فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا

Demi yang menyampaikan peringatan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًاfa-l-mulqiyaati dzikrandemi yang menyampaikan peringatan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. فَالْمُلْقِيَاتِfa-l-mulqiyaatidemi yang menyampaikan
  2. ذِكْرًاdzikraningatan

Inti bacaan

Sumpah kelima yang mengarah pada wahyu: 'demi yang menyampaikan peringatan', puncak rangkaian sumpah yang mengarahkan perhatian pada fungsi penyampaian pesan penting, transisi menuju inti pembahasan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (فَالْمُلْقِيَاتِ, fa al-mulqiyaat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 135 ayat, antara lain 2:195, 7:117, 20:39, dan 33:44.

Arti akar (فَالْمُلْقِيَاتِ, fa al-mulqiyaat) adalah melemparkan atau menyampaikan sesuatu kepada pihak lain. Bentuk yang dipakai di sini menyebut pelaku yang menyampaikan, bukan yang menerima.

Kata (ذِكْرًا, dzikran) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 18:70, 20:99, 21:48, dan 65:10. Berbeda dari empat ayat sebelumnya, kata kedua ayat ini bukan kata langka.

Perhatikan pergeseran itu. Delapan sebutan di 77:1 sampai 77:4 seluruhnya cuma sekali dipakai, dan di sini yang kedua justru dipakai belasan kali.

Al-Qur'an tidak menandai pergeseran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ayat penutup deretnya memakai kata yang sudah dikenal pembacanya.

Perhatikan bahwa pergeseran itu terjadi bersama pergeseran yang lain. Empat ayat sebelumnya menyebut pekerjaan tanpa objek, dan ayat ini menyebut apa yang disampaikan.

Jadi ayat kelima berbeda dari empat sebelumnya dalam dua hal sekaligus. Ia memakai kata yang dikenal, dan ia menyebut objeknya.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa deretnya berakhir dengan ayat yang paling terang isinya.

Perhatikan bahwa peringatan yang disampaikan itu diteruskan di 77:6. Ayat berikutnya menerangkan untuk apa peringatan itu diberikan.

Jadi 77:5 dan 77:6 terikat menjadi satu kalimat. Memenggalnya membuat maksud penyampaiannya hilang.

Ayat ini menutup rangkaian sumpah yang dibuka di 77:1. Lima pekerjaan disebut berturut-turut, dan yang terakhir adalah menyampaikan peringatan.

Susunan itu membawa pembacanya dari yang paling tidak dikenali ke yang paling dikenali. Yang pertama tidak punya bandingan, dan yang terakhir menyebut sesuatu yang ada di tangan pembacanya.

Perhatikan pula bahwa peringatan disebut sebagai sesuatu yang dilemparkan, bukan yang diletakkan. Pilihan itu menaruh tenaga pada pengantarnya.

Sesuatu yang dilemparkan sampai tanpa diminta. Ia tidak menunggu tangan yang menerima, dan ia tidak bisa dihindari dengan diam.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa penyampaiannya dilukiskan dengan gerakan yang kuat.

Perhatikan pula bahwa yang disampaikan disebut peringatan, bukan berita. Berita cukup didengar, sedangkan peringatan menuntut tanggapan.

Perbedaan itu berakibat pada pembacanya. Yang mendengar berita boleh diam, dan yang mendengar peringatan tidak punya pilihan itu.

Perhatikan pula bahwa ayat ini adalah ayat terakhir yang menyebut pekerjaan. Sesudahnya 77:6 menyebut maksud, dan 77:7 menyebut isi.

Jadi tujuh ayat pertama surah ini punya tiga lapis. Lima ayat pekerjaan, satu ayat maksud, dan satu ayat isi.

Susunan berlapis itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa setiap lapisnya lebih pendek daripada lapis sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan pekerjaan yang paling terang isinya. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 135 ayat, antara lain 2:195, 7:117, 20:39, dan 33:44.

Arti akarnya melemparkan atau menyampaikan sesuatu kepada pihak lain, dan bentuk yang dipakai di sini menyebut pelaku yang menyampaikan. Kata keduanya muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 18:70, 20:99, 21:48, dan 65:10.

Pergeserannya terasa, karena delapan kata di 77:1 sampai 77:4 seluruhnya cuma sekali dipakai sedangkan di sini kata keduanya dipakai belasan kali. Al-Qur'an tidak menandai pergeseran itu.

Pergeseran kedua terjadi bersamaan, karena empat ayat sebelumnya menyebut pekerjaan tanpa objek sedangkan ayat ini menyebut apa yang disampaikan. Ayat kelima karena itu berbeda dari empat sebelumnya dalam dua hal sekaligus.

Peringatan yang disampaikan diteruskan di 77:6, sehingga dua ayat itu terikat menjadi satu kalimat dan memenggalnya membuat maksud penyampaiannya hilang. Peringatan disebut sebagai sesuatu yang dilemparkan dan bukan yang diletakkan, sehingga tenaganya ditaruh pada pengantarnya dan ia sampai tanpa diminta. Yang disampaikan juga disebut peringatan dan bukan berita, sedangkan berita cukup didengar dan peringatan menuntut tanggapan. Ayat ini adalah ayat terakhir yang menyebut pekerjaan, sehingga tujuh ayat pertama surah ini punya tiga lapis: lima ayat pekerjaan, satu ayat maksud, dan satu ayat isi.

Renungan dan Hikmah

  • Delapan kata di 77:1 sampai 77:4 seluruhnya cuma sekali dipakai Allah, sedangkan kata kedua di sini muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 18:70, 20:99, 21:48, dan 65:10. Ayat penutup deretnya memakai kata yang sudah dikenal pembacanya. Al-Qur'an tidak menandai pergeseran itu dengan satu kalimat pun. Ayat penutup deretnya memakai kata yang sudah dikenal pembacanya, dan Al-Qur'an tidak menandai pergeseran itu. Sesudah delapan sebutan asing, satu kata yang akrab terdengar seperti pijakan pertama sesudah berjalan cukup lama di tempat yang licin.
  • Empat ayat sebelumnya menyebut pekerjaan tanpa objek, dan di sini Allah menyebut apa yang disampaikan. Ayat kelima karena itu berbeda dalam dua hal sekaligus, yaitu katanya dikenal dan objeknya disebut. Deretnya berakhir dengan ayat yang paling terang isinya. Deretnya berakhir dengan ayat yang paling terang isinya. Pembacanya keluar dari lima ayat itu sambil membawa satu hal yang bisa dipegang, sesudah empat ayat yang tidak memberinya apa pun.
  • Bentuk yang dipakai Allah di sini menyebut pelaku yang menyampaikan, bukan yang menerima. Akarnya dipakai di 135 ayat, antara lain 2:195, 7:117, 20:39, dan 33:44, dan artinya melemparkan atau menyampaikan sesuatu kepada pihak lain. Yang disorot adalah pihak yang mengantar, bukan pihak yang dituju. Yang disorot adalah pihak yang mengantar, bukan pihak yang dituju. Bentuk itu menaruh seluruh gerakan pada satu sisi saja, dan pihak yang dituju bahkan tidak disebut sama sekali di dalam ayatnya.
  • Peringatan yang disampaikan di sini diteruskan Allah di 77:6, sehingga dua ayat itu terikat menjadi satu kalimat. Memenggalnya membuat maksud penyampaiannya hilang. Ayat yang menggantung pada ayat berikutnya menuntut dibaca dalam satu tarikan. Ayat yang menggantung pada ayat berikutnya menuntut dibaca dalam satu tarikan. Memenggalnya membuat maksud penyampaiannya hilang tanpa sisa, karena maksudnya seluruhnya berada di ayat berikutnya dan tidak sedikit pun di ayat ini.
  • Susunan lima ayat pembuka ini membawa pembacanya dari yang paling tidak dikenali ke yang paling dikenali. Yang pertama tidak punya bandingan di mana pun, dan yang terakhir menyebut sesuatu yang sudah ada di tangan pembacanya. Allah menyusunnya bertahap tanpa satu kalimat penunjuk arah. Allah menyusunnya bertahap tanpa satu kalimat penunjuk arah. Pembacanya bergerak dari yang tidak dikenali ke yang dikenali tanpa pernah diberi tahu bahwa ia sedang digiring menuju sesuatu yang bisa dipegangnya.
  • Yang disampaikan di ayat ini adalah peringatan, dan peringatan itulah yang sedang dibaca. Kalau rangkaian sumpah ini berakhir pada sesuatu yang sudah sampai ke tangan pembacanya, apa lagi yang sedang ditunggu sesudah ia sampai? Rangkaian sumpah ini berakhir pada sesuatu yang sudah sampai ke tangan pembacanya. Yang disumpahkan ternyata bukan hal jauh, melainkan hal yang sedang berada di tangannya ketika ia membaca ayat ini.