وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

Celakalah pada hari itu bagi para pendusta.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَwaylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiinacelakalah pada hari itu bagi para pendusta

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَيْلٌwayluncelakalah
  2. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  3. لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta

Inti bacaan

Refrein ketujuh setelah tantangan tegas: 'celakalah pada hari itu para pendusta', pengulangan yang menutup segmen konfrontasi sebelum beralih ke gambaran kontras positif.

Penjelasan pilihan kata

Refrain distandarkan, konsisten dengan 77:15.

Kalimat (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, wailun yauma-idzin lil-mukadzdzibiin) muncul untuk ketujuh kalinya di surah ini. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.

Perhatikan bahwa jaraknya dari refrein sebelumnya dua ayat. Jarak yang sama sudah dipakai di 77:37.

Jadi dua jarak dua ayat berturut-turut. Belum pernah ada dua jarak yang sama berturut-turut sebelum ini di surahnya.

Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa iramanya mulai tetap sesudah sebelumnya berubah-ubah.

Perhatikan bahwa refrein ini menutup seluruh bagian tentang yang mendustakan. Sesudahnya surah ini berpindah ke yang bertakwa.

Perpindahan itu yang paling besar di surahnya. Dari 77:29 sampai 77:39 seluruhnya tentang hukuman, dan dari 77:41 seluruhnya tentang pemberian.

Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa refreinnya berdiri sebagai satu-satunya batas di antara keduanya.

Perhatikan bahwa batas itu berupa ancaman, bukan kalimat penghubung. Yang memisahkan dua bagian berlawanan justru kalimat yang memihak satu sisi.

Susunan itu tidak lazim. Sebuah batas biasanya berdiri netral, dan yang di sini tidak.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa refreinnya dipakai untuk semua batas tanpa kecuali.

Perhatikan bahwa refrein ini yang terakhir sebelum bagian pemberian. Sesudah 77:41 sampai 77:44 barulah refreinnya kembali di 77:45.

Jarak itu empat ayat, dan itu jarak terpanjang di paruh kedua surahnya. Bagian pemberiannya diberi ruang lebih lapang daripada bagian-bagian sekitarnya.

Al-Qur'an tidak menandai kelapangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bagian yang isinya baik diberi empat ayat sedangkan dua bagian sebelumnya masing-masing dua.

Perhatikan bahwa perbandingan itu berbalik dari paruh pertama. Di sana bagian hukumannya lima ayat dan bagian pemberiannya tiga.

Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa panjang bagiannya berubah-ubah tanpa satu aturan yang diumumkan.

Perhatikan bahwa refrein ini sudah muncul tujuh kali. Tiga kemunculan lagi menyusul di dua belas ayat terakhirnya.

Perhatikan pula bahwa refrein ini menutup paruh pertama bagian akibat. Dari 77:29 sampai 77:39 seluruhnya melukiskan apa yang menimpa mereka.

Sebelas ayat itu dipecah menjadi tiga bagian oleh refreinnya. Lima ayat, dua ayat, lalu dua ayat.

Al-Qur'an tidak menandai pemecahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bagian yang panjang berdiri lebih dulu dan yang pendek menyusul.

Perhatikan pula bahwa penyusutan itu berlanjut sampai ujung surahnya. Dua bagian terakhirnya nanti masing-masing cuma satu ayat.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain celaan menutup tantangan retoris hari Keputusan. Ayat ini adalah kemunculan ketujuh refrein, dan ia menutup seluruh bagian tentang yang mendustakan. Kalimat yang ditutup (لِلْمُكَذِّبِينَ, lil-mukadzdzibiin) itu muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 52:11, 77:15, 77:19, dan 83:10. Sepuluh di antaranya ada di surah ini.

Jaraknya dari refrein sebelumnya dua ayat, dan jarak yang sama sudah dipakai di 77:37. Jadi ada dua jarak dua ayat berturut-turut, dan belum pernah ada dua jarak yang sama berturut-turut sebelum ini di surahnya.

Sesudah ayat ini surah berpindah ke yang bertakwa, dan itu perpindahan yang paling besar di surahnya. Dari 77:29 sampai 77:39 seluruhnya tentang hukuman, sedangkan dari 77:41 seluruhnya tentang pemberian.

Refreinnya berdiri sebagai satu-satunya batas di antara keduanya, dan batas itu berupa ancaman dan bukan kalimat penghubung. Sebuah batas biasanya berdiri netral, sedangkan yang di sini memihak satu sisi.

Sesudah 77:41 sampai 77:44 barulah refreinnya kembali di 77:45, sehingga jaraknya empat ayat dan itu terpanjang di paruh kedua surahnya. Bagian pemberiannya karena itu diberi ruang lebih lapang daripada dua bagian sebelumnya yang masing-masing dua ayat. Refrein ini menutup paruh pertama bagian akibat, karena dari 77:29 sampai 77:39 seluruhnya melukiskan apa yang menimpa mereka. Sebelas ayat itu dipecah menjadi tiga bagian oleh refreinnya, yaitu lima ayat, dua ayat, lalu dua ayat. Al-Qur'an tidak menandai pemecahan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa bagian yang panjang berdiri lebih dulu sedangkan yang pendek menyusul.

Renungan dan Hikmah

  • Jarak refrein ini dari yang sebelumnya dua ayat, sama seperti jarak di 77:37. Belum pernah ada dua jarak yang sama berturut-turut sebelum ini di surahnya. Allah tidak menandai pengulangan itu, dan iramanya mulai tetap sesudah sebelumnya berubah-ubah terus. Allah tidak menandai pengulangan jarak itu, dan iramanya mulai tetap sesudah sebelumnya berubah-ubah terus. Dua jarak yang sama berturut-turut membuat kedatangannya bisa diperkirakan pembacanya untuk pertama kalinya di sepanjang surah ini.
  • Refrein ini menutup seluruh bagian tentang yang mendustakan, dan sesudahnya surah berpindah ke yang bertakwa. Dari 77:29 sampai 77:39 seluruhnya tentang hukuman, sedangkan dari 77:41 seluruhnya tentang pemberian. Allah tidak menandai perpindahan itu selain lewat refreinnya sendiri. Allah tidak menandai perpindahan besar itu selain lewat refreinnya sendiri yang berdiri di antaranya. Sebelas ayat hukuman berakhir tepat di sini, sedangkan empat ayat pemberian dimulai di ayat berikutnya tanpa satu kata pengantar pun.
  • Batas antara dua bagian berlawanan itu berupa ancaman, bukan kalimat penghubung yang netral. Sebuah batas biasanya tidak memihak, sedangkan yang dipakai Allah di sini jelas memihak satu sisi. Refreinnya dipakai untuk semua batas tanpa kecuali, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Refreinnya dipakai untuk semua batas tanpa satu kecuali pun, dan Al-Qur'an tidak pernah menerangkan pilihan itu. Sebuah batas yang jelas memihak satu sisi tetap dipakai untuk memisahkan dua sisi yang saling berlawanan.
  • Bagian pemberian sesudah ini berjalan empat ayat sebelum refreinnya kembali di 77:45. Itu jarak terpanjang di paruh kedua surahnya, sedangkan dua bagian sebelumnya masing-masing cuma dua ayat. Bagian yang isinya baik diberi ruang lebih lapang, dan Al-Qur'an tidak menandai kelapangan itu. Bagian yang isinya baik diberi ruang yang lebih lapang, dan Al-Qur'an tidak menandai kelapangan itu. Empat ayat disediakan untuk pemberian, sedangkan dua bagian sebelumnya masing-masing cuma dua ayat.
  • Di paruh pertama surahnya bagian hukuman lima ayat dan bagian pemberian tiga ayat, sedangkan di paruh kedua perbandingannya berbalik. Allah tidak menyatakan perbandingan itu. Panjang bagiannya berubah-ubah tanpa satu aturan yang pernah diumumkan. Panjang bagiannya berubah-ubah terus tanpa satu aturan yang pernah diumumkan di mana pun. Yang membaca surahnya sampai habis akan melihat sendiri bahwa perbandingan panjang itu berbalik di tengah jalan.
  • Refrein ini sudah muncul tujuh kali, dan tiga kemunculan lagi menyusul di dua belas ayat terakhirnya. Kalau tiga peringatan yang sama masih perlu diucapkan di dua belas ayat penutup, seberapa keras sebenarnya pintu yang sedang diketuk? Tiga peringatan yang sama masih akan diucapkan Allah di dua belas ayat penutupnya. Seberapa keras sebenarnya pintu yang sedang diketuk, kalau ketukan yang sama saja masih perlu diulang sebanyak itu?