إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

Sesungguhnya mereka ini mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًاinna haa'ulaa'i yuhibbuuna l-'aajilata wa-yadzaruuna waraa'ahum yawman tsaqiilansesungguhnya mereka ini mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  3. يُحِبُّونَyuhibbuunamereka mencintai
  4. الْعَاجِلَةَl-'aajilatakehidupan yang segera
  5. وَيَذَرُونَwa-yadzaruunadan mereka meninggalkan
  6. وَرَاءَهُمْwaraa'ahumdi belakang mereka
  7. يَوْمًاyawmansuatu hari
  8. ثَقِيلًاtsaqiilanyang berat

Inti bacaan

Diagnosis prioritas yang keliru: 'sesungguhnya mereka itu mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat', pengungkapan pola pikir yang mengabaikan konsekuensi jangka panjang demi kepuasan langsung, kontras dengan kesabaran dan kesadaran yang dianjurkan sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ, inna haa-ulaa-i) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:139, 15:68, 26:54, 43:88, 44:34, 76:27, dan 83:32. Ia menunjuk kepada pihak yang sedang dibicarakan.

Kata (يُحِبُّونَ, yuhibbuun) muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:165, 3:119, 3:188, 5:54, 9:108, 24:19, 59:9, dan 76:27. Delapan kemunculan itu tersebar di tujuh surah, sebab surah 3 memakainya dua kali. Artinya mencintai.

Kata (الْعَاجِلَةَ, al-'aajilah) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 17:18, 75:20, dan 76:27. Ia menamai kehidupan yang cepat berlalu.

Perhatikan bahwa 75:20 ada di surah yang tepat mendahului surah ini. Dua surah berurutan memakai kata yang sama untuk hal yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua dari tiga pemakaiannya berada di dua surah bertetangga.

Kata (ثَقِيلًا, tsaqiilan) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:5 dan 76:27. Di 73:5 kata itu dipakai untuk perkataan yang berat yang akan diturunkan.

Jadi satu sebutan dipakai untuk perkataan yang berat dan hari yang berat. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu.

Perhatikan bahwa ini tautan kedua dengan surah 73. Yang pertama di 76:25, dan yang ketiga menyusul di 76:29.

Kata (وَيَذَرُونَ, wa yadzaruun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:234, 2:240, dan 76:27. Di dua ayat surah 2 kata itu dipakai untuk orang yang meninggalkan istri karena mati.

Jadi sebutan yang biasanya dipakai untuk kematian di sini dipakai untuk pengabaian. Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini menyebut dua sikap sekaligus. Yang pertama mencintai yang cepat, dan yang kedua meninggalkan yang berat.

Dua sikap itu saling melengkapi. Memilih yang satu berarti membelakangi yang lain.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya disebut di dalam satu kalimat.

Perhatikan bahwa hari itu disebut berat, bukan jauh. Yang ditonjolkan bebannya, bukan jaraknya.

Pilihan itu berlawanan dengan sebutan sebelumnya. Yang satu menyebut cepat, dan yang lain menyebut berat.

Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua sifat yang berlawanan disebut di satu ayat.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai penunjuk jauh untuk pihak yang dibicarakan. Mereka tidak diajak bicara langsung.

Cara itu berbeda dengan tiga ayat sebelumnya. Di sana perintahnya ditujukan kepada seseorang secara langsung.

Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang satu didekati dan yang lain dijauhkan.

Perhatikan bahwa dua sikap mereka disebut tanpa satu alasan pun. Al-Qur'an tidak menerangkan mengapa mereka memilih begitu.

Yang disebut cuma perbuatannya. Sebabnya dibiarkan kosong.

Al-Qur'an tidak mengisi kekosongan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pilihannya dicatat tanpa dibela dan tanpa diterangkan.

Perhatikan bahwa hari yang mereka tinggalkan disebut di depan mereka. Letaknya bukan di belakang.

Jadi yang mereka abaikan justru yang sedang mendekat. Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa arah pengabaiannya berlawanan dengan arah kedatangannya.

Tafsiran

Ayat ini berpindah ke pihak lain dan menyebut dua sikap mereka sekaligus. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 7:139, 15:68, 26:54, 43:88, 44:34, 76:27, dan 83:32.

Kata ketiganya muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:165, 3:119, 3:188, 5:54, 9:108, 24:19, 59:9, dan 76:27, dan artinya mencintai. Kata keempatnya muncul 3 kali, yaitu 17:18, 75:20, dan 76:27, dan ia menamai kehidupan yang cepat berlalu.

Perhatikan bahwa 75:20 ada di surah yang tepat mendahului surah ini, sehingga dua surah berurutan memakai kata yang sama untuk hal yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu.

Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 73:5 dan 76:27, dan di 73:5 ia dipakai untuk perkataan yang berat yang akan diturunkan. Ini tautan kedua dengan surah 73, sesudah 76:25 dan sebelum 76:29.

Kata kelimanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:234, 2:240, dan 76:27, dan di dua ayat surah 2 kata itu dipakai untuk orang yang meninggalkan istri karena mati. Jadi kata yang biasanya dipakai untuk kematian di sini dipakai untuk pengabaian. Ayat ini juga memakai penunjuk jauh untuk pihak yang dibicarakan, berbeda dengan tiga ayat sebelumnya yang menyapa seseorang secara langsung. Dua sikap mereka juga disebut tanpa satu alasan pun, dan hari yang mereka tinggalkan justru disebut berada di depan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keempatnya dipakai Allah cuma di 17:18, 75:20, dan 76:27, dan ia menamai kehidupan yang cepat berlalu. Ayat 75:20 ada di surah yang tepat mendahului surah ini, sehingga dua dari tiga pemakaiannya berada di dua surah bertetangga. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu dengan satu kalimat pun. Dua surah bertetangga memakai satu sebutan yang tidak dipakai di mana-mana lagi kecuali sekali. Kedekatan letak seperti itu menandai bahwa keduanya sedang membicarakan hal yang serumpun. Yang membaca dua surah itu beriringan akan menemukan pokoknya bersambung.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 73:5 dan 76:27, dan di 73:5 ia dipakai untuk perkataan yang berat yang akan diturunkan. Satu kata dipakai untuk perkataan yang berat dan hari yang berat. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu, dan ini tautan kedua surah ini dengan surah 73. Yang berat di 73:5 dijanjikan akan diturunkan, dan yang berat di sini justru ditinggalkan. Beban yang sama dipikul satu pihak dan dihindari pihak yang lain.
  • Kata kelimanya dipakai Allah cuma di 2:234, 2:240, dan 76:27, dan di dua ayat surah 2 ia dipakai untuk orang yang meninggalkan istri karena mati. Di sini ia dipakai untuk mengabaikan hari yang berat. Kata yang biasanya menyangkut kematian dipakai untuk pengabaian, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu. Meninggalkan istri karena mati bukan pilihan, sedangkan meninggalkan hari yang berat adalah pilihan. Satu sebutan menampung yang terpaksa dan yang disengaja tanpa ganti kata sedikit pun.
  • Allah menyebut dua sikap sekaligus, yaitu mencintai yang cepat dan meninggalkan yang berat. Dua sikap itu saling melengkapi, sebab memilih yang satu berarti membelakangi yang lain. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu, dan keduanya disebut di dalam satu kalimat pendek. Mencintai yang cepat menghabiskan tenaga yang seharusnya dipakai untuk yang berat. Dua sikap itu karena itu bukan dua perkara terpisah, melainkan satu perkara yang dilihat dari dua sisi.
  • Hari itu disebut Allah berat, bukan jauh, sehingga yang ditonjolkan bebannya dan bukan jaraknya. Pilihan itu berlawanan dengan kata sebelumnya, karena yang satu menyebut cepat sedangkan yang lain menyebut berat. Dua sifat yang berlawanan disebut di dalam satu ayat tanpa satu kalimat penjelas. Menyebut sesuatu jauh masih menyisakan alasan untuk menundanya. Menyebutnya berat tidak menyisakan alasan apa pun, sebab beban tidak berkurang karena ditunggu.
  • Yang mereka cintai dinamai lewat kecepatannya, dan yang mereka tinggalkan dinamai lewat beratnya. Kalau pilihan manusia sering jatuh pada yang cepat dan bukan pada yang berat, apa yang sebenarnya sedang ditimbang orang ketika ia memilih? Yang cepat memberi hasilnya sekarang, dan yang berat menuntut ongkosnya sekarang juga tanpa memberi apa-apa dulu. Perbandingan itu tidak adil bagi yang menimbang dengan waktu pendek.