وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًاwa-dzkuri sma rabbika bukratan wa-ashiilandan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَاذْكُرِwa-dzkuridan sebutlah
- اسْمَsmanama
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- بُكْرَةًbukratandi waktu pagi
- وَأَصِيلًاwa-ashiilandan petang
Inti bacaan
Rutinitas dzikir yang terjadwal: 'sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang', penanda waktu spesifik untuk praktik spiritual rutin, struktur harian yang menjaga kesinambungan kesadaran ilahi.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ, wadzkur isma rabbik) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:8 dan 76:25. Dua ayat itu memakai tiga kata yang sama persis.
Rangkaian (بُكْرَةً وَأَصِيلًا, bukratan wa ashiilan) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 25:5, 33:42, 48:9, dan 76:25. Ia menyebut pagi dan petang.
Perhatikan bahwa 33:42 juga memuat perintah mengingat bersama keterangan waktu itu. Jadi dua ayat memakai perintah dan waktunya sekaligus.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa rangkaian waktunya dipakai di empat tempat.
Perhatikan bahwa surah 73 sudah muncul sebagai pembanding di surah ini. Rangkaian di 73:5 juga dipakai di 76:27.
Jadi dua tautan sudah tercatat, dan yang ketiga menyusul di 76:29. Al-Qur'an tidak menandai satu pun.
Perhatikan bahwa waktu yang disebut cuma dua, yaitu pagi dan petang. Malam disebut terpisah di ayat berikutnya.
Jadi tiga waktu disebut di dua ayat berurutan. Susunan itu mencakup seluruh putaran hari.
Al-Qur'an tidak menyatakan kelengkapan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tidak ada bagian hari yang tersisa di luar keduanya.
Perhatikan bahwa yang diperintahkan mengingat nama, bukan mengingat zatnya. Yang disebut adalah menyebut nama Tuhannya.
Perbedaan itu halus tetapi berakibat. Menyebut nama adalah perbuatan lidah, dan mengingat adalah pekerjaan hati.
Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintahnya menyangkut sesuatu yang bisa dikerjakan.
Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan rangkaian perintah dari 76:24. Tiga ayat berurutan seluruhnya berisi perintah.
Bagian perintah itu jauh lebih padat daripada bagian gambarannya. Tiga ayat memuat lima perintah.
Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintahnya berdesakan sesudah gambaran yang panjang.
Perhatikan bahwa perintah di ayat ini tidak menyebut alasan. Alasan sudah diberikan di delapan belas ayat sebelumnya.
Susunan itu menghemat. Yang sudah dilihat tidak perlu diulang ketika perintahnya datang.
Perhatikan bahwa perintah di ayat ini ditujukan kepada satu orang. Yang dipakai bentuk tunggal, bukan jamak.
Padahal bagian sebelumnya berbicara tentang banyak orang. Delapan belas ayat menggambarkan sekelompok penghuni.
Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian sasaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambaran ramai berujung pada satu tuntutan pribadi.
Perhatikan bahwa yang disebut Tuhannya, bukan namanya sendiri. Hubungan kepemilikan itu dipakai di kedua ayat yang memuat rangkaian ini.
Sebutan itu mendekatkan. Yang diperintahkan mengingat diberi tahu bahwa yang diingat memang miliknya.
Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintahnya memakai hubungan, bukan jarak.
Perhatikan bahwa pagi dan petang disebut tanpa jumlah. Tidak ada bilangan yang mengiringinya.
Ketiadaan bilangan itu berlaku di seluruh bagian perintah. Tiga ayat tidak memuat satu angka pun.
Al-Qur'an tidak menandai kekosongan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa waktunya ditentukan sedangkan takarannya tidak.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rangkaian perintah dengan menyebut waktu mengerjakannya. Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 73:8 dan 76:25, dan dua ayat itu memakai kata yang sama persis.
Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 25:5, 33:42, 48:9, dan 76:25, dan ia menyebut pagi dan petang. Perhatikan bahwa 33:42 juga memuat perintah mengingat bersama keterangan waktu itu.
Surah 73 sudah muncul sebagai pembanding di surah ini, karena rangkaian di 73:5 juga dipakai di 76:27. Jadi dua tautan sudah tercatat, dan yang ketiga menyusul di 76:29.
Waktu yang disebut cuma dua, yaitu pagi dan petang, sedangkan malam disebut terpisah di ayat berikutnya. Jadi tiga waktu disebut di dua ayat berurutan, dan susunan itu mencakup seluruh putaran hari.
Yang diperintahkan adalah mengingat nama dan bukan mengingat zatnya, sehingga yang disebut adalah menyebut nama Tuhannya. Ayat ini juga melanjutkan rangkaian perintah dari 76:24, dan tiga ayat berurutan seluruhnya berisi perintah. Perintah di ayat ini juga ditujukan kepada satu orang, sebab yang dipakai bentuk tunggal padahal bagian sebelumnya berbicara tentang banyak orang. Gambaran ramai sepanjang delapan belas ayat berujung pada satu tuntutan pribadi, dan pagi serta petang disebut tanpa satu bilangan pun.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian tiga kata pertamanya dipakai Allah cuma di 73:8 dan 76:25, dan dua ayat itu memakai kata yang sama persis. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Dua surah yang berjauhan memakai perintah yang tidak berbeda satu huruf pun, dan yang membacanya berurutan akan mengenali gemanya. Yang membaca dua surah itu berurutan akan mendengar kalimat yang sama diucapkan dua kali. Pengulangan tanpa penanda seperti itu bekerja lewat ingatan pembacanya, bukan lewat satu keterangan pun.
- Rangkaian dua kata terakhirnya dipakai Allah di 25:5, 33:42, 48:9, dan 76:25, dan ia menyebut pagi dan petang. Ayat 33:42 juga memuat perintah mengingat bersama keterangan waktu itu, sehingga dua ayat memakai perintah dan waktunya sekaligus. Rangkaian waktu itu tidak pernah dipakai untuk maksud yang lain. Waktu yang sama dipakai untuk mengingat, untuk bertasbih, dan untuk menyucikan di ayat-ayat yang lain. Pagi dan petang karena itu menjadi tanda waktu yang tetap, bukan pilihan yang kebetulan.
- Surah 73 sudah muncul sebagai pembanding, karena rangkaian di 73:5 juga dipakai Allah di 76:27. Dua tautan sudah tercatat, dan yang ketiga menyusul di 76:29 yang sama persis dengan 73:19. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara ketiganya, dan semuanya harus ditemukan sendiri. Dua surah itu turun terpisah dan ditaruh berjauhan di mushaf. Tiga hal yang dibagi keduanya karena itu bukan sesuatu yang terlihat pada bacaan pertama.
- Waktu yang disebut Allah di sini cuma dua, yaitu pagi dan petang, sedangkan malam disebut terpisah di 76:26. Tiga waktu disebut di dua ayat berurutan, sehingga susunannya mencakup seluruh putaran hari. Tidak ada bagian hari yang tersisa di luar ketiganya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan kelengkapan itu. Perintahnya karena itu tidak menyisakan celah waktu yang bebas. Yang tersedia cuma pagi, petang, dan malam, dan ketiganya sudah habis disebut di dua ayat berurutan.
- Yang diperintahkan Allah adalah mengingat nama, bukan mengingat zatnya. Menyebut nama adalah perbuatan lidah, sedangkan mengingat adalah pekerjaan hati. Perintahnya menyangkut sesuatu yang bisa dikerjakan dan diperiksa, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dikerjakan bisa juga diperiksa, dan yang cuma di hati tidak. Perintah yang menyangkut lidah karena itu lebih tegas ukurannya daripada perintah yang menyangkut niat.
- Perintah di ayat ini tidak menyebut alasan, sebab alasannya sudah diberikan Allah di delapan belas ayat sebelumnya. Susunan itu menghemat, karena yang sudah dilihat tidak perlu diulang ketika perintahnya datang. Apa yang berubah pada sebuah perintah ketika upahnya sudah dilukiskan lebih dulu selama delapan belas ayat? Delapan belas ayat gambaran mendahului tiga ayat perintah, dan perbandingan itu tidak seimbang. Yang dilihat jauh lebih panjang daripada yang kemudian diminta dari pembacanya.