وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak rukuk.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَwa-idzaa qiila lahumu rka'uu laa yarka'uunadan apabila dikatakan kepada mereka, rukuklah, mereka tidak rukuk

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. قِيلَqiiladikatakan
  3. لَهُمُlahumubagi mereka
  4. ارْكَعُواrka'uurukuklah kalian
  5. لَاlaatidak
  6. يَرْكَعُونَyarka'uunamereka rukuk

Inti bacaan

Bukti konkret penolakan terhadap ibadah: 'apabila dikatakan kepada mereka: rukuklah, mereka tidak rukuk', contoh spesifik ketidaktaatan fisik yang menegaskan penolakan bukan sekadar sikap batin, melainkan termanifestasi dalam penolakan tindakan ibadah konkret.

Penjelasan pilihan kata

Kutip mini 'Rukuklah' (ارْكَعُوا, irka'uu) dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba pasif 'qiila' (akar q-w-l) via morfologi.

Rangkaian (وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ, wa idzaa qiila lahum) dengan ujung berbaris damah dipakai juga di 2:170, 25:60, 31:21, dan 36:45. Kelima ayat itu semuanya menyebut ajakan yang ditolak.

Kata (ارْكَعُوا, irka'uu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:43, 22:77, dan 77:48. Kata (يَرْكَعُونَ, yarka'uun) muncul 1 kali.

Di 2:43 dan 22:77 kata (ارْكَعُوا, irka'uu) berupa perintah kepada orang beriman. Di sini ia berupa ajakan yang ditolak.

Jadi dua pemakaian lainnya diterima, dan yang di sini ditolak. Al-Qur'an tidak menyandingkan ketiganya.

Akar (يَرْكَعُونَ, yarka'uun) dipakai di 10 ayat, antara lain 3:43, 5:55, 9:112, dan 48:29. Ia akar yang menamai membungkuk di dalam ibadah.

Perhatikan bahwa ini satu-satunya perbuatan ibadah yang disebut namanya di surah ini. Lima puluh ayatnya tidak menyebut perbuatan ibadah yang lain.

Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dari sekian banyak perbuatan, cuma satu yang dipakai sebagai ukuran di sini.

Perhatikan bahwa yang disebut bukan keyakinan, melainkan perbuatan tubuh. Yang diperiksa adalah apakah mereka membungkuk, bukan apakah mereka percaya.

Pilihan itu berakibat. Keyakinan tersembunyi di dalam dada, dan membungkuk bisa disaksikan siapa saja.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ukuran yang dipakai berupa sesuatu yang bisa dilihat.

Perhatikan bahwa (لَا يَرْكَعُونَ, laa yarka'uun) menyatakan kebiasaan. Yang disebut bukan satu penolakan, melainkan penolakan yang berulang.

Susunan itu sejalan dengan 77:16 dan 77:17. Di sana pun yang dipakai menyebut sesuatu yang terus berjalan.

Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini dua kali memakai bentuk yang menyebut kebiasaan.

Perhatikan bahwa ayat ini berdiri sendiri sebagai satu bagian, sama seperti 77:46. Dua bagian satu ayat berturut-turut berdiri di ujung surahnya.

Al-Qur'an tidak menandai keadaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat terakhir yang bukan refrein sama-sama berdiri sendirian.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut ajakan, bukan perintah langsung. Ada pihak yang mengajak, dan ajakan itu ditolak.

Pihak yang mengajak tidak dinamai. Yang disebut cuma bahwa dikatakan kepada mereka.

Al-Qur'an tidak melengkapi keterangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa cara yang sama dipakai di empat ayat lain yang memuat rangkaian ini.

Perhatikan pula bahwa penolakan itu disebut tanpa alasan. Tidak disebut mengapa mereka menolak, dan tidak disebut apa yang mereka katakan.

Kesunyian itu sejalan dengan 77:35 dan 77:36. Di sana pun mereka tidak diberi satu kalimat pun untuk diucapkan.

Tafsiran

Ayat ini mencatat penolakan para pendosa bahkan terhadap perintah sesederhana rukuk. Ayat ini menyebut satu-satunya perbuatan ibadah yang dinamai di surah ini. Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:170, 25:60, 31:21, 36:45, dan 77:48, dan semuanya menyebut ajakan yang ditolak.

Kata keempatnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:43, 22:77, dan 77:48, sedangkan kata terakhirnya muncul 1 kali. Di 2:43 dan 22:77 kata itu berupa perintah kepada orang beriman, sedangkan di sini ia berupa ajakan yang ditolak.

Akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 3:43, 5:55, 9:112, dan 48:29, dan ia menamai membungkuk di dalam ibadah. Ini satu-satunya perbuatan ibadah yang disebut namanya di surah ini, karena lima puluh ayatnya tidak menyebut perbuatan ibadah yang lain.

Yang disebut bukan keyakinan melainkan perbuatan tubuh, sehingga yang diperiksa adalah apakah mereka membungkuk dan bukan apakah mereka percaya. Keyakinan tersembunyi di dalam dada, sedangkan membungkuk bisa disaksikan siapa saja.

Ayat ini juga memakai bentuk yang menyatakan kebiasaan, sejalan dengan 77:16 dan 77:17, dan ia berdiri sendiri sebagai satu bagian sama seperti 77:46. Ayat ini menyebut ajakan dan bukan perintah langsung, karena ada pihak yang mengajak dan ajakan itu ditolak. Pihak yang mengajak tidak dinamai, sebab yang disebut cuma bahwa dikatakan kepada mereka. Penolakan itu juga disebut tanpa alasan, karena tidak disebut mengapa mereka menolak dan tidak disebut apa yang mereka katakan, sejalan dengan 77:35 dan 77:36 yang juga tidak memberi mereka satu kalimat pun.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian tiga kata pertamanya dipakai Allah cuma di 2:170, 25:60, 31:21, 36:45, dan 77:48. Semuanya menyebut ajakan yang ditolak, dan tidak satu pun berakhir dengan penerimaan. Sebuah rangkaian yang selalu berujung pada penolakan sudah membawa kesimpulannya sebelum isinya selesai dibaca. Sebuah rangkaian yang selalu berujung pada penolakan sudah membawa kesimpulannya sebelum isinya selesai dibaca. Lima tempat memakainya, dan tidak satu pun berakhir dengan penerimaan. Pembacanya sudah bisa menebak arahnya begitu tiga kata pertamanya terdengar.
  • Kata keempatnya dipakai Allah cuma di 2:43, 22:77, dan 77:48. Di dua tempat pertama ia berupa perintah kepada orang beriman, dan di sini ia berupa ajakan yang ditolak. Dua pemakaian lainnya diterima, dan yang di sini ditolak, dan Al-Qur'an tidak menyandingkan ketiganya. Dua pemakaian lainnya diterima, dan yang di sini ditolak, dan Al-Qur'an tidak menyandingkan ketiganya. Perintah yang sama bisa berakhir sebagai ibadah atau sebagai bukti pembangkangan. Yang menentukan bukan perintahnya, melainkan tanggapan yang diberikan kepadanya.
  • Akarnya dipakai Allah di 10 ayat, antara lain 3:43, 5:55, 9:112, dan 48:29, dan ia menamai membungkuk di dalam ibadah. Ini satu-satunya perbuatan ibadah yang disebut namanya di surah ini. Dari sekian banyak perbuatan, cuma satu yang dipakai sebagai ukuran di sepanjang lima puluh ayatnya. Dari sekian banyak perbuatan, cuma satu yang dipakai sebagai ukuran di sepanjang lima puluh ayatnya. Allah tidak menyebut satu perbuatan ibadah lain di sepanjang surah ini. Satu gerakan dipakai untuk mewakili seluruh sikap terhadap ajakan itu.
  • Yang disebut Allah bukan keyakinan, melainkan perbuatan tubuh. Yang diperiksa adalah apakah mereka membungkuk, bukan apakah mereka percaya. Keyakinan tersembunyi di dalam dada, sedangkan membungkuk bisa disaksikan siapa saja, sehingga ukuran yang dipakai berupa sesuatu yang bisa dilihat. Keyakinan tersembunyi di dalam dada, sedangkan membungkuk bisa disaksikan siapa saja. Ukuran yang dipakai berupa sesuatu yang bisa dilihat, bukan sesuatu yang harus dipercaya begitu saja. Yang diperiksa perbuatan tubuh, dan bukan isi dada.
  • Ayat ini memakai bentuk yang menyatakan kebiasaan, sehingga yang disebut bukan satu penolakan melainkan penolakan yang berulang. Susunan itu sejalan dengan 77:16 dan 77:17, yang juga memakai bentuk untuk sesuatu yang terus berjalan. Surah ini dua kali memakai bentuk yang menyebut kebiasaan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Surah ini dua kali memakai bentuk yang menyebut kebiasaan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang disebut bukan satu penolakan, melainkan penolakan yang terus berulang. Kebiasaan lebih berat ditimbang daripada satu perbuatan yang terjadi sekali.
  • Yang dipakai Allah sebagai ukuran di ujung surah ini adalah satu gerakan tubuh yang sederhana. Kalau seluruh perkara sebesar itu akhirnya diuji lewat satu gerakan membungkuk, apa yang membuat gerakan sesederhana itu begitu berat bagi sebagian orang? Penolakan itu disebut tanpa alasan, karena tidak disebut mengapa mereka menolak. Kesunyian itu sejalan dengan 77:35 dan 77:36, yang juga tidak memberi mereka satu kalimat pun. Sepanjang lima puluh ayat, pihak itu tidak pernah sekali pun bersuara.