جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا
Sebagai balasan dari Tuhanmu, pemberian yang cukup,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًاjazaa'an min rabbika athaa'an hisaabansebagai balasan dari Tuhanmu, pemberian yang cukup
Terjemahan per kata (5 kata)
- جَزَاءًjazaa'anbalasan
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- عَطَاءًathaa'anpemberian
- حِسَابًاhisaabanperhitungan
Inti bacaan
Prinsip kecukupan dalam balasan: 'sebagai balasan dari Tuhanmu, pemberian yang cukup', penegasan bahwa ganjaran diberikan secara memadai, bukan kekurangan atau berlebihan tanpa dasar, proporsi yang tepat sesuai kebutuhan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (جَزَاءً, jazaa-an) muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 5:38, 18:88, 32:17, 56:24, dan 76:9. Dua di antaranya ada di surah ini: 78:26 dan 78:36.
Perhatikan bahwa dua kemunculan itu menutup dua bagian yang berlawanan. Di 78:26 ia menutup bagian hukuman, dan di sini ia menutup bagian pemberian.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan yang sama dipakai untuk mengunci dua bagian yang isinya bertolak belakang.
Kata (عَطَاءً, 'athaa-an) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 11:108 dan 78:36. Akarnya dipakai di 12 ayat, antara lain 20:50, 53:34, 92:5, dan 108:1.
Di 11:108 kata (عَطَاءً, 'athaa-an) dipakai untuk pemberian yang tidak terputus. Jadi dua pemakaiannya sama-sama menyebut pemberian yang tidak dibatasi.
Kata (حِسَابًا, hisaaban) di ujung ayat ini punya tiga saudara di seluruh Al-Qur'an, yaitu 65:8, 78:27, dan 84:8. Satu di antaranya berada di surah yang sama.
Perhatikan bahwa di 78:27 kata (حِسَابًا, hisaaban) menamai perhitungan yang tidak mereka nanti. Di sini ia berdiri sebagai keterangan bagi pemberian.
Jadi satu sebutan yang jarang dipakai dua kali di satu surah dengan kedudukan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut sumbernya, sedangkan 78:26 tidak menyebutkan sumber. Yang membalas di sana tidak dinamai, dan yang memberi di sini dinamai.
Perbedaan itu mencolok. Bagian hukuman berjalan tanpa pemberi nama, dan bagian pemberian ditutup dengan penyebutan pemberinya.
Kata (رَبِّكَ, rabbika) menyapa satu orang, sedangkan sapaan lain di surah ini ditujukan kepada banyak orang. Di 78:30 dan 78:40 yang disapa berupa kalian.
Perubahan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa penyebutan pemberi di sini disandarkan kepada satu orang yang disapa.
Perhatikan pula bahwa ayat ini memuat tiga sebutan berturut-turut untuk satu hal yang sama. Yang diberikan disebut balasan, lalu pemberian, lalu perhitungan.
Penumpukan seperti itu tidak lazim di surah ini. Tiga puluh lima ayat sebelumnya hampir tidak pernah menumpuk keterangan sebanyak itu.
Perhatikan pula bahwa tiga sebutan itu berasal dari tiga sudut yang berbeda. Yang pertama menyangkut kesepadanan, yang kedua kemurahan, dan yang ketiga kecukupan.
Al-Qur'an tidak menerangkan pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu hal dinamai tiga kali dengan tiga sudut yang tidak saling menggantikan.
Perhatikan pula bahwa dua sudut pertama terdengar berlawanan. Balasan mengandaikan hak, sedangkan pemberian mengandaikan kemurahan.
Menaruh keduanya berdampingan menutup dua penafsiran sekaligus. Yang diterima bukan semata hak yang dituntut, dan bukan semata hadiah yang tidak berhubungan dengan perbuatan.
Perhatikan pula bahwa ayat ini menutup bagian yang dibuka di 78:31. Enam ayat berjalan sejak sana, dan ayat ini memberi ringkasannya.
Susunan itu sejajar dengan 78:26 yang juga menutup bagiannya. Dua ringkasan itu sama-sama dibuka dengan kata yang sama.
Perhatikan pula bahwa bagian pemberian jauh lebih pendek daripada bagian hukuman. Yang satu sepuluh ayat, dan yang ini enam ayat.
Perbedaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya tidak diberi ruang yang sama meskipun keduanya diringkas dengan kata yang sama.
Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut sumbernya tanpa menyebut nama. Yang disebut hubungannya dengan orang yang disapa, bukan nama dirinya.
Cara itu berubah di ayat berikutnya. Di 78:37 sumbernya diterangkan lebih panjang, dan namanya baru disebut di sana.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kenikmatan itu adalah balasan dan pemberian dari Tuhan. Ayat ini menutup bagian tentang yang bertakwa dengan menyebut sumber pemberiannya. Kata pertamanya muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 5:38, 18:88, 32:17, 56:24, dan 76:9, dan dua di antaranya ada di surah ini, yaitu 78:26 dan 78:36.
Dua kemunculan itu menutup dua bagian yang berlawanan, karena di 78:26 ia menutup bagian hukuman sedangkan di sini ia menutup bagian pemberian. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun.
Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 11:108 dan 78:36, dan akarnya dipakai di 12 ayat, antara lain 20:50, 53:34, 92:5, dan 108:1. Di 11:108 ia dipakai untuk pemberian yang tidak terputus, sehingga dua pemakaiannya sama-sama menyebut pemberian yang tidak dibatasi.
Kata terakhirnya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 65:8, 78:27, 78:36, dan 84:8, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di 78:27 ia menamai perhitungan yang tidak mereka nanti, sedangkan di sini ia berdiri sebagai keterangan bagi pemberian.
Ayat ini menyebut sumbernya sedangkan 78:26 tidak, sehingga bagian hukuman berjalan tanpa pemberi nama dan bagian pemberian ditutup dengan penyebutan pemberinya. Ayat ini memuat tiga sebutan berturut-turut untuk satu hal yang sama, yaitu balasan, pemberian, dan perhitungan, dan penumpukan seperti itu tidak lazim di surah ini. Ketiganya berasal dari tiga sudut yang berbeda, yaitu kesepadanan, kemurahan, dan kecukupan, sehingga yang diterima bukan semata hak yang dituntut dan bukan semata hadiah yang tidak berhubungan dengan perbuatan. Bagian pemberian ini juga jauh lebih pendek daripada bagian hukuman, karena yang satu sepuluh ayat dan yang ini enam ayat.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 5:38, 18:88, 32:17, 56:24, dan 76:9, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di 78:26 ia menutup bagian hukuman, dan di sini ia menutup bagian pemberian. Satu kata yang sama mengunci dua bangunan yang isinya bertolak belakang. Satu kata yang sama mengunci dua bangunan yang isinya bertolak belakang. Yang membaca surahnya utuh akan mendengar kunci itu dipasang dua kali dengan bunyi yang sama, sekali di 78:26 dan sekali di sini.
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 11:108 dan 78:36, dan akarnya dipakai di 12 ayat, antara lain 20:50, 53:34, 92:5, dan 108:1. Di 11:108 ia menamai pemberian yang tidak terputus. Dua pemakaiannya sama-sama menyebut pemberian yang tidak dibatasi, dan tidak ada satu pemakaian pun yang menyebut pemberian yang berhenti. Tidak ada satu pemakaian pun yang menyebut pemberian itu berhenti. Kata yang cuma dipakai dua kali dan keduanya untuk hal yang sama tidak menyisakan banyak ruang untuk tafsiran lain.
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 65:8, 78:27, 78:36, dan 84:8, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di 78:27 ia menamai perhitungan yang tidak dinanti, dan di sini ia menerangkan pemberian. Satu kata yang jarang berpindah kedudukan di dalam satu surah tanpa satu kalimat yang menerangkannya. Satu kata yang jarang berpindah kedudukan di dalam satu surah tanpa satu kalimat yang menerangkannya. Perpindahan seperti itu cuma tertangkap oleh yang mengingat kemunculan pertamanya sembilan ayat sebelumnya.
- Bagian hukuman berjalan tanpa Allah menamai siapa yang membalas, dan bagian pemberian ditutup dengan penyebutan pemberinya. Perbedaan itu mencolok kalau dua bagian dibaca berurutan. Menamai pemberi mengubah pemberian menjadi hubungan, sedangkan pemberian tanpa nama cuma menjadi kejadian. Menamai pemberi mengubah pemberian menjadi hubungan, sedangkan pemberian tanpa nama cuma menjadi kejadian. Perbedaan itu menentukan apakah yang menerima merasa berutang atau sekadar merasa beruntung karena kebetulan.
- Kata ketiganya menyapa satu orang, sedangkan sapaan lain di surah ini ditujukan kepada banyak orang, seperti di 78:30 dan 78:40. Allah tidak menerangkan perubahan itu. Menyandarkan penyebutan pemberi kepada satu orang yang disapa membuat kalimatnya terdengar lebih dekat daripada pernyataan umum. Menyandarkan penyebutan pemberi kepada satu orang yang disapa membuat kalimatnya terdengar lebih dekat. Pernyataan umum tidak pernah terasa sedekat sapaan yang ditujukan kepada seseorang yang namanya sedang dipegang.
- Kata terakhirnya berdiri tepat sesudah kata yang menamai pemberian tanpa batas. Kalau sesuatu disebut pemberian sekaligus disebut cukup diperhitungkan, bagaimana dua sifat itu bisa berada dalam satu benda yang sama? Tiga sebutan berturut-turut dipakai untuk satu hal yang sama di ayat ini. Penumpukan sebanyak itu tidak lazim di surah yang hampir seluruh ayatnya cuma dua atau tiga patah.