وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Celakalah pada hari itu bagi para pendusta.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَwaylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiinacelakalah pada hari itu bagi para pendusta

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَيْلٌwayluncelakalah
  2. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  3. لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta

Inti bacaan

Refrein kedua setelah contoh serupa historis: 'celakalah pada hari itu para pendusta', pengulangan yang menegaskan hubungan langsung antara pola sejarah yang baru dipaparkan dan peringatan yang berulang.

Penjelasan pilihan kata

Refrain distandarkan, konsisten dengan 77:15.

Kalimat (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, wailun yauma-idzin lil-mukadzdzibiin) muncul untuk kedua kalinya di surah ini. Kemunculan pertamanya di 77:15, dan sesudah ini masih ada delapan lagi.

Perhatikan bahwa kemunculan kedua inilah yang membuatnya terbaca sebagai pola. Yang pertama masih bisa dianggap penutup biasa.

Al-Qur'an tidak mengumumkan pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa kalimat yang sama kembali sesudah tiga ayat. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.

Perhatikan bahwa jarak antara dua kemunculan itu tiga ayat. Jarak antara 77:19 dan 77:24 nanti empat ayat.

Jadi jaraknya tidak tetap. Yang tetap cuma kalimatnya, dan yang berubah adalah panjang bagian yang ditutupnya.

Perhatikan bahwa bagian yang ditutup di sini berisi kebinasaan angkatan terdahulu. Refrein di 77:15 menutup bagian tentang tanda-tanda hari kiamat.

Jadi dua kemunculan pertamanya menutup dua isi yang berbeda. Yang satu tentang alam, dan yang lain tentang manusia.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa kalimat penutupnya tidak berubah meskipun isinya berubah.

Kata (يَوْمَئِذٍ, yauma-idzin) menunjuk hari yang sudah dinamai di 77:13. Setiap kemunculan refreinnya membawa pembacanya kembali ke hari itu.

Jadi refrein ini berfungsi sebagai tali. Sejauh apa pun isinya melebar, kalimat penutupnya menariknya kembali ke satu titik.

Perhatikan bahwa kata (وَيْلٌ, wailun) tidak diterangkan artinya di surah ini. Yang disebut cuma kepada siapa ia ditujukan.

Ketiadaan keterangan itu berlaku di sepuluh kemunculannya. Tidak satu pun disertai penjelasan tentang isinya.

Perhatikan pula bahwa refrein ini tidak pernah diubah satu huruf pun di surahnya. Sepuluh kemunculannya sama persis.

Ketepatan seperti itu tidak lazim untuk kalimat yang diulang sebanyak itu. Tidak ada satu pun yang diberi tambahan atau pengurangan.

Perhatikan pula bahwa pengulangan tanpa perubahan bekerja berbeda dari pengulangan dengan variasi. Yang berubah menarik perhatian pada perubahannya, dan yang tetap menarik perhatian pada isinya.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bentuknya dijaga tetap di sepanjang surahnya.

Perhatikan pula bahwa refrein ini tidak pernah berdiri di ayat pertama sebuah bagian. Ia selalu di ayat terakhir.

Kedudukan yang tetap itu membuat pembacanya bisa mengenali batas tanpa satu penanda tertulis. Telinga mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan tanda baca.

Perhatikan pula bahwa surah lain memakai kalimat ini cuma sekali. Di 52:11 dan 83:10 masing-masing satu kali saja.

Jadi surah ini memakainya sepuluh kali, dan dua surah lain masing-masing sekali. Al-Qur'an tidak menandai ketimpangan itu.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain celaan menutup kelompok argumen pembinasaan umat terdahulu. Ayat ini adalah kemunculan kedua refrein surah ini, dan kemunculan inilah yang membuatnya terbaca sebagai pola. Kemunculan pertamanya di 77:15, dan sesudah ini masih ada delapan lagi di 77:24, 77:28, 77:34, 77:37, 77:40, 77:45, 77:47, dan 77:49.

Jarak antara dua kemunculan pertamanya tiga ayat, sedangkan jarak menuju kemunculan berikutnya empat ayat. Jadi jaraknya tidak tetap, dan yang tetap cuma kalimatnya sedangkan yang berubah adalah panjang bagian yang ditutupnya.

Bagian yang ditutup di sini berisi kebinasaan angkatan terdahulu, sedangkan refrein di 77:15 menutup bagian tentang tanda-tanda hari kiamat. Dua kemunculan pertamanya karena itu menutup dua isi yang berbeda, satu tentang alam dan satu tentang manusia.

Kata keduanya menunjuk hari yang sudah dinamai di 77:13, sehingga setiap kemunculan refreinnya membawa pembacanya kembali ke hari itu. Refrein ini berfungsi sebagai tali yang menarik isinya kembali ke satu titik.

Kata pertamanya tidak diterangkan artinya di surah ini, dan yang disebut cuma kepada siapa ia ditujukan. Refrein ini tidak pernah diubah satu huruf pun di sepuluh kemunculannya, dan ketepatan seperti itu tidak lazim untuk kalimat yang diulang sebanyak itu. Pengulangan tanpa perubahan bekerja berbeda dari pengulangan dengan variasi, karena yang berubah menarik perhatian pada perubahannya sedangkan yang tetap menarik perhatian pada isinya. Refrein ini juga tidak pernah berdiri di ayat pertama sebuah bagian melainkan selalu di ayat terakhir, dan dua surah lain yang memuatnya cuma memakainya sekali masing-masing.

Renungan dan Hikmah

  • Kemunculan kedua inilah yang membuat kalimat ini terbaca sebagai pola, karena yang pertama masih bisa dianggap penutup biasa. Allah tidak mengumumkan pengulangan itu. Pembacanya menemukan sendiri bahwa ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang akan terus kembali. Pembacanya menemukan sendiri bahwa ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang akan terus kembali. Penemuan yang dibuat sendiri oleh pembacanya melekat jauh lebih lama daripada keterangan yang diberikan begitu saja.
  • Jarak antara refrein di 77:15 dan di sini tiga ayat, sedangkan jarak menuju 77:24 empat ayat. Yang tetap cuma kalimatnya, dan yang berubah adalah panjang bagian yang ditutupnya. Batas yang tetap dengan jarak yang berubah membuat pembacanya tidak bisa memperkirakan kapan ia datang lagi. Batas yang tetap dengan jarak yang berubah membuat pembacanya tidak bisa memperkirakan kapan ia datang lagi. Yang sudah dikenal bunyinya ternyata tetap mengejutkan ketika letaknya tidak terduga.
  • Bagian yang ditutup di sini berisi kebinasaan angkatan terdahulu, sedangkan refrein di 77:15 menutup bagian tentang tanda-tanda hari kiamat. Allah memakai kalimat penutup yang sama untuk dua isi yang berbeda, satu tentang alam dan satu tentang manusia. Penutup yang tidak berubah menyatakan bahwa keduanya bermuara ke satu tempat. Penutup yang tidak berubah menyatakan bahwa keduanya bermuara ke satu tempat. Peristiwa di alam dan peristiwa pada manusia sama-sama berakhir pada perhitungan yang satu dan sama.
  • Kata kedua ayat ini menunjuk hari yang sudah dinamai Allah di 77:13, sehingga setiap kemunculan refreinnya membawa pembacanya kembali ke hari itu. Sejauh apa pun isinya melebar, kalimat penutupnya menariknya kembali ke satu titik. Tanpa tali seperti itu, sebuah surah panjang mudah kehilangan pusatnya. Tanpa tali seperti itu, sebuah surah panjang mudah kehilangan pusatnya. Sepuluh kali penarikan membuat pembacanya tidak pernah tersesat terlalu jauh dari hari yang sedang dibicarakan.
  • Kata pertama ayat ini tidak diterangkan artinya di surah ini, dan Allah cuma menyebut kepada siapa ia ditujukan. Ketiadaan keterangan itu berlaku di sepuluh kemunculannya, karena tidak satu pun disertai penjelasan tentang isinya. Ancaman yang tidak dirinci menyisakan ruang yang justru diisi sendiri oleh yang mendengarnya. Ancaman yang tidak dirinci menyisakan ruang yang justru diisi sendiri oleh yang mendengarnya. Yang dibayangkan sendiri oleh pendengarnya hampir selalu lebih menekan daripada yang dilukiskan lengkap.
  • Sesudah kemunculan kedua ini, Allah masih akan mengulang kalimat yang sama delapan kali lagi. Kalau sebuah peringatan diulang sebanyak itu dalam satu surah, apa yang sebenarnya hendak dipastikan tidak terlewat oleh pembacanya? Kalimat ini masih akan diulang delapan kali lagi sesudah ayat ini. Sebuah peringatan yang kembali sesering itu tidak memberi ruang sedikit pun kepada pembacanya untuk melupakannya di tengah jalan.