وَكَأْسًا دِهَاقًا
Dan gelas yang penuh.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَكَأْسًا دِهَاقًاwa-ka'san dihaaqandan gelas yang penuh
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَكَأْسًاwa-ka'sandan gelas
- دِهَاقًاdihaaqanyang penuh
Inti bacaan
Kelimpahan minuman: 'dan gelas yang penuh', penekanan pada ketersediaan tanpa kekurangan, kontras dengan keterbatasan yang mungkin dialami di dunia.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَكَأْسًا, wa ka-san) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 52:23, 76:17, dan 78:34. Ketiganya menyebut sesuatu yang diberikan di tempat yang dijanjikan.
Kata (دِهَاقًا, dihaaqan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya juga cuma dipakai di satu ayat, yaitu ayat ini.
Jadi akar (دِهَاقًا, dihaaqan) tidak punya satu pun pemakaian di luar ayat ini. Seluruh hidupnya di dalam Al-Qur'an berada di satu tempat.
Perhatikan bahwa akar (دِهَاقًا, dihaaqan) bukan satu-satunya yang begitu di surah ini. Ada dua akar lain yang juga cuma hidup di sini, yaitu di 78:13 dan 78:14.
Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah pendek memuat tiga akar yang tidak dipakai di surah lain mana pun.
Perhatikan bahwa 52:23 memuat (وَكَأْسًا, wa ka-san) dan juga memuat sebutan yang muncul lagi di 78:35. Dua hal yang berdampingan di sana muncul berdampingan di sini.
Kesejajaran itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah lain memakai pasangan yang sama dalam satu ayat.
Perhatikan bahwa keterangan yang diberikan di sini menyangkut isinya, bukan wadahnya. Yang disebut adalah penuhnya, bukan bahannya atau bentuknya.
Pilihan itu sejalan dengan daftarnya. Tiga ayat sebelumnya juga menyebut benda tanpa melukiskan rupanya.
Ayat ini menutup daftar empat benda yang dibuka di 78:32. Sesudahnya pembicaraan berpindah dari benda ke suara.
Perpindahan itu tidak diberi satu penghubung pun. Sesudah gelas yang penuh, ayat berikutnya langsung menyebut apa yang tidak terdengar.
Cara seperti itu berulang di surah ini. Perpindahan tanpa penanda sudah dipakai di 78:17 dan di 78:31.
Perhatikan pula bahwa keterangan penuh itu menyebut keadaan yang berkelanjutan. Yang dijanjikan bukan satu kali penuh, melainkan keadaan penuh yang bertahan.
Al-Qur'an tidak menyatakan kelanjutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tidak ada satu kata pun yang menyebut ia akan berkurang.
Perhatikan pula bahwa daftar ini ditutup dengan sesuatu yang diminum. Tiga hal sebelumnya berupa tempat, buah, dan teman.
Urutan itu bergerak dari yang paling luas ke yang paling dekat ke tubuh. Kebun mengelilingi, buah dipetik, teman menemani, dan gelas disentuh bibir.
Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keempatnya disebut dalam susunan yang bergerak masuk.
Perhatikan pula bahwa gelas yang penuh berlawanan dengan minuman di 78:25. Yang satu diberikan penuh, dan yang lain diberikan sebagai pengecualian.
Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian surah ini sama-sama memuat sesuatu yang diminum.
Perhatikan pula bahwa perlawanan itu berulang di sepanjang surahnya. Setiap unsur di bagian pemberian punya bandingannya di bagian hukuman.
Kesejajaran itu tidak pernah dinyatakan. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian itu disusun dengan unsur yang sejenis.
Perhatikan pula bahwa akar (دِهَاقًا, dihaaqan) yang cuma hidup sekali sulit diuji artinya. Tidak ada pemakaian lain yang bisa dipakai sebagai pembanding.
Kesulitan itu diakui sendiri oleh keadaannya. Sesuatu yang tanpa saudara cuma bisa dibaca dari kalimat tempat ia berdiri.
Al-Qur'an tidak memberi keterangan tambahan untuk yang seperti itu. Yang tersedia cuma satu ayat, dan ayat itu cuma dua patah.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar empat benda yang dibuka di 78:32. Kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:23, 76:17, dan 78:34, dan ketiganya menyebut sesuatu yang diberikan di tempat yang dijanjikan.
Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di ayat ini, sehingga seluruh hidupnya di dalam Al-Qur'an berada di satu tempat. Surah ini memuat tiga akar seperti itu, yaitu di 78:13, 78:14, dan 78:34.
Perhatikan bahwa 52:23 memuat gelas yang sama dan juga memuat kata yang muncul lagi di 78:35, sehingga dua kata yang berdampingan di sana muncul berdampingan di sini. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun.
Keterangan yang diberikan di sini menyangkut isinya dan bukan wadahnya, karena yang disebut adalah penuhnya dan bukan bahannya. Pilihan itu sejalan dengan tiga ayat sebelumnya yang juga menyebut benda tanpa melukiskan rupanya.
Sesudah ayat ini pembicaraan berpindah dari benda ke suara tanpa satu kata penghubung, sama seperti perpindahan di 78:17 dan 78:31. Keterangan penuh di sini menyebut keadaan yang berkelanjutan, karena tidak ada satu kata pun yang menyebut ia akan berkurang. Daftar ini ditutup dengan sesuatu yang diminum sesudah tempat, buah, dan teman, sehingga urutannya bergerak dari yang paling luas ke yang paling dekat ke tubuh. Gelas yang penuh di sini berlawanan dengan minuman di 78:25, dan perlawanan seperti itu berulang di sepanjang surahnya karena setiap unsur di bagian pemberian punya bandingannya di bagian hukuman.
Renungan dan Hikmah
- Kata keduanya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di ayat ini. Seluruh hidupnya di dalam Al-Qur'an berada di satu tempat, sehingga tidak ada pembanding sama sekali untuknya. Kata seperti itu cuma bisa dimengerti dari kalimatnya sendiri. Kata seperti itu cuma bisa dimengerti dari kalimatnya sendiri. Tidak ada pemakaian lain yang bisa dipakai untuk menguji apakah bacaannya tepat atau meleset, sehingga kalimatnya sendiri menjadi satu-satunya bukti.
- Surah ini memuat tiga akar yang seluruh hidupnya berada di dalamnya, yaitu di 78:13, 78:14, dan 78:34. Allah tidak memakai ketiganya di surah lain mana pun. Satu surah pendek yang memuat tiga kata sekali pakai menandakan pilihan kata yang tidak diambil dari persediaan yang biasa. Satu surah pendek yang memuat tiga kata sekali pakai menandakan pilihan yang tidak diambil dari persediaan biasa. Kejarangan yang menumpuk seperti itu tidak terjadi di banyak surah, dan ia menandai bahwa kata-katanya dipilih dan bukan diambil sekenanya.
- Allah memakai gelas yang sama di 52:23, dan ayat itu juga memuat kata yang muncul lagi di 78:35. Dua kata yang berdampingan di sana muncul berdampingan di sini, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Pengulangan pasangan lebih sulit disebut kebetulan daripada pengulangan satu kata. Pengulangan pasangan lebih sulit disebut kebetulan daripada pengulangan satu kata. Dua kata yang muncul bersama di dua tempat mengikat kedua tempat itu lebih kuat daripada satu kata yang kebetulan sama.
- Keterangan yang diberikan Allah di sini menyangkut isinya, bukan wadahnya, karena yang disebut adalah penuhnya. Tidak ada bahan, bentuk, maupun ukuran yang disebut. Menyebut penuh tanpa menyebut wadahnya memindahkan perhatian dari benda ke keadaan. Menyebut penuh tanpa menyebut wadahnya memindahkan perhatian dari benda ke keadaan. Yang dijanjikan bukan bentuk gelasnya, melainkan bahwa ia tidak pernah kosong sekali pun ia sudah diminum.
- Ayat ini menutup daftar empat benda yang dibuka di 78:32, dan sesudahnya Allah berpindah dari benda ke suara tanpa satu kata penghubung. Cara yang sama sudah dipakai di 78:17 dan 78:31. Perpindahan tanpa penanda menuntut pembacanya mengenali sendiri bahwa bagiannya sudah berganti. Perpindahan tanpa penanda menuntut pembacanya mengenali sendiri bahwa bagiannya sudah berganti. Cara itu berulang cukup sering di surah ini untuk menjadi ciri susunannya, bukan kebetulan yang terjadi sekali dua kali.
- Kata pertamanya dipakai Allah cuma di 52:23, 76:17, dan 78:34, dan ketiganya menyebut sesuatu yang diberikan di tempat yang dijanjikan. Kalau satu kata tidak pernah sekali pun dipakai untuk keadaan yang lain, apa yang sudah melekat padanya sebelum kalimatnya selesai dibaca? Gelas yang penuh di sini berlawanan dengan minuman yang disebut di 78:25. Dua bagian surah ini sama-sama memuat sesuatu yang diminum, dan bandingannya berdiri diam tanpa pernah ditunjuk.