وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

Dan gadis-gadis sebaya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًاwa-kawaa'iba atraabandan gadis-gadis sebaya

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَكَوَاعِبَwa-kawaa'ibadan gadis-gadis
  2. أَتْرَابًاatraabansebaya

Inti bacaan

Pendamping yang digambarkan: 'dan gadis-gadis sebaya', detail tambahan yang melengkapi gambaran kesejahteraan sosial dan personal di surga.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَكَوَاعِبَ, wa kawaa'iba) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 4 ayat: 5:6, 5:95, 5:97, dan 78:33.

Di 5:6 akar (وَكَوَاعِبَ, wa kawaa'iba) dipakai untuk mata kaki, dan di 5:95 serta 5:97 ia dipakai untuk rumah suci. Jadi tiga pemakaian lainnya menamai benda, bukan orang.

Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara empat pemakaian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa akarnya sangat jarang dan artinya berpindah-pindah.

Kata (أَتْرَابًا, atraaban) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 56:37 dan 78:33. Di 56:37 ia dipakai untuk teman-teman yang sebaya.

Perhatikan bahwa akar (أَتْرَابًا, atraaban) dipakai di 22 ayat, antara lain 3:59, 22:5, 30:20, dan 86:7. Dua di antaranya ada di surah ini: 78:33 dan 78:40.

Di 78:40 akar (أَتْرَابًا, atraaban) muncul sebagai tanah. Jadi satu akar menamai teman sebaya di ayat ini dan tanah di ayat penutup surahnya.

Al-Qur'an tidak menandai hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat yang berjarak tujuh ayat memakai akar yang sama untuk dua hal yang sangat berjauhan.

Perhatikan bahwa ayat ini tidak memuat satu keterangan pun tentang rupa. Tidak ada warna, tidak ada bentuk, dan tidak ada ukuran.

Ketiadaan keterangan itu berlaku di seluruh daftarnya. Empat ayat berturut-turut menyebut empat hal tanpa satu lukisan pun.

Perhatikan bahwa ayat ini cuma terdiri atas dua patah, sama seperti ayat sebelum dan sesudahnya. Tiga ayat berurutan sama-sama sependek itu.

Kesamaan panjang itu membuat ketiganya terdengar seperti satu deretan. Yang berbeda cuma isinya, dan iramanya tidak berubah sama sekali.

Deretan seperti itu berulang di surah ini. Daftar di 78:6 sampai 78:16 juga disusun dari ayat-ayat pendek dengan panjang yang hampir sama.

Perhatikan pula bahwa ayat ini berdiri di tengah daftar, bukan di ujungnya. Ia didahului kebun dan buah, lalu disusul gelas yang penuh.

Kedudukan di tengah itu membuatnya terikat kepada dua sisi. Membacanya sendirian memutus ikatan yang dibangun urutannya.

Perhatikan pula bahwa yang disebut di sini bukan benda, melainkan orang. Tiga hal lain di daftarnya berupa benda yang bisa dipegang.

Al-Qur'an tidak menandai pengecualian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu dari empat hal yang dijanjikan bukan benda.

Perhatikan pula bahwa kedua sebutan di ayat ini berbentuk jamak. Yang dijanjikan bukan seorang, melainkan lebih dari satu.

Al-Qur'an tidak menyebut jumlahnya. Ketiadaan bilangan itu berlaku di seluruh daftarnya, sama seperti kebun yang juga tidak dihitung.

Perhatikan pula bahwa sebutan kedua menerangkan sebutan pertama. Yang kedua bukan hal baru, melainkan keterangan bagi yang disebut lebih dulu.

Susunan (كَوَاعِبَ أَتْرَابًا, kawaa'iba atraaban) berulang bentuknya di 78:34. Di sana pun sebutan kedua menerangkan yang pertama, dan bukan menambah benda baru.

Perhatikan pula bahwa keterangan yang dipilih menyangkut kesamaan, bukan kelebihan. Yang disebut adalah kesetaraan usia di antara mereka.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dari sekian banyak keterangan yang mungkin, yang dipilih adalah kesetaraan.

Perhatikan pula bahwa daftar ini tidak menyebut satu pun nama. Tidak ada yang diberi nama diri, dan tidak ada yang dikenali sebagai perseorangan.

Ketiadaan nama itu berlaku di seluruh surahnya. Empat puluh ayat berjalan tanpa satu nama diri manusia pun disebutkan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar yang dibuka di 78:32. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 4 ayat: 5:6, 5:95, 5:97, dan 78:33.

Di 5:6 akar itu dipakai untuk mata kaki, sedangkan di 5:95 dan 5:97 ia dipakai untuk rumah suci, sehingga tiga pemakaian lainnya menamai benda dan bukan orang. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara empat pemakaian itu.

Kata keduanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 56:37 dan 78:33, dan di 56:37 ia dipakai untuk teman-teman yang sebaya. Akarnya dipakai di 22 ayat, antara lain 3:59, 22:5, 30:20, dan 86:7, dan dua di antaranya ada di surah ini karena 78:40 memakainya sebagai tanah.

Jadi satu akar menamai teman sebaya di ayat ini dan tanah di ayat penutup surahnya, dan Al-Qur'an tidak menandai hubungan itu dengan satu kalimat pun.

Ayat ini tidak memuat satu keterangan pun tentang rupa, sejalan dengan seluruh daftarnya yang menyebut empat hal tanpa satu lukisan pun. Ayat ini berdiri di tengah daftar, didahului kebun dan buah lalu disusul gelas yang penuh, sehingga membacanya sendirian memutus ikatan yang dibangun urutannya. Yang disebut di sini bukan benda melainkan orang, sedangkan tiga hal lain di daftarnya berupa benda yang bisa dipegang, dan Al-Qur'an tidak menandai pengecualian itu. Sebutan keduanya menerangkan sebutan pertama dan bukan menambah hal baru, sama seperti susunan di 78:34. Keterangan yang dipilih menyangkut kesamaan usia, bukan kelebihan, dan seluruh surahnya berjalan tanpa satu nama diri manusia pun.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata pertamanya cuma dipakai Allah di 4 ayat: 5:6, 5:95, 5:97, dan 78:33. Di 5:6 ia menamai mata kaki, dan di 5:95 serta 5:97 ia menamai rumah suci, sehingga tiga pemakaian lainnya menyebut benda dan bukan orang. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara keempatnya. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara keempat pemakaian akar itu. Akar yang artinya berpindah-pindah menuntut pembacanya membaca kalimatnya, bukan mengandalkan hafalan arti yang dibawa dari ayat lain.
  • Akar kata keduanya dipakai Allah di 22 ayat, antara lain 3:59, 22:5, 30:20, dan 86:7, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di sini ia menamai teman sebaya, dan di 78:40 ia menamai tanah. Dua ayat yang berjarak tujuh ayat memakai satu akar untuk dua hal yang sangat berjauhan. Dua ayat yang berjarak tujuh ayat memakai satu akar untuk dua hal yang sangat berjauhan. Bahasa menyimpan hubungan itu jauh lebih lama daripada ingatan siapa pun yang memakainya, dan ia tetap ada meskipun tidak ada yang menyadarinya.
  • Allah tidak memberi satu keterangan pun tentang rupa di sini, karena tidak ada warna, bentuk, maupun ukuran yang disebut. Ketiadaan keterangan itu berlaku di seluruh daftarnya. Yang tidak dilukiskan tidak bisa dibantah rinciannya, dan tidak bisa pula dikecilkan oleh bayangan yang keliru. Yang tidak dilukiskan tidak bisa dibantah rinciannya, dan tidak bisa pula dikecilkan oleh bayangan yang keliru. Kekosongan keterangan itu justru menjaga janjinya tetap utuh, karena tidak ada rincian yang bisa dipakai untuk mengecilkannya.
  • Ayat ini cuma terdiri atas dua patah, sama seperti ayat sebelum dan sesudahnya. Tiga ayat berurutan sama-sama sependek itu, sehingga ketiganya terdengar seperti satu deretan. Yang berbeda cuma isinya, dan iramanya tidak berubah sama sekali. Yang berbeda cuma isinya, dan iramanya tidak berubah sama sekali. Irama yang tetap membuat empat hal yang berbeda terdengar sebagai satu pemberian yang utuh, bukan sebagai empat hadiah yang terpisah.
  • Kata keduanya dipakai Allah cuma di 56:37 dan 78:33, dan di 56:37 ia menamai teman-teman yang sebaya. Yang disebut adalah kesetaraan usia, bukan kelebihan salah satu pihak. Di antara yang sebaya tidak ada yang perlu mengalah karena lebih muda atau lebih tua. Di antara yang sebaya tidak ada yang perlu mengalah karena lebih muda atau lebih tua. Kesetaraan menghapus urutan, dan tanpa urutan tidak ada yang perlu diperebutkan di antara mereka yang sama-sama berada di sana.
  • Daftar di 78:6 sampai 78:16 juga disusun Allah dari ayat-ayat pendek dengan panjang yang hampir sama. Kalau satu surah memakai bentuk deretan dua kali untuk dua isi yang berlawanan, apa yang sebenarnya dikerjakan oleh bentuk itu terhadap pembacanya? Bentuk deretan dipakai dua kali di satu surah untuk dua isi yang berlawanan. Bentuk yang sama untuk isi yang berbeda membuat pembacanya membandingkan tanpa pernah diminta, dan perbandingan itu terjadi sendiri di kepalanya.