كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ

Demikianlah Kami memperlakukan para pendosa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَka-dzaalika naf'alu bi-l-mujrimiinademikianlah Kami memperlakukan para pendosa

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  2. نَفْعَلُnaf'aluKami perlakukan
  3. بِالْمُجْرِمِينَbi-l-mujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Konsistensi perlakuan yang ditegaskan: 'demikianlah Kami memperlakukan para pendosa', kesimpulan dari pola historis yang berulang, menegaskan bahwa keadilan berlaku merata terlepas dari perbedaan waktu atau tempat.

Penjelasan pilihan kata

'Kadzaalika' diterjemahkan idiomatik 'demikianlah', acuan sama dengan 74:31.

Rangkaian (كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ, kadzaalika naf'alu bil-mujrimiin) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 37:34 dan 77:18. Di 37:34 rangkaian itu didahului satu kata penegas.

Kata (نَفْعَلُ, naf'alu) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 37:34 dan 77:18. Kata (بِالْمُجْرِمِينَ, bil-mujrimiin) juga muncul 2 kali di dua ayat itu.

Jadi seluruh isi ayat ini cuma hidup di dua tempat. Kepadatan seperti itu membuat kedua ayat terikat rapat.

Al-Qur'an tidak menandai ikatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kalimat utuh dipakai di dua surah yang berjauhan.

Perhatikan bahwa surah 37 juga memuat kalimat lain yang dipakai di surah ini. Rumus tentang orang yang berbuat baik di 77:44 muncul empat kali di surah 37.

Jadi dua surah itu berbagi dua rumus sekaligus. Yang satu tentang pelaku kejahatan, dan yang lain tentang pelaku kebaikan.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua rumus yang berlawanan sama-sama dipakai di dua surah yang sama.

Perhatikan bahwa mereka disebut lewat perbuatannya, bukan lewat namanya. Yang disebut adalah orang yang berbuat jahat.

Cara itu sama dengan refreinnya. Di sana mereka disebut sebagai yang mendustakan, dan di sini sebagai yang berbuat jahat.

Jadi surah ini memakai dua sebutan yang sama-sama berupa perbuatan. Al-Qur'an tidak menyebut satu nama kelompok pun di sepanjang lima puluh ayatnya.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian tiga ayat. Refrein kembali di ayat berikutnya.

Susunan itu berulang di seluruh surahnya. Setiap bagian ditutup kalimat yang sama, dan panjang bagiannya berubah-ubah.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut cara, bukan peristiwa. Yang dinyatakan adalah bagaimana perlakuan itu berlaku, bukan kapan ia terjadi.

Pernyataan cara seperti itu berlaku untuk semua waktu. Ia tidak habis oleh satu kejadian, dan tidak selesai oleh satu angkatan.

Perhatikan pula bahwa (كَذَٰلِكَ, kadzaalika) di awalnya merujuk dua ayat sebelumnya. Tanpa 77:16 dan 77:17, penunjuk itu tidak punya rujukan.

Ikatan itu memaksa tiga ayat dibaca sekaligus. Memenggalnya membuat penunjuknya menggantung tanpa yang ditunjuk.

Perhatikan pula bahwa surah 37 memakai kalimat ini di tengah kisah, sedangkan surah ini memakainya sebagai kesimpulan. Kedudukannya berbeda meskipun kalimatnya sama.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan kedudukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kalimat bisa berdiri di dua tempat dengan tugas yang tidak sama.

Perhatikan pula bahwa bagian ini cuma tiga ayat. Ia bagian terpendek kedua di surahnya sesudah bagian satu ayat di 77:46 dan 77:48.

Panjang bagian yang berubah-ubah membuat pembacanya tidak bisa menghitung. Yang tetap cuma kalimat penutupnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup bagian tentang angkatan terdahulu dengan kalimat yang dipakai juga di surah lain. Rangkaian tiga katanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 37:34 dan 77:18, dan di 37:34 rangkaian itu didahului satu kata penegas.

Kata keduanya muncul 2 kali di dua ayat yang sama, dan kata terakhirnya juga muncul 2 kali di dua ayat itu. Jadi tiga kata di ayat ini seluruhnya cuma hidup di dua tempat, sehingga kedua ayat terikat rapat.

Perhatikan bahwa surah 37 juga memuat kalimat lain yang dipakai di surah ini, karena rumus tentang orang yang berbuat baik di 77:44 muncul empat kali di surah 37. Jadi dua surah itu berbagi dua rumus sekaligus, satu tentang pelaku kejahatan dan satu tentang pelaku kebaikan.

Mereka disebut lewat perbuatannya dan bukan lewat namanya, sama seperti di refreinnya yang menyebut mereka sebagai yang mendustakan. Al-Qur'an tidak menyebut satu nama kelompok pun di sepanjang lima puluh ayat surah ini.

Ayat ini menutup bagian tiga ayat, dan refreinnya kembali di ayat berikutnya. Ayat ini menyebut cara dan bukan peristiwa, sehingga isinya berlaku untuk semua waktu dan tidak habis oleh satu kejadian. Kata penunjuk di awalnya merujuk dua ayat sebelumnya, sehingga tanpa 77:16 dan 77:17 kata itu tidak punya rujukan dan tiga ayat harus dibaca sekaligus. Surah 37 memakai kalimat ini di tengah kisah, sedangkan surah ini memakainya sebagai kesimpulan, sehingga kedudukannya berbeda meskipun kalimatnya sama.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian tiga kata ayat ini dipakai Allah cuma di 37:34 dan 77:18, dan masing-masing katanya pun cuma muncul di dua ayat itu. Kepadatan seperti itu membuat kedua ayat terikat rapat. Al-Qur'an tidak menandai ikatan itu, dan cuma yang membandingkan keduanya akan mengenalinya. Al-Qur'an tidak menandai ikatan itu, dan cuma yang membandingkan keduanya akan mengenalinya. Dua surah yang berjauhan memuat kalimat yang sama persis tanpa satu penunjuk pun dipasang di antara keduanya.
  • Surah 37 juga memuat rumus tentang orang yang berbuat baik yang dipakai Allah di 77:44, dan di sana rumus itu muncul empat kali. Dua surah itu berbagi dua rumus sekaligus, satu tentang pelaku kejahatan dan satu tentang pelaku kebaikan. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Dua rumus yang berlawanan berdiri di dua surah yang sama, yaitu satu untuk yang berbuat jahat dan satu lagi untuk yang berbuat baik.
  • Allah menyebut mereka lewat perbuatannya, bukan lewat namanya, sama seperti di refreinnya. Di refrein mereka disebut sebagai yang mendustakan, dan di sini sebagai yang berbuat jahat. Dua sebutan yang sama-sama berupa perbuatan menutup jalan untuk merasa aman karena keanggotaan. Dua sebutan yang sama-sama berupa perbuatan menutup jalan untuk merasa aman karena keanggotaan. Yang diperiksa bukan asal-usul atau kelompoknya, melainkan apa yang dikerjakannya sendiri.
  • Di 37:34 Allah mendahului rangkaian ini dengan satu kata penegas, sedangkan di sini kalimatnya berdiri tanpa penegas. Perbedaan sekecil itu tetap tercatat di dalam korpusnya. Yang hampir sama tidak pernah dianggap sama persis, dan ketelitian itu berlaku di seluruh Al-Qur'an. Yang hampir sama tidak pernah dianggap sama persis, dan ketelitian itu berlaku di seluruh Al-Qur'an. Satu kata penegas yang ada di satu tempat dan tidak ada di tempat lain tetap tercatat sebagai perbedaan.
  • Ayat ini menutup bagian yang cuma berjalan tiga ayat, dan refreinnya kembali di ayat berikutnya. Susunan itu berulang di seluruh surahnya, karena setiap bagian ditutup kalimat yang sama sedangkan panjang bagiannya berubah-ubah. Batas yang tetap dengan isi yang berubah membuat pembacanya terus mengukur jaraknya. Batas yang tetap dengan isi yang berubah membuat pembacanya terus mengukur jaraknya. Ia tidak pernah tahu berapa ayat lagi yang harus dilewatinya sebelum kalimat penutup itu kembali terdengar.
  • Yang dinyatakan Allah di sini adalah bahwa cara itu berlaku bagi setiap pelaku kejahatan, bukan bagi satu angkatan saja. Kalau caranya tidak pernah berubah dari yang terdahulu sampai yang kemudian, apa yang membuat seseorang merasa dirinya akan diperlakukan lain? Cara itu dinyatakan berlaku bagi setiap pelaku kejahatan, bukan bagi satu angkatan saja. Sebuah pernyataan tentang cara tidak pernah habis oleh satu kejadian, dan tidak pula selesai oleh satu zaman saja.