إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا

Sesungguhnya ini adalah balasan untuk kalian dan usaha kalian diganjar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًاinna haadzaa kaana lakum jazaa'an wa-kaana sa'yukum masykuuransesungguhnya ini adalah balasan untuk kalian dan usaha kalian diganjar

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. كَانَkaanaadalah
  4. لَكُمْlakumbagi kalian
  5. جَزَاءًjazaa'anbalasan
  6. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  7. سَعْيُكُمْsa'yukumusaha kalian
  8. مَشْكُورًاmasykuuranyang dibalas

Inti bacaan

Penegasan hubungan usaha-ganjaran: 'sesungguhnya ini adalah balasan untuk kalian dan usaha kalian diganjar', penutup rangkaian deskripsi surga dengan penegasan bahwa seluruh kenikmatan ini adalah hasil proporsional dari usaha yang telah dilakukan, bukan pemberian acak tanpa dasar.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini': draf sudah tepat.

Kata (سَعْيُكُمْ, sa'yukum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (مَشْكُورًا, masykuuran) muncul 2 kali: 17:19 dan 76:22.

Di 17:19 kata (مَشْكُورًا, masykuuran) juga dipakai untuk usaha yang dibalas. Jadi dua pemakaiannya menyebut hal yang sama.

Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai kata yang sama untuk maksud yang sama.

Perhatikan bahwa ayat ini berupa ucapan yang ditujukan kepada mereka. Sapaan berorang kedua jamak dipakai untuk pertama kalinya sejak 76:9.

Al-Qur'an tidak menandai pergantian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa suara yang tadinya bercerita kini menyapa langsung.

Perhatikan bahwa yang disapa adalah penghuninya, bukan pembacanya. Sapaan di 76:19 dan 76:20 ditujukan kepada satu orang yang melihat.

Jadi dua jenis sapaan dipakai di rentang empat ayat. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Perhatikan bahwa kata terakhir 76:9 berasal dari bunyi dasar yang sama dengan (مَشْكُورًا, masykuuran). Yang di sana mereka tolak, dan yang di sini mereka terima.

Jarak antara keduanya tiga belas ayat. Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa mereka menolak diucapi terima kasih oleh manusia, lalu usaha mereka disebut disyukuri.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai penegas di awalnya. Ini penegas pertama sejak 76:5.

Tujuh belas ayat berjalan tanpa satu penegas pembuka pun. Al-Qur'an tidak menandai kembalinya.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup seluruh bagian pemberian. Delapan belas ayat berjalan sejak 76:5.

Sesudah ayat ini surahnya berpindah ke perintah. Al-Qur'an tidak memberi satu kalimat pengantar pun.

Perhatikan bahwa penutupnya berupa pengakuan atas usaha mereka. Yang disebut terakhir bukan bendanya, melainkan bahwa kerja mereka dihargai.

Susunan itu mengembalikan pembacanya ke 76:12. Di sana pun sebabnya disebut, yaitu kesabaran mereka.

Perhatikan pula bahwa (كَانَ, kaana) dipakai dua kali di ayat ini. Yang disebut peristiwa yang belum tiba, dan keduanya menyatakan sudah selesai.

Cara itu berulang di surah ini. Di 76:11 dan 76:12 pun yang belum terjadi disebut seolah sudah selesai.

Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa janji-janjinya disampaikan seolah sudah dikerjakan.

Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut satu benda pun. Delapan belas ayat sebelumnya penuh benda, dan penutupnya kosong dari benda.

Perbedaan itu mencolok. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu dengan satu kalimat pun.

Perhatikan pula bahwa yang disebut terakhir adalah penilaian atas usaha mereka. Yang tinggal di ingatan bukan barangnya, melainkan pengakuannya.

Tafsiran

Ayat ini menutup seluruh bagian pemberian dengan pengakuan atas usaha mereka. Kata keenamnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya muncul 2 kali, yaitu 17:19 dan 76:22.

Di 17:19 kata terakhirnya juga dipakai untuk usaha yang dibalas, sehingga dua pemakaiannya menyebut hal yang sama. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.

Ayat ini berupa ucapan yang ditujukan kepada mereka, dan sapaan berorang kedua jamak dipakai untuk pertama kalinya sejak 76:9. Yang disapa adalah penghuninya dan bukan pembacanya, berbeda dari sapaan di 76:19 dan 76:20 yang ditujukan kepada satu orang.

Kata di 76:9 berasal dari bunyi dasar yang sama dengan kata terakhir ayat ini, dan yang di sana mereka tolak sedangkan yang di sini mereka terima. Jarak antara keduanya tiga belas ayat.

Ayat ini juga memakai penegas di awalnya, dan ini penegas pertama sejak 76:5, sesudah tujuh belas ayat berjalan tanpa satu penegas pembuka pun. Penutupnya berupa pengakuan atas usaha mereka, dan bukan penyebutan bendanya. Ayat ini memakai bentuk lampau dua kali untuk peristiwa yang belum tiba, dan cara itu berulang di 76:11 serta 76:12. Ayat ini juga tidak menyebut satu benda pun, padahal delapan belas ayat sebelumnya penuh benda, sehingga penutupnya kosong dari benda. Yang disebut terakhir adalah penilaian atas usaha mereka, sehingga yang tinggal di ingatan bukan barangnya melainkan pengakuannya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 17:19 dan 76:22, dan di 17:19 ia juga dipakai untuk usaha yang dibalas. Dua pemakaiannya menyebut hal yang sama. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya, dan tidak ada satu penunjuk pun di antara dua surah itu. Dua pemakaiannya menyebut hal yang sama, yaitu usaha yang dibalas. Dua surah memakai kata yang sama tanpa satu penunjuk di antaranya. Kesamaan itu cuma akan terlihat oleh pembaca yang mau memeriksa kedua ayat itu berdampingan.
  • Ayat ini menyapa penghuninya, sedangkan 76:19 dan 76:20 menyapa satu orang yang melihat. Dua jenis sapaan dipakai Allah di rentang empat ayat. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan pembacanya harus mengenali sendiri siapa yang sedang disapa. Dua jenis sapaan dipakai di rentang empat ayat, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaannya. Yang membaca harus mengenali sendiri siapa yang sedang disapa. Dua sasaran sapaan berganti di dalam rentang empat ayat tanpa satu penanda pun.
  • Kata di 76:9 berasal dari bunyi dasar yang sama dengan kata terakhir ayat ini. Yang di sana mereka tolak dari manusia, dan yang di sini mereka terima dari Allah. Jarak tiga belas ayat memisahkan keduanya, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Jarak tiga belas ayat memisahkan penolakan itu dari penerimaannya. Yang ditolak dari manusia ternyata diberikan oleh Allah dengan kata yang seakar. Tiga belas ayat penuh memisahkan penolakan mereka dari penerimaan yang disebut di sini.
  • Ayat ini memakai penegas di awalnya, dan ini penegas pertama sejak 76:5. Tujuh belas ayat berjalan tanpa satu penegas pembuka pun. Allah tidak menandai kembalinya, dan penegas itu muncul tepat di ayat penutup bagiannya. Tujuh belas ayat berjalan tanpa satu penegas pembuka pun sebelum ayat ini. Penegas itu muncul kembali tepat di ayat penutup bagiannya. Tujuh belas ayat berjalan tanpa penegas sebelum ia akhirnya kembali terdengar di sini.
  • Ayat ini menutup seluruh bagian pemberian, dan delapan belas ayat berjalan sejak 76:5. Sesudahnya surah berpindah ke perintah tanpa satu kalimat pengantar. Bagian sepanjang itu ditutup dengan satu ayat yang tidak menyebut satu benda pun. Bagian sepanjang delapan belas ayat ditutup dengan satu ayat tanpa satu benda. Perpindahan ke bagian perintah menyusul tanpa satu kalimat pengantar. Bagian sepanjang delapan belas ayat itu ditutup tanpa menyebut satu benda pun.
  • Yang disebut Allah terakhir bukan bendanya, melainkan bahwa kerja mereka dihargai. Susunan itu mengembalikan pembacanya ke 76:12, ketika sebabnya disebut kesabaran. Kalau yang paling akhir disebut justru pengakuan atas usaha, apa yang sebenarnya paling dibutuhkan seseorang dari sebuah balasan? Yang disebut terakhir bukan bendanya, melainkan bahwa kerja mereka dihargai. Apa yang sebenarnya paling dibutuhkan seseorang dari sebuah balasan? Yang tinggal di ingatan pembacanya bukan barangnya, melainkan pengakuan atas usahanya.