وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًاwa-khalaqnaakum azwaajandan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَخَلَقْنَاكُمْwa-khalaqnaakumdan Kami menciptakan kalian
  2. أَزْوَاجًاazwaajanberpasang-pasangan

Inti bacaan

Prinsip keberpasangan universal: 'dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan', pengakuan pola dasar penciptaan yang melibatkan kompleementaritas, bukan eksistensi tunggal tanpa pasangan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَخَلَقْنَاكُمْ, wa khalaqnaakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Bentuknya memakai kata ganti objek berorang kedua jamak, sehingga yang disapa langsung orang banyak.

Kata (أَزْوَاجًا, azwaajan) muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:234, 16:72, 30:21, 42:11, dan 56:7. Akarnya dipakai di 72 ayat.

Di 30:21 kata (أَزْوَاجًا, azwaajan) dipakai untuk pasangan yang diciptakan supaya manusia merasa tenteram. Di 56:7 ia dipakai untuk manusia yang dibagi menjadi tiga golongan pada hari kiamat.

Jadi (أَزْوَاجًا, azwaajan) memuat pasangan hidup dan pembagian golongan. Yang menyatukannya cuma gambaran sesuatu yang berpasangan atau bergolongan.

Bacaan itu membuat ayat ini terbuka. Yang disebut bisa berarti pasangan laki-laki dan perempuan, bisa juga berarti manusia yang diciptakan bermacam-macam.

Al-Qur'an tidak memilih satu di antaranya. Yang bisa dibaca cuma bahwa penciptaan manusia disebut dengan kata yang membawa gambaran berpasangan.

Ayat ini pemberian ketiga di dalam daftarnya, sesudah bumi dan gunung. Dua yang pertama di luar diri manusia, dan yang ketiga adalah manusia itu sendiri.

Perpindahan itu patut dicatat. Daftarnya bergerak dari yang dipijak, ke yang menahannya, lalu ke yang berjalan di atasnya.

Kata (وَخَلَقْنَاكُمْ, wa khalaqnaakum) berbentuk berorang pertama jamak, sama seperti kata kerja di 78:6. Dua ayat itu memakai bentuk yang sama walau dipisahkan satu ayat.

Bentuk (وَخَلَقْنَاكُمْ, wa khalaqnaakum) dan sejenisnya dipakai lagi di 78:9, 78:10, 78:11, 78:12, 78:13, 78:14, dan 78:15. Delapan ayat berturut-turut memakai satu bentuk pelaku.

Keseragaman itu mengikat seluruh daftarnya. Sebelas pemberian disebut, dan tidak satu pun dinyatakan datang dari pihak lain.

Perhatikan bahwa manusia disapa langsung di ayat ini, sedangkan bumi dan gunung disebut sebagai benda. Sapaan itu masuk tepat ketika yang dibicarakan adalah pendengarnya sendiri.

Perhatikan pula bahwa sebelas pemberian di daftar ini tidak satu pun diberi nama pemberi selain lewat bentuk kata kerjanya. Nama Allah sendiri baru muncul jauh sesudah daftarnya selesai.

Susunan itu membuat daftarnya terbaca sebagai satu tarikan. Yang berubah cuma bendanya, dan tangannya tetap sama sepanjang sebelas ayat.

Cara seperti itu juga menutup satu celah. Tidak ada satu pemberian pun yang bisa diaku berasal dari pihak lain, dan tidak ada satu pun yang bisa disebut kebetulan.

Yang dituntut dari pembacanya bukan menghitung pemberian, melainkan mengenali satu tangan di balik semuanya.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar dengan penciptaan manusia berpasang-pasangan. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan bentuknya memakai kata ganti objek berorang kedua jamak sehingga yang disapa langsung orang banyak.

Kata terakhirnya muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:234, 16:72, 30:21, 42:11, dan 56:7, dan akarnya dipakai di 72 ayat. Di 30:21 kata itu dipakai untuk pasangan yang diciptakan supaya manusia merasa tenteram, dan di 56:7 untuk manusia yang dibagi menjadi tiga golongan pada hari kiamat.

Jadi satu kata memuat pasangan hidup dan pembagian golongan, sehingga ayat ini terbuka bagi dua pembacaan sekaligus. Al-Qur'an tidak memilih satu di antaranya.

Ayat ini pemberian ketiga di dalam daftarnya, sesudah bumi dan gunung, sehingga daftarnya bergerak dari yang dipijak, ke yang menahannya, lalu ke yang berjalan di atasnya.

Kata pertamanya berbentuk berorang pertama jamak, sama seperti kata kerja di 78:6, dan bentuk itu dipakai di delapan ayat berturut-turut. Sebelas pemberian di daftar ini tidak satu pun diberi nama pemberi selain lewat bentuk kata kerjanya, dan nama Allah sendiri baru muncul jauh sesudah daftarnya selesai. Cara itu menutup satu celah, karena tidak ada satu pemberian pun yang bisa diaku berasal dari pihak lain.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:234, 16:72, 30:21, 42:11, dan 56:7. Di 30:21 Allah memakainya untuk pasangan yang diciptakan supaya manusia merasa tenteram, dan di 56:7 untuk manusia yang dibagi menjadi tiga golongan pada hari kiamat. Jadi satu kata memuat pasangan hidup dan pembagian golongan, dan yang menyatukannya cuma gambaran sesuatu yang berpasangan.Sebuah kata yang menampung dua arti sekaligus membiarkan pembacanya membawa yang paling dikenalnya. Yang tidak dipilih tetap tersedia bagi yang mencarinya nanti. Kekayaan arti bukan cacat; ia ruang.
  • Bacaan itu membuat ayat ini terbuka: yang disebut bisa berarti pasangan laki-laki dan perempuan, bisa juga berarti manusia yang diciptakan bermacam-macam. Allah tidak memilih satu di antaranya, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu keterangan pun. Yang bisa dibaca cuma bahwa penciptaan manusia disebut dengan kata yang membawa gambaran berpasangan.Memaksa memilih satu arti akan mempersempit apa yang sebenarnya dimaksud. Kekaburan yang disengaja berbeda dari kekaburan karena kurang teliti. Menyempitkan arti sering menyempitkan penerimanya juga.
  • Ayat ini pemberian ketiga di dalam daftarnya, sesudah bumi dan gunung. Dua yang pertama di luar diri manusia, dan yang ketiga adalah manusia itu sendiri. Jadi daftar Allah bergerak dari yang dipijak, ke yang menahannya, lalu ke yang berjalan di atasnya, dan perpindahan itu tidak ditandai satu kata pun.Yang paling dekat dengan diri selalu paling sulit dilihat sebagai pemberian. Justru karena itu ia perlu disebut di tengah daftar, bukan di ujungnya. Yang dekat menuntut mata yang lebih awas daripada yang jauh.
  • Kata pertamanya berbentuk berorang pertama jamak, sama seperti kata kerja di 78:6, dan bentuk itu dipakai lagi di 78:9 sampai 78:15. Delapan ayat berturut-turut memakai satu bentuk pelaku, sehingga sebelas pemberian di daftarnya diikat Allah kepada satu tangan. Tidak satu pun dinyatakan datang dari pihak lain.Membagi pujian menjadi mustahil ketika seluruh daftarnya memakai satu bentuk pelaku. Tidak ada ruang untuk menyisipkan tangan kedua. Satu tangan yang tetap membuat seluruh daftarnya satu perkara.
  • Manusia disapa langsung di ayat ini, sedangkan bumi dan gunung disebut sebagai benda. Sapaan itu masuk tepat ketika yang dibicarakan Allah adalah pendengarnya sendiri. Perpindahan dari menyebut benda ke menyapa orang terjadi tanpa satu penanda, dan pembacanya tiba-tiba berada di dalam daftarnya.Sebuah keterangan berubah menjadi tagihan ketika yang diterangkan ternyata pendengarnya sendiri. Perubahan itu terjadi tanpa satu kata pun berubah nadanya. Nada sebuah kalimat berubah ketika sasarannya berubah.
  • Apa yang dinyatakan sebuah daftar pemberian yang menaruh manusia sebagai salah satu isinya, bukan sebagai penerimanya saja? Allah menyebut penciptaan manusia berdampingan dengan bumi, gunung, malam, dan langit, tanpa satu kata pun yang meninggikannya di atas yang lain.Berdiri di luar sebuah daftar hanya mungkin bagi yang tidak termasuk di dalamnya. Manusia tidak punya pilihan itu di sini. Termasuk di dalam daftar berarti terikat pada kesimpulannya.