لِيَوْمِ الْفَصْلِ

Sampai hari Keputusan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لِيَوْمِ الْفَصْلِli-yawmi l-fashlisampai hari Keputusan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. لِيَوْمِli-yawmiuntuk hari
  2. الْفَصْلِl-fashlikeputusan

Inti bacaan

Jawaban dengan penamaan spesifik: 'sampai hari Keputusan', identifikasi jelas tentang momen yang dimaksud, hari ketika pemisahan final antara kebenaran dan kesalahan terjadi.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (لِيَوْمِ الْفَصْلِ, li-yaumi al-fashl) berbaris kasrah cuma dipakai di ayat ini. Bentuk berbaris fathah dipakai di 44:40 dan 78:17, dan bentuk berbaris damah dipakai di 37:21, 77:14, dan 77:38.

Jadi nama hari itu muncul di enam ayat dengan tiga ujung baris yang berbeda. Perbedaan ujung itu mengikuti kedudukannya di dalam kalimat, bukan mengubah artinya.

Perhatikan bahwa tiga dari enam ayat itu ada di surah ini. Tidak ada surah lain yang menyebutnya lebih dari sekali kecuali surah 37.

Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah memuat separuh dari seluruh penyebutan nama itu.

Akar (الْفَصْلِ, al-fashl) dipakai di 66 ayat, antara lain 2:50, 2:185, 8:41, dan 25:1. Akar yang sama dipakai di 77:4.

Jadi ayat ini menjawab 77:12 dengan bunyi dasar yang sudah disumpahkan di 77:4. Yang memisahkan disumpahkan di pembuka, dan harinya dinamai di sini.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya memakai akar yang sudah muncul sembilan ayat sebelumnya.

Perhatikan bahwa ayat ini terdiri atas dua patah saja. Ia adalah jawaban terpendek di seluruh surahnya.

Kependekan itu berlawanan dengan panjang pertanyaannya. Pertanyaan di 77:12 memakai tiga patah, dan jawabannya cuma dua.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbandingan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya tidak diberi satu keterangan tambahan pun.

Perhatikan bahwa ayat berikutnya justru mempersoalkan jawaban itu. Sesudah namanya disebut, 77:14 bertanya apakah pembacanya tahu apa hari itu.

Jadi jawaban di sini segera dinyatakan belum cukup. Nama sudah diberikan, dan pengertian tentangnya belum.

Perhatikan pula bahwa jawaban ini tidak berupa kalimat lengkap. Ia cuma potongan yang menyambung pertanyaan di ayat sebelumnya.

Susunan seperti itu memaksa dua ayat dibaca sekaligus. Membaca ayat ini sendirian membuatnya kehilangan pertanyaan yang dijawabnya.

Perhatikan pula bahwa nama yang diberikan menyebut pekerjaan, bukan suasana. Tidak ada kata dahsyat, dan tidak ada kata mengerikan.

Pilihan itu sejalan dengan cara surah ini menyebut segala sesuatu. Bendanya disebut lewat apa yang terjadi padanya, dan harinya disebut lewat apa yang dikerjakan padanya.

Perhatikan pula bahwa hari itu dinamai lewat pemisahan, dan pemisahan menuntut dua pihak. Surah ini kelak menyebut kedua pihaknya, yaitu di 77:29 dan 77:41.

Jarak antara nama dan pihak-pihaknya cukup jauh. Enam belas ayat memisahkan nama dari pihak pertama yang disebut.

Al-Qur'an tidak menandai jarak itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa namanya diberikan lebih dulu dan isinya menyusul jauh di belakang.

Susunan seperti itu berulang di surah ini. Sumpahnya juga diberikan lebih dulu, dan isinya menyusul di 77:7.

Tafsiran

Ayat ini menjawab pertanyaan di 77:12 dengan nama hari yang paling pendek. Rangkaian dua katanya berbaris kasrah cuma dipakai di sini, sedangkan bentuk berbaris fathah dipakai di 44:40 dan 78:17 dan bentuk berbaris damah di 37:21, 77:14, dan 77:38.

Jadi nama hari itu muncul di enam ayat dengan tiga ujung baris yang berbeda, dan perbedaan ujungnya mengikuti kedudukannya di dalam kalimat tanpa mengubah artinya. Tiga dari enam ayat itu ada di surah ini.

Akar kata keduanya dipakai di 66 ayat, antara lain 2:50, 2:185, 8:41, dan 25:1, dan akar yang sama dipakai di 77:4. Jadi ayat ini menjawab 77:12 dengan akar yang sudah disumpahkan sembilan ayat sebelumnya.

Ayat ini terdiri atas dua patah saja dan merupakan jawaban terpendek di seluruh surahnya. Kependekan itu berlawanan dengan panjang pertanyaannya, karena 77:12 memakai tiga patah sedangkan jawabannya cuma dua.

Ayat berikutnya justru mempersoalkan jawaban itu, karena sesudah namanya disebut 77:14 bertanya apakah pembacanya tahu apa hari itu. Jawaban ini tidak berupa kalimat lengkap melainkan potongan yang menyambung pertanyaan di ayat sebelumnya, sehingga membacanya sendirian membuatnya kehilangan pertanyaan yang dijawabnya. Nama yang diberikan menyebut pekerjaan dan bukan suasana, sejalan dengan cara surah ini menyebut segala sesuatu lewat apa yang terjadi padanya. Pemisahan juga menuntut dua pihak, dan surah ini baru menyebut kedua pihaknya di 77:29 dan 77:41, enam belas ayat sesudah namanya diberikan.

Renungan dan Hikmah

  • Nama hari ini dipakai Allah di enam ayat dengan tiga ujung baris yang berbeda, yaitu di 37:21, 44:40, 77:13, 77:14, 77:38, dan 78:17. Perbedaan ujungnya mengikuti kedudukannya di dalam kalimat dan tidak mengubah artinya. Satu nama yang sama bisa berbunyi tiga cara tanpa menjadi tiga hal. Satu nama yang sama bisa berbunyi tiga cara tanpa menjadi tiga hal. Ujung barisnya cuma mengikuti kedudukannya di dalam kalimat masing-masing, dan artinya sendiri tidak bergeser sedikit pun karenanya.
  • Tiga dari enam ayat yang memuat nama ini ada di surah ini, yaitu 77:13, 77:14, dan 77:38. Allah tidak menandai penumpukan itu dengan satu kalimat pun. Satu surah yang memuat separuh dari seluruh penyebutan sebuah nama menjadikan nama itu porosnya. Satu surah yang memuat separuh dari seluruh penyebutan sebuah nama menjadikan nama itu porosnya. Pembacanya bertemu nama yang sama di tiga tempat yang berjauhan, yaitu di bagian awal, di bagian tengah, dan menjelang akhir surahnya.
  • Akar kata kedua ayat ini dipakai Allah juga di 77:4, sehingga yang memisahkan disumpahkan di pembuka dan harinya dinamai di sini. Jawabannya memakai akar yang sudah muncul sembilan ayat sebelumnya. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu, dan yang membacanya berurutan akan mengenalinya sendiri. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu, dan cuma yang membacanya berurutan akan mengenalinya sendiri. Sumpah di pembuka dan nama di tengah ternyata berasal dari satu bunyi dasar, dan tidak ada satu kalimat pun yang menunjukkan kaitan itu.
  • Ayat ini terdiri atas dua patah saja dan merupakan jawaban terpendek di seluruh surahnya. Pertanyaannya memakai tiga patah, dan jawabannya cuma dua. Allah tidak memberi satu keterangan tambahan pun, sehingga jawabannya terdengar seperti ketukan yang menutup. Allah tidak memberi satu keterangan tambahan pun, sehingga jawabannya terdengar seperti ketukan yang menutup. Dua patah saja sudah cukup untuk menutup sebuah pertanyaan yang dibangun sepanjang sembilan ayat sebelumnya.
  • Sesudah namanya disebut, Allah bertanya di 77:14 apakah pembacanya tahu apa hari itu. Jawaban di sini karena itu segera dinyatakan belum cukup. Nama sudah diberikan, dan pengertian tentangnya belum, sehingga mengetahui nama tidak sama dengan mengerti. Nama sudah diberikan, dan pengertian tentangnya belum. Mengetahui sebutan sesuatu ternyata tidak sama dengan mengetahui apa yang sebenarnya akan dihadapinya nanti.
  • Sembilan ayat berjalan sejak sumpah tentang pemisahan sampai nama harinya disebut Allah di sini. Kalau sebuah nama ditahan selama itu lalu diberikan dalam dua patah, apa yang sebenarnya dikerjakan penahanan itu terhadap yang menunggunya? Sembilan ayat berjalan sejak sumpah tentang pemisahan sampai nama harinya disebut. Penahanan sepanjang itu membuat dua patah di sini terasa jauh lebih berat daripada panjangnya sendiri. Yang ditunggu lama selalu terdengar lebih nyaring ketika akhirnya datang.