
  13. طَهُورًاthahuuranyang menyucikan

Inti bacaan

Detail pakaian dan minuman istimewa: 'mereka berpakaian sutra halus yang hijau, sutra tebal, dan memakai gelang perak. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang suci', kelengkapan detail visual (pakaian, perhiasan) dan kualitas spiritual (minuman suci) yang menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Terjemahan disusun lebih literal mengikuti struktur 'aaliyahum' (di atas mereka) sebagai pembuka kalimat, berbeda dari draf yang merestrukturisasi jadi 'mereka berpakaian'.

Kata (عَالِيَهُمْ, 'aaliyahum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (وَإِسْتَبْرَقٌ, wa istabraq) dalam bentuk ini juga muncul 1 kali.

Kata (سُنْدُسٍ, sundus) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 18:31, 44:53, dan 76:21. Ketiganya menyebut kain di tempat yang dijanjikan.

Perhatikan bahwa 18:31 dan 44:53 memuat pasangan kain yang sama dengan ayat ini. Jadi tiga surah memakai pasangan yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua jenis kain selalu disebut berpasangan.

Kata (أَسَاوِرَ, asaawira) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 18:31, 22:23, 35:33, dan 76:21. Ia menamai gelang yang dipakaikan.

Perhatikan bahwa rangkaian yang menyebut gelang dari emas muncul 3 kali: 18:31, 22:23, dan 35:33. Rangkaian yang menyebut gelang dari perak muncul 1 kali, yaitu di ayat ini.

Jadi tiga ayat memberi emas, dan satu ayat memberi perak. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa perak dipasangkan dengan gelang di ayat ini saja. Bahan yang sama sudah disebut dua kali di 76:15 dan 76:16.

Perhatikan bahwa perak disebut tiga kali di surah ini, yaitu di 76:15, 76:16, dan 76:21. Dari empat penyebutannya di seluruh Al-Qur'an, tiga ada di sini.

Kata (طَهُورًا, thahuuran) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 25:48 dan 76:21. Di 25:48 kata itu dipakai untuk air hujan yang diturunkan.

Jadi satu sebutan dipakai untuk air di dunia dan minuman yang dijanjikan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.

Perhatikan bahwa ini penyebutan minuman ketiga di surah ini. Dua yang pertama di 76:5 dan 76:17.

Perbedaannya jelas. Dua yang pertama disebut bercampur, dan yang ketiga disebut suci.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang terakhir tidak diberi campuran apa pun.

Perhatikan bahwa yang memberi minum di ayat ini disebut Tuhan mereka. Dua penyebutan sebelumnya tidak menyebut siapa yang memberi.

Jadi pemberi minumnya baru dinamai di penyebutan ketiga. Al-Qur'an tidak menandai penundaan itu.

Perhatikan pula bahwa ayat ini yang terpanjang di surahnya. Ia memuat pakaian, perhiasan, dan minuman sekaligus.

Kepadatan itu tidak lazim. Ayat-ayat sebelumnya masing-masing menyebut satu atau dua hal saja.

Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa penutup daftarnya memuat paling banyak.

Perhatikan pula bahwa warna disebut di ayat ini. Ini satu-satunya warna yang disebut di seluruh surahnya.

Kekhususan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga puluh satu ayatnya cuma memuat satu warna.

Perhatikan pula bahwa minuman terakhir diberikan langsung oleh Tuhan mereka. Dua minuman sebelumnya diedarkan pelayan atau diminum sendiri.

Jadi tiga minuman itu datang dari tiga arah yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Tafsiran

Ayat ini menutup rincian kenikmatan fisik para penghuni taman dengan pakaian, perhiasan, dan minuman suci. Ayat ini menyebut pakaian, perhiasan, dan minuman ketiga sekaligus. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata keenamnya dalam bentuk ini juga muncul 1 kali.

Kata keempatnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 18:31, 44:53, dan 76:21, dan ketiganya menyebut kain di tempat yang dijanjikan. Perhatikan bahwa 18:31 dan 44:53 memuat pasangan kain yang sama dengan ayat ini, sehingga tiga surah memakai pasangan yang sama.

Kata kedelapannya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 18:31, 22:23, 35:33, dan 76:21. Rangkaian yang menyebut gelang dari emas muncul 3 kali, yaitu 18:31, 22:23, dan 35:33, sedangkan rangkaian yang menyebut gelang dari perak muncul 1 kali, yaitu di ayat ini.

Jadi tiga ayat memberi emas sedangkan ayat ini memberi perak, dan pilihan bahannya berbeda dari ketiganya. Perak juga disebut tiga kali di surah ini dari empat penyebutannya di seluruh Al-Qur'an.

Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 25:48 dan 76:21, dan di 25:48 ia dipakai untuk air hujan yang diturunkan. Ini penyebutan minuman ketiga di surah ini, dan yang ketiga disebut suci sedangkan dua yang pertama disebut bercampur. Ayat ini yang terpanjang di surahnya, sebab ia memuat pakaian, perhiasan, dan minuman sekaligus, sedangkan ayat-ayat sebelumnya masing-masing menyebut satu atau dua hal saja. Warna juga disebut di ayat ini, dan ini satu-satunya warna yang disebut di seluruh surahnya. Minuman terakhir juga diberikan langsung oleh Tuhan mereka, sedangkan dua minuman sebelumnya diedarkan pelayan atau diminum sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keempatnya dipakai Allah cuma di 18:31, 44:53, dan 76:21, dan ketiganya menyebut kain di tempat yang dijanjikan. Ayat 18:31 dan 44:53 memuat pasangan kain yang sama dengan ayat ini. Dua jenis kain itu selalu disebut berpasangan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Dua jenis kain itu selalu disebut berpasangan di ketiga tempatnya. Tidak satu pun dari ketiganya menyebut salah satunya sendirian. Ketiga tempat itu menyebut kedua jenis kain berpasangan, dan tidak pernah sendirian.
  • Kata (أَسَاوِرَ, asaawira) dipakai Allah di 18:31, 22:23, 35:33, dan 76:21, dan tidak di ayat lain mana pun. Tiga ayat yang pertama memasangkannya dengan emas, sedangkan ayat ini memasangkannya dengan perak. Perbandingan tiga berbanding satu itu tidak disebut Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Empat ayat memakai kata yang sama untuk perhiasan tangan, dan cuma bahannya yang berbeda di antara keempatnya. Tiga surah memilih emas, dan surah ini memilih perak untuk hal yang persis sama. Yang membaca empat ayat itu berdampingan akan melihat satu perkecualian yang berdiri sendiri.
  • Perak disebut Allah tiga kali di surah ini, yaitu di 76:15, 76:16, dan 76:21. Dari empat penyebutannya di seluruh Al-Qur'an, tiga ada di sini. Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu, dan emas sama sekali tidak disebut di surah ini. Dari empat penyebutan perak di seluruh Al-Qur'an, tiga ada di surah ini. Emas sama sekali tidak disebut di sepanjang tiga puluh satu ayatnya. Satu bahan dipilih lalu dipakai terus, sedangkan yang lain tidak disinggung sekali pun.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 25:48 dan 76:21, dan di 25:48 ia dipakai untuk air hujan yang diturunkan. Satu kata dipakai untuk air di dunia dan minuman yang dijanjikan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Satu kata dipakai untuk air di dunia dan minuman yang dijanjikan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Air hujan di dunia dan minuman yang dijanjikan dinamai dengan kata yang sama.
  • Ini penyebutan minuman ketiga di surah ini, sesudah 76:5 dan 76:17. Dua yang pertama disebut bercampur, sedangkan yang ketiga disebut suci tanpa campuran apa pun. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu, dan urutannya bergerak dari yang bercampur ke yang murni. Urutannya bergerak dari yang bercampur ke yang murni di sepanjang surah. Dua yang pertama diberi campuran, dan yang ketiga dibiarkan bersih. Urutannya bergerak dari yang bercampur menuju yang tidak dicampur apa pun.
  • Yang memberi minum di ayat ini disebut Tuhan mereka, sedangkan dua penyebutan sebelumnya tidak menyebut siapa yang memberi. Pemberi minumnya baru dinamai di penyebutan ketiga. Kalau nama pemberinya ditahan sampai yang terakhir, apa yang berubah pada rasa minuman itu ketika namanya akhirnya disebut? Pemberi minumnya baru dinamai di penyebutan ketiga. Apa yang berubah pada rasa sebuah pemberian ketika nama pemberinya akhirnya disebut? Nama pemberinya ditahan sampai penyebutan minuman yang ketiga dan terakhir.