فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا
Maka bersabarlah untuk putusan Tuhanmu dan jangan ikuti pendosa dan orang yang sangat kufur di antara mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًاfa-shbir li-hukmi rabbika wa-laa tuthi' minhum aatsiman aw kafuuranmaka bersabarlah untuk putusan Tuhanmu dan jangan ikuti pendosa dan orang yang sangat kufur di antara mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
- لِحُكْمِli-hukmipada ketetapan
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تُطِعْtuthi'engkau menaati
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- آثِمًاaatsimanorang berdosa
- أَوْawatau
- كَفُورًاkafuuranyang sangat ingkar
Inti bacaan
Instruksi kesabaran disertai batas ketaatan: 'bersabarlah untuk (melaksanakan) putusan Tuhanmu dan jangan ikuti pendosa dan orang yang sangat kufur di antara mereka', kombinasi ketahanan menjalankan kewajiban dengan kewaspadaan terhadap pengaruh negatif yang mungkin muncul dari lingkungan sekitar.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(melaksanakan)' tidak dipakai.
Rangkaian (فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ, fashbir li-hukmi rabbik) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 68:48 dan 76:24. Dua ayat itu memakai tiga kata yang sama persis.
Kata (فَاصْبِرْ, fashbir) sendiri muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 20:130, 40:55, 50:39, dan 74:7. Jadi perintah bersabar sering diberikan.
Perhatikan bahwa yang jarang bukan perintahnya, melainkan gabungan tiga katanya. Cuma dua ayat memakai gabungan itu.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai perintah yang sama persis.
Kata (آثِمًا, aatsiman) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (كَفُورًا, kafuuran) muncul untuk kedua kalinya di surah ini.
Perhatikan bahwa kemunculan pertamanya ada di 76:3. Di sana ia salah satu dari dua pilihan yang terbuka.
Di sini ia pihak yang tidak boleh diikuti. Jarak antara keduanya dua puluh satu ayat.
Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan berpindah dari pilihan menjadi larangan.
Perhatikan bahwa kesabaran disebut lagi di ayat ini. Ia sudah disebut di 76:12 sebagai sebab balasan mereka.
Jadi surah ini menyebut kesabaran dua kali. Yang pertama sebagai sebab, dan yang kedua sebagai perintah.
Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa apa yang dipuji pada mereka diperintahkan kepada yang disapa.
Perhatikan bahwa susunan itu mengikat dua bagian surahnya. Bagian pemberian dan bagian perintah dihubungkan lewat satu kata yang sama.
Al-Qur'an tidak menyatakan ikatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutan yang sama berdiri di dua tempat dengan dua tugas.
Perhatikan bahwa ayat ini membuka rangkaian perintah yang berjalan tiga ayat. Dari 76:24 sampai 76:26 seluruhnya berisi perintah.
Tiga ayat itu memuat lima perintah. Bersabar, tidak menuruti, mengingat, bersujud, dan bertasbih.
Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa lima perintah berdesakan di tiga ayat.
Perhatikan pula bahwa perintah bersabar diberikan sesudah gambaran balasan yang panjang. Delapan belas ayat melukiskan apa yang menanti.
Susunan itu menaruh alasannya sebelum perintahnya. Yang diperintah sudah melihat upahnya lebih dulu.
Al-Qur'an tidak menyatakan susunan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambaran datang lebih dulu dan perintah menyusul.
Perhatikan pula bahwa yang diperintahkan bukan melawan, melainkan bersabar dan tidak menuruti. Tidak ada perintah untuk membalas.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua perintahnya sama-sama berupa menahan diri.
Perhatikan pula bahwa dua pihak yang tidak boleh diikuti disebut dengan sebutan yang berbeda jenisnya. Yang satu menyangkut perbuatan, dan yang lain menyangkut sikap.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian perintah dengan kalimat yang dipakai juga di surah lain. Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 68:48 dan 76:24, dan dua ayat itu memakai tiga kata yang sama persis.
Kata pertamanya sendiri muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 20:130, 40:55, 50:39, dan 74:7, sehingga perintah bersabar sering diberikan. Yang jarang bukan perintahnya melainkan gabungan tiga katanya, sebab cuma dua ayat memakai gabungan itu.
Kata kedelapannya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan kata terakhirnya muncul untuk kedua kalinya di surah ini sesudah 76:3. Di 76:3 ia salah satu dari dua pilihan yang terbuka, sedangkan di sini ia pihak yang tidak boleh diikuti, dengan jarak dua puluh satu ayat.
Kesabaran juga disebut lagi di ayat ini sesudah 76:12, sehingga surah ini menyebutnya dua kali, yaitu sebagai sebab dan sebagai perintah. Apa yang dipuji pada mereka diperintahkan kepada yang disapa.
Ayat ini juga membuka rangkaian perintah yang berjalan tiga ayat, dan dari 76:24 sampai 76:26 terdapat lima perintah, yaitu bersabar, tidak menuruti, mengingat, bersujud, dan bertasbih. Perintah bersabar diberikan sesudah gambaran balasan yang panjang, sebab delapan belas ayat melukiskan apa yang menanti, sehingga alasannya ditaruh sebelum perintahnya. Yang diperintahkan juga bukan melawan melainkan bersabar dan tidak menuruti, dan tidak ada perintah untuk membalas. Dua pihak yang tidak boleh diikuti juga disebut dengan sebutan yang berbeda jenisnya, karena yang satu menyangkut perbuatan dan yang lain menyangkut sikap.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian tiga kata pertamanya dipakai Allah cuma di 68:48 dan 76:24, dan dua ayat itu memakai kata yang sama persis. Kata pertamanya sendiri dipakai 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 11:49, 20:130, 68:48, dan 70:5, sehingga yang jarang bukan perintahnya melainkan gabungannya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Cuma dua ayat memakai gabungan tiga kata itu di seluruh Al-Qur'an. Perintah bersabar sendiri diberikan di sebelas tempat yang berbeda. Gabungan tiga kata itu cuma hidup di dua ayat saja di sepanjang seluruh Al-Qur'an.
- Kata terakhirnya muncul untuk kedua kalinya di surah ini sesudah 76:3. Di 76:3 ia salah satu dari dua pilihan yang terbuka, sedangkan di sini ia pihak yang tidak boleh diikuti. Jarak dua puluh satu ayat memisahkan keduanya, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Jarak dua puluh satu ayat memisahkan dua kemunculannya di surah ini. Yang tadinya salah satu pilihan kini menjadi pihak yang dilarang diikuti. Dua puluh satu ayat memisahkan kedua kemunculannya di dalam surah ini.
- Kesabaran disebut Allah lagi di ayat ini sesudah 76:12, sehingga surah ini menyebutnya dua kali. Yang pertama sebagai sebab balasan mereka, dan yang kedua sebagai perintah kepada yang disapa. Apa yang dipuji pada mereka diperintahkan kepada orang lain. Apa yang dipuji pada mereka diperintahkan kepada yang disapa. Satu kata berdiri di dua tempat dengan dua tugas yang berbeda. Apa yang dipuji pada satu pihak justru diperintahkan kepada pihak yang lain di ayat ini.
- Bagian pemberian dan bagian perintah dihubungkan lewat satu kata yang sama. Allah tidak menyatakan ikatan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa kata yang sama berdiri di dua tempat dengan dua tugas. Ikatan seperti itu cuma terbaca kalau surahnya dibaca utuh. Ikatan seperti itu cuma terbaca kalau surahnya dibaca utuh dari awal. Dua bagian yang berbeda isinya dihubungkan lewat satu kata saja. Ikatan itu cuma terbaca oleh yang membaca surahnya dari awal sampai habis.
- Ayat ini membuka rangkaian perintah yang berjalan tiga ayat, dan dari 76:24 sampai 76:26 terdapat lima perintah. Bersabar, tidak menuruti, mengingat, bersujud, dan bertasbih berdesakan di tiga ayat. Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Lima perintah berdesakan di tiga ayat, dan Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Bagian perintahnya jauh lebih padat daripada bagian gambarannya. Tiga ayat memuat lima perintah, sedangkan delapan belas ayat sebelumnya cuma melukiskan.
- Allah menyebut dua pihak yang tidak boleh diikuti, yaitu yang berbuat dosa dan yang menolak bersyukur. Keduanya disebut berdampingan tanpa satu keterangan pembeda. Kalau dua sikap yang berbeda diberi larangan yang sama, apa yang sebenarnya menyatukan keduanya? Dua sikap yang berbeda diberi larangan yang sama oleh Allah. Apa yang sebenarnya menyatukan orang yang berbuat dosa dengan orang yang menolak bersyukur? Dua sikap yang berbeda jenisnya sama-sama diberi larangan yang beratnya sama.