نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ ۖ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًا

Kami menciptakan mereka dan menguatkan persendian mereka, dan apabila Kami menghendaki, Kami mengganti mereka dengan yang serupa mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْnahnu khalaqnaahum wa-syadadnaa asrahumKami menciptakan mereka dan menguatkan persendian mereka
  2. وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًاwa-idzaa syi'naa baddalnaa amtsaalahum tabdiilandan apabila Kami menghendaki, Kami mengganti mereka dengan yang serupa mereka

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. نَحْنُnahnuKami
  2. خَلَقْنَاهُمْkhalaqnaahumKami menciptakan mereka
  3. وَشَدَدْنَاwa-syadadnaadan Kami menguatkan
  4. أَسْرَهُمْasrahumkekuatan mereka
  5. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  6. شِئْنَاsyi'naaKami kehendaki
  7. بَدَّلْنَاbaddalnaaKami mengganti
  8. أَمْثَالَهُمْamtsaalahumseperti mereka
  9. تَبْدِيلًاtabdiilanperubahan

Inti bacaan

Kendali penuh atas keberadaan makhluk: 'Kami menciptakan mereka dan menguatkan persendian mereka; dan apabila Kami menghendaki, Kami mengganti (mereka) dengan yang serupa mereka', pengingat bahwa eksistensi manusia sepenuhnya berada dalam kendali penciptanya, termasuk kemungkinan penggantian, dasar bagi kerendahan hati terhadap keberadaan sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'mereka' setelah 'mengganti' dipertahankan tanpa kurung sebagai objek gramatikal wajib: 'baddalnaa (أَمْثَالَهُمْ, amtsaalahum)' secara literal menyiratkan penggantian atas 'mereka' yang telah disebut, bukan tambahan makna baru.

Kata (أَسْرَهُمْ, asrahum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 6 ayat: 2:85, 8:67, 8:70, 33:26, 76:8, dan 76:28.

Perhatikan bahwa dua dari enam pemakaiannya ada di surah ini. Yang satu lagi di 76:8.

Di 76:8 akar (أَسْرَهُمْ, asrahum) dipakai untuk tawanan yang diberi makan. Di sini ia dipakai untuk ikatan tubuh mereka sendiri.

Jadi satu bunyi dasar menamai orang yang terikat dan tubuh yang diikat kuat. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya.

Perhatikan bahwa jarak antara keduanya dua puluh ayat. Yang membaca surahnya utuh akan mengenali kembalinya.

Kata (أَمْثَالَهُمْ, amtsaalahum) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 47:3 dan 76:28. Di 47:3 kata itu dipakai untuk perumpamaan yang dibuat bagi manusia.

Jadi dua pemakaiannya berbeda arah. Yang satu perumpamaan, dan yang lain orang yang serupa.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan memuat gambaran dan pengganti.

Kata (تَبْدِيلًا, tabdiilan) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 33:23, 33:62, 35:43, 48:23, dan 76:28. Ia menegaskan pekerjaan mengganti.

Perhatikan bahwa empat pemakaian lainnya menyebut ketetapan yang tidak berubah. Yang di sini justru menyebut penggantian yang mungkin dilakukan.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan dipakai untuk yang tidak berubah dan yang bisa diganti.

Perhatikan bahwa ayat ini menyebut penciptaan lagi. Ia sudah disebut di 76:2, dan ini penyebutan keduanya.

Jarak antara keduanya dua puluh enam ayat. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.

Perhatikan bahwa dua penyebutan itu berbeda maksudnya. Yang pertama menerangkan asal manusia, dan yang kedua mengingatkan bahwa ia bisa diganti.

Jadi surah ini dibuka dan hampir ditutup dengan penciptaan. Al-Qur'an tidak menandai susunan itu.

Perhatikan bahwa penggantian itu disebut bersyarat. Yang dinyatakan bukan bahwa mereka pasti diganti, melainkan bahwa penggantiannya bergantung pada kehendak.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai susunan jamak untuk pelakunya. Yang berbicara menyebut diri-Nya dengan sebutan banyak.

Cara itu dipakai juga di 76:2 ketika penciptaan disebut pertama kali. Dua ayat penciptaan memakai susunan yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua penyebutan penciptaan memakai susunan yang sama.

Perhatikan bahwa penguatan disebut sebelum penggantian. Urutannya menaruh pemberian di depan ancaman.

Susunan itu berulang di surah ini. Di 76:3 pun petunjuk disebut sebelum dua pilihan.

Al-Qur'an tidak menyatakan kebiasaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pemberian cenderung mendahului peringatan.

Perhatikan bahwa yang diganti disebut serupa, bukan lebih baik. Al-Qur'an tidak menjanjikan pengganti yang lebih unggul.

Yang dinyatakan cuma kesanggupan menggantinya. Ancamannya karena itu bukan tentang mutu penggantinya.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang ditekankan kesanggupannya, bukan hasilnya.

Tafsiran

Ayat ini mengingatkan bahwa yang menciptakan juga sanggup mengganti. Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 6 ayat: 2:85, 8:67, 8:70, 33:26, 76:8, dan 76:28.

Dua dari enam pemakaiannya ada di surah ini, dan di 76:8 akar itu dipakai untuk tawanan yang diberi makan. Di sini ia dipakai untuk ikatan tubuh mereka sendiri, sehingga satu akar menamai orang yang terikat dan tubuh yang diikat kuat, dengan jarak dua puluh ayat.

Kata kesembilannya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 47:3 dan 76:28, dan di 47:3 ia dipakai untuk perumpamaan yang dibuat bagi manusia. Kata terakhirnya muncul 5 kali, yaitu 33:23, 33:62, 35:43, 48:23, dan 76:28, dan empat pemakaian lainnya menyebut ketetapan yang tidak berubah.

Ayat ini juga menyebut penciptaan lagi sesudah 76:2, dan jarak antara keduanya dua puluh enam ayat. Dua penyebutan itu berbeda maksudnya, karena yang pertama menerangkan asal manusia sedangkan yang kedua mengingatkan bahwa ia bisa diganti.

Penggantian itu juga disebut bersyarat, sebab yang dinyatakan bukan bahwa mereka pasti diganti melainkan bahwa penggantiannya bergantung pada kehendak. Ayat ini juga memakai bentuk jamak untuk pelakunya, sama seperti 76:2 ketika penciptaan disebut pertama kali. Penguatan juga disebut sebelum penggantian, dan yang diganti disebut serupa dan bukan lebih baik, sehingga yang ditekankan kesanggupannya.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata keempatnya dipakai Allah di 6 ayat, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di 76:8 ia menamai tawanan yang diberi makan, dan di sini ikatan tubuh mereka sendiri. Satu akar menamai orang yang terikat dan tubuh yang diikat kuat, dengan jarak dua puluh ayat di antaranya. Yang diberi makan di 76:8 tidak berdaya, dan yang dikuatkan di sini justru berdaya. Satu bunyi dasar menampung kelemahan dan kekuatan di dalam satu surah yang sama, dan jarak dua puluh ayat memisahkan keduanya.
  • Kata kesembilannya dipakai Allah cuma di 47:3 dan 76:28, dan di 47:3 ia dipakai untuk perumpamaan yang dibuat bagi manusia. Dua pemakaiannya berbeda arah, karena yang satu perumpamaan dan yang lain orang yang serupa. Satu sebutan memuat gambaran dan pengganti sekaligus. Perumpamaan dibuat supaya orang mengerti, dan pengganti disiapkan supaya orang tahu dirinya bisa ditiadakan. Dua maksud itu jauh berbeda meski memakai sebutan yang sama persis tanpa satu huruf pun yang membedakannya.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah di 33:23, 33:62, 35:43, 48:23, dan 76:28, dan empat pemakaian lainnya menyebut ketetapan yang tidak berubah. Yang di sini justru menyebut penggantian yang mungkin dilakukan. Satu kata dipakai untuk yang tidak berubah dan yang bisa diganti, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Empat ayat lain memakainya untuk menegaskan bahwa ketetapan Allah tidak bisa diubah siapa pun. Di sini justru manusia yang dinyatakan sanggup ditiadakan sewaktu-waktu.
  • Penciptaan sudah disebut Allah di 76:2, dan ini penyebutan keduanya dengan jarak dua puluh enam ayat. Dua penyebutan itu berbeda maksudnya, karena yang pertama menerangkan asal manusia dan yang kedua mengingatkan bahwa ia bisa diganti. Surah ini dibuka dan hampir ditutup dengan penciptaan. Surah ini dibuka dengan manusia yang belum ada dan hampir ditutup dengan manusia yang bisa ditiadakan. Dua ujungnya bertemu pada satu perkara, yaitu bahwa keberadaan manusia sejak awal sampai akhir bukan miliknya sendiri.
  • Penggantian itu disebut Allah bersyarat, sebab yang dinyatakan bukan bahwa mereka pasti diganti. Yang dinyatakan adalah bahwa penggantiannya bergantung pada kehendak. Sebuah kemungkinan yang tidak pernah dinyatakan pasti tetap menggantung di atas kepala yang mendengarnya. Sesuatu yang dinyatakan mungkin tidak bisa dibantah dengan menunjuk kenyataan sekarang. Yang belum terjadi tetap sanggup terjadi selama yang menyatakannya masih sanggup mengerjakannya.
  • Allah menyebut penguatan tubuh mereka dan kemungkinan penggantian mereka di dalam satu ayat. Kalau tangan yang sama yang menguatkan juga sanggup mengganti, apa yang tersisa untuk dibanggakan dari kekuatan tubuh sendiri? Tubuh yang kuat biasanya dianggap bukti bahwa pemiliknya berdiri sendiri. Ayat ini menaruh kekuatan itu sebagai pemberian yang bisa ditarik, bukan sebagai milik yang melekat.