فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
Maka jika kalian mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu daya terhadap-Ku.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِfa-in kaana lakum kaydun fa-kiiduunimaka jika kalian mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu daya terhadap-Ku
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَإِنْfa-inmaka jika
- كَانَkaanaada
- لَكُمْlakumbagi kalian
- كَيْدٌkayduntipu daya
- فَكِيدُونِfa-kiiduunimaka tipulah aku
Inti bacaan
Tantangan yang mengungkap ketakberdayaan: 'jika kalian mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu daya terhadap-Ku', konfrontasi yang membuktikan kesia-siaan strategi manipulatif yang mungkin pernah berhasil di dunia, terhadap otoritas yang tidak bisa ditipu.
Penjelasan pilihan kata
Kutip ditutup di akhir ayat ini, dikonfirmasi sufiks orang pertama '-ii' ('terhadap-Ku').
Kata (كَيْدٌ, kaidun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 12:5, 20:69, 40:25, dan 86:15.
Perhatikan bahwa di 11:55 ada tantangan yang hampir sama bunyinya. Di sana perintahnya memakai satu huruf tambahan di ujungnya.
Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua tantangan yang mirip berdiri di dua surah yang berjauhan.
Perhatikan bahwa yang di 11:55 diucapkan seorang utusan kepada kaumnya. Yang di sini diucapkan kepada mereka pada hari perhitungan.
Perbedaan kedudukan itu tajam. Yang satu tantangan di dunia, dan yang lain tantangan sesudah semuanya selesai.
Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bunyi dasar yang sama dipakai di dua keadaan yang berjauhan.
Perhatikan bahwa tantangan di sini tidak menunggu jawaban. Dua ayat sebelumnya sudah menyatakan bahwa mereka tidak bisa berbicara.
Jadi tantangannya diajukan kepada pihak yang sudah dinyatakan bisu. Susunan itu membuat tantangannya bukan tawaran, melainkan penegasan atas ketidakberdayaan.
Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa 77:35 dan 77:36 mendahului ayat ini.
Perhatikan bahwa jarak antara keduanya cuma tiga ayat. Yang menyatakan mereka bisu dan yang menantang mereka berbuat berdiri sangat berdekatan.
Kedekatan itu membuat tantangannya terdengar pahit. Yang ditantang sudah lebih dulu dinyatakan tidak sanggup.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian dua ayat. Refreinnya kembali di 77:40.
Bagian dua ayat itu yang kedua berturut-turut. Bagian sebelumnya juga dua ayat.
Al-Qur'an tidak menandai pengulangan panjang itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian sependek itu berdiri berdampingan.
Perhatikan bahwa tantangan biasanya diajukan pihak yang merasa lebih kuat. Yang menantang di sini tidak menyebut namanya sendiri.
Ketiadaan nama itu berlaku di seluruh bagian tantangan. Yang terdengar cuma suaranya, dan pemiliknya tidak dinamai.
Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa cara yang sama sudah dipakai di 77:29 dan 77:30.
Perhatikan pula bahwa (فَإِنْ, fa in) di awalnya menyatakan pengandaian. Tantangannya tidak menyatakan bahwa mereka punya tipu daya, melainkan menyebut kalau mereka punya.
Pengandaian itu menyisakan ruang yang segera terbukti kosong. Tidak ada satu ayat pun sesudahnya yang menyebut mereka menjawab.
Al-Qur'an tidak menutup pengandaian itu dengan satu kalimat pun. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya tidak pernah datang sampai surahnya habis.
Tafsiran
Ayat ini menutup tantangan retoris kepada para pendusta yang tak berdaya di hari Keputusan. Ayat ini menantang mereka melakukan tipu daya sesudah dinyatakan tidak bisa berbicara. Kata ketiganya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 12:5, 20:69, 40:25, dan 86:15.
Perhatikan bahwa di 11:55 ada tantangan yang hampir sama bunyinya, dan di sana kata perintahnya memakai satu huruf tambahan di ujungnya. Yang di 11:55 diucapkan seorang utusan kepada kaumnya, sedangkan yang di sini diucapkan kepada mereka pada hari perhitungan.
Tantangan di sini tidak menunggu jawaban, karena 77:35 dan 77:36 sudah menyatakan bahwa mereka tidak bisa berbicara dan tidak diizinkan mengajukan alasan. Jarak antara keduanya cuma tiga ayat, sehingga tantangannya terdengar pahit.
Ayat ini menutup bagian dua ayat, dan itu bagian dua ayat yang kedua berturut-turut. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan panjang itu dengan satu kalimat pun.
Tantangan biasanya diajukan pihak yang merasa lebih kuat, tetapi yang menantang di sini tidak menyebut namanya sendiri. Cara yang sama sudah dipakai di 77:29 dan 77:30. Tantangan ini memakai bentuk pengandaian, karena ia tidak menyatakan bahwa mereka punya tipu daya melainkan menyebut kalau mereka punya. Pengandaian itu menyisakan ruang yang segera terbukti kosong, sebab tidak ada satu ayat pun sesudahnya yang menyebut mereka menjawab. Al-Qur'an tidak menutup pengandaian itu dengan satu kalimat, dan yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya tidak pernah datang.
Renungan dan Hikmah
- Kata ketiganya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 12:5, 20:69, 40:25, dan 86:15. Di 11:55 ada tantangan yang hampir sama bunyinya, dan di sana perintahnya memakai satu huruf tambahan di ujungnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya, dan dua tantangan yang mirip berdiri di dua surah yang berjauhan. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya, dan dua tantangan yang mirip berdiri di dua surah yang berjauhan. Yang membandingkan keduanya akan melihat bahwa perbedaannya cuma satu huruf di ujung perintahnya.
- Yang di 11:55 diucapkan seorang utusan kepada kaumnya, sedangkan yang di sini diucapkan kepada mereka pada hari perhitungan. Satu tantangan di dunia, dan satu lagi sesudah semuanya selesai. Allah memakai bunyi dasar yang sama di dua keadaan yang berjauhan, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Allah memakai bunyi dasar yang sama di dua keadaan yang berjauhan, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Satu tantangan diajukan ketika masih ada waktu, dan satu lagi ketika waktunya sudah habis.
- Dua ayat sebelumnya sudah menyatakan bahwa mereka tidak bisa berbicara dan tidak diizinkan mengajukan alasan. Allah menantang mereka berbuat tepat sesudah itu, dengan jarak cuma tiga ayat. Tantangan yang diajukan kepada pihak yang sudah dinyatakan tidak sanggup bukan tawaran, melainkan penegasan atas ketidakberdayaannya. Tantangan yang diajukan kepada pihak yang sudah dinyatakan tidak sanggup bukan tawaran, melainkan penegasan atas ketidakberdayaannya. Jarak tiga ayat membuat keduanya terbaca sebagai satu tarikan.
- Ayat ini menutup bagian dua ayat, dan itu bagian dua ayat yang kedua berturut-turut di surah ini. Bagian sebelumnya juga dua ayat. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan panjang itu, dan dua bagian sependek itu belum pernah berdampingan sebelumnya. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan panjang itu, dan dua bagian sependek itu belum pernah berdampingan sebelumnya. Panjang bagiannya menyusut terus sejak gambaran lima ayat di 77:29 sampai 77:33.
- Tantangan biasanya diajukan pihak yang merasa lebih kuat, dan yang menantang di sini tidak menyebut namanya sendiri. Ketiadaan nama itu berlaku di seluruh bagian tantangan, sebab yang terdengar cuma suaranya. Allah memakai cara yang sama di 77:29 dan 77:30 ketika perintah diberikan tanpa penyebutan diri. Ketiadaan nama itu berlaku di seluruh bagian tantangan, sebab yang terdengar cuma suaranya. Yang menantang tidak perlu menyebut siapa dirinya, karena keadaannya sendiri sudah menyatakan siapa yang berkuasa.
- Tantangan ini menawarkan kesempatan kepada pihak yang sudah kehilangan alat untuk memakainya. Kalau sebuah kesempatan baru diberikan justru setelah kemampuan memakainya dicabut, apa yang sebenarnya sedang dinyatakan oleh tawaran itu? Kalau sebuah kesempatan baru diberikan justru setelah kemampuan memakainya dicabut, tawaran itu bukan lagi tawaran. Apa yang sebenarnya sedang dinyatakan oleh sebuah pintu yang dibuka bagi orang yang sudah tidak bisa berjalan?