إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Sesungguhnya ini adalah peringatan; maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًاinna haadzihi tadzkiratun fa-man syaa'a ttakhadza ilaa rabbihi sabiilansesungguhnya ini adalah peringatan, maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰذِهِhaadzihiini
  3. تَذْكِرَةٌtadzkiratunperingatan
  4. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  5. شَاءَsyaa'amenghendaki
  6. اتَّخَذَttakhadzamengambil
  7. إِلَىٰilaakepada
  8. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  9. سَبِيلًاsabiilanjalan

Inti bacaan

Kebebasan memilih yang ditegaskan kembali: 'sesungguhnya ini adalah peringatan; maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya', pengulangan formula yang sama dengan surah sebelumnya, menegaskan konsistensi prinsip kehendak bebas dalam merespons peringatan.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzihi' (dekat, feminin) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini': draf sudah tepat.

Rangkaian (إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ, inna haadzihi tadzkirah) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:19 dan 76:29. Kedua ayat itu sama persis kata demi kata sampai akhirnya.

Jadi 73:19 dan 76:29 adalah dua ayat yang tidak berbeda satu huruf pun. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.

Perhatikan bahwa ini tautan ketiga dengan surah 73. Yang pertama di 76:25, dan yang kedua di 76:27.

Jadi tiga rumus surah ini juga hidup di surah 73. Yang ketiga bahkan berupa ayat yang utuh sama.

Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara ketiganya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah berbagi tiga hal.

Kata (تَذْكِرَةٌ, tadzkirah) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11. Artinya peringatan atau pengingat.

Perhatikan bahwa kelima pemakaiannya berada di surah-surah yang berdekatan. Semuanya di paruh akhir mushaf.

Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kata cuma hidup di lima surah yang berdekatan.

Rangkaian (فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ, fa man syaa-a ittakhadza ilaa rabbih) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:19, 76:29, dan 78:39. Ketiganya menawarkan pilihan.

Perhatikan bahwa yang di 78:39 memakai penutup yang berbeda. Di sana disebut tempat kembali, dan di sini disebut jalan.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat memakai pembuka yang sama dengan penutup yang tidak seluruhnya sama.

Perhatikan bahwa ayat ini menawarkan pilihan sesudah 76:28 menyebut kemungkinan penggantian. Yang tadinya terancam diganti kini diberi jalan.

Susunan itu tajam. Ancaman dan tawaran berdiri di dua ayat berurutan.

Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berdampingan tanpa satu kata penghubung.

Perhatikan bahwa pilihan itu juga sudah dibuka di 76:3. Di sana disebut dua kemungkinan, yaitu bersyukur atau menolak.

Jadi surah ini membuka pilihan di ayat ketiga dan mengulanginya di ayat kedua puluh sembilan. Jarak antara keduanya dua puluh enam ayat.

Perhatikan bahwa yang disebut peringatan adalah surahnya sendiri. Penunjuk dekat dipakai untuk menamai apa yang baru saja dibaca.

Cara itu menaruh bacaannya sebagai barang bukti. Yang mendengar tidak bisa mengaku belum diberi tahu.

Al-Qur'an tidak menerangkan cara itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bacaannya menamai dirinya sendiri di dekat ujungnya.

Perhatikan bahwa pilihan yang ditawarkan tidak dipaksakan. Yang dipakai susunan bersyarat, bukan perintah.

Padahal empat ayat sebelumnya berisi perintah tegas. Perbedaan nadanya jelas.

Al-Qur'an tidak menandai pergantian nada itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tuntutan berganti menjadi tawaran.

Perhatikan bahwa jalan yang ditawarkan disebut menuju Tuhannya. Tujuannya bukan tempat, melainkan hubungan.

Sebutan itu sejalan dengan 76:25 yang juga memakai hubungan kepemilikan. Dua ayat memakai cara menyebut yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya menaruh hubungan di tengah kalimatnya.

Tafsiran

Ayat ini menawarkan pilihan dengan kalimat yang sama persis dengan 73:19. Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 73:19 dan 76:29, dan kedua ayat itu sama persis kata demi kata sampai akhirnya.

Ini tautan ketiga dengan surah 73, sesudah 76:25 dan 76:27, sehingga tiga rumus surah ini juga hidup di surah 73 dan yang ketiga bahkan berupa ayat yang utuh sama. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara ketiganya.

Kata ketiganya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11, dan artinya peringatan atau pengingat. Kelima pemakaiannya berada di surah-surah yang berdekatan di paruh akhir mushaf.

Rangkaian sesudahnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 73:19, 76:29, dan 78:39, dan ketiganya menawarkan pilihan. Yang di 78:39 memakai kata penutup yang berbeda, sebab di sana disebut tempat kembali sedangkan di sini disebut jalan.

Ayat ini juga menawarkan pilihan sesudah 76:28 menyebut kemungkinan penggantian, sehingga ancaman dan tawaran berdiri di dua ayat berurutan tanpa satu kata penghubung. Yang disebut peringatan di sini adalah surahnya sendiri, sebab penunjuk dekat dipakai untuk menamai apa yang baru saja dibaca. Pilihan yang ditawarkan juga tidak dipaksakan, dan jalan yang ditawarkan disebut menuju Tuhannya sehingga tujuannya berupa hubungan.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian tiga kata pertamanya dipakai Allah cuma di 73:19 dan 76:29, dan kedua ayat itu sama persis kata demi kata sampai akhirnya. Dua ayat yang tidak berbeda satu huruf pun berdiri di dua surah yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu dengan satu kalimat pun. Ayat yang diulang utuh menandai bahwa maksudnya sudah dianggap selesai dirumuskan. Tidak ada satu kata pun yang perlu disesuaikan ketika ia muncul lagi di surah yang lain.
  • Ini tautan ketiga dengan surah 73, sesudah 76:25 dan 76:27. Tiga rumus surah ini juga hidup di surah 73, dan yang ketiga bahkan berupa ayat yang utuh sama. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara ketiganya, dan semuanya harus ditemukan sendiri oleh pembacanya. Tiga tautan itu meliputi satu perintah, satu sebutan, dan satu ayat penuh. Tiga tingkat kesamaan seperti itu tidak mungkin muncul dari kebetulan yang berdiri sendiri-sendiri tanpa hubungan.
  • Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11, dan kelimanya berada di surah-surah yang berdekatan. Semuanya di paruh akhir mushaf, dan Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu. Sebuah kata yang cuma hidup di satu wilayah mushaf menandai satu tema yang terpusat di sana. Kelima surah itu sama-sama pendek dan sama-sama menyapa satu orang. Sebutan yang cuma hidup di lingkungan seperti itu menandai bahwa peringatan adalah pekerjaan yang bersifat pribadi, bukan urusan orang ramai.
  • Rangkaian sesudahnya dipakai Allah di 73:19, 76:29, dan 78:39, dan ketiganya menawarkan pilihan. Yang di 78:39 memakai kata penutup yang berbeda, sebab di sana disebut tempat kembali sedangkan di sini disebut jalan. Tiga ayat memakai pembuka yang sama dengan penutup yang tidak seluruhnya sama. Yang satu berujung pada tempat kembali, dan yang lain berujung pada jalan. Satu menyebut hasil perjalanannya, dan satu lagi menyebut perjalanan itu sendiri sebelum hasilnya kelihatan.
  • Ayat ini menawarkan pilihan sesudah 76:28 menyebut kemungkinan penggantian, sehingga yang tadinya terancam diganti kini diberi jalan. Ancaman dan tawaran berdiri di dua ayat berurutan tanpa satu kata penghubung. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu dengan satu kalimat pun. Ancaman diganti dan tawaran jalan berdiri di dua ayat yang bersentuhan. Yang membaca berurutan menerima dua kabar berlawanan tanpa jeda sedikit pun untuk menimbang di antaranya.
  • Pilihan sudah dibuka Allah di 76:3, ketika disebut dua kemungkinan yaitu bersyukur atau menolak. Surah ini membuka pilihan di ayat ketiga dan mengulanginya di ayat kedua puluh sembilan, dengan jarak dua puluh enam ayat. Kalau pilihan yang sama dibuka dua kali di satu surah, apa yang hendak dipastikan tidak terlewat? Pilihan pertama dibuka sebelum satu pun gambaran diberikan, dan yang kedua sesudah semuanya diberikan. Yang memilih di ayat kedua puluh sembilan sudah tahu apa yang dipertaruhkan.