إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Sesungguhnya demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَinnaa ka-dzaalika najzii l-muhsiniinasesungguhnya demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  3. نَجْزِيnajziiKami membalas
  4. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Prinsip keadilan yang konsisten: 'sesungguhnya demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan', penegasan pola balasan yang berlaku universal bagi siapa pun yang berbuat baik, bukan pengecualian khusus.

Penjelasan pilihan kata

'Kadzaalika' diterjemahkan idiomatik 'demikianlah', acuan sama dengan 74:31 dan 77:18.

Kalimat (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, innaa kadzaalika najzii al-muhsiniin) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44. Empat di antaranya ada di surah 37.

Perhatikan bahwa surah 37 sudah muncul dua kali sebagai pembanding di surah ini. Rumus tentang pelaku kejahatan di 77:18 juga dipakai di 37:34, dan rangkaian di 77:29 juga dipakai di 37:21.

Jadi ini tautan ketiga dengan surah 37. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antaranya.

Perhatikan bahwa surah ini bertaut dengan dua surah lain lewat rumus yang berulang. Empat tautan dengan surah 52 dan tiga tautan dengan surah 37.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tujuh rumus surah ini juga hidup di dua surah lain.

Kata (الْمُحْسِنِينَ, al-muhsiniin) muncul 30 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:195, 5:93, 12:22, dan 39:34. Artinya orang-orang yang berbuat baik.

Perhatikan bahwa sebutan di sini berbeda dari sebutan di 77:41. Yang di sana orang yang menjaga diri, dan yang di sini orang yang berbuat baik.

Jadi bagian ini memakai dua sebutan untuk pihak yang sama. Yang pertama menyebut apa yang dijauhi, dan yang kedua menyebut apa yang dikerjakan.

Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bagian empat ayat memakai dua sebutan yang berbeda.

Perhatikan bahwa pergantian itu melengkapi. Menjauhi yang buruk dan mengerjakan yang baik adalah dua sisi yang tidak sama.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian empat ayat. Refreinnya kembali di 77:45.

Bagian ini yang terpanjang di paruh kedua surahnya. Bagian sekitarnya masing-masing dua ayat.

Al-Qur'an tidak menandai kelapangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bagian yang isinya pemberian diberi ruang paling luas di paruh itu.

Perhatikan bahwa pelakunya kembali disebut kami. Penyebutan itu yang terakhir di surahnya.

Sesudah ayat ini tidak ada lagi penyebutan diri sampai ayat penutupnya. Al-Qur'an tidak menandai berhentinya.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut cara, bukan barang. Yang dinyatakan adalah bagaimana balasan itu diberikan.

Susunan itu sama dengan 77:18, yang juga menyebut cara. Dua ayat itu berdiri di dua sisi yang berlawanan.

Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pernyataan tentang cara berdiri di dua bagian yang berlawanan isinya.

Perhatikan pula bahwa (كَذَٰلِكَ, kadzaalika) dipakai di keduanya. Yang di 77:18 dan yang di sini sama-sama menunjuk kepada apa yang baru saja dilukiskan.

Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua sisi yang berlawanan diberi susunan kalimat yang sejajar.

Tafsiran

Ayat ini menutup bagian tentang yang bertakwa dengan rumus yang dipakai di lima tempat. Kalimatnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44, dan empat di antaranya ada di surah 37.

Surah 37 sudah muncul dua kali sebagai pembanding di surah ini, karena rumus tentang pelaku kejahatan di 77:18 juga dipakai di 37:34 dan rangkaian di 77:29 juga dipakai di 37:21. Jadi ini tautan ketiga dengan surah 37, sedangkan tautan dengan surah 52 berjumlah empat.

Kata terakhirnya muncul 30 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:195, 5:93, 12:22, dan 39:34, dan artinya orang-orang yang berbuat baik. Sebutan itu berbeda dari sebutan di 77:41, karena yang di sana orang yang menjaga diri.

Jadi bagian ini memakai dua sebutan untuk pihak yang sama, yaitu apa yang dijauhi dan apa yang dikerjakan. Pergantian itu melengkapi, sebab menjauhi yang buruk dan mengerjakan yang baik adalah dua sisi yang tidak sama.

Ayat ini menutup bagian empat ayat, dan bagian itu yang terpanjang di paruh kedua surahnya. Pelakunya kembali disebut kami, dan penyebutan itu yang terakhir di surahnya. Ayat ini menyebut cara dan bukan barang, karena yang dinyatakan adalah bagaimana balasan itu diberikan. Susunan itu sama dengan 77:18, yang juga menyebut cara, dan dua ayat itu berdiri di dua sisi yang berlawanan. Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya, dan yang bisa dibaca cuma bahwa dua pernyataan tentang cara berdiri di dua bagian yang berlawanan isinya.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini dipakai Allah 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44, dan empat di antaranya ada di surah 37. Sebuah rumus yang hampir seluruhnya hidup di satu surah lalu muncul sekali di sini menandai ikatan yang tidak biasa. Al-Qur'an tidak menandai ikatan itu dengan satu kalimat pun. Sebuah rumus yang hampir seluruhnya hidup di satu surah lalu muncul sekali di sini jelas menandai ikatan yang tidak biasa. Empat dari lima kemunculannya berdiri di dalam surah 37, sedangkan yang kelima berdiri sendirian di surah ini.
  • Surah ini bertaut dengan surah 52 lewat empat rumus dan dengan surah 37 lewat tiga rumus. Tujuh rumus surah ini juga hidup di dua surah lain, dan Allah tidak menyatakan hubungan itu. Kepadatan tautan sebanyak itu cuma terlihat kalau ketiga surah dibaca berdampingan. Kepadatan tautan sebanyak itu cuma akan terlihat kalau ketiga surah dibaca berdampingan. Tujuh rumus surah ini juga hidup di surah 52 dan surah 37, dan tidak satu pun di antaranya diberi penunjuk.
  • Sebutan di sini berbeda dari sebutan di 77:41, karena yang di sana orang yang menjaga diri dan yang di sini orang yang berbuat baik. Allah memakai dua sebutan untuk pihak yang sama di dalam satu bagian empat ayat. Yang pertama menyebut apa yang dijauhi, dan yang kedua menyebut apa yang dikerjakan. Allah memakai dua sebutan untuk pihak yang sama di dalam satu bagian empat ayat. Yang pertama menyebut apa yang dijauhi, dan yang kedua menyebut apa yang dikerjakan.
  • Menjauhi yang buruk dan mengerjakan yang baik adalah dua sisi yang tidak sama. Allah menaruh keduanya sebagai dua nama bagi pihak yang sama. Sebuah pihak yang dinamai dua kali dengan dua sisi yang melengkapi tidak bisa dipahami dari satu sisi saja. Sebuah pihak yang dinamai dua kali dengan dua sisi yang saling melengkapi tidak mungkin dipahami dari satu sisi saja. Menjauhi yang buruk saja ternyata belum cukup, dan mengerjakan yang baik saja pun juga belum cukup.
  • Ayat ini menutup bagian empat ayat, dan bagian itu yang terpanjang di paruh kedua surahnya sedangkan bagian sekitarnya masing-masing dua ayat. Allah tidak menandai kelapangan itu. Bagian yang isinya pemberian diberi ruang paling luas di paruh itu. Allah tidak menandai kelapangan itu, dan bagian yang isinya pemberian diberi ruang paling luas di paruh itu. Empat ayat penuh disediakan untuk bagian itu, sedangkan dua bagian di sekitarnya masing-masing cuma dua ayat.
  • Pelakunya kembali disebut kami di sini, dan penyebutan itu yang terakhir di surahnya. Sesudah ayat ini tidak ada lagi penyebutan diri sampai ayat penutupnya. Kalau suara itu berhenti menamai diri tepat sesudah menyebut balasan bagi yang berbuat baik, apa yang tersisa untuk enam ayat terakhirnya? Sesudah ayat ini tidak ada lagi penyebutan diri sampai ayat penutupnya. Mengapa suara itu justru berhenti menamai diri tepat ketika ia baru saja menyebut balasan bagi yang berbuat baik?