كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang kalian kerjakan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَkuluu wa-syrabuu hanii'an bi-maa kuntum ta'maluunamakan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. كُلُواkuluumakanlah kalian
  2. وَاشْرَبُواwa-syrabuudan minumlah kalian
  3. هَنِيئًاhanii'andengan nikmat
  4. بِمَاbi-maakarena apa yang
  5. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  6. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Sambutan hangat dengan penghargaan atas usaha: 'makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang kalian kerjakan', penegasan bahwa kenikmatan ini adalah hasil proporsional dari amal yang telah dilakukan, bukan pemberian acak.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, ditandai bentuk imperatif orang kedua jamak langsung (كُلُوا وَاشْرَبُوا, kuluu wasyrabuu).

Kalimat (كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, kuluu wasyrabuu hanii-an bimaa kuntum ta'maluun) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 52:19 dan 77:43. Dua ayat itu sama persis, kata demi kata.

Perhatikan bahwa surah 52 sudah muncul tiga kali sebagai pembanding di surah ini. Refreinnya ada di 52:11, pembuka bagi yang bertakwa di 52:17, dan rangkaian keinginan di 52:22.

Jadi ini tautan keempat. Empat unsur surah ini juga ada di surah 52, dan Al-Qur'an tidak menandai satu pun.

Kata (هَنِيئًا, hanii-an) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:4, 52:19, 69:24, dan 77:43. Akarnya juga cuma dipakai di empat ayat yang sama.

Di 69:24 kata (هَنِيئًا, hanii-an) juga berdiri di dalam perintah makan dan minum. Perbedaannya ada pada alasan yang disebut sesudahnya.

Di 69:24 alasannya apa yang telah dilakukan pada hari-hari yang lalu. Di sini alasannya apa yang dahulu dikerjakan.

Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai perintah yang sama dengan alasan yang dinyatakan berbeda kalimatnya.

Perhatikan bahwa di 4:4 (هَنِيئًا, hanii-an) dipakai untuk pemberian di dunia. Jadi satu dari empat pemakaiannya berada di luar pembicaraan hari akhir.

Perhatikan bahwa ayat ini berupa perintah, sama seperti 77:29 dan 77:30. Dua perintah sebelumnya menggiring ke hukuman, dan yang ini mempersilakan menikmati.

Jadi surah ini memuat tiga perintah dengan dua arah yang berlawanan. Al-Qur'an tidak menandai perbandingan itu.

Perhatikan bahwa perintah di sini menyebut alasannya. Dua perintah sebelumnya tidak menyebut alasan sama sekali.

Perbedaan itu berakibat. Yang digiring tidak diberi tahu sebabnya di tempat itu, dan yang dipersilakan diberi tahu sebabnya.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa alasan disebut di satu sisi dan tidak di sisi yang lain.

Perhatikan bahwa alasan yang disebut adalah perbuatan mereka sendiri. Bukan kemurahan yang disebut, melainkan apa yang mereka kerjakan.

Susunan itu berlawanan dengan 78:36, yang menyebut pemberian sebagai kemurahan. Dua surah bertetangga menyebut dasar pemberian dengan cara yang berbeda.

Perhatikan pula bahwa (كُلُوا وَاشْرَبُوا, kuluu wasyrabuu) memuat dua perintah sekaligus. Makan dan minum disebut berdampingan.

Dua perbuatan itu mencakup seluruh cara tubuh menerima. Tidak ada cara ketiga yang perlu disebutkan.

Al-Qur'an tidak menyatakan kelengkapan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua perintah cukup untuk menutup seluruh jenis penerimaan.

Perhatikan pula bahwa perintah ini datang sesudah barangnya disebut. Dua ayat sebelumnya menyebut apa yang tersedia, dan ayat ini mempersilakan memakainya.

Tafsiran

Ayat ini mempersilakan yang bertakwa menikmati dengan kalimat yang sama persis dengan 52:19. Kalimatnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:19 dan 77:43, dan dua ayat itu sama kata demi kata.

Surah 52 sudah muncul tiga kali sebagai pembanding di surah ini, karena refreinnya ada di 52:11, pembuka bagi yang bertakwa di 52:17, dan rangkaian keinginan di 52:22. Jadi ini tautan keempat, dan Al-Qur'an tidak menandai satu pun.

Kata ketiganya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:4, 52:19, 69:24, dan 77:43, dan akarnya juga cuma dipakai di empat ayat yang sama. Di 69:24 kata itu juga berdiri di dalam perintah makan dan minum, dan perbedaannya ada pada alasan yang disebut sesudahnya.

Ayat ini berupa perintah, sama seperti 77:29 dan 77:30, tetapi dua perintah sebelumnya menggiring ke hukuman sedangkan yang ini mempersilakan menikmati. Jadi surah ini memuat tiga perintah dengan dua arah yang berlawanan.

Perintah di sini juga menyebut alasannya, sedangkan dua perintah sebelumnya tidak menyebut alasan sama sekali. Alasan yang disebut adalah perbuatan mereka sendiri, dan itu berlawanan dengan 78:36 yang menyebut pemberian sebagai kemurahan. Perintah di ayat ini memakai dua kata kerja sekaligus, karena makan dan minum disebut berdampingan. Dua perbuatan itu mencakup seluruh cara tubuh menerima, sehingga tidak ada cara ketiga yang perlu disebutkan. Al-Qur'an tidak menyatakan kelengkapan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa dua kata cukup untuk menutup seluruh jenis penerimaan.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini dipakai Allah 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:19 dan 77:43, dan dua ayat itu sama kata demi kata. Ini tautan keempat surah ini dengan surah 52, sesudah 52:11, 52:17, dan 52:22. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara keempatnya. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara keempatnya, dan semuanya harus ditemukan sendiri. Dua ayat yang sama persis kata demi kata berdiri di dua surah yang berjauhan, tanpa satu penunjuk pun di antaranya.
  • Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 4:4, 52:19, 69:24, dan 77:43. Di 69:24 ia juga berdiri di dalam perintah makan dan minum, dan perbedaannya ada pada alasan yang disebut sesudahnya. Dua ayat memakai perintah yang sama dengan alasan yang dinyatakan dengan kalimat berbeda. Dua ayat memakai perintah yang sama dengan alasan yang dinyatakan dengan kalimat berbeda. Yang satu menyebut hari-hari yang sudah lalu, sedangkan yang lain menyebut apa yang dahulu memang pernah dikerjakan.
  • Ayat ini berupa perintah, sama seperti 77:29 dan 77:30, tetapi dua perintah sebelumnya menggiring ke hukuman. Allah memakai tiga perintah di surah ini dengan dua arah yang berlawanan. Bentuk yang sama dipakai untuk mengusir dan untuk mempersilakan, dan Al-Qur'an tidak menandai perbandingan itu. Bentuk perintah yang sama dipakai untuk mengusir dan untuk mempersilakan, dan Al-Qur'an sama sekali tidak menandai perbandingan itu. Tiga perintah di dalam surah ini bergerak ke dua arah yang sama sekali berlawanan satu sama lain.
  • Perintah di sini menyebut alasannya, sedangkan dua perintah sebelumnya tidak menyebut alasan sama sekali. Yang digiring tidak diberi tahu sebabnya di tempat itu, dan yang dipersilakan diberi tahu sebabnya. Allah tidak menerangkan perbedaan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa alasannya disebut di satu sisi saja. Allah tidak menerangkan perbedaan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa alasannya disebut di satu sisi saja. Yang digiring dibiarkan tanpa satu keterangan pun, sedangkan yang dipersilakan justru diberi tahu apa sebabnya.
  • Alasan yang disebut Allah di sini adalah perbuatan mereka sendiri, bukan kemurahan. Susunan itu berlawanan dengan 78:36, yang menyebut pemberian sebagai kemurahan sekaligus balasan. Dua surah bertetangga menyebut dasar pemberian dengan cara yang berbeda tanpa saling membantah. Dua surah bertetangga menyebut dasar pemberian dengan cara yang berbeda tanpa saling membantah. Yang satu menyebut perbuatan si penerima sendiri, dan yang lain menyebut kemurahan yang tetap diperhitungkan.
  • Kata ketiganya menyatakan nikmat yang bersih dari gangguan apa pun. Kalau kenikmatan disebut bersih justru karena ia hasil kerja sendiri, apa yang selama ini membuat kenikmatan di dunia terasa tidak pernah benar-benar bersih? Kenikmatan di sini disebut bersih dari gangguan apa pun karena ia hasil kerja sendiri. Apa sebenarnya yang selama ini membuat kenikmatan di dunia terasa tidak pernah benar-benar bersih?