وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Celakalah pada hari itu bagi para pendusta.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَwaylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiinacelakalah pada hari itu bagi para pendusta
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَيْلٌwayluncelakalah
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta
Inti bacaan
Refrein kelima setelah deskripsi visual: 'celakalah pada hari itu para pendusta', pengulangan yang menegaskan konsekuensi setelah rangkaian gambaran mengerikan yang telah dipaparkan.
Penjelasan pilihan kata
Refrain distandarkan, konsisten dengan 77:15.
Kalimat (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, wailun yauma-idzin lil-mukadzdzibiin) muncul untuk kelima kalinya di surah ini. Empat kemunculan sebelumnya di 77:15, 77:19, 77:24, dan 77:28.
Perhatikan bahwa ini kemunculan pertamanya sesudah gambaran hukuman. Empat kemunculan sebelumnya menutup bagian yang berisi bukti.
Al-Qur'an tidak menandai pergeseran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa refreinnya kini menutup jenis bagian yang baru. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.
Perhatikan bahwa jaraknya dari refrein sebelumnya lima ayat. Itu jarak terjauh di seluruh surahnya.
Jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, dan tiga ayat. Sesudah ini jaraknya memendek terus.
Al-Qur'an tidak menandai perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jarak terjauh berdiri tepat di tengah surahnya.
Perhatikan bahwa ayat ini adalah refrein di tengah. Lima kemunculan mendahuluinya, dan lima kemunculan menyusulinya.
Jadi ayat ini membelah sepuluh refreinnya menjadi dua bagian yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu.
Perhatikan bahwa surahnya juga terbelah di dekat sini. Ayat ini yang ke tiga puluh empat dari lima puluh.
Perhatikan bahwa isi sesudah ayat ini berubah. Bagian berikutnya berbicara tentang mulut yang tidak bisa berkata.
Perubahan itu tidak diberi satu penanda pun. Refreinnya sama, dan yang berubah cuma apa yang datang sesudahnya.
Perhatikan bahwa refrein ini menutup bagian yang paling rinci di surahnya. Lima ayat melukiskan naungan, nyala, percikan, dan warnanya.
Sesudah gambaran serinci itu, yang datang cuma satu kalimat ancaman. Al-Qur'an tidak menambahkan satu keterangan pun.
Perhatikan bahwa kalimat ancaman itu tidak berubah meskipun bagiannya paling keras. Bentuknya sama dengan yang menutup bagian tentang nikmat di 77:24.
Ketetapan susunan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kalimat menutup isi yang paling lembut dan isi yang paling keras.
Perhatikan bahwa cara itu membuat refreinnya tidak bisa dibaca sebagai penilaian atas bagiannya. Ia menutup, dan tidak menimbang.
Yang menimbang justru pembacanya sendiri. Ia yang mengukur seberapa berat bagian yang baru saja ditutup.
Perhatikan pula bahwa refrein ini menutup lima ayat gambaran tanpa menambah satu keterangan pun. Ia tidak menyebut siapa yang di dalamnya, dan tidak menyebut berapa lama.
Ketiadaan keterangan itu berlaku di seluruh sepuluh kemunculannya. Tidak satu pun disertai rincian tentang bagian yang ditutupnya.
Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa penutupnya sengaja dibiarkan sama di mana pun ia berdiri.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain celaan menutup gambaran azab naungan dan api. Ayat ini adalah kemunculan kelima refrein, dan yang pertama sesudah gambaran hukuman. Empat kemunculan sebelumnya di 77:15, 77:19, 77:24, dan 77:28 menutup bagian yang berisi bukti.
Jaraknya dari refrein sebelumnya lima ayat, dan itu jarak terjauh di seluruh surahnya. Jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, dan tiga ayat, sedangkan sesudah ini jaraknya memendek terus.
Ayat ini adalah refrein di tengah, karena lima kemunculan mendahuluinya dan lima kemunculan menyusulinya. Jadi ia membelah sepuluh refreinnya menjadi dua bagian yang sama, dan Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu.
Isi sesudah ayat ini berubah, karena bagian berikutnya berbicara tentang mulut yang tidak bisa berkata. Perubahan itu tidak diberi satu penanda pun, sebab refreinnya sama dan yang berubah cuma apa yang datang sesudahnya.
Refrein ini menutup bagian yang paling rinci di surahnya, karena lima ayat melukiskan naungan, nyala, percikan, dan warnanya. Bentuk kalimatnya tetap sama dengan yang menutup bagian tentang nikmat di 77:24, sehingga satu kalimat menutup isi yang paling lembut dan isi yang paling keras. Refrein ini menutup lima ayat gambaran tanpa menambah satu keterangan pun, karena ia tidak menyebut siapa yang di dalamnya dan tidak menyebut berapa lama. Ketiadaan keterangan itu berlaku di seluruh sepuluh kemunculannya, sebab tidak satu pun disertai rincian tentang bagian yang ditutupnya. Penutupnya sengaja dibiarkan sama di mana pun ia berdiri.
Renungan dan Hikmah
- Ini kemunculan pertama refrein sesudah gambaran hukuman, sedangkan empat kemunculan sebelumnya menutup bagian yang berisi bukti. Allah tidak menandai pergeseran itu dengan satu kalimat pun. Refreinnya kini menutup jenis bagian yang baru, dan bentuknya tetap tidak berubah sedikit pun. Refreinnya kini menutup jenis bagian yang sama sekali baru, dan susunannya tetap tidak berubah sedikit pun. Empat kemunculan sebelumnya menutup bagian bukti, sedangkan yang ini menutup gambaran hukuman.
- Jarak refrein ini dari yang sebelumnya lima ayat, dan itu jarak terjauh di seluruh surahnya. Jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, dan tiga ayat, sedangkan sesudah ini jaraknya memendek terus. Jarak terjauh berdiri tepat di tengah surahnya, dan Allah tidak menandai perubahan itu. Jarak terjauh berdiri tepat di tengah surahnya, dan Allah tidak menandai perubahan itu. Sesudah ayat ini jaraknya memendek terus sampai tinggal satu ayat saja menjelang penutup surahnya.
- Lima kemunculan refrein mendahului ayat ini, dan lima kemunculan menyusulinya. Allah membelah sepuluh refreinnya menjadi dua bagian yang sama besar. Ayat ini juga yang ke tiga puluh empat dari lima puluh, sehingga ia berdiri di dekat titik tengah surahnya. Ayat ini juga yang ke tiga puluh empat dari lima puluh, sehingga ia memang berdiri di dekat titik tengah surahnya. Pembelahan sepuluh kemunculannya menjadi dua bagian yang sama besar itu tidak pernah diumumkan di mana pun.
- Lima ayat sebelumnya melukiskan naungan, nyala, percikan, dan warnanya, dan itu bagian paling rinci di surahnya. Sesudah gambaran serinci itu, Allah cuma menaruh satu kalimat ancaman tanpa satu keterangan tambahan. Kependekan penutupnya berlawanan dengan panjang gambarannya. Kependekan penutupnya berlawanan sekali dengan panjang gambaran yang mendahuluinya. Lima ayat melukiskan dengan sangat rinci, lalu satu kalimat menutup semuanya tanpa menambah apa pun.
- Bentuk kalimat ini tetap sama dengan yang menutup bagian tentang nikmat di 77:24. Allah memakai satu kalimat untuk menutup isi yang paling lembut dan isi yang paling keras. Ketetapan bentuk itu membuat refreinnya tidak bisa dibaca sebagai penilaian atas bagiannya, karena ia menutup dan tidak menimbang. Ketetapan susunan itu membuat refreinnya tidak mungkin dibaca sebagai penilaian atas bagian yang ditutupnya. Ia menutup dan tidak menimbang, sehingga pembacanya sendirilah yang harus menimbang apa yang baru dibacanya.
- Refrein yang tidak berubah tidak memberi tahu seberapa berat bagian yang baru saja ditutup. Yang menimbang justru pembacanya sendiri. Kalau penilaian diserahkan kepada yang membaca, apa yang terjadi pada orang yang membacanya tanpa berhenti sejenak untuk menimbang? Refrein yang tidak berubah tidak memberi tahu seberapa berat bagian yang baru saja ditutup. Kalau penilaian diserahkan kepada yang membaca, apa yang terjadi pada orang yang membacanya tanpa berhenti sejenak?