هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ ۖ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ
“Inilah hari Keputusan; Kami kumpulkan kalian dan orang-orang terdahulu;
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ ۖ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَhaadzaa yawmu l-fashli jama'naakum wa-l-awwaliinainilah hari Keputusan, Kami kumpulkan kalian dan orang-orang terdahulu
Terjemahan per kata (5 kata)
- هَٰذَاhaadzaaini
- يَوْمُyawmuhari
- الْفَصْلِl-fashlikeputusan
- جَمَعْنَاكُمْjama'naakumKami mengumpulkan kalian
- وَالْأَوَّلِينَwa-l-awwaliinadan orang-orang terdahulu
Inti bacaan
Penamaan resmi momen pengumpulan: 'inilah hari Keputusan; Kami kumpulkan kalian dan orang-orang terdahulu', konfirmasi bahwa seluruh generasi manusia dikumpulkan bersama, tidak ada pengecualian berdasarkan zaman.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'inilah'. Kutip dibuka di sini, berlanjut ke 77:39: ditandai alamat orang kedua langsung yang berlanjut ke sufiks orang pertama '-ii' (terhadap-Ku) di ayat berikutnya.
Rangkaian (هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ, haadzaa yaumu al-fashl) berdiri juga di 37:21. Nama hari itu sendiri dipakai di 37:21, 44:40, 77:13, 77:14, 77:38, dan 78:17 dengan tiga ujung baris yang berbeda.
Perhatikan bahwa ini penyebutan ketiga di surah ini. Yang pertama di 77:13 sebagai jawaban, dan yang kedua di 77:14 sebagai pertanyaan.
Jadi nama yang sama muncul tiga kali dengan tiga kedudukan. Yang ketiga menyatakan bahwa harinya sudah tiba.
Al-Qur'an tidak menandai perjalanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu nama bergerak dari jawaban ke pertanyaan lalu ke pernyataan.
Kata (جَمَعْنَاكُمْ, jama'naakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (وَالْأَوَّلِينَ, wa al-awwaliin) juga muncul 1 kali.
Perhatikan bahwa yang dikumpulkan disebut kalian dan yang terdahulu. Sapaan langsung dan sebutan pihak ketiga digabung dalam satu kalimat.
Penggabungan itu tidak lazim. Yang disapa dan yang dibicarakan biasanya dipisah, dan di sini keduanya berdiri berdampingan.
Al-Qur'an tidak menerangkan penggabungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pembacanya ditaruh dalam satu barisan dengan angkatan yang sudah lama lewat.
Perhatikan bahwa yang terdahulu sudah disebut di 77:16. Di sana mereka disebut sebagai yang dibinasakan.
Jadi surah ini menyebut angkatan terdahulu dua kali. Yang pertama sebagai bukti sejarah, dan yang kedua sebagai teman sebarisan.
Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jarak antara keduanya dua puluh dua ayat.
Perhatikan bahwa pelakunya kembali disebut kami. Sejak 77:29 suaranya cuma memerintah tanpa menamai diri.
Jadi penyebutan diri itu kembali sesudah sembilan ayat. Al-Qur'an tidak menandai kembalinya.
Perhatikan bahwa ayat ini membuka bagian dua ayat, sama seperti bagian sebelumnya. Dari 77:38 sampai 77:39, lalu refreinnya di 77:40.
Dua bagian dua ayat berturut-turut belum pernah terjadi sebelumnya di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu.
Perhatikan bahwa (هَٰذَا, haadzaa) dipakai lagi di sini, sama seperti di 77:35. Dua bagian berturut-turut dibuka dengan penunjuk yang sama.
Kesamaan pembuka itu mengikat keduanya. Al-Qur'an tidak menyatakan ikatan itu dengan satu kalimat pun.
Perhatikan pula bahwa (جَمَعْنَاكُمْ, jama'naakum) menyatakan pengumpulan sudah selesai. Bentuk lampau yang dipakainya menyebut pekerjaan yang sudah dikerjakan.
Padahal harinya belum tiba bagi pembacanya. Cara seperti itu menyatakan kepastian, bukan waktu terjadinya.
Cara itu dipakai juga di surah bertetangga. Di 78:17 hari pemisahan disebut dengan bentuk lampau meskipun belum tiba.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan bahwa hari pemisahan sudah tiba dan semuanya sudah dikumpulkan. Rangkaian tiga kata pertamanya berdiri juga di 37:21, sedangkan nama hari itu sendiri dipakai di 37:21, 44:40, 77:13, 77:14, 77:38, dan 78:17 dengan tiga ujung baris yang berbeda.
Ini penyebutan ketiga di surah ini, sesudah 77:13 sebagai jawaban dan 77:14 sebagai pertanyaan. Jadi satu nama bergerak dari jawaban ke pertanyaan lalu ke pernyataan bahwa harinya sudah tiba.
Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya juga muncul 1 kali. Yang dikumpulkan disebut kalian dan yang terdahulu, sehingga sapaan langsung dan sebutan pihak ketiga digabung dalam satu kalimat.
Penggabungan itu tidak lazim, karena yang disapa dan yang dibicarakan biasanya dipisah. Pembacanya ditaruh dalam satu barisan dengan angkatan yang sudah lama lewat, dan mereka sudah disebut di 77:16 sebagai yang dibinasakan.
Pelakunya kembali disebut kami sesudah sembilan ayat, karena sejak 77:29 suaranya cuma memerintah tanpa menamai diri. Ayat ini juga membuka bagian dua ayat, sama seperti bagian sebelumnya, dan dua bagian dua ayat berturut-turut belum pernah terjadi sebelumnya di surah ini. Ayat ini menyatakan pengumpulan sudah selesai, karena bentuk lampau yang dipakainya menyebut pekerjaan yang sudah dikerjakan, padahal harinya belum tiba bagi pembacanya. Bentuk lampau untuk yang belum terjadi menyatakan kepastian dan bukan waktu, dan cara itu dipakai juga di 78:17 ketika hari pemisahan disebut dengan bentuk lampau meskipun belum tiba.
Renungan dan Hikmah
- Ini penyebutan ketiga nama hari itu di surah ini, sesudah 77:13 sebagai jawaban dan 77:14 sebagai pertanyaan. Allah memakainya di sini untuk menyatakan bahwa harinya sudah tiba. Satu nama bergerak dari jawaban ke pertanyaan lalu ke pernyataan, dan Al-Qur'an tidak menandai perjalanan itu. Satu nama bergerak dari jawaban ke pertanyaan lalu ke pernyataan, dan Al-Qur'an sama sekali tidak menandai perjalanan itu. Tiga kedudukan itu tersebar di tiga bagian surahnya yang berbeda, yaitu di awal, di tengah, dan menjelang akhir.
- Allah menyebut yang dikumpulkan sebagai kalian dan yang terdahulu, sehingga sapaan langsung dan sebutan pihak ketiga digabung dalam satu kalimat. Penggabungan itu tidak lazim, karena keduanya biasanya dipisah. Pembacanya ditaruh dalam satu barisan dengan angkatan yang sudah lama lewat. Pembacanya ditaruh dalam satu barisan yang sama dengan angkatan yang sudah lama lewat. Sapaan langsung dan sebutan pihak ketiga digabung dalam satu kalimat pendek tanpa satu kata pemisah.
- Angkatan terdahulu sudah disebut Allah di 77:16 sebagai yang dibinasakan, dan di sini sebagai teman sebarisan. Jarak antara keduanya dua puluh dua ayat, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang tadinya dipakai sebagai bukti kini berdiri di barisan yang sama dengan pembacanya. Yang tadinya cuma dipakai sebagai bukti kini berdiri di barisan yang sama dengan pembacanya. Jarak dua puluh dua ayat memisahkan kedua penyebutan itu, dan tidak ada satu penunjuk pun yang dipasang di antaranya.
- Pelakunya kembali disebut kami di sini sesudah sembilan ayat, karena sejak 77:29 suaranya cuma memerintah tanpa menamai diri. Allah tidak menandai kembalinya. Suara yang muncul lagi sesudah diam panjang terdengar lebih tegas daripada suara yang tidak pernah berhenti. Suara yang muncul lagi sesudah diam yang panjang terdengar lebih tegas daripada suara yang tidak pernah berhenti. Sembilan ayat penuh berjalan dalam kesunyian sebelum penyebutan diri itu akhirnya kembali terdengar.
- Ayat ini membuka bagian dua ayat, sama seperti bagian sebelumnya, dan dua bagian dua ayat berturut-turut belum pernah terjadi sebelumnya di surah ini. Kedua bagian itu juga dibuka dengan penunjuk yang sama. Kesamaan pembuka itu mengikat keduanya tanpa satu kalimat penghubung. Kesamaan pembuka itu mengikat kedua bagian tanpa satu kalimat penghubung pun. Dua bagian dua ayat yang berturut-turut belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang surah ini.
- Allah menyebut pembacanya dan angkatan yang sudah lama lewat dikumpulkan bersama dalam satu kalimat pendek. Jarak zaman yang memisahkan mereka tidak disinggung sama sekali. Kalau ribuan tahun bisa dilipat menjadi satu barisan, apa artinya jarak waktu yang selama ini terasa begitu jauh? Jarak zaman yang memisahkan mereka tidak disinggung sama sekali di dalam ayatnya. Kalau ribuan tahun bisa dilipat menjadi satu barisan, apa artinya jarak waktu yang selama ini terasa jauh?