وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Celakalah pada hari itu bagi para pendusta.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَwaylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiinacelakalah pada hari itu bagi para pendusta
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَيْلٌwayluncelakalah
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta
Inti bacaan
Refrein keenam setelah gambaran keheningan: 'celakalah pada hari itu para pendusta', pengulangan yang menegaskan bobot situasi tanpa kemampuan bicara atau membela diri.
Penjelasan pilihan kata
Refrain distandarkan, konsisten dengan 77:15.
Kalimat (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, wailun yauma-idzin lil-mukadzdzibiin) muncul untuk keenam kalinya di surah ini. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.
Perhatikan bahwa jaraknya dari refrein sebelumnya cuma dua ayat. Itu jarak terpendek sejauh ini di surahnya.
Jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, tiga, dan lima ayat. Sesudah jarak terjauh di 77:34, jaraknya langsung menyusut jadi dua.
Al-Qur'an tidak menandai penyusutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perubahannya terjadi mendadak, bukan bertahap.
Perhatikan bahwa refrein ini menutup bagian yang isinya kesunyian. Bagian sebelumnya penuh gerak, dan bagian ini tidak berbunyi.
Jadi kalimat ancaman yang sama menutup dua bagian yang bunyinya berlawanan. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa refrein ini sendiri berupa suara. Ia berbunyi di bagian yang isinya justru ketiadaan suara.
Perbandingan itu tajam. Yang dibicarakan tidak bisa berbicara, dan yang membicarakannya tetap bersuara.
Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu-satunya suara di bagian ini adalah suara yang mengancam.
Perhatikan bahwa refrein ini yang keenam dari sepuluh. Empat kemunculan masih menyusul di 77:40, 77:45, 77:47, dan 77:49.
Jarak empat kemunculan terakhir itu berturut-turut dua, empat, satu, dan satu ayat. Dua jarak terakhirnya yang terpendek di seluruh surahnya.
Al-Qur'an tidak menandai pemendekan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa refreinnya datang makin rapat menjelang penutup.
Perhatikan bahwa kerapatan itu mengubah cara membacanya. Di bagian awal ia terdengar sebagai penutup bagian, dan di bagian akhir ia hampir menjadi isi bagian itu sendiri.
Al-Qur'an tidak menyatakan perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perbandingan antara isi dan penutupnya bergeser terus.
Perhatikan bahwa di bagian akhir surahnya satu ayat isi diapit dua refrein. Susunan itu terjadi di 77:46 dan 77:48.
Jadi refreinnya kelak lebih banyak daripada isinya di rentang itu. Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu dengan satu kalimat pun.
Perhatikan pula bahwa refrein ini berdiri sesudah dua ayat yang sama-sama menyangkal. Bagian yang ditutupnya tidak memuat satu pernyataan yang positif pun.
Keadaan itu belum pernah terjadi sebelumnya di surah ini. Bagian-bagian sebelumnya selalu memuat sesuatu yang dinyatakan ada.
Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bagian yang seluruhnya kosong pun ditutup dengan kalimat yang sama.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain celaan menutup gambaran kebisuan para pendosa. Ayat ini adalah kemunculan keenam refrein, dan jaraknya dari yang sebelumnya cuma dua ayat. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.
Jarak dua ayat itu yang terpendek sejauh ini di surahnya, sedangkan jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, tiga, dan lima ayat. Sesudah jarak terjauh di 77:34, jaraknya langsung menyusut jadi dua tanpa tahap peralihan.
Refrein ini menutup bagian yang isinya kesunyian, sedangkan bagian sebelumnya penuh gerak. Jadi kalimat ancaman yang sama menutup dua bagian yang bunyinya berlawanan, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Refrein ini sendiri berupa suara, dan ia berbunyi di bagian yang isinya justru ketiadaan suara. Yang dibicarakan tidak bisa berbicara, sedangkan yang membicarakannya tetap bersuara.
Ini refrein keenam dari sepuluh, dan empat kemunculan masih menyusul di 77:40, 77:45, 77:47, dan 77:49 dengan jarak berturut-turut dua, empat, satu, dan satu ayat. Dua jarak terakhirnya yang terpendek di seluruh surahnya. Refrein ini berdiri sesudah dua ayat yang sama-sama menyangkal, sehingga bagian yang ditutupnya tidak memuat satu pernyataan yang positif pun. Keadaan itu belum pernah terjadi sebelumnya di surah ini, karena bagian-bagian sebelumnya selalu memuat sesuatu yang dinyatakan ada. Bagian yang seluruhnya kosong pun ditutup dengan kalimat yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Jarak refrein ini dari yang sebelumnya cuma dua ayat, dan itu yang terpendek sejauh ini di surahnya. Jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, tiga, dan lima ayat. Sesudah jarak terjauh di 77:34, Allah langsung menyusutkannya jadi dua tanpa tahap peralihan. Jarak sebelumnya berturut-turut tiga, empat, tiga, dan lima ayat, sedangkan di sini ia menyusut menjadi dua saja. Perubahan mendadak seperti itu membuat kedatangannya terasa jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan pembacanya.
- Refrein ini menutup bagian yang isinya kesunyian, sedangkan bagian sebelumnya penuh gerak dan warna. Allah memakai kalimat ancaman yang sama untuk menutup dua bagian yang bunyinya berlawanan. Penutup yang tidak berubah menyatakan bahwa keduanya bermuara ke tempat yang sama. Penutup yang tidak pernah berubah menyatakan bahwa keduanya bermuara ke tempat yang satu dan sama. Yang penuh gerak dan yang sunyi sama-sama berakhir pada satu kalimat yang sama, tanpa berubah sedikit pun.
- Refrein ini sendiri berupa suara, dan ia berbunyi di bagian yang isinya justru ketiadaan suara. Yang dibicarakan tidak bisa berbicara, sedangkan yang membicarakannya tetap bersuara. Satu-satunya suara di bagian ini adalah suara yang mengancam, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Satu-satunya suara yang terdengar di bagian ini adalah suara yang mengancam, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang bisu dibicarakan oleh yang tetap bersuara, dan jarak di antara keduanya tidak bisa dijembatani apa pun.
- Ini refrein keenam dari sepuluh, dan Allah masih akan memakainya di 77:40, 77:45, 77:47, dan 77:49. Jarak empat kemunculan terakhir itu berturut-turut dua, empat, satu, dan satu ayat. Dua jarak terakhirnya yang terpendek di seluruh surahnya. Dua jarak terakhirnya adalah yang terpendek di seluruh surahnya, yaitu cuma satu ayat saja. Kerapatan itu membuat penutupnya hampir bersambung, dengan isi yang tinggal satu ayat saja di antara keduanya.
- Di bagian awal surahnya refrein terdengar sebagai penutup bagian, dan di bagian akhir ia hampir menjadi isi bagian itu sendiri. Perbandingan antara isi dan penutupnya bergeser terus sepanjang surahnya. Allah tidak menyatakan perubahan itu, dan ia cuma terlihat kalau jaraknya dihitung. Perbandingan antara isi dan penutupnya bergeser terus di sepanjang lima puluh ayat surahnya. Allah tidak menyatakan perubahan itu, dan ia cuma terlihat kalau jarak antarrefreinnya dihitung satu per satu.
- Di bagian akhir surahnya satu ayat isi diapit dua refrein, yaitu di 77:46 dan 77:48. Refreinnya kelak lebih banyak daripada isinya di rentang itu. Kalau peringatan akhirnya lebih panjang daripada apa yang diperingatkan, apa yang sedang dikerjakan susunan seperti itu? Refreinnya kelak menjadi lebih banyak daripada isinya di rentang terakhir surahnya. Susunan seperti itu membuat peringatannya menjadi bangunan utama surahnya, dan bukan sekadar penutup tiap bagian.