وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Celakalah pada hari itu bagi para pendusta.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَwaylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiinacelakalah pada hari itu bagi para pendusta

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَيْلٌwayluncelakalah
  2. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  3. لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta

Inti bacaan

Refrein pertama yang memulai pola berulang: 'celakalah pada hari itu para pendusta', pembukaan pola pengulangan yang akan muncul sepuluh kali sepanjang surah, teknik penekanan yang membangun ritme sekaligus urgensi peringatan.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, wailun yauma-idzin lil-mukadzdzibiin) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an: 52:11, 77:15, 77:19, 77:24, 77:28, 77:34, 77:37, 77:40, 77:45, 77:47, 77:49, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.

Perhatikan bahwa 52:11 memuat kalimat yang sama dengan tambahan satu huruf di depannya. Jadi bentuk yang persis sama dengan ayat ini ada di sebelas tempat.

Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kalimat menempati sepuluh dari lima puluh ayat surah ini.

Perbandingannya seperlima. Satu dari setiap lima ayat surah ini adalah kalimat yang sama persis.

Kata (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) menyebut mereka lewat perbuatannya, bukan lewat namanya. Yang disebut adalah orang yang mendustakan.

Cara itu sejalan dengan seluruh surahnya. Tidak ada satu nama kelompok pun yang disebut di lima puluh ayatnya.

Perhatikan bahwa ini kemunculan pertama refreinnya. Pembacanya belum tahu bahwa kalimat ini akan kembali sembilan kali lagi.

Pada kemunculan pertama ia terdengar seperti penutup biasa. Baru sesudah yang kedua ia mulai terbaca sebagai pola.

Al-Qur'an tidak mengumumkan pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa kalimatnya kembali tanpa satu kata pengantar pun.

Perhatikan bahwa refrein ini datang tepat sesudah pertanyaan di 77:14. Pertanyaannya tidak dijawab, dan yang datang justru ancaman.

Susunan itu tajam. Yang bertanya tidak diberi keterangan, melainkan diberi peringatan.

Kata (يَوْمَئِذٍ, yauma-idzin) menghubungkan ancamannya dengan hari yang baru disebut. Tanpa 77:13 dan 77:14, kata itu tidak punya hari yang ditunjuk.

Perhatikan pula bahwa refrein ini tidak pernah diberi pengantar. Ia datang langsung sesudah ayat sebelumnya, tanpa satu kata penghubung.

Cara masuk seperti itu berlaku di sepuluh kemunculannya. Tidak satu pun disiapkan oleh kalimat sebelumnya.

Perhatikan pula bahwa refrein ini selalu menutup, tidak pernah membuka. Ia berdiri di akhir bagian, dan bagian berikutnya dimulai sesudahnya.

Kedudukan yang tetap itu membuatnya berfungsi sebagai batas. Pembacanya mengenali pergantian bagian lewat kalimat yang sama.

Perhatikan pula bahwa jarak antara refrein satu dan berikutnya tidak sama. Antara 77:15 dan 77:19 ada tiga ayat, sedangkan antara 77:45 dan 77:47 cuma satu.

Jarak itu memendek menjelang akhir surahnya. Tiga jarak terakhirnya berturut-turut empat, satu, dan satu ayat.

Al-Qur'an tidak menandai pemendekan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa kalimat yang sama datang makin rapat menjelang penutup.

Perhatikan pula bahwa surahnya tidak ditutup dengan refrein ini. Sesudah kemunculan terakhirnya di 77:49 masih ada satu ayat lagi, yaitu 77:50.

Tafsiran

Ayat ini adalah kemunculan pertama kalimat yang akan kembali sembilan kali lagi di surah yang sama. Kalimat ini muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:11, 77:15, 77:19, 77:24, 77:28, 77:34, 77:37, 77:40, 77:45, 77:47, 77:49, dan 83:10, dan sepuluh di antaranya ada di surah ini.

Perhatikan bahwa 52:11 memuat kalimat yang sama dengan tambahan satu huruf di depannya, sehingga bentuk yang persis sama dengan ayat ini ada di sebelas tempat. Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu dengan satu kalimat pun.

Perbandingannya seperlima, karena satu dari setiap lima ayat surah ini adalah kalimat yang sama persis. Kata terakhirnya menyebut mereka lewat perbuatannya dan bukan lewat namanya, sejalan dengan seluruh surahnya yang tidak menyebut satu nama kelompok pun.

Pada kemunculan pertama refrein ini terdengar seperti penutup biasa, dan baru sesudah yang kedua ia mulai terbaca sebagai pola. Al-Qur'an tidak mengumumkan pengulangan itu.

Refrein ini datang tepat sesudah pertanyaan di 77:14 yang tidak dijawab, sehingga yang bertanya tidak diberi keterangan melainkan diberi peringatan. Refrein ini tidak pernah diberi pengantar dan datang langsung sesudah ayat sebelumnya di sepuluh kemunculannya. Ia selalu menutup dan tidak pernah membuka, sehingga kedudukannya yang tetap membuatnya berfungsi sebagai batas antarbagian. Jarak antara satu refrein dan berikutnya juga tidak sama, karena antara 77:15 dan 77:19 ada tiga ayat sedangkan antara 77:45 dan 77:47 cuma satu, dan jaraknya memendek menjelang akhir surahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, dan sepuluh di antaranya ada di surah ini. Satu kalimat menempati sepuluh dari lima puluh ayat surahnya, sehingga perbandingannya tepat seperlima. Satu dari setiap lima ayat di sini adalah kalimat yang sama persis. Satu dari setiap lima ayat di surah ini adalah kalimat yang sama persis. Perbandingan sepadat itu tidak ada duanya di surah mana pun yang lain di seluruh Al-Qur'an.
  • Ini kemunculan pertama refreinnya, dan pembacanya belum tahu kalimat ini akan kembali sembilan kali lagi. Pada kemunculan pertama ia terdengar seperti penutup biasa. Allah tidak mengumumkan pengulangan itu, sehingga polanya baru terbaca sesudah kemunculan kedua. Allah tidak mengumumkan pengulangan itu, sehingga polanya baru terbaca sesudah kemunculan kedua. Pembacanya menemukan sendiri bahwa ia sedang membaca sebuah kalimat yang akan terus kembali sampai surahnya hampir habis.
  • Kata terakhirnya menyebut mereka lewat perbuatannya, bukan lewat namanya. Cara itu sejalan dengan seluruh surahnya, karena Allah tidak menyebut satu nama kelompok pun di lima puluh ayatnya. Yang diperiksa perbuatannya, sehingga tidak ada keanggotaan yang bisa dipakai untuk merasa aman. Yang diperiksa perbuatannya, sehingga tidak ada keanggotaan yang bisa dipakai untuk merasa aman. Siapa pun yang berbuat begitu masuk ke dalam sebutannya, tanpa memandang dari kelompok atau golongan mana ia berasal.
  • Refrein ini datang tepat sesudah pertanyaan di 77:14, dan pertanyaan itu tidak dijawab. Allah memberi peringatan, bukan keterangan. Yang bertanya tentang hari itu justru dihadapkan pada akibatnya lebih dulu, dan susunan seperti itu memindahkan urusannya dari pengetahuan ke sikap. Yang bertanya tentang hari itu justru dihadapkan pada akibatnya lebih dulu. Susunan seperti itu memindahkan urusannya dari pengetahuan ke sikap, dan pengetahuan saja tidak lagi menjadi jalan keluarnya.
  • Di 52:11 Allah memakai kalimat yang sama dengan tambahan satu huruf di depannya, sehingga bentuk yang persis sama dengan ayat ini ada di sebelas tempat. Satu huruf memisahkan dua kalimat yang isinya sama. Perbedaan sekecil itu tetap tercatat, dan itu menunjukkan betapa telitinya bentuknya dijaga. Perbedaan sekecil satu huruf tetap tercatat, dan itu menunjukkan betapa telitinya bentuknya dijaga. Sebelas tempat memuatnya persis sama, dan cuma satu tempat memuatnya dengan tambahan satu huruf di depannya.
  • Kata kedua ayat ini menghubungkan ancamannya dengan hari yang baru disebut Allah di 77:13. Tanpa dua ayat sebelumnya, kata itu tidak punya hari yang ditunjuk. Apa yang terjadi pada sebuah peringatan kalau pembacanya melewatkan ayat yang memberi harinya nama? Tanpa 77:13 dan 77:14, kata kedua ayat ini tidak punya hari yang ditunjuk. Sebuah peringatan kehilangan sasarannya kalau pembacanya melewatkan ayat yang memberi harinya nama. Kata penunjuk waktu selalu bergantung pada apa yang disebut sebelumnya.