وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Celakalah pada hari itu bagi para pendusta.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَwaylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiinacelakalah pada hari itu bagi para pendusta

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَيْلٌwayluncelakalah
  2. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  3. لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta

Inti bacaan

Refrein keempat sebelum rincian konsekuensi: 'celakalah pada hari itu para pendusta', transisi menuju deskripsi lebih detail tentang nasib yang akan dihadapi, pengulangan yang mempersiapkan pembaca untuk gambaran konkret berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

Refrain distandarkan, konsisten dengan 77:15.

Kalimat (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, wailun yauma-idzin lil-mukadzdzibiin) muncul untuk keempat kalinya di surah ini. Kemunculan sebelumnya di 77:15, 77:19, dan 77:24.

Perhatikan bahwa empat kemunculan pertamanya sudah menutup empat jenis bukti yang berbeda. Yang pertama menutup tanda alam, yang kedua sejarah, yang ketiga tubuh, dan yang keempat bumi.

Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kalimat yang sama menutup empat jenis pembuktian. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.

Perhatikan bahwa jarak refrein ini dari yang sebelumnya tiga ayat. Jarak sebelumnya empat ayat, dan sebelum itu tiga ayat.

Jadi jaraknya berselang-seling di empat kemunculan pertamanya. Tiga, empat, lalu tiga lagi.

Al-Qur'an tidak menandai pola itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jaraknya tidak tetap dan tidak pula acak sepenuhnya.

Perhatikan bahwa sesudah ayat ini pola surahnya berubah. Bagian berikutnya tidak lagi berisi bukti, melainkan perintah dan gambaran.

Jadi refrein keempat ini berdiri di batas antara dua bagian besar. Yang sebelumnya berisi bukti, dan yang sesudahnya berisi akibat.

Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian besar itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa empat bagian pertama seluruhnya berupa bukti.

Perhatikan bahwa empat bagian bukti itu memakai jenis yang berbeda-beda. Tidak satu pun mengulang jenis yang sudah dipakai.

Susunan itu menutup ruang untuk menolak. Yang membantah satu jenis bukti masih berhadapan dengan tiga jenis lainnya.

Perhatikan bahwa refrein ini sudah muncul empat kali dalam dua puluh delapan ayat. Perbandingannya kira-kira satu banding tujuh di bagian pertama surahnya.

Di bagian kedua perbandingannya berubah. Enam kemunculan sisanya berdesak di dua puluh dua ayat terakhir.

Al-Qur'an tidak menandai perubahan kerapatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa refreinnya datang makin sering menjelang akhir.

Perhatikan bahwa kerapatan itu sejalan dengan isinya. Bagian akhir surahnya berisi gambaran yang makin keras.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua hal itu berubah bersamaan.

Perhatikan pula bahwa refrein ini menutup bagian yang isinya pemberian, sama seperti di 77:24. Dua refrein berturut-turut menutup dua bagian yang isinya nikmat.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian nikmat berdiri berurutan lalu ditutup dengan ancaman yang sama.

Perhatikan pula bahwa sesudah ini tidak ada lagi bagian yang isinya pemberian sampai 77:41. Tiga belas ayat berjalan tanpa satu nikmat pun disebut.

Rentang itu yang terpanjang di surahnya. Al-Qur'an tidak menandai panjangnya.

Perhatikan pula bahwa rentang itu berisi gambaran hukuman yang paling rinci di surah ini. Lima ayat dari 77:29 sampai 77:33 melukiskannya berturut-turut.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain celaan menutup kelompok argumen penataan bumi. Ayat ini adalah kemunculan keempat refrein, dan ia menutup bagian bukti yang terakhir. Kemunculan sebelumnya di 77:15, 77:19, dan 77:24, sehingga empat kemunculan pertamanya sudah menutup empat jenis bukti yang berbeda.

Yang pertama menutup tanda alam, yang kedua sejarah, yang ketiga tubuh, dan yang keempat bumi. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu dengan satu kalimat pun.

Jarak refrein ini dari yang sebelumnya tiga ayat, sedangkan jarak sebelumnya empat ayat dan sebelum itu tiga ayat. Jadi jaraknya berselang-seling di empat kemunculan pertamanya, yaitu tiga, empat, lalu tiga lagi.

Sesudah ayat ini pola surahnya berubah, karena bagian berikutnya tidak lagi berisi bukti melainkan perintah dan gambaran. Refrein keempat ini karena itu berdiri di batas antara dua bagian besar surahnya.

Refrein ini sudah muncul empat kali dalam dua puluh delapan ayat, sedangkan enam kemunculan sisanya berdesak di dua puluh dua ayat terakhir, sehingga kerapatannya bertambah menjelang akhir seiring isinya yang makin keras. Refrein ini menutup bagian yang isinya pemberian, sama seperti di 77:24, sehingga dua refrein berturut-turut menutup dua bagian yang isinya nikmat. Sesudah ini tidak ada lagi bagian yang isinya pemberian sampai 77:41, sehingga tiga belas ayat berjalan tanpa satu nikmat pun disebut, dan rentang itu yang terpanjang di surahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Empat kemunculan pertama refrein ini menutup empat jenis bukti yang berbeda, yaitu tanda alam, sejarah, tubuh, dan bumi. Allah memakai kalimat penutup yang sama untuk keempatnya. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu, dan ia cuma terlihat kalau keempat bagian dibaca berurutan. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu, dan ia cuma terlihat kalau keempat bagian dibaca berurutan. Empat jenis bukti yang berbeda ditutup dengan satu kalimat yang sama persis, tanpa satu huruf pun yang diubah.
  • Jarak refrein ini dari yang sebelumnya tiga ayat, sedangkan jarak sebelumnya empat ayat dan sebelum itu tiga ayat. Jadi jaraknya berselang-seling di empat kemunculan pertamanya. Allah tidak menandai pola itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa jaraknya tidak tetap dan tidak pula acak sepenuhnya. Allah tidak menandai pola itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa jaraknya tidak tetap dan tidak pula acak sepenuhnya. Tiga, empat, lalu tiga lagi adalah pola yang cuma terlihat kalau jaraknya dihitung satu per satu.
  • Sesudah ayat ini pola surahnya berubah, karena bagian berikutnya tidak lagi berisi bukti melainkan perintah dan gambaran. Refrein keempat berdiri di batas antara dua bagian besar surahnya. Allah tidak menyatakan pembagian besar itu, dan pembacanya harus mengenalinya dari isinya sendiri. Allah tidak menyatakan pembagian besar itu, dan pembacanya harus mengenalinya dari isinya sendiri. Bagian bukti berakhir tepat di sini, dan bagian tentang akibat dimulai di ayat berikutnya tanpa jeda.
  • Empat bagian bukti di surah ini memakai jenis yang berbeda-beda, dan tidak satu pun mengulang jenis yang sudah dipakai. Susunan itu menutup ruang untuk menolak. Yang membantah satu jenis bukti masih berhadapan dengan tiga jenis lainnya yang belum tersentuh bantahannya. Yang membantah satu jenis bukti masih berhadapan dengan tiga jenis lainnya yang belum tersentuh bantahannya. Empat jenis bukti yang berbeda menutup empat jalan keluar sekaligus, dan tidak satu pun dibiarkan terbuka.
  • Refrein ini sudah muncul empat kali dalam dua puluh delapan ayat, sedangkan enam kemunculan sisanya berdesak di dua puluh dua ayat terakhir. Allah tidak menandai perubahan kerapatan itu. Refreinnya datang makin sering menjelang akhir, dan kerapatan itu sejalan dengan isinya yang makin keras. Refreinnya datang makin sering menjelang akhir, dan kerapatan itu sejalan dengan isinya yang makin keras. Dua hal itu berubah bersamaan tanpa satu kalimat pun yang menghubungkan keduanya secara terang.
  • Sesudah empat jenis bukti diberikan Allah dan empat kali diancam, surah ini masih berjalan dua puluh dua ayat lagi. Kalau empat jenis bukti dan empat peringatan belum dianggap cukup, apa sebenarnya yang paling sulit ditembus di dalam diri manusia? Empat jenis bukti sudah diberikan dan empat peringatan sudah diucapkan, dan surahnya masih berjalan dua puluh dua ayat lagi. Panjang sisanya menunjukkan bahwa yang hendak dicapai bukan sekadar penyampaian keterangan kepada pembacanya.