وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا
Demi yang menyebarkan dengan seluas-luasnya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًاwa-n-naasyiraati nasyrandemi yang menyebarkan dengan seluas-luasnya
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَالنَّاشِرَاتِwa-n-naasyiraatidan demi yang menyebarkan
- نَشْرًاnasyranmenyebarkan
Inti bacaan
Sumpah ketiga dengan citra penyebaran: 'demi yang menyebarkan dengan seluas-luasnya', kelanjutan rangkaian sumpah yang membangun momentum retoris, penekanan pada jangkauan luas dari kekuatan yang disebutkan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَالنَّاشِرَاتِ, wa an-naasyiraat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (نَشْرًا, nasyran) juga muncul 1 kali.
Akar (نَشْرًا, nasyran) dipakai di 20 ayat, antara lain 25:47, 35:9, 62:10, dan 81:10. Artinya membentangkan atau menyebarkan.
Di 35:9 akar (نَشْرًا, nasyran) dipakai untuk angin yang menggerakkan awan. Di 81:10 ia dipakai untuk lembaran catatan yang dibuka.
Jadi akar (نَشْرًا, nasyran) memuat awan yang dibentangkan dan catatan yang dibuka. Al-Qur'an tidak menghubungkan dua pemakaian itu.
Perhatikan bahwa ayat ini kembali disambung wau, sama seperti 77:1. Dua ayat bersambung wau berdiri di urutan pertama dan ketiga.
Susunan itu memecah deretnya jadi dua pasang. Yang pertama 77:1 dengan 77:2, dan yang kedua 77:3 dengan 77:4 serta 77:5.
Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa hurufnya berganti di tempat yang teratur.
Perhatikan bahwa tiga ayat pertama menyebut pekerjaan yang bisa dilihat di dunia. Mengutus, menghembus keras, dan membentangkan semuanya punya bandingan yang bisa disaksikan.
Dua ayat berikutnya berpindah ke pekerjaan yang lain. Di 77:4 disebut memisahkan, dan di 77:5 disebut menyampaikan peringatan.
Al-Qur'an tidak menyatakan perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa lima pekerjaan itu tidak seluruhnya sejenis.
Ayat ini juga memakai dua patah seakar yang berdampingan, yaitu (وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا, wa an-naasyiraati nasyran). Cara yang sama dipakai di 77:2 dan 77:4.
Bentuk (وَالنَّاشِرَاتِ, wa an-naasyiraat) menyebut pelaku perempuan jamak. Kelima ayat pembukanya memakai bentuk yang sama persis, dan tidak satu pun berganti jenis.
Perhatikan pula bahwa ayat ini berdiri di tengah lima ayat pembukanya. Dua ayat mendahuluinya, dan dua ayat menyusulinya.
Kedudukan di tengah itu membuatnya jadi titik balik. Dua ayat sebelumnya menyebut pekerjaan yang keras, dan dua ayat sesudahnya menyebut pekerjaan yang tertib.
Al-Qur'an tidak menandai titik balik itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa nada deretnya berubah tepat di tengah.
Perhatikan pula bahwa membentangkan adalah pekerjaan yang membuka, bukan yang menutup. Yang dibentangkan menjadi bisa dilihat seluruhnya.
Pekerjaan itu sejalan dengan dua ayat sesudahnya. Memisahkan membuat batas terlihat, dan menyampaikan membuat isi terdengar.
Jadi tiga ayat terakhir deretnya sama-sama membuat sesuatu jadi terang. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu.
Perhatikan pula bahwa dua ayat pertamanya justru menyapu dan mengacaukan. Yang satu mengutus, dan yang lain menghembus keras.
Jadi deretnya bergerak dari mengacaukan ke menerangkan. Susunan itu sejajar dengan isi surahnya, yang bergerak dari kehancuran ke pemisahan.
Tafsiran
Ayat ini menyebut pekerjaan ketiga di dalam rangkaian sumpah yang pelakunya tetap tidak dinamai. Kedua katanya sama-sama muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 20 ayat, antara lain 25:47, 35:9, 62:10, dan 81:10.
Arti akarnya membentangkan atau menyebarkan. Di 35:9 ia dipakai untuk angin yang menggerakkan awan, dan di 81:10 untuk lembaran catatan yang dibuka, sehingga satu akar memuat awan yang dibentangkan dan catatan yang dibuka.
Ayat ini kembali disambung wau, sama seperti 77:1, sehingga dua ayat bersambung wau berdiri di urutan pertama dan ketiga. Susunan itu memecah deretnya jadi dua bagian, dan Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu.
Tiga ayat pertama menyebut pekerjaan yang punya bandingan di dunia, sedangkan 77:4 menyebut memisahkan dan 77:5 menyebut menyampaikan peringatan. Lima pekerjaan itu karena itu tidak seluruhnya sejenis.
Bentuk pertamanya menyebut pelaku perempuan jamak, dan kelima ayat pembukanya memakai bentuk yang sama persis tanpa satu pun berganti jenis. Ayat ini berdiri di tengah lima ayat pembukanya, dua ayat sesudah pembuka dan dua ayat sebelum penutup, sehingga ia menjadi titik balik yang tidak ditandai satu kalimat pun. Dua ayat sebelumnya menyebut pekerjaan yang keras, sedangkan tiga ayat terakhir deretnya sama-sama membuat sesuatu jadi terang, karena membentangkan membuka, memisahkan menampakkan batas, dan menyampaikan membuat isi terdengar. Deretnya karena itu bergerak dari mengacaukan ke menerangkan, sejajar dengan isi surahnya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kedua kata ini dipakai Allah di 20 ayat, antara lain 25:47, 35:9, 62:10, dan 81:10. Di 35:9 ia menamai angin yang menggerakkan awan, dan di 81:10 lembaran catatan yang dibuka. Satu akar memuat awan yang dibentangkan dan catatan yang dibuka, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Satu akar memuat awan yang dibentangkan dan catatan yang dibuka, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang di langit dan yang di tangan dinamai dengan bunyi dasar yang sama, sehingga membaca yang satu membangkitkan bayangan yang lain.
- Allah memakai wau di ayat ini dan di 77:1, sedangkan tiga ayat lainnya memakai fa. Susunan itu memecah deretnya jadi dua bagian tanpa satu penanda lain. Pembagian yang cuma ditandai satu huruf mudah terlewat oleh yang membaca cepat. Pembagian yang cuma ditandai satu huruf mudah terlewat oleh yang membaca cepat. Yang menangkapnya adalah yang membaca kelima ayat itu berulang-ulang sampai hafal letak setiap huruf sambungnya, dan itu menuntut kesabaran yang tidak semua pembaca punya.
- Tiga ayat pertama menyebut pekerjaan yang punya bandingan di dunia, sedangkan di 77:4 Allah menyebut memisahkan dan di 77:5 menyampaikan peringatan. Lima pekerjaan itu karena itu tidak seluruhnya sejenis. Deretan yang tampak seragam ternyata memuat dua jenis pekerjaan yang berbeda. Deretan yang tampak seragam ternyata memuat dua jenis pekerjaan yang berbeda. Keseragaman bunyi bisa menutupi perbedaan isi, dan itulah yang terjadi di sini, sehingga pembacanya perlu memeriksa kelimanya satu per satu sebelum menyimpulkan.
- Kelima ayat pembuka surah ini memakai bentuk pelaku perempuan jamak yang sama persis, dan tidak satu pun berganti jenis. Allah menjaga bentuknya tetap sepanjang lima ayat. Keseragaman bentuk membuat kelimanya terbaca sebagai satu kelompok, meskipun pekerjaannya berbeda-beda. Keseragaman bentuk membuat kelimanya terbaca sebagai satu kelompok meskipun pekerjaannya berbeda-beda. Bentuk yang dijaga tetap adalah cara mengikat tanpa satu kata penghubung, dan ikatan seperti itu bekerja lewat telinga sebelum lewat pikiran.
- Ayat ini memakai dua kata seakar yang berdampingan, sama seperti 77:2 dan 77:4. Tiga dari lima ayat pembukanya disusun Allah dengan cara itu. Mengulang akar dalam satu ayat pendek menambah bobot tanpa menambah keterangan baru. Mengulang akar dalam satu ayat pendek menambah bobot tanpa menambah keterangan baru. Tiga dari lima ayat pembukanya disusun dengan cara itu, sehingga pola seakar terdengar cukup sering untuk menjadi ciri deretnya.
- Kata pertamanya cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada pemakaian lain yang bisa menerangkan apa yang dibentangkan. Kalau yang dibentangkan sengaja tidak disebut, apa yang tersisa untuk dipegang pembacanya selain pekerjaannya sendiri? Kalau yang dibentangkan sengaja tidak disebut, pembacanya cuma memegang pekerjaannya. Pekerjaan tanpa sasaran menuntut dibaca sebagai sifat, bukan sebagai peristiwa yang terjadi pada satu waktu tertentu.