فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Maka dengan tuturan apa setelahnya mereka akan beriman?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَfa-bi-ayyi hadiitsin ba'dahu yu'minuunamaka dengan tuturan apa setelahnya mereka akan beriman

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. حَدِيثٍhadiitsinperkataan
  3. بَعْدَهُba'dahusesudahnya
  4. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Pertanyaan penutup yang menantang: 'maka dengan kabar mana setelah ini mereka akan beriman?', tantangan final yang mempertanyakan standar bukti apa lagi yang diperlukan setelah seluruh argumen dan peringatan yang telah dipaparkan sepanjang surah.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat (فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ, fa bi-ayyi hadiitsin ba'dahu yu'minuun) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:185 dan 77:50. Dua ayat itu sama persis, kata demi kata.

Rangkaian (فَبِأَيِّ حَدِيثٍ, fa bi-ayyi hadiitsin) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:185, 45:6, dan 77:50. Di 45:6 kata yang menyusulnya berbeda.

Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga tempat memakai pembuka yang sama untuk pertanyaan yang sama jenisnya.

Kata (حَدِيثٍ, hadiitsin) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:140, 6:68, 7:185, 33:53, 45:6, 52:34, dan 77:50. Artinya perkataan atau kabar.

Perhatikan bahwa 52:34 termasuk di antaranya. Surah 52 sudah muncul empat kali sebagai pembanding di surah ini.

Jadi ini tautan kelima dengan surah yang sama. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antaranya.

Perhatikan bahwa ayat ini berupa pertanyaan. Surah ini dibuka dengan sumpah dan ditutup dengan pertanyaan.

Al-Qur'an tidak menandai susunan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ujung awal dan ujung akhirnya memakai dua bentuk yang berbeda.

Perhatikan bahwa pertanyaan ini tidak menuntut jawaban. Ia menyatakan bahwa tidak ada kabar lain yang bisa dipercayai sesudah yang ini.

Bentuknya pertanyaan, dan isinya penutupan. Cara yang sama sudah dipakai di 77:14 dan 77:16.

Jadi surah ini memakai tiga pertanyaan yang tidak menuntut jawaban. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini berdiri tanpa refrein sesudahnya. Sembilan bagian sebelumnya seluruhnya ditutup refrein.

Ketiadaan penutup itu membuat surahnya berhenti mendadak. Yang terakhir terdengar bukan ancaman, melainkan pertanyaan.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pintu terakhirnya dibiarkan terbuka.

Perhatikan bahwa pertanyaannya menyerahkan urusannya kepada pembacanya. Sesudah lima puluh ayat, yang tersisa adalah satu pertanyaan yang harus dijawab sendiri.

Susunan itu berbeda dari surah bertetangga. Di 78:40 surahnya ditutup dengan ucapan penyesalan, dan di sini ditutup dengan pertanyaan yang belum dijawab.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut iman, dan itu penyebutan pertama sekaligus terakhir di surahnya. Empat puluh sembilan ayat sebelumnya tidak memakai kata itu.

Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang sepuluh kali diancam adalah yang mendustakan, dan lawannya baru disebut di ayat penghabisan.

Perhatikan pula bahwa penyebutan itu berupa pertanyaan, bukan ajakan. Tidak ada perintah untuk beriman di dalam ayatnya.

Susunan itu menyerahkan langkahnya kepada pembacanya. Yang disodorkan bukan tuntutan, melainkan pertanyaan yang jawabannya cuma satu.

Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah yang penuh ancaman ditutup dengan sebuah pertanyaan yang dibiarkan menggantung.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini berupa pertanyaan yang sama persis dengan penutup 7:185. Kalimatnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 7:185 dan 77:50, dan dua ayat itu sama kata demi kata.

Rangkaian dua kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 7:185, 45:6, dan 77:50, dan di 45:6 kata yang menyusulnya berbeda. Kata ketiganya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:140, 6:68, 7:185, 33:53, 45:6, 52:34, dan 77:50.

Perhatikan bahwa 52:34 termasuk di antaranya, sedangkan surah 52 sudah muncul empat kali sebagai pembanding di surah ini. Jadi ini tautan kelima dengan surah yang sama, dan Al-Qur'an tidak menandai satu pun.

Ayat ini berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban, karena ia menyatakan bahwa tidak ada kabar lain yang bisa dipercayai sesudah yang ini. Bentuknya pertanyaan dan isinya penutupan, dan cara yang sama sudah dipakai di 77:14 dan 77:16.

Ayat ini juga berdiri tanpa refrein sesudahnya, padahal sembilan bagian sebelumnya seluruhnya ditutup refrein. Yang terakhir terdengar bukan ancaman melainkan pertanyaan, dan susunan itu berbeda dari 78:40 yang ditutup dengan ucapan penyesalan. Ayat ini menyebut iman, dan itu penyebutan pertama sekaligus terakhir di surahnya, sebab empat puluh sembilan ayat sebelumnya tidak memakai kata itu. Yang sepuluh kali diancam adalah yang mendustakan, sedangkan lawannya baru disebut di ayat penghabisan. Penyebutan itu berupa pertanyaan dan bukan ajakan, sehingga yang disodorkan bukan tuntutan melainkan pertanyaan yang jawabannya cuma satu.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini dipakai Allah 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 7:185 dan 77:50, dan dua ayat itu sama kata demi kata. Rangkaian dua kata pertamanya dipakai di 7:185, 45:6, dan 77:50, dan di 45:6 kata yang menyusulnya berbeda. Tiga tempat memakai pembuka yang sama untuk pertanyaan yang sama jenisnya. Tiga tempat memakai pembuka yang sama untuk pertanyaan yang sama jenisnya. Dua di antaranya bahkan sama persis kata demi kata, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang membaca ketiganya akan mengenali satu suara yang sama.
  • Kata ketiganya dipakai Allah di 7 ayat, dan 52:34 termasuk di antaranya. Surah 52 sudah muncul empat kali sebagai pembanding di surah ini, sehingga ini tautan kelima dengan surah yang sama. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara kelimanya. Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antara kelima tautan itu. Surah 52 dan surah 77 berbagi lima rumus tanpa satu penunjuk pun di antara keduanya. Kepadatan seperti itu tidak mungkin ditemukan tanpa membaca keduanya berdampingan.
  • Surah ini dibuka Allah dengan sumpah dan ditutup dengan pertanyaan. Al-Qur'an tidak menandai susunan itu, dan ujung awal serta ujung akhirnya memakai dua bentuk yang berbeda. Yang satu menegaskan tanpa menunggu tanggapan, dan yang lain bertanya tanpa menuntut jawaban. Yang satu menegaskan tanpa menunggu tanggapan, dan yang lain bertanya tanpa menuntut jawaban. Dua ujung surahnya memakai dua bentuk yang berlawanan cara kerjanya. Yang satu menutup pintu bantahan, dan yang lain membuka ruang untuk memilih.
  • Pertanyaan ini tidak menuntut jawaban, melainkan menyatakan bahwa tidak ada kabar lain yang bisa dipercayai sesudah yang ini. Bentuknya pertanyaan, dan isinya penutupan. Cara yang sama sudah dipakai Allah di 77:14 dan 77:16, sehingga surah ini memuat tiga pertanyaan yang tidak menuntut jawaban. Cara yang sama sudah dipakai Allah di 77:14 dan 77:16, sehingga surah ini memuat tiga pertanyaan yang tidak menuntut jawaban. Ketiganya berdiri di tiga bagian yang berbeda di sepanjang surahnya. Pertanyaan yang tidak menuntut jawaban dipakai untuk membuka, menahan, dan menutup.
  • Ayat ini berdiri tanpa refrein sesudahnya, padahal sembilan bagian sebelumnya seluruhnya ditutup refrein. Ketiadaan penutup itu membuat surahnya berhenti mendadak. Yang terakhir terdengar bukan ancaman melainkan pertanyaan, dan Allah membiarkan pintu terakhirnya terbuka. Yang terakhir terdengar bukan ancaman melainkan pertanyaan, dan Allah membiarkan pintu terakhirnya terbuka. Sembilan bagian sebelumnya seluruhnya ditutup refrein, dan yang ini tidak. Ayat terakhirnya dibiarkan berdiri sendirian tanpa kalimat yang biasa menyusul.
  • Sesudah lima puluh ayat, yang tersisa adalah satu pertanyaan yang harus dijawab sendiri oleh pembacanya. Susunan itu berbeda dari 78:40, yang ditutup dengan ucapan penyesalan yang sudah terlambat. Kalau sebuah surah berakhir dengan pertanyaan dan bukan dengan kesimpulan, kepada siapa sebenarnya jawabannya diserahkan? Ayat ini menyebut iman, dan itu penyebutan pertama sekaligus terakhir di surahnya. Empat puluh sembilan ayat sebelumnya tidak memakai kata itu satu kali pun. Yang paling sering diancam adalah yang mendustakan, dan lawannya baru muncul di ujung.