إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ
Sampai waktu yang ditentukan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍilaa qadarin ma'luuminsampai waktu yang ditentukan
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِلَىٰilaasampai
- قَدَرٍqadarinukuran
- مَعْلُومٍma'luuminyang diketahui
Inti bacaan
Batasan waktu yang terkendali: 'sampai waktu yang ditentukan', pengakuan bahwa proses perkembangan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, bukan durasi acak tanpa rencana.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (قَدَرٍ مَعْلُومٍ, qadarin ma'luum) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 15:21 dan 77:22. Di 15:21 rangkaian itu dipakai untuk segala sesuatu yang diturunkan menurut ukuran yang diketahui.
Jadi rangkaian yang sama dipakai untuk turunnya segala sesuatu dan untuk lamanya kandungan. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya.
Perhatikan bahwa akar (قَدَرٍ, qadarin) dipakai di 121 ayat, antara lain 2:236, 13:8, 54:49, dan 65:3. Ia termasuk akar yang sering dipakai.
Perhatikan pula bahwa (قَدَرٍ, qadarin) berbunyi dasar sama dengan dua kata di 77:23. Tiga sebutan seakar berdiri di dua ayat berturut-turut.
Kepadatan seperti itu jarang. Tiga sebutan seakar di dua ayat pendek menekan tanpa menambah satu keterangan pun.
Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar diulang tiga kali berturut-turut.
Perhatikan bahwa ayat ini terdiri atas tiga patah saja. Ia menyambung 77:21 dan tidak berdiri sendiri.
Susunan itu berlaku di seluruh bagian ini. Empat ayat dari 77:20 sampai 77:23 terikat menjadi satu kalimat panjang.
Perhatikan bahwa yang disebut adalah ukuran yang diketahui, bukan ukuran yang ditetapkan. Yang ditonjolkan pengetahuannya, bukan penetapannya.
Perbedaan itu halus tetapi berakibat. Ukuran yang ditetapkan menekankan kuasa, sedangkan ukuran yang diketahui menekankan ketelitian.
Perhatikan bahwa pengetahuan itu tidak disebut milik siapa. Bentuknya tidak menyebut siapa yang mengetahuinya.
Ketiadaan keterangan itu sejalan dengan cara surah ini menyebut banyak hal. Yang penting dinyatakan ada, dan pemiliknya sering dibiarkan tidak disebut.
Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut batas, bukan lamanya. Yang disebut sampai ke ukuran tertentu, bukan selama sekian waktu.
Perbedaan itu berakibat. Menyebut lamanya menuntut bilangan, sedangkan menyebut batas cukup menyatakan bahwa ada ujungnya.
Perhatikan pula bahwa ukuran itu disebut sudah diketahui, bukan akan ditentukan. Yang dinyatakan bahwa ukurannya sudah ada sebelum prosesnya berjalan.
Al-Qur'an tidak menerangkan kapan ukuran itu ditetapkan. Yang bisa dibaca cuma bahwa ia sudah diketahui ketika prosesnya dimulai.
Perhatikan pula bahwa ayat ini adalah ayat terpendek di bagiannya. Ia cuma tiga patah, sedangkan tiga ayat lainnya lebih panjang.
Kependekan itu membuatnya terdengar seperti selaan. Ia menyelipkan keterangan waktu di antara tempat dan pujian.
Al-Qur'an tidak menandai kedudukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keterangan waktunya diberi ruang paling sempit di bagian ini.
Perbandingan itu ganjil kalau ditimbang biasa. Yang paling sulit diketahui manusia justru yang paling singkat disebutkan.
Tafsiran
Ayat ini menyebut batas waktu bagi apa yang disimpan di 77:21. Rangkaian dua katanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 15:21 dan 77:22, dan di 15:21 rangkaian itu dipakai untuk segala sesuatu yang diturunkan menurut ukuran yang diketahui.
Jadi rangkaian yang sama dipakai untuk turunnya segala sesuatu dan untuk lamanya kandungan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Akar kata pertamanya dipakai di 121 ayat, antara lain 2:236, 13:8, 54:49, dan 65:3.
Perhatikan bahwa akar itu muncul tiga kali dalam dua ayat berturut-turut, sekali di sini dan dua kali di 77:23. Kepadatan seperti itu jarang, karena tiga kata seakar di dua ayat pendek menekan tanpa menambah satu keterangan pun.
Ayat ini terdiri atas tiga patah saja dan menyambung 77:21 tanpa berdiri sendiri, sehingga empat ayat dari 77:20 sampai 77:23 terikat menjadi satu kalimat panjang.
Yang disebut adalah ukuran yang diketahui dan bukan ukuran yang ditetapkan, sehingga yang ditonjolkan ketelitiannya dan bukan kuasanya. Ayat ini menyebut batas dan bukan lamanya, karena menyebut lamanya menuntut bilangan sedangkan menyebut batas cukup menyatakan bahwa ada ujungnya. Ukuran itu juga disebut sudah diketahui dan bukan akan ditentukan, sehingga ia sudah ada sebelum prosesnya berjalan. Ayat ini juga yang terpendek di bagiannya dengan tiga patah saja, sehingga ia terdengar seperti selaan yang menyelipkan keterangan waktu di antara tempat dan pujian.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata ayat ini dipakai Allah cuma di 15:21 dan 77:22. Di 15:21 ia menyebut segala sesuatu yang diturunkan menurut ukuran yang diketahui, dan di sini lamanya kandungan. Rangkaian yang sama dipakai untuk yang paling luas dan yang paling kecil, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Rangkaian yang sama dipakai untuk yang paling luas dan yang paling kecil, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang mengatur turunnya segala sesuatu dan yang mengatur satu kandungan dinamai dengan rangkaian kata yang sama. Yang terbesar dan yang terkecil ternyata memakai ukuran yang satu.
- Akar kata pertamanya dipakai Allah tiga kali dalam dua ayat berturut-turut, sekali di sini dan dua kali di 77:23. Kepadatan seperti itu jarang di surah yang ayat-ayatnya sependek ini. Tiga kata seakar yang berdempetan menekan tanpa menambah satu keterangan pun. Tiga sebutan seakar yang berdempetan menekan tanpa menambah satu keterangan pun. Bunyinya terdengar tiga kali dalam dua ayat pendek, dan pengulangan itu bekerja sebelum artinya sempat dipikirkan. Telinga menangkap tekanannya lebih dulu daripada pikiran.
- Yang disebut Allah adalah ukuran yang diketahui, bukan ukuran yang ditetapkan. Ukuran yang ditetapkan menekankan kuasa, sedangkan ukuran yang diketahui menekankan ketelitian. Perbedaan sehalus itu mengubah apa yang paling terasa oleh pembacanya. Perbedaan sehalus itu mengubah apa yang paling terasa oleh pembacanya. Yang ditonjolkan bukan kuasa yang memaksa, melainkan ketelitian yang tidak meleset sedikit pun. Ketelitian lebih sulit dibantah daripada kekuatan, karena ia bisa diperiksa.
- Ayat ini terdiri atas tiga patah saja dan menyambung 77:21 tanpa berdiri sendiri. Empat ayat dari 77:20 sampai 77:23 diikat Allah menjadi satu kalimat panjang. Kalimat yang bernapas melewati empat ayat menuntut pembacanya tidak berhenti di ujung tiap ayat. Kalimat yang bernapas melewati empat ayat menuntut pembacanya tidak berhenti di ujung tiap ayat. Berhenti di tengah akan memotong keterangan yang sebenarnya belum selesai diberikan. Empat ayat itu satu tarikan napas, bukan empat pernyataan terpisah.
- Bentuk yang dipakai Allah di sini tidak menyebut siapa yang mengetahui ukuran itu. Ketiadaan keterangan itu sejalan dengan cara surah ini menyebut banyak hal. Yang penting dinyatakan ada, dan pemiliknya sering dibiarkan tidak disebut namanya. Yang penting dinyatakan ada, dan pemiliknya sering dibiarkan tidak disebut namanya. Cara itu berulang cukup sering di surah ini sehingga ia menjadi ciri susunannya sendiri.
- Akar kata pertamanya dipakai Allah di 121 ayat, antara lain 2:236, 13:8, 54:49, dan 65:3. Kalau setiap yang ditumbuhkan sudah punya batas waktu sejak sebelum ia tampak, batas apa yang sedang berjalan pada diri kita tanpa kita ketahui? Setiap yang ditumbuhkan sudah punya batas waktu sejak sebelum ia tampak. Batas yang tidak diberitahukan tetap berjalan, dan ketidaktahuan seseorang tidak membuatnya berhenti.