بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا
Demi yang diutus untuk membawa kebaikan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًاwa-l-mursalaati 'urfandemi yang diutus untuk membawa kebaikan
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَالْمُرْسَلَاتِwa-l-mursalaatidemi yang diutus
- عُرْفًا'urfandengan berturut-turut
Inti bacaan
Pembukaan Al-Mursalat dengan sumpah kolektif: 'demi (malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan', penggunaan entitas yang diutus secara berturut-turut sebagai objek sumpah, menegaskan pentingnya pesan yang akan disampaikan melalui rangkaian bukti otoritatif.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(malaikat)' tidak dipakai: identitas 'al-mursalaat' (yang diutus) tidak dirinci eksplisit dalam Arab, diperdebatkan ulama antara malaikat atau angin.
Kata (وَالْمُرْسَلَاتِ, wa al-mursalaat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 429 ayat, antara lain 2:87, 4:79, 16:36, dan 33:40.
Perhatikan jarak antara dua angka itu. Akarnya termasuk yang paling sering dipakai, dan bentuk yang dipilih di sini tidak pernah dipakai lagi.
Akar (وَالْمُرْسَلَاتِ, wa al-mursalaat) adalah akar yang menamai rasul dan pengutusan. Di sini ia dipakai untuk sesuatu yang tidak disebut namanya.
Kata (عُرْفًا, 'urfan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 62 ayat, antara lain 2:178, 7:199, 9:71, dan 31:17.
Di ayat-ayat itu akar (عُرْفًا, 'urfan) dipakai untuk yang dikenal baik oleh manusia. Pemakaiannya di sini berdiri sendiri dan tidak sama dengan yang mana pun.
Ayat ini membuka surahnya dengan sumpah. Yang disumpahkan tidak disebut jenisnya, tidak disebut wujudnya, dan tidak disebut siapa pelakunya.
Ketiadaan keterangan itu berlanjut sampai 77:5. Lima ayat berturut-turut menyebut sesuatu tanpa satu pun menamainya.
Al-Qur'an tidak melengkapi keterangan itu di surah ini. Yang tersedia cuma sifat-sifat pekerjaannya, bukan nama pelakunya.
Perhatikan bahwa lima ayat pembuka ini memuat sembilan sebutan yang cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an. Kepadatan seperti itu tidak lazim untuk lima baris yang sependek ini.
Yang bisa dibaca cuma bahwa pembukanya tidak memakai sebutan yang sudah dikenal. Setiap patahnya menuntut pembacanya berhenti.
Ayat ini terdiri atas dua patah saja. Kependekan itu berlaku di seluruh lima ayat pembukanya.
Susunan pendek dan berjajar seperti itu membuat kelimanya terdengar seperti satu deretan. Yang berubah cuma pekerjaannya, dan iramanya tidak bergeser sedikit pun.
Perhatikan pula bahwa surah ini dibuka dengan sumpah, bukan dengan sapaan. Tidak ada panggilan kepada pembacanya, dan tidak ada pengantar apa pun.
Cara masuk seperti itu langsung menaruh pembacanya di tengah kalimat. Ia mendengar sesuatu yang sudah berjalan, bukan sesuatu yang baru dimulai untuknya.
Perhatikan pula bahwa yang disumpahkan disebut lewat pekerjaannya. Bukan wujudnya yang disebut, melainkan apa yang dikerjakannya.
Cara itu berulang di kelima ayat pembukanya. Lima pekerjaan disebut berturut-turut, dan tidak satu pun pelakunya diberi wujud.
Perhatikan pula bahwa sumpah biasanya dipakai untuk menguatkan sesuatu yang hendak disampaikan. Yang dikuatkan di sini baru muncul di 77:7.
Jarak enam ayat antara sumpah dan isinya tidak pendek. Pembacanya menunggu cukup lama sebelum mengetahui untuk apa semua itu disebut.
Al-Qur'an tidak menerangkan penundaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa isinya sengaja tidak diletakkan di depan.
Susunan seperti itu berlaku juga di 51:1 sampai 51:6. Di sana pun empat ayat sumpah mendahului satu ayat isi.
Tafsiran
Ayat ini membuka surahnya dengan sumpah atas sesuatu yang tidak disebut namanya. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 429 ayat, antara lain 2:87, 4:79, 16:36, dan 33:40.
Jarak antara dua angka itu jauh, karena akarnya termasuk yang paling sering dipakai sementara bentuk yang dipilih di sini tidak pernah dipakai lagi. Akar itu adalah akar yang menamai rasul dan pengutusan.
Kata keduanya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 62 ayat, antara lain 2:178, 7:199, 9:71, dan 31:17. Di ayat-ayat itu akarnya dipakai untuk yang dikenal baik oleh manusia.
Ketiadaan keterangan berlanjut sampai 77:5, karena lima ayat berturut-turut menyebut sesuatu tanpa satu pun menamainya. Lima ayat itu memuat sembilan kata yang cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an.
Ayat ini terdiri atas dua patah saja, dan kependekan itu berlaku di seluruh lima ayat pembukanya. Surah ini dibuka dengan sumpah dan bukan dengan sapaan, sehingga pembacanya langsung berada di tengah kalimat yang sudah berjalan. Yang disumpahkan disebut lewat pekerjaannya dan bukan lewat wujudnya, dan cara itu berulang di kelima ayat pembukanya. Sumpah biasanya menguatkan sesuatu yang hendak disampaikan, tetapi yang dikuatkan di sini baru muncul di 77:7, sehingga jarak enam ayat memisahkan sumpah dari isinya. Susunan seperti itu berlaku juga di 51:1 sampai 51:6.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kata pertama ayat ini 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 429 ayat, antara lain 2:87, 4:79, 16:36, dan 33:40. Akar yang paling sering terdengar muncul di sini dalam rupa yang tidak pernah dipakai lagi. Yang dikenal dan yang belum pernah terdengar berdiri di dalam satu kata yang sama. Sebuah akar yang terdengar di ratusan ayat tiba-tiba muncul dalam rupa yang tidak pernah terdengar lagi. Yang dikenal dan yang asing berdiri di dalam satu kata, dan pembacanya harus memegang keduanya sekaligus tanpa boleh melepaskan salah satunya.
- Allah membuka surah ini dengan sumpah atas sesuatu yang tidak disebut namanya, wujudnya, maupun pelakunya. Ketiadaan keterangan itu berlanjut sampai 77:5. Yang tersedia bagi pembacanya cuma sifat pekerjaannya, dan Al-Qur'an tidak melengkapinya di surah ini. Sumpah biasanya menguatkan sesuatu, tetapi yang dikuatkan di sini baru datang enam ayat kemudian. Menunggu selama itu membuat pembacanya menanggung ketidaktahuan lebih lama daripada biasanya, dan ketidaktahuan yang ditahan sengaja bekerja seperti pengeras suara.
- Lima ayat pembuka surah ini memuat sembilan kata yang cuma sekali dipakai Allah di seluruh Al-Qur'an. Kepadatan seperti itu tidak lazim untuk lima baris yang sependek ini. Pembukanya sengaja tidak memakai kata yang sudah dikenal, sehingga setiap kata menuntut pembacanya berhenti. Sebuah pembuka yang seluruhnya asing menutup jalan untuk membaca cepat. Yang membaca sambil lalu tidak akan mendapat pegangan apa pun dari lima ayat pertama, karena tidak ada satu kata pun di sana yang sudah dikenalnya.
- Akar kata kedua dipakai Allah di 62 ayat, antara lain 2:178, 7:199, 9:71, dan 31:17. Di ayat-ayat itu akarnya menamai yang dikenal baik oleh manusia. Pemakaiannya di sini berdiri sendiri dan tidak sama dengan yang mana pun, sehingga artinya harus dicari dari kalimatnya sendiri. Sebuah kata tanpa pemakaian lain tidak punya pembanding di dalam korpusnya sendiri. Artinya cuma bisa didekati lewat akarnya, dan akar itu sendiri dipakai untuk hal yang jauh berbeda di ratusan ayat yang lain.
- Ayat ini terdiri atas dua patah saja, dan kependekan itu berlaku di seluruh lima ayat pembukanya. Susunan pendek dan berjajar membuat kelimanya terdengar seperti satu deretan. Yang berubah cuma pekerjaannya, dan iramanya tidak bergeser sedikit pun. Irama yang tetap membuat lima pekerjaan yang berbeda terdengar sebagai satu barisan. Kesamaan bunyi mengikat apa yang isinya tidak saling menyambung, sehingga kelimanya diingat sebagai satu hal meskipun sebenarnya lima hal.
- Akar yang dipakai Allah di sini adalah akar yang menamai rasul dan pengutusan, tetapi yang diutus di ayat ini tidak dinamai. Apa yang berubah pada sebuah sumpah ketika yang disumpahkan sengaja dibiarkan tidak dikenali? Surah ini dibuka dengan sumpah, bukan dengan sapaan, sehingga pembacanya masuk ke tengah kalimat yang sudah berjalan. Cara masuk seperti itu tidak memberinya kesempatan bersiap, dan ia harus mengejar pembicaraan yang sudah berjalan sebelum ia datang.