وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ
Dan apabila para rasul telah ditetapkan waktunya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْwa-idzaa r-rusulu uqqitatdan apabila para rasul telah ditetapkan waktunya
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- الرُّسُلُr-rusulupara rasul
- أُقِّتَتْuqqitatditetapkan waktunya
Inti bacaan
Momen kesaksian yang terjadwal: 'dan apabila para rasul telah ditetapkan waktunya', penegasan bahwa para penyampai pesan akan dihadirkan pada waktu yang tepat untuk memberikan kesaksian, bagian dari proses pertanggungjawaban yang terstruktur.
Penjelasan pilihan kata
Kata (أُقِّتَتْ, uqqitat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 13 ayat, antara lain 7:142, 15:38, 56:50, dan 78:17.
Arti akar (أُقِّتَتْ, uqqitat) adalah menetapkan waktu. Di 56:50 dan 78:17 akar itu dipakai untuk hari yang waktunya sudah dipatok.
Jadi bunyi dasar yang menetapkan waktu hari kiamat di dua ayat lain, di sini dipakai untuk para rasul. Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu.
Kata (الرُّسُلُ, ar-rusul) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:253, 3:144, 5:75, 12:110, 23:51, 41:14, dan 77:11. Akarnya dipakai di 429 ayat.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup rangkaian empat peristiwa. Tiga yang pertama menyangkut benda, dan yang keempat menyangkut manusia.
Pergeseran itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa bendanya habis lebih dulu, lalu yang diutus disebut.
Perhatikan bahwa akar (الرُّسُلُ, ar-rusul) juga dipakai di 77:1. Yang di sana diutus dan yang di sini ditetapkan waktunya berasal dari satu bunyi dasar.
Jadi surah ini dibuka dengan bunyi dasar pengutusan dan memakainya lagi di ayat kesebelas. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.
Perhatikan bahwa hubungan itu mengikat dua bagian surahnya. Yang disumpahkan di pembuka dan yang dikumpulkan di sini dinamai dengan akar yang sama.
Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar berdiri di dua tempat yang berjauhan di dalam satu surah.
Ayat ini disambung wau, sama seperti 77:9 dan 77:10. Tiga ayat berturut-turut memakai huruf yang sama sesudah 77:8 memakai fa.
Susunan itu membuat rangkaiannya terdengar sebagai satu tarikan. Yang pertama membuka, dan tiga sisanya menyusul tanpa jeda.
Perhatikan pula bahwa rangkaian ini ditutup dengan manusia, sesudah tiga ayat menyebut benda. Perpindahan itu tidak diberi satu kata penanda pun.
Susunan seperti itu berulang di surah ini. Di 77:8 sampai 77:10 disebut benda, lalu di sini disebut yang diutus.
Perhatikan pula bahwa yang diutus adalah pihak yang membawa peringatan di 77:5. Jadi pengantar kabar disebut ikut berada di dalam hari yang dikabarkannya.
Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat yang berjarak enam ayat menyebut pihak yang sama.
Perhatikan pula bahwa mereka tidak disebut dihakimi, melainkan ditetapkan waktunya. Yang disebut cuma bahwa waktu mereka dipatok.
Pilihan itu berbeda dari tiga ayat sebelumnya. Tiga benda dilukiskan hancur, dan yang diutus cuma dilukiskan dikumpulkan pada waktunya.
Perbedaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nasib benda dan nasib manusia dilukiskan dengan cara yang berbeda.
Yang bisa dibaca lebih jauh cuma bahwa rangkaian ini berhenti tepat sebelum menyebut akibatnya. Akibatnya baru datang di 77:15.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian empat peristiwa dengan berpindah dari benda ke manusia. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 13 ayat, antara lain 7:142, 15:38, 56:50, dan 78:17.
Arti akarnya menetapkan waktu, dan di 56:50 serta 78:17 akar itu dipakai untuk hari yang waktunya sudah dipatok. Jadi akar yang di dua ayat lain menetapkan waktu hari kiamat, di sini dipakai untuk para rasul.
Kata keduanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:253, 3:144, 5:75, 12:110, 23:51, 41:14, dan 77:11, sedangkan akarnya dipakai di 429 ayat.
Perhatikan bahwa akar kata kedua itu juga dipakai di 77:1, sehingga yang disumpahkan di pembuka dan yang dikumpulkan di sini dinamai dengan akar yang sama. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu dengan satu kalimat pun.
Ayat ini disambung wau, sama seperti 77:9 dan 77:10, sehingga tiga ayat berturut-turut memakai huruf yang sama sesudah 77:8 memakai fa. Rangkaian ini ditutup dengan manusia sesudah tiga ayat menyebut benda, dan perpindahan itu tidak diberi satu kata penanda pun. Yang diutus adalah pihak yang membawa peringatan di 77:5, sehingga pengantar kabar disebut ikut berada di dalam hari yang dikabarkannya. Mereka juga tidak disebut dihakimi melainkan ditetapkan waktunya, berbeda dari tiga benda sebelumnya yang dilukiskan hancur, sehingga nasib benda dan nasib manusia dilukiskan dengan cara yang berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 13 ayat, antara lain 7:142, 15:38, 56:50, dan 78:17, dan artinya menetapkan waktu. Di 56:50 dan 78:17 akar itu menetapkan waktu hari kiamat, sedangkan di sini ia dipakai untuk para rasul. Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu. Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa satu akar yang sama dipakai untuk dua hal yang berjauhan. Yang menetapkan waktu hari kiamat dan yang menetapkan waktu pengantar kabar dinamai sama, meskipun keduanya berada di dua tingkat yang berbeda.
- Tiga peristiwa pertama rangkaian ini menyangkut benda, dan yang keempat menyangkut manusia. Allah menghabiskan bendanya lebih dulu, lalu menyebut yang diutus. Pergeseran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya baru menyadarinya ketika ayat keempat sudah lewat. Pergeseran itu tidak ditandai satu kalimat pun. Pembacanya baru menyadarinya ketika ayat keempat sudah lewat dan seluruh bendanya habis disebut satu per satu tanpa sisa.
- Akar kata kedua ayat ini dipakai Allah juga di 77:1, sehingga yang disumpahkan di pembuka dan yang dikumpulkan di sini dinamai dengan akar yang sama. Satu akar berdiri di dua tempat yang berjauhan di dalam satu surah. Ikatan sejauh itu cuma terbaca kalau surahnya dibaca utuh. Ikatan sejauh itu cuma terbaca kalau surahnya dibaca utuh. Sepuluh ayat memisahkan kemunculan pertama akar itu dari kemunculannya di sini, dan tidak ada satu penunjuk pun yang dipasang di antaranya.
- Yang disebut di sini adalah para rasul, yaitu pihak yang membawa peringatan yang disebut di 77:5. Allah menyebut mereka ikut ditetapkan waktunya pada hari itu. Yang mengantar kabar ternyata juga berdiri di dalam hari yang dikabarkannya. Yang mengantar kabar ternyata juga berdiri di dalam hari yang dikabarkannya. Tidak ada pihak yang menyampaikan lalu boleh berdiri di luar apa yang disampaikannya, setinggi apa pun kedudukan yang dipegangnya.
- Ayat ini disambung wau, sama seperti 77:9 dan 77:10, sedangkan 77:8 disambung fa. Susunan itu membuat rangkaiannya terdengar sebagai satu tarikan, karena yang pertama membuka dan tiga sisanya menyusul tanpa jeda. Allah memakai pola huruf yang sejenis di lima ayat pembukanya. Allah memakai pola huruf yang sejenis di lima ayat pembukanya. Dua rangkaian yang berbeda isinya disusun dengan cara yang sama, dan susunan itulah yang diam-diam mengikat keduanya menjadi satu bangunan.
- Kata yang dipakai Allah di sini cuma sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya menamai penetapan waktu. Kalau bahkan pengantar kabar pun punya waktu yang sudah ditetapkan, apa lagi yang bisa dianggap berjalan tanpa jadwal? Akarnya menamai penetapan waktu, dan yang ditetapkan di sini adalah pengantar kabar. Kalau bahkan pengantar kabar pun sudah punya jadwal, tidak ada satu pun di seluruh alam ini yang berjalan tanpa waktu yang dipatok. Yang belum kita ketahui waktunya bukan berarti belum ditetapkan.