بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ
Tentang apakah mereka saling bertanya?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ'amma yatasaa'aluunatentang apakah mereka saling bertanya
Terjemahan per kata (2 kata)
- عَمَّ'ammatentang apakah
- يَتَسَاءَلُونَyatasaa'aluunasaling bertanya
Inti bacaan
Pembukaan An-Naba dengan pertanyaan yang menggugah: 'tentang apakah mereka saling bertanya?', teknik retoris yang membangkitkan rasa ingin tahu tentang topik yang menjadi bahan perbincangan, mengundang perhatian sebelum topik diungkap.
Penjelasan pilihan kata
Surah ini dibuka dengan pertanyaan, dan yang bertanya tidak disebut. Yang disebut cuma bahwa mereka saling bertanya.
Kata (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa-aluun) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 23:101, 28:66, 37:27, 37:50, 52:25, 74:40, dan 78:1. Akarnya dipakai di 118 ayat.
Di 23:101 dan 28:66 kata (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa-aluun) dipakai untuk keadaan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi yang saling bertanya. Jadi di dua tempat itu ia dipakai dengan pengingkaran.
Di 37:27, 37:50, dan 52:25 kata (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa-aluun) dipakai untuk penghuni akhirat yang saling bertanya sesudah sampai di sana. Jadi di tiga tempat itu ia terjadi sesudah hari itu tiba.
Di sini ia dipakai untuk yang terjadi sekarang, sebelum harinya datang. Satu kata memuat pertanyaan sebelum, pertanyaan sesudah, dan ketiadaan pertanyaan pada saat perpindahannya.
Bentuk (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa-aluun) menyatakan perbuatan yang dilakukan bersama-sama. Jadi yang dilukiskan bukan seorang yang bertanya, melainkan orang banyak yang saling bertanya.
Perbedaan itu menentukan gambarannya. Sebuah pertanyaan yang beredar di antara banyak orang lebih sulit dihentikan daripada pertanyaan seorang saja.
Kata (عَمَّ, 'amma) tersusun dari huruf dan kata tanya yang menyatu. Susunannya memang lazim di dalam bahasa Arab, dan penyatuan itu membuat pembukanya pendek dan cepat.
Perhatikan bahwa (عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ, 'amma yatasaa-aluun) cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di surah ini. Sebuah surah yang panjangnya empat puluh ayat dibuka dengan dua kata saja.
Ayat ini juga tidak menyebut apa yang mereka tanyakan. Jawabannya baru datang di 78:2, dan pembacanya menahan satu pertanyaan selama satu ayat.
Susunan seperti itu menarik perhatian sebelum memberi isi. Yang lebih dulu sampai keingintahuannya, dan pokoknya menyusul.
Ayat ini membuka lima ayat pertama, yang seluruhnya tentang pertanyaan mereka dan jawabannya. Sesudah 78:5 surahnya berpindah kepada bukti, dan tidak kembali kepada pertanyaan itu.
Perhatikan pula bahwa hampir seluruh ayat surah ini berakhir dengan bunyi yang sama. Empat puluh ayatnya nyaris seluruhnya ditutup bunyi panjang yang serupa.
Keseragaman bunyi seperti itu jarang bertahan sepanjang satu surah penuh. Yang biasanya berubah di tengah jalan di sini bertahan sampai ayat terakhir.
Akibatnya surah ini terbaca seperti satu tarikan yang tidak terputus. Isinya berpindah dari pertanyaan ke bukti lalu ke hari kiamat, dan bunyinya tidak ikut berpindah.
Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu dengan satu kalimat pun. Yang bisa dibaca cuma bahwa pergantian pokok tidak disertai pergantian bunyi.
Tafsiran
Ayat ini membuka surah dengan pertanyaan tentang apa yang mereka perselisihkan. Kata keduanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 23:101, 28:66, 37:27, 37:50, 52:25, 74:40, dan 78:1, dan akarnya dipakai di 118 ayat.
Di 23:101 dan 28:66 kata itu dipakai untuk keadaan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi yang saling bertanya, sedangkan di 37:27, 37:50, dan 52:25 untuk penghuni akhirat yang saling bertanya sesudah sampai di sana. Di sini ia dipakai untuk yang terjadi sekarang, sebelum harinya datang.
Jadi satu kata memuat pertanyaan sebelum, pertanyaan sesudah, dan ketiadaan pertanyaan pada saat perpindahannya. Bentuknya juga menyatakan perbuatan yang dilakukan bersama-sama, sehingga yang dilukiskan orang banyak yang saling bertanya.
Ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di surah ini. Ia juga tidak menyebut apa yang ditanyakan, karena jawabannya baru datang di 78:2.
Ayat ini membuka lima ayat pertama, yang seluruhnya tentang pertanyaan mereka dan jawabannya. Hampir seluruh ayat surah ini berakhir dengan bunyi yang sama, dan keseragaman itu bertahan sampai ayat terakhir. Isinya berpindah dari pertanyaan ke bukti lalu ke hari kiamat, sedangkan bunyinya tidak ikut berpindah.
Renungan dan Hikmah
- Kata keduanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 23:101, 28:66, 37:27, 37:50, 52:25, 74:40, dan 78:1. Di 23:101 dan 28:66 Allah memakainya untuk keadaan ketika tidak ada lagi yang saling bertanya, dan di 37:27, 37:50, serta 52:25 untuk penghuni akhirat yang saling bertanya. Di sini ia dipakai untuk yang terjadi sekarang, sehingga satu kata memuat tiga keadaan yang berbeda waktunya. Satu kata yang menampung tiga keadaan waktu menuntut pembacanya memeriksa ketiganya. Yang tidak diperiksa akan terbaca sebagai satu arti saja. Kesamaan bunyi bukan kesamaan makna, dan ketiganya patut ditimbang sendiri-sendiri.
- Bentuk kata keduanya menyatakan perbuatan yang dilakukan bersama-sama, sehingga yang dilukiskan Allah bukan seorang yang bertanya melainkan orang banyak yang saling bertanya. Perbedaan itu menentukan gambarannya, karena sebuah pertanyaan yang beredar di antara banyak orang lebih sulit dihentikan daripada pertanyaan seorang saja. Sesuatu yang beredar di antara banyak orang punya daya tahan yang tidak dimiliki pikiran seorang. Menghentikannya menuntut lebih dari satu jawaban. Yang menyebar lebih sulit ditarik kembali daripada yang tersimpan di satu kepala.
- Surah ini dibuka dengan pertanyaan, dan Allah tidak menyebut siapa yang bertanya. Yang disebut cuma bahwa mereka saling bertanya. Yang tidak dinamai tidak bisa dikurung pada satu golongan di satu masa, sehingga pertanyaannya tetap terbuka bagi siapa saja yang mengulanginya di zaman mana pun. Nama yang tidak disebut membuat pertanyaannya bisa diulang di zaman mana pun. Yang tidak beralamat tidak pernah kedaluwarsa. Pertanyaan tanpa alamat berlaku bagi setiap orang yang pernah menanyakannya.
- Ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di surah ini. Sebuah surah yang panjangnya empat puluh ayat dibuka Allah dengan dua kata saja. Pembuka sependek itu masuk cepat dan tinggal lama, dan pembacanya sudah berada di dalam pertanyaannya sebelum sempat bersiap. Pembuka yang paling pendek sering yang paling cepat masuk. Kependekan bukan tanda ringan. Yang pendek lebih mudah diingat, dan yang diingat lebih lama bekerja.
- Ayat ini tidak menyebut apa yang mereka tanyakan, dan jawabannya baru datang di 78:2. Allah membuat pembacanya menahan satu pertanyaan selama satu ayat. Susunan seperti itu menarik perhatian sebelum memberi isi, sehingga yang lebih dulu sampai keingintahuannya dan pokoknya menyusul. Menahan jawaban selama satu ayat membuat pembacanya lebih siap menerima. Kesiapan itu tidak bisa dibuat oleh penjelasan. Menunggu membuat penerimaan lebih terbuka daripada mendengar tanpa jeda.
- Ayat ini membuka lima ayat pertama, yang seluruhnya tentang pertanyaan mereka dan jawabannya. Sesudah 78:5 surahnya berpindah kepada bukti, dan Allah tidak kembali kepada pertanyaan itu. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika pertanyaan yang membuka seluruh surah cuma diberi lima ayat, lalu ditinggalkan begitu saja? Sebuah pertanyaan yang ditinggalkan tanpa dijawab isinya tetap bekerja sepanjang surahnya. Ketiadaan jawaban isi memaksa pembacanya mencari sendiri di seluruh surahnya.