وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ

Dan buah-buahan yang mereka inginkan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَwa-fawaakiha mimmaa yasytahuunadan buah-buahan yang mereka inginkan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَفَوَاكِهَwa-fawaakihadan buah-buahan
  2. مِمَّاmimmaadari apa yang
  3. يَشْتَهُونَyasytahuunamereka inginkan

Inti bacaan

Kelengkapan kenikmatan yang diinginkan: 'dan buah-buahan yang mereka inginkan', pemenuhan keinginan personal, bukan jatah seragam tanpa mempertimbangkan preferensi individu.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَفَوَاكِهَ, wa fawaakiha) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 19 ayat, antara lain 36:57, 44:55, 55:52, dan 80:31.

Rangkaian (مِمَّا يَشْتَهُونَ, mimmaa yasytahuun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 52:22, 56:21, dan 77:42. Ketiganya menyebut apa yang diinginkan penghuni tempat yang dijanjikan.

Perhatikan bahwa 52:22 termasuk di antaranya. Surah 52 sudah memuat dua unsur surah ini di 52:11 dan 52:17.

Jadi ini tautan ketiga dengan surah yang sama. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antaranya.

Perhatikan bahwa yang disebut di sini bukan jumlah, melainkan kesesuaian dengan keinginan. Tidak disebut berapa banyak, dan tidak disebut jenisnya.

Cara itu berbeda dari daftar di 77:25 sampai 77:27. Di sana bendanya disebut satu per satu.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa daftar dunia diberi rincian dan daftar yang dijanjikan diberi ukuran keinginan.

Perhatikan bahwa ukuran keinginan berbeda-beda bagi setiap orang. Menyebutnya begitu membuat janjinya tidak terbatas pada satu jenis.

Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang dipakai sebagai ukuran adalah keinginan penerimanya sendiri.

Perhatikan bahwa akar (وَفَوَاكِهَ, wa fawaakiha) juga dipakai di 80:31. Surah itu bertetangga dengan surah ini di urutan mushaf.

Di 80:31 bunyi dasar (وَفَوَاكِهَ, wa fawaakiha) berdiri di dalam daftar pemberian di dunia. Di sini ia berdiri di dalam daftar pemberian yang dijanjikan.

Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar dipakai untuk dua jenis pemberian.

Perhatikan bahwa ayat ini menyambung 77:41 tanpa satu perbuatan baru. Ia melanjutkan daftar yang sudah dibuka di ayat sebelumnya.

Susunan itu membuat 77:41 dan 77:42 terikat menjadi satu kalimat. Memenggalnya membuat daftar ini kehilangan pokoknya.

Perhatikan bahwa daftar pemberian di sini cuma tiga hal. Naungan, mata air, dan buah-buahan disebut, lalu daftarnya berhenti.

Kependekan itu berlawanan dengan lima ayat gambaran hukuman di 77:29 sampai 77:33. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan panjang itu.

Perhatikan pula bahwa daftar pemberian di sini dibuka dari yang paling besar. Naungan mengelilingi, mata air mengalir, dan buah dipetik.

Urutan itu bergerak dari yang mengurung ke yang dipegang. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu dengan satu kalimat pun.

Cara yang sama dipakai di 78:32 sampai 78:34. Di sana pun daftarnya bergerak dari tempat ke benda yang disentuh.

Perhatikan pula bahwa daftar di sini tidak menyebut satu pun bilangan. Tidak ada jumlah naungan, jumlah mata air, maupun jumlah buahnya.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar pemberian yang dibuka di 77:41. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 19 ayat, antara lain 36:57, 44:55, 55:52, dan 80:31.

Rangkaian sesudahnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:22, 56:21, dan 77:42, dan ketiganya menyebut apa yang diinginkan penghuni tempat yang dijanjikan. Perhatikan bahwa 52:22 termasuk di antaranya, sedangkan surah 52 sudah memuat dua unsur surah ini di 52:11 dan 52:17.

Yang disebut di sini bukan jumlah melainkan kesesuaian dengan keinginan, karena tidak disebut berapa banyak dan tidak disebut jenisnya. Cara itu berbeda dari daftar di 77:25 sampai 77:27, yang menyebut bendanya satu per satu.

Akar kata pertamanya juga dipakai di 80:31, dan surah itu bertetangga dengan surah ini di urutan mushaf. Di 80:31 akar itu berdiri di dalam daftar pemberian di dunia, sedangkan di sini di dalam daftar pemberian yang dijanjikan.

Ayat ini menyambung 77:41 tanpa kata kerja baru, sehingga keduanya terikat menjadi satu kalimat. Daftar pemberian di sini cuma tiga hal, dan kependekannya berlawanan dengan lima ayat gambaran hukuman di 77:29 sampai 77:33. Daftar pemberian di sini dibuka dari yang paling besar, karena naungan mengelilingi, mata air mengalir, dan buah dipetik. Urutan itu bergerak dari yang mengurung ke yang dipegang, dan Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu dengan satu kalimat pun. Cara yang sama dipakai di 78:32 sampai 78:34, karena di sana pun daftarnya bergerak dari tempat ke benda yang disentuh.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian sesudah kata pertamanya dipakai Allah cuma di 52:22, 56:21, dan 77:42. Surah 52 sudah memuat dua unsur surah ini di 52:11 dan 52:17, sehingga ini tautan ketiga dengan surah yang sama. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antaranya, dan ketiganya harus ditemukan sendiri oleh pembacanya. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antaranya, dan ketiganya harus ditemukan sendiri oleh pembacanya. Surah 52 sudah muncul dua kali sebelum ini sebagai pembanding, sehingga tautan di antara keduanya kini berjumlah tiga.
  • Yang disebut Allah di sini bukan jumlah, melainkan kesesuaian dengan keinginan. Tidak disebut berapa banyak, dan tidak disebut jenisnya. Ukuran keinginan berbeda-beda bagi setiap orang, sehingga janjinya tidak terbatas pada satu jenis yang seragam. Ukuran keinginan berbeda-beda bagi setiap orang, sehingga janjinya tidak terbatas pada satu jenis yang seragam. Yang dijanjikan menyesuaikan diri dengan penerimanya, dan bukan penerimanya yang harus menyesuaikan diri dengan janjinya.
  • Daftar di 77:25 sampai 77:27 menyebut bendanya satu per satu, sedangkan daftar di sini memakai ukuran keinginan. Allah tidak menerangkan perbedaan itu. Daftar dunia diberi rincian, dan daftar yang dijanjikan diberi ukuran yang bergantung pada penerimanya sendiri. Daftar dunia diberi rincian, dan daftar yang dijanjikan diberi ukuran yang bergantung pada penerimanya sendiri. Dua cara mendaftar seperti itu berdiri di satu surah yang sama tanpa satu kalimat pun yang membandingkannya.
  • Akar kata pertamanya dipakai Allah juga di 80:31, dan surah itu bertetangga dengan surah ini di urutan mushaf. Di 80:31 akar itu berdiri di dalam daftar pemberian di dunia, sedangkan di sini di dalam daftar yang dijanjikan. Satu bunyi dasar dipakai untuk dua jenis pemberian tanpa satu kalimat yang menghubungkannya. Satu bunyi dasar dipakai untuk dua jenis pemberian tanpa satu kalimat yang menghubungkannya. Yang ada di dunia sekarang dan yang dijanjikan nanti dinamai dengan bunyi yang sama di dua surah yang bertetangga.
  • Ayat ini menyambung 77:41 tanpa kata kerja baru, sehingga Allah mengikat keduanya menjadi satu kalimat. Memenggalnya membuat daftar ini kehilangan pokoknya. Ayat yang tidak punya kata kerja sendiri menuntut dibaca bersama ayat yang mendahuluinya. Ayat yang tidak punya kata kerja sendiri menuntut dibaca bersama ayat yang mendahuluinya. Memenggalnya akan membuat daftar ini kehilangan pokok yang sedang didaftar di ayat sebelumnya.
  • Daftar pemberian di sini cuma tiga hal, sedangkan gambaran hukuman di 77:29 sampai 77:33 memakai lima ayat penuh. Kalau yang menakutkan dilukiskan lebih panjang daripada yang menyenangkan, apa yang sedang dikerjakan perbandingan panjang itu terhadap pembacanya? Gambaran hukuman memakai lima ayat penuh, sedangkan daftar pemberian cuma menyebut tiga hal. Apa yang sebenarnya dikerjakan perbandingan panjang itu terhadap pembaca yang membaca keduanya berurutan?