وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ

Dan tahukah engkau apakah hari Keputusan itu?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِwa-maa adraaka maa yawmu l-fashlidan tahukah engkau apakah hari Keputusan itu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tahukah
  2. أَدْرَاكَadraakamemberitahumu
  3. مَاmaaapakah
  4. يَوْمُyawmuhari
  5. الْفَصْلِl-fashlikeputusan

Inti bacaan

Penguatan makna melalui pertanyaan retoris: 'dan tahukah engkau apakah hari Keputusan itu?', teknik yang menegaskan bahwa signifikansi penuh hari tersebut melampaui pemahaman biasa, mengundang perenungan lebih mendalam.

Penjelasan pilihan kata

'Itu' pada akhir kalimat mengikuti pola formula baku 'wa-maa adraaka maa X' (bandingkan 74:27), bukan penambahan penunjuk dzaalika/haadzaa.

Rangkaian (وَمَا أَدْرَاكَ, wa maa adraaka) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an: 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Semuanya berupa pertanyaan tentang sesuatu yang baru saja disebut.

Perhatikan bahwa dua belas kemunculan itu tersebar di sepuluh surah. Dua surah memuatnya lebih dari sekali, yaitu 83 dan 101.

Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa rangkaian ini selalu dipakai dengan cara yang sama.

Perhatikan bahwa rangkaian itu tidak menuntut jawaban dari yang ditanya. Ia menyatakan bahwa yang ditanya memang tidak tahu.

Jadi bentuknya pertanyaan, dan isinya penegasan. Yang ditegaskan adalah jarak antara nama dan kenyataannya.

Perhatikan bahwa ayat ini datang tepat sesudah namanya disebut. Nama diberikan di 77:13, lalu di sini dinyatakan nama itu belum menjelaskan apa-apa.

Susunan seperti itu berulang di sepuluh surah yang memuat rangkaian ini. Di setiap tempat, sesuatu disebut lebih dulu lalu dipersoalkan.

Al-Qur'an tidak menerangkan pola itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa cara yang sama dipakai di dua belas tempat.

Perhatikan bahwa surah ini tidak menjawab pertanyaan tentang (يَوْمُ الْفَصْلِ, yaumu al-fashl) di ayat ini. Sesudahnya datang kalimat ancaman, bukan keterangan tentang harinya.

Jawaban baru datang bertahap di 77:16 sampai 77:40. Enam bagian melukiskan hari itu tanpa satu pun disebut sebagai jawaban.

Perhatikan bahwa nama harinya muncul lagi di 77:38. Di sana ia disebut sebagai hari yang sedang berlangsung, bukan yang dinantikan.

Jadi surah ini memakai nama itu tiga kali dengan tiga kedudukan. Yang pertama jawaban, yang kedua pertanyaan, dan yang ketiga pernyataan bahwa harinya sudah tiba.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menyapa satu orang, bukan banyak orang. Sapaan itu berbeda dari 77:7, yang menyapa banyak orang sekaligus.

Pergantian sapaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini berpindah antara satu dan banyak tanpa satu penanda pun.

Perhatikan pula bahwa yang disapa di sini justru yang menyampaikan. Ia yang membawa peringatan, dan ia pula yang dinyatakan belum mengetahui.

Susunan itu tajam. Yang menyampaikan pun tidak dinyatakan tahu isi hari yang disampaikannya.

Perhatikan pula bahwa pertanyaan ini muncul di sepuluh surah lain dengan cara yang sama persis. Di setiap tempat ia menghentikan jalan cerita sejenak.

Penghentian itu berlaku juga di sini. Rangkaian peristiwa sudah selesai, namanya sudah diberikan, dan ayat ini menahan pembacanya sebentar.

Al-Qur'an tidak menerangkan penahanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu ayat dipakai bukan untuk menambah keterangan, melainkan untuk menunda.

Sesudah penundaan itu datang ancaman, bukan jawaban. Susunan seperti itu membuat pembacanya menanggung dua hal sekaligus, yaitu ketidaktahuan dan peringatan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan dahsyatnya hari Keputusan yang tak terbayangkan. Ayat ini mempersoalkan nama yang baru saja diberikan di 77:13. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5.

Dua belas kemunculan itu tersebar di sepuluh surah, dan dua surah memuatnya lebih dari sekali. Di semua tempat rangkaian itu berupa pertanyaan tentang sesuatu yang baru saja disebut.

Rangkaian itu tidak menuntut jawaban dari yang ditanya, melainkan menyatakan bahwa yang ditanya memang tidak tahu. Jadi bentuknya pertanyaan dan isinya penegasan, dan yang ditegaskan adalah jarak antara nama dan kenyataannya.

Surah ini tidak menjawab pertanyaan di ayat ini, karena sesudahnya datang kalimat ancaman dan bukan keterangan tentang harinya. Jawabannya baru datang bertahap di 77:16 sampai 77:40 tanpa satu pun disebut sebagai jawaban.

Nama harinya muncul lagi di 77:38 sebagai hari yang sedang berlangsung, sehingga surah ini memakai nama itu tiga kali dengan tiga kedudukan yang berbeda. Ayat ini menyapa satu orang, berbeda dari 77:7 yang menyapa banyak orang sekaligus, dan pergantian sapaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang disapa di sini justru yang menyampaikan, sehingga yang membawa peringatan pun tidak dinyatakan tahu isi hari yang disampaikannya. Ayat ini juga menahan pembacanya sebentar tanpa menambah satu keterangan pun, dan sesudah penundaan itu datang ancaman dan bukan jawaban.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, dan di semua tempat ia menanyakan sesuatu yang baru saja disebut. Rangkaian itu tidak menuntut jawaban, melainkan menyatakan bahwa yang ditanya memang tidak tahu. Bentuknya pertanyaan, dan isinya penegasan. Bentuknya pertanyaan, dan isinya sebenarnya penegasan. Yang ditanya tidak diminta menjawab, melainkan diberi tahu bahwa jawabannya memang berada jauh di luar jangkauannya.
  • Nama harinya diberikan Allah di 77:13, lalu di sini dinyatakan nama itu belum menjelaskan apa-apa. Susunan seperti itu berulang di sepuluh surah yang memuat rangkaian ini, karena di setiap tempat sesuatu disebut lebih dulu lalu dipersoalkan. Mengetahui nama dan mengerti isinya adalah dua hal yang berbeda. Mengetahui nama dan mengerti isinya ternyata adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Yang pertama bisa dihafal dalam sekejap, sedangkan yang kedua cuma bisa didekati lewat keterangan yang menyusul jauh di belakangnya.
  • Surah ini tidak menjawab pertanyaan ini, karena sesudahnya Allah menaruh kalimat ancaman dan bukan keterangan. Jawabannya baru datang bertahap di 77:16 sampai 77:40 tanpa satu pun disebut sebagai jawaban. Pembacanya harus menyusun sendiri jawabannya dari dua puluh lima ayat berikutnya. Pembacanya harus menyusun sendiri jawabannya dari dua puluh lima ayat berikutnya. Tidak satu pun dari ayat-ayat itu disebut sebagai jawaban atas pertanyaan ini, sehingga pembacanya harus menghubungkannya sendiri.
  • Allah memakai nama hari itu tiga kali di surah ini, yaitu di 77:13, 77:14, dan 77:38. Yang pertama jawaban, yang kedua pertanyaan, dan yang ketiga pernyataan bahwa harinya sudah tiba. Satu nama yang bergerak melewati tiga kedudukan mengikat seluruh surahnya menjadi satu jalan. Satu nama yang bergerak melewati tiga kedudukan mengikat seluruh surahnya menjadi satu jalan. Yang dijawab, yang dipersoalkan, dan yang dinyatakan tiba adalah nama yang sama persis, cuma di tiga kedudukan yang berbeda.
  • Dua belas kemunculan rangkaian ini tersebar di sepuluh surah, dan dua surah memuatnya lebih dari sekali, yaitu 83 dan 101. Allah tidak menandai penyebaran itu. Sebuah rumus yang dipakai berulang di banyak surah menjadi tanda pengenal yang dikenali pembacanya sebelum isinya sampai. Sebuah rumus yang dipakai berulang di banyak surah menjadi tanda pengenal. Pembacanya mengenalinya sebelum isinya sampai, dan pengenalan itu sendiri sudah menyiapkan hatinya untuk menerima sesuatu yang besar.
  • Yang ditegaskan Allah di sini adalah jarak antara nama dan kenyataannya. Kalau sebuah nama sudah diberikan tetapi segera dinyatakan belum cukup, apa yang sebenarnya diminta dari orang yang baru mendengarnya? Yang disapa di sini justru yang menyampaikan peringatannya. Yang disapa di sini adalah pihak yang membawa peringatan itu sendiri. Kalau ia pun dinyatakan belum tahu isinya, seberapa jauh yang menerimanya bisa merasa dirinya sudah mengerti?