فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا
Demi yang memisahkan dengan sejelas-jelasnya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًاfa-l-faariqaati farqandemi yang memisahkan dengan sejelas-jelasnya
Terjemahan per kata (2 kata)
- فَالْفَارِقَاتِfa-l-faariqaatidan demi yang memisahkan
- فَرْقًاfarqansepisah-pisahnya
Inti bacaan
Sumpah keempat dengan fungsi pembeda: 'demi yang memisahkan dengan sejelas-jelasnya', penekanan pada kejelasan pembedaan antara yang benar dan salah, fungsi diskriminatif yang esensial bagi penegakan kebenaran.
Penjelasan pilihan kata
Kata (فَالْفَارِقَاتِ, fa al-faariqaat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (فَرْقًا, farqan) juga muncul 1 kali.
Akar (فَرْقًا, farqan) dipakai di 66 ayat, antara lain 2:50, 2:185, 8:41, dan 25:1. Artinya memisahkan atau membedakan.
Di 2:185 dan 25:1 akar (فَرْقًا, farqan) dipakai untuk kitab yang memisahkan yang benar dari yang salah. Di 8:41 ia dipakai untuk hari yang memisahkan dua pihak.
Jadi akar (فَرْقًا, farqan) menamai pemisahan antara dua hal, bukan sekadar pembelahan benda. Yang dipisahkan adalah dua nilai yang berlawanan.
Perhatikan bahwa akar (فَرْقًا, farqan) muncul lagi di 77:13, 77:14, dan 77:38. Empat ayat di surah ini memakai akar yang sama.
Di tiga ayat itu akar (فَالْفَارِقَاتِ, fa al-faariqaat) menamai hari pemisahan. Jadi pekerjaan yang disumpahkan di sini punya nama hari yang sepadan di dalam surah yang sama.
Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bunyi dasar di ayat keempat dipakai lagi untuk menamai harinya.
Perhatikan bahwa hubungan itu mengubah cara membaca sumpahnya. Yang disumpahkan bukan sesuatu yang lepas dari isi surahnya, melainkan sesuatu yang sepekerjaan dengan harinya.
Ayat ini kembali disambung fa, sama seperti 77:2. Dua ayat bersambung fa berdiri di urutan kedua dan keempat.
Susunan itu berselang-seling sampai 77:5, ketika fa dipakai dua kali berturut-turut. Al-Qur'an tidak menerangkan pergeseran itu.
Ayat ini juga memakai dua patah seakar yang berdampingan, yaitu (فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا, fa al-faariqaati farqan). Ini yang ketiga sekaligus terakhir dari pola itu di lima ayat pembukanya.
Di 77:5 polanya berhenti. Di sana penyebutan keduanya tidak lagi seakar dengan penyebutan pertamanya.
Perhatikan pula bahwa ayat ini adalah satu-satunya pekerjaan di deretnya yang namanya diulang di badan surahnya. Empat pekerjaan lain tidak disebut lagi sesudah 77:6.
Kekhususan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu dari lima pekerjaan itu dipakai lagi sebagai nama hari.
Perhatikan pula bahwa hari itu disebut tiga kali di surah ini, yaitu di 77:13, 77:14, dan 77:38. Tiga penyebutan itu tersebar di tiga bagian yang berbeda.
Penyebaran itu membuat namanya menjadi tiang. Pembacanya bertemu nama yang sama di awal, di tengah, dan menjelang akhir.
Perhatikan pula bahwa pemisahan menuntut ukuran. Tidak ada yang bisa dipisahkan tanpa ada dasar yang dipakai memisahkan.
Al-Qur'an tidak menyebut ukuran itu di ayat ini. Yang bisa dibaca cuma bahwa pekerjaannya disebut lebih dulu, dan dasarnya menyusul jauh di belakang.
Perhatikan pula bahwa dasar itu muncul di 77:29. Di sana yang dipisahkan disebut berdasarkan apa yang mereka dustakan.
Jarak dua puluh lima ayat memisahkan pekerjaan dari dasarnya. Al-Qur'an tidak menandai hubungan itu dengan satu kalimat pun.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rangkaian sumpah. Ayat ini menyebut pekerjaan keempat, dan pekerjaan itu memakai akar yang kelak menamai hari di surah yang sama. Kedua katanya sama-sama muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 66 ayat, antara lain 2:50, 2:185, 8:41, dan 25:1.
Di 2:185 dan 25:1 akar itu dipakai untuk kitab yang memisahkan yang benar dari yang salah, dan di 8:41 untuk hari yang memisahkan dua pihak. Jadi ia menamai pemisahan antara dua nilai yang berlawanan, bukan sekadar pembelahan benda.
Akar itu muncul lagi di 77:13, 77:14, dan 77:38, sehingga empat ayat di surah ini memakai akar yang sama. Di tiga ayat itu akarnya menamai hari pemisahan, sehingga pekerjaan yang disumpahkan di sini sepekerjaan dengan harinya.
Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa akar di ayat keempat dipakai lagi untuk menamai harinya.
Ayat ini kembali disambung fa, sama seperti 77:2, dan ia juga memakai dua kata seakar yang berdampingan untuk yang ketiga sekaligus terakhir kalinya di pembuka surah ini. Ayat ini satu-satunya pekerjaan di deretnya yang namanya diulang di badan surahnya, karena empat pekerjaan lain tidak disebut lagi sesudah 77:6. Hari itu disebut tiga kali, yaitu di 77:13, 77:14, dan 77:38, dan tiga penyebutan itu tersebar di tiga bagian yang berbeda sehingga namanya menjadi tiang. Pemisahan juga menuntut ukuran, dan dasarnya baru muncul di 77:29, dua puluh lima ayat sesudah pekerjaannya disebut.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai akar ayat ini lagi di 77:13, 77:14, dan 77:38 untuk menamai hari pemisahan. Empat ayat di surah ini memakai akar yang sama, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang disumpahkan di pembuka ternyata sepekerjaan dengan hari yang dibicarakan sesudahnya. Yang disumpahkan di pembuka ternyata sepekerjaan dengan hari yang dibicarakan sesudahnya. Sumpah dan isinya terikat oleh satu akar yang sama, dan ikatan itu tidak pernah diucapkan di dalam satu kalimat pun.
- Akar ini dipakai Allah di 66 ayat, antara lain 2:50, 2:185, 8:41, dan 25:1. Di 2:185 dan 25:1 ia menamai kitab yang memisahkan yang benar dari yang salah, dan di 8:41 hari yang memisahkan dua pihak. Yang dipisahkan adalah dua nilai yang berlawanan, bukan sekadar dua benda. Yang dipisahkan adalah dua nilai yang berlawanan, bukan sekadar dua benda yang berdampingan. Pemisahan seperti itu menuntut ukuran, dan ukurannya tidak disebut di ayat ini maupun di ayat-ayat terdekatnya, melainkan jauh kemudian di 77:29.
- Hubungan akar itu mengubah cara membaca sumpahnya, karena yang disumpahkan bukan sesuatu yang lepas dari isi surahnya. Allah menaruh pekerjaan memisahkan di pembuka dan nama harinya di tengah. Sebuah sumpah yang sepekerjaan dengan isinya bekerja berbeda dari sumpah yang cuma menarik perhatian. Sebuah sumpah yang sepekerjaan dengan isinya bekerja berbeda dari sumpah yang cuma menarik perhatian. Yang pertama sudah mulai menyampaikan sebelum isinya disebut, sehingga pembukanya bukan sekadar pintu melainkan bagian dari isinya.
- Allah memakai fa di ayat ini dan di 77:2, sehingga hurufnya berselang-seling sampai 77:5. Di 77:5 fa dipakai dua kali berturut-turut, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pergeseran itu. Pola yang teratur lalu berubah di ujung menandai bahwa deretnya hendak berhenti. Pola yang teratur lalu berubah di ujung menandai bahwa deretnya hendak berhenti. Perubahan huruf sambung mengumumkan penutupan tanpa satu kata penutup, dan yang mendengarnya sudah tahu deretnya hampir habis sebelum ayat terakhirnya dibaca.
- Ayat ini memakai dua kata seakar yang berdampingan untuk yang ketiga kalinya, dan di 77:5 Allah menghentikan pola itu. Kata kedua di sana bukan dari akar yang sama dengan kata pertamanya. Pola yang dijaga tiga kali lalu diputus sekali membuat yang terakhir terdengar berbeda. Pola yang dijaga tiga kali lalu diputus sekali membuat yang terakhir terdengar berbeda. Telinga sudah terbiasa, lalu kebiasaan itu dipatahkan tepat di ayat kelima, dan patahan itulah yang menandai bahwa bagiannya berganti.
- Akar yang dipakai Allah di sini selalu mengandaikan ada dua hal yang dipisahkan. Kalau memisahkan menuntut adanya dua pihak, siapa saja yang sedang berdiri di dua sisi ketika pemisahan itu dikerjakan? Akar yang dipakai Allah di sini selalu mengandaikan ada dua hal yang dipisahkan. Pemisahan tidak punya arti kalau tidak ada dua pihak yang berdiri di dua sisi, dan surah ini kelak menyebut kedua sisi itu satu per satu.