فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
Lalu Kami tentukan, maka Kami adalah sebaik-baik penentu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَfa-qadarnaa fa-ni'ma l-qaadiruunalalu Kami tentukan, maka Kami adalah sebaik-baik penentu
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَقَدَرْنَاfa-qadarnaamaka Kami menentukan
- فَنِعْمَfa-ni'mamaka sebaik-baik
- الْقَادِرُونَl-qaadiruunayang berkuasa
Inti bacaan
Pengakuan kualitas perencanaan yang unggul: 'lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu', klaim keunggulan dalam perencanaan dan penentuan, standar tertinggi yang tidak tertandingi dalam mengatur proses kehidupan.
Penjelasan pilihan kata
Kata 'Kami' pada 'Kami adalah sebaik-baik penentu' (فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ, fa ni'ma al-qaadiruun) dipertahankan tanpa kurung sebagai subjek gramatikal wajib bagi eksklamasi 'ni'ma l-qaadiruuna': konteks 'fa-qadarnaa' (Kami tentukan) sebelumnya membuat rujukan 'Kami' tidak ambigu.
Kata (فَقَدَرْنَا, fa qadarnaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (الْقَادِرُونَ, al-qaadiruun) juga muncul 1 kali.
Akar (فَقَدَرْنَا, fa qadarnaa) dipakai di 121 ayat, antara lain 2:236, 13:8, 54:49, dan 65:3. Dua kata sekali pakai dari akar sesering itu berdiri di satu ayat.
Perhatikan bahwa (فَقَدَرْنَا, fa qadarnaa) dan (الْقَادِرُونَ, al-qaadiruun) seakar, dan 77:22 memuat satu lagi. Tiga sebutan seakar berdiri di dua ayat berurutan.
Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar mengisi hampir seluruh dua ayat penutup bagian ini.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian yang dibuka di 77:20. Empat ayat berjalan sejak sana, dan yang terakhir berisi pujian.
Susunan itu berbeda dari bagian sebelumnya. Bagian di 77:16 sampai 77:18 ditutup ancaman, dan bagian ini ditutup pujian.
Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian berurutan berakhir dengan nada yang berlawanan.
Perhatikan bahwa pujian itu tetap disusul refrein di 77:24. Ancaman datang sesudah pujian, tanpa satu kata penghubung.
Susunan itu tajam. Yang baru saja dipuji kekuasaannya, di ayat berikutnya disebut mengancam yang mendustakan.
Perhatikan bahwa kata (فَنِعْمَ, fa ni'ma) menyatakan pujian. Ia satu-satunya kata pujian di seluruh surah ini.
Kekhususan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa lima puluh ayat surah ini memuat satu kata pujian saja.
Kata (الْقَادِرُونَ, al-qaadiruun) berbentuk jamak, sama seperti kata kerja sebelumnya. Bentuk jamak itu dipakai sejak 77:16 dan berlanjut sampai ayat ini.
Perhatikan pula bahwa pujian di ayat ini ditujukan kepada pembicaranya sendiri. Yang memuji dan yang dipuji adalah pihak yang sama.
Cara seperti itu tidak lazim di antara manusia. Yang memuji dirinya sendiri biasanya kehilangan kepercayaan pendengarnya.
Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pujian di sini datang sesudah bukti diberikan, bukan sebelumnya.
Perhatikan pula bahwa urutan itu penting. Empat ayat menyebut bukti lebih dulu, dan pujiannya menyusul di ujung.
Susunan seperti itu menaruh kesimpulan sesudah alasannya. Pembacanya sudah memeriksa buktinya sebelum pujiannya terdengar.
Perhatikan pula bahwa bagian ini ditutup pujian, dan bagian sebelumnya ditutup ancaman. Dua bagian berurutan berakhir dengan dua nada yang berlawanan.
Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa nada penutup bagiannya tidak seragam.
Yang seragam cuma refrein sesudahnya. Apa pun nada bagiannya, kalimat penutup surahnya selalu sama.
Tafsiran
Ayat ini menutup kelompok argumen penciptaan dengan penegasan kesempurnaan penentuan Allah. Ayat ini menutup bagian tentang penciptaan dengan satu-satunya pujian di seluruh surahnya. Kedua kata pokoknya sama-sama muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 121 ayat, antara lain 2:236, 13:8, 54:49, dan 65:3.
Ayat ini memuat dua kata seakar, dan ayat sebelumnya memuat satu lagi, sehingga tiga kata seakar berdiri di dua ayat berurutan. Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu dengan satu kalimat pun.
Ayat ini menutup bagian yang dibuka di 77:20, dan bagian itu berjalan empat ayat. Susunannya berbeda dari bagian sebelumnya, karena bagian di 77:16 sampai 77:18 ditutup ancaman sedangkan bagian ini ditutup pujian.
Pujian itu tetap disusul refrein di 77:24 tanpa satu kata penghubung, sehingga yang baru saja dipuji kekuasaannya di ayat berikutnya disebut mengancam yang mendustakan.
Kata ketiganya menyatakan pujian dan merupakan satu-satunya kata pujian di seluruh surah ini, dan Al-Qur'an tidak menerangkan kekhususan itu. Pujian di ayat ini ditujukan kepada pembicaranya sendiri, dan cara seperti itu tidak lazim di antara manusia karena yang memuji dirinya sendiri biasanya kehilangan kepercayaan pendengarnya. Bedanya, pujian di sini datang sesudah bukti diberikan dan bukan sebelumnya, karena empat ayat menyebut bukti lebih dulu dan pujiannya menyusul di ujung. Bagian ini ditutup pujian sedangkan bagian sebelumnya ditutup ancaman, sehingga nada penutup bagiannya tidak seragam meskipun refrein sesudahnya selalu sama.
Renungan dan Hikmah
- Kedua kata pokok ayat ini sama-sama dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 121 ayat. Dua kata sekali pakai dari akar sesering itu berdiri berdampingan di satu ayat pendek. Akar yang terdengar di mana-mana muncul di sini dalam dua rupa yang tidak dipakai lagi. Akar yang terdengar di mana-mana muncul di sini dalam dua rupa yang tidak dipakai lagi. Dua kata sekali pakai berdiri berdampingan di dalam satu ayat yang cuma tiga patah panjangnya. Kepadatan sebesar itu tidak lazim di ayat sependek ini.
- Ayat ini memuat dua kata seakar, dan 77:22 memuat satu lagi, sehingga tiga kata seakar berdiri di dua ayat berurutan. Allah tidak menandai penumpukan itu. Satu bunyi dasar mengisi hampir seluruh dua ayat penutup bagian ini, dan pengulangan itu terdengar sebelum artinya dipikirkan. Satu bunyi dasar mengisi hampir seluruh dua ayat penutup bagian ini. Pengulangan itu terdengar sebelum artinya dipikirkan, dan telinga menangkapnya jauh lebih dulu daripada pikiran.
- Bagian di 77:16 sampai 77:18 ditutup Allah dengan ancaman, sedangkan bagian ini ditutup dengan pujian. Pujian itu tetap disusul refrein di 77:24 tanpa satu kata penghubung. Yang baru saja dipuji kekuasaannya, di ayat berikutnya disebut mengancam mereka yang mendustakan. Yang baru saja dipuji kekuasaannya, di ayat berikutnya disebut mengancam mereka yang mendustakan. Dua nada yang berlawanan berdiri bersebelahan tanpa satu kata penghubung pun di antaranya. Pembacanya berpindah dari kagum ke gentar dalam satu tarikan.
- Kata ketiganya menyatakan pujian, dan ia satu-satunya kata pujian di seluruh lima puluh ayat surah ini. Allah tidak menerangkan kekhususan itu. Sebuah pujian yang berdiri sendirian di tengah surah yang penuh peringatan menarik perhatian justru karena ia tidak punya teman. Sebuah pujian yang berdiri sendirian di tengah surah yang penuh peringatan menarik perhatian justru karena ia tidak punya teman. Satu kata di antara lima puluh ayat mudah terlewat, dan justru itulah yang membuatnya khas.
- Kata terakhirnya berbentuk jamak, sama seperti kata kerja sebelumnya, dan Allah memakai bentuk itu sejak 77:16 sampai ayat ini. Delapan ayat berturut-turut memakai bentuk yang sama. Keseragaman sepanjang itu mengikat dua bagian yang isinya berbeda menjadi satu suara. Keseragaman sepanjang itu mengikat dua bagian yang isinya berbeda menjadi satu suara. Yang membinasakan dan yang mencipta terdengar sebagai satu pihak yang sama, bukan dua pihak berbeda.
- Allah menutup bukti penciptaan ini dengan menyebut diri-Nya sebaik-baik yang berkuasa menentukan. Kalau bukti kuasa itu diletakkan di dalam tubuh orang yang membacanya, bukti apa lagi yang masih perlu dicari di luar dirinya? Bukti kuasa itu diletakkan di dalam tubuh orang yang membacanya. Tidak ada perjalanan yang perlu ditempuh untuk memeriksanya, dan tidak ada satu alat pun yang perlu disiapkan. Buktinya sudah dibawa ke mana pun pembacanya pergi.