كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ
“Makan dan bersenang-senanglah sebentar; sesungguhnya kalian adalah para pendurhaka.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَkuluu wa-tamatta'uu qaliilan innakum mujrimuunamakan dan bersenang-senanglah sebentar, sesungguhnya kalian adalah para pendurhaka
Terjemahan per kata (5 kata)
- كُلُواkuluumakanlah kalian
- وَتَمَتَّعُواwa-tamatta'uudan bersenang-senanglah kalian
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- مُجْرِمُونَmujrimuunapara pendosa
Inti bacaan
Sindiran tajam tentang kesenangan sementara: 'makan dan bersenang-senanglah sebentar; sesungguhnya kalian adalah para pendurhaka', kata 'sebentar' yang menegaskan sifat sementara kesenangan duniawi dibandingkan konsekuensi permanen yang menyusul.
Penjelasan pilihan kata
Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri: kebalikan retoris dari sambutan bagi orang-orang bertakwa di 77:43.
Kata (كُلُوا, kuluu) muncul 37 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:168, 6:141, 20:81, dan 67:15. Dua di antaranya ada di surah ini: 77:43 dan 77:46.
Perhatikan bahwa dua kemunculan itu berjarak tiga ayat. Yang pertama ditujukan kepada yang bertakwa, dan yang kedua kepada yang berbuat jahat.
Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintah yang sama diucapkan kepada dua pihak yang berlawanan.
Perhatikan bahwa yang menyusul perintahnya berbeda. Di 77:43 disusul sebutan yang menyatakan nikmat tanpa gangguan, dan di sini disusul sebutan yang menyatakan sedikit.
Perbedaan itu tajam. Yang satu diberi keterangan bersih, dan yang lain diberi keterangan singkat.
Kata (وَتَمَتَّعُوا, wa tamatta'uu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Bentuknya berupa perintah untuk bersenang-senang.
Kata (قَلِيلًا, qaliilan) muncul 56 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:41, 7:3, 17:52, dan 33:16. Artinya sedikit.
Perhatikan bahwa keterangan sedikit itu menyangkut waktu, bukan jumlah. Yang dibatasi adalah lamanya, bukan banyaknya.
Al-Qur'an tidak menerangkan pembatasan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintahnya diberi batas di dalam kalimat yang sama.
Kata (مُجْرِمُونَ, mujrimuun) muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 10:17, 30:12, 44:22, dan 55:41. Artinya orang-orang yang berbuat jahat.
Perhatikan bahwa sebutan itu sudah dipakai di 77:18. Di sana ia berdiri di dalam rumus tentang cara memperlakukan mereka.
Jadi surah ini memakai sebutan yang sama dua kali. Jarak antara keduanya dua puluh delapan ayat.
Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang disebut di awal surah muncul lagi menjelang penutupnya.
Perhatikan bahwa ayat ini berdiri sendiri sebagai satu bagian. Refrein mengapitnya di 77:45 dan 77:47.
Susunan itu baru pertama kali terjadi di surahnya. Belum pernah ada satu ayat yang diapit dua refrein sebelum ini.
Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa isinya kini lebih pendek daripada penutupnya.
Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut hari perhitungan. Ia berbicara tentang waktu sekarang, bukan tentang hari yang dijanjikan.
Pergeseran waktu itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu ayat di antara ayat-ayat tentang hari itu justru menyebut hari ini.
Perhatikan pula bahwa pergeseran itu mengubah sasarannya. Yang disapa bukan mereka yang sudah dikumpulkan, melainkan mereka yang masih hidup.
Susunan itu membuat peringatannya sampai sekarang. Ancaman yang tadinya tentang nanti mendadak berbicara tentang hari-hari yang sedang dijalani.
Al-Qur'an tidak menyatakan perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu ayat cukup untuk memindahkan seluruh pembicaraan ke waktu sekarang.
Tafsiran
Ayat ini mencatat sindiran kepada para pendosa yang bersenang-senang sesaat sebelum azab. Ayat ini memberi perintah yang sama dengan 77:43 kepada pihak yang berlawanan. Kata pertamanya muncul 37 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:168, 6:141, 20:81, dan 67:15, dan dua di antaranya ada di surah ini.
Dua kemunculan itu berjarak tiga ayat, dan yang pertama ditujukan kepada yang bertakwa sedangkan yang kedua kepada yang berbuat jahat. Yang menyusul perintahnya juga berbeda, karena di 77:43 disusul kata yang menyatakan nikmat tanpa gangguan sedangkan di sini disusul kata yang menyatakan sedikit.
Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan bentuknya berupa perintah untuk bersenang-senang. Kata ketiganya muncul 56 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:41, 7:3, 17:52, dan 33:16, dan keterangan sedikit itu menyangkut waktu dan bukan jumlah.
Kata terakhirnya muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 10:17, 30:12, 44:22, dan 55:41, dan sebutan itu sudah dipakai di 77:18. Jarak antara dua penyebutan itu dua puluh delapan ayat, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangannya.
Ayat ini juga berdiri sendiri sebagai satu bagian, karena refrein mengapitnya di 77:45 dan 77:47. Susunan itu baru pertama kali terjadi di surahnya, sehingga isinya kini lebih pendek daripada penutupnya. Ayat ini tidak menyebut hari perhitungan dan berbicara tentang waktu sekarang, bukan tentang hari yang dijanjikan. Pergeseran itu mengubah sasarannya, karena yang disapa bukan mereka yang sudah dikumpulkan melainkan mereka yang masih hidup. Susunan itu membuat peringatannya sampai sekarang, sebab ancaman yang tadinya tentang nanti mendadak berbicara tentang hari-hari yang sedang dijalani.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah 37 kali di seluruh Al-Qur'an, dan dua di antaranya ada di surah ini, yaitu 77:43 dan 77:46. Yang pertama ditujukan kepada yang bertakwa, dan yang kedua kepada yang berbuat jahat. Perintah yang sama diucapkan kepada dua pihak yang berlawanan dengan jarak cuma tiga ayat. Perintah yang sama diucapkan kepada dua pihak yang berlawanan dengan jarak cuma tiga ayat. Yang membaca keduanya berurutan akan mendengar bunyi yang sama membawa dua nasib yang berbeda. Jarak tiga ayat membuat perbandingannya sulit terlewat.
- Di 77:43 perintahnya disusul kata yang menyatakan nikmat tanpa gangguan, sedangkan di sini disusul kata yang menyatakan sedikit. Allah memberi keterangan bersih kepada yang satu dan keterangan singkat kepada yang lain. Yang membedakan dua perintah itu bukan perintahnya, melainkan keterangan yang menyusulnya. Yang membedakan dua perintah itu bukan perintahnya, melainkan keterangan yang menyusulnya. Satu kata cukup untuk memisahkan pemberian dari peringatan. Yang menentukan bukan perintahnya, melainkan keterangan yang menempel padanya.
- Kata ketiganya dipakai Allah 56 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:41, 7:3, 17:52, dan 33:16. Keterangan sedikit di sini menyangkut waktu dan bukan jumlah, sehingga yang dibatasi adalah lamanya dan bukan banyaknya. Al-Qur'an tidak menerangkan pembatasan itu, dan batasnya dipasang di dalam kalimat yang sama. Al-Qur'an tidak menerangkan pembatasan itu, dan batasnya dipasang di dalam kalimat yang sama. Izinnya diberikan dan dicabut dalam satu tarikan napas. Yang menerimanya tidak sempat merasa lega sebelum batasnya terdengar.
- Kata terakhirnya dipakai Allah 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 10:17, 30:12, 44:22, dan 55:41, dan sebutan itu sudah dipakai di 77:18. Jarak antara dua penyebutan itu dua puluh delapan ayat. Yang disebut di awal surah muncul lagi menjelang penutupnya, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang disebut di awal surah muncul lagi menjelang penutupnya, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Dua puluh delapan ayat memisahkan kedua penyebutannya. Yang mengingat penyebutan pertamanya akan mengenali kembalinya di sini.
- Ayat ini berdiri sendiri sebagai satu bagian, karena refrein mengapitnya di 77:45 dan 77:47. Susunan itu baru pertama kali terjadi di surahnya. Isinya kini lebih pendek daripada penutupnya, dan Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu dengan satu kalimat pun. Isinya kini lebih pendek daripada penutupnya, dan Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu. Satu ayat isi diapit dua kalimat ancaman yang sama persis. Susunan seperti itu baru pertama kali terjadi di surah ini.
- Allah mempersilakan mereka makan dan bersenang-senang, lalu memasang batas di dalam kalimat yang sama. Kalau sebuah izin diberikan sekaligus dibatasi dalam satu napas, apa yang sebenarnya sedang ditawarkan kepada yang menerimanya? Ayat ini tidak menyebut hari perhitungan dan berbicara tentang waktu sekarang. Peringatan yang tadinya tentang nanti mendadak berbicara tentang hari-hari yang sedang dijalani. Satu ayat cukup untuk memindahkan seluruh pembicaraan ke waktu sekarang.