إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Sesungguhnya Kami memperingatkan kalian akan azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang didahulukan oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, “Aduhai, sekiranya aku menjadi tanah.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُinnaa andzarnaakum 'adzaaban qariiban yawma yanzhuru l-mar'u maa qaddamat yadaahusesungguhnya Kami memperingatkan kalian akan azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang didahulukan oleh kedua tangannya
  2. وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًاwa-yaquulu l-kaafiru yaa laytanii kuntu turaabandan orang kafir berkata, aduhai, sekiranya aku menjadi tanah

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. أَنْذَرْنَاكُمْandzarnaakumKami memperingatkan kalian
  3. عَذَابًا'adzaabanazab
  4. قَرِيبًاqariibanyang dekat
  5. يَوْمَyawmahari
  6. يَنْظُرُyanzhurumemperhatikan
  7. الْمَرْءُl-mar'uorang itu
  8. مَاmaaapa yang
  9. قَدَّمَتْqaddamatmengirimkan lebih dulu
  10. يَدَاهُyadaahukedua tangan-Nya
  11. وَيَقُولُwa-yaquuludan ia berkata
  12. الْكَافِرُl-kaafiruorang kafir
  13. يَاyaawahai
  14. لَيْتَنِيlaytaniiaduhai sekiranya aku
  15. كُنْتُkuntuaku adalah
  16. تُرَابًاturaabantanah

Inti bacaan

Penutup dramatis dengan penyesalan ekstrem: 'Kami memperingatkan kalian akan azab yang dekat. orang kafir berkata: aduhai, sekiranya aku menjadi tanah', puncak keputusasaan yang lebih memilih ketiadaan eksistensi daripada menghadapi konsekuensi pilihan hidup, penutup surah yang menegaskan bobot pertanggungjawaban dengan cara paling dramatis.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba (وَيَقُولُ, wa yaquulu) dari 'yaquulu' (akar q-w-l) via morfologi.

Kata (أَنْذَرْنَاكُمْ, andzarnaakum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 115 ayat, antara lain 2:6, 7:2, 36:6, dan 74:2.

Kata (قَرِيبًا, qariiban) muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an: 9:42, 13:31, 17:51, 33:63, 48:18, 48:27, 59:15, 70:7, dan 78:40. Ia menyebut jarak yang dekat, baik waktu maupun tempat.

Kata (الْمَرْءُ, al-mar-u) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34. Dua surah yang berdekatan memakai kata yang sama untuk manusia perorangan.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat penutup yang berdekatan memakai sebutan yang jarang untuk satu orang.

Rangkaian (مَا قَدَّمَتْ, maa qaddamat) muncul 14 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:182, 18:57, 59:18, dan 82:5. Artinya apa yang telah dikirimkan lebih dulu.

Perhatikan bahwa rangkaian itu menyebut perbuatan sebagai sesuatu yang dikirim ke depan. Perbuatan digambarkan sudah sampai lebih dulu di tempat tujuannya.

Rangkaian (يَا لَيْتَنِي, yaa laitanii) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:73, 18:42, 19:23, 25:27, 69:25, 78:40, dan 89:24. Ia menyatakan penyesalan atas sesuatu yang tidak bisa diubah.

Kata (تُرَابًا, turaaban) muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an: 13:5, 23:35, 23:82, 27:67, 37:16, 37:53, 50:3, 56:47, dan 78:40. Akarnya juga dipakai di 78:33 di surah ini.

Perhatikan bahwa akar (تُرَابًا, turaaban) menamai teman sebaya di 78:33. Jadi satu akar menutup dua ayat yang isinya sangat berjauhan di dalam satu surah.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai penegas yang sama dengan 78:17, 78:21, dan 78:31. Empat kali di surah ini pernyataan dibuka dengan penegasan.

Perhatikan bahwa 35 dari 40 ayat surah ini berakhir dengan bunyi panjang a. Rima itu berjalan tanpa putus dari 78:6 sampai 78:40, dan lima ayat yang tidak ikut adalah 78:1 sampai 78:5.

Ayat ini ditutup (تُرَابًا, turaaban), yang bunyinya sama dengan hampir seluruh ayat sebelumnya. Yang berubah cuma isinya, dan bunyinya tetap sampai penghabisan.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menutup surahnya dengan ucapan seseorang, bukan dengan pernyataan. Empat puluh ayat berjalan, dan yang terakhir terdengar justru suara manusia.

Susunan itu tidak lazim. Sebuah surah yang dibuka pertanyaan tentang kabar besar ditutup dengan keluhan yang tidak bisa lagi mengubah apa pun.

Perhatikan pula bahwa yang dilihat di hari itu adalah perbuatannya sendiri. Bukan hukumannya, bukan tempatnya, melainkan apa yang pernah dikerjakan tangannya.

Pilihan itu memindahkan berat ceritanya. Yang menakutkan bukan apa yang datang dari luar, melainkan apa yang selama ini dibawa sendiri.

Perhatikan pula bahwa yang diinginkan orang itu adalah menjadi tanah. Ia tidak meminta ampun, dan tidak meminta kesempatan kedua.

Yang diminta adalah ketiadaan. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu, dan tidak menyebut apakah permintaannya dijawab.

Perhatikan pula bahwa surah ini dibuka dengan orang-orang yang bertanya dan ditutup dengan satu orang yang menyesal. Yang tadinya ramai berselisih berakhir menjadi satu suara sendirian.

Al-Qur'an tidak menandai perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang jamak di awal menjadi tunggal di akhir.

Perhatikan pula bahwa peringatan disebut sebagai sesuatu yang sudah diberikan. Bentuk lampau yang dipakainya menyatakan pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan.

Susunan itu menutup satu alasan. Tidak ada yang bisa mengatakan peringatannya belum sampai, karena ayat ini menyatakan ia sudah disampaikan.

Perhatikan pula bahwa hukuman disebut dekat, sedangkan hari itu ditunjuk sebagai yang jauh di 78:39. Dua ayat berurutan memakai jarak yang berlawanan.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa hari yang sama bisa terasa jauh dan bisa terasa dekat, tergantung dari sisi mana ia disebut.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini menyatakan peringatan lalu melukiskan penyesalan yang datang terlambat. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 115 ayat, antara lain 2:6, 7:2, 36:6, dan 74:2.

Kata keempatnya muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 9:42, 13:31, 17:51, 33:63, 48:18, 48:27, 59:15, 70:7, dan 78:40. Kata ketujuhnya muncul 2 kali saja, yaitu 78:40 dan 80:34, sehingga dua surah yang berdekatan memakai sebutan yang jarang untuk manusia perorangan.

Rangkaian sesudahnya muncul 14 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:182, 18:57, 59:18, dan 82:5, dan artinya apa yang telah dikirimkan lebih dulu, sehingga perbuatan digambarkan sudah sampai lebih dulu di tempat tujuannya. Rangkaian penyesalannya muncul 7 kali, yaitu 4:73, 18:42, 19:23, 25:27, 69:25, 78:40, dan 89:24.

Kata terakhirnya muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 13:5, 23:35, 23:82, 27:67, 37:16, 37:53, 50:3, 56:47, dan 78:40, dan akarnya juga dipakai di 78:33 untuk menamai teman sebaya. Jadi satu akar menutup dua ayat yang isinya sangat berjauhan di dalam satu surah.

Perhatikan bahwa 35 dari 40 ayat surah ini berakhir dengan bunyi panjang a, tanpa putus dari 78:6 sampai 78:40, dan lima yang tidak ikut adalah 78:1 sampai 78:5. Ayat ini menutup surahnya dengan ucapan seseorang, bukan dengan pernyataan, sehingga surah yang dibuka pertanyaan tentang kabar besar berakhir dengan keluhan yang tidak bisa lagi mengubah apa pun. Yang dilihat di hari itu adalah perbuatannya sendiri, bukan hukumannya dan bukan tempatnya, sehingga yang menakutkan bukan apa yang datang dari luar melainkan apa yang selama ini dibawa sendiri. Yang diminta orang itu adalah ketiadaan, bukan ampunan maupun kesempatan kedua, dan Al-Qur'an tidak menyebut apakah permintaannya dijawab.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 115 ayat, antara lain 2:6, 7:2, 36:6, dan 74:2. Akar yang sangat sering dipakai muncul di sini dalam bentuk yang cuma sekali ada. Bentuk yang khas membuat penutupnya tidak terdengar seperti pengulangan dari mana pun. Bentuk yang khas membuat penutupnya tidak terdengar seperti pengulangan dari mana pun. Akar yang sangat sering dipakai muncul di sini dalam rupa yang cuma sekali ada di seluruh Al-Qur'an.
  • Kata ketujuhnya dipakai Allah cuma di 78:40 dan 80:34. Dua surah yang berdekatan memakai sebutan yang jarang untuk manusia perorangan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Menyebut satu orang, bukan kelompok, membuat pemandangannya berhenti pada seseorang dan bukan pada kerumunan. Menyebut satu orang, bukan kelompok, membuat pemandangannya berhenti pada seseorang. Kerumunan mudah dilihat sebagai orang lain, sedangkan satu orang jauh lebih sulit dijauhkan dari diri sendiri.
  • Rangkaian yang dipakai Allah di sini muncul 14 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:182, 18:57, 59:18, dan 82:5, dan artinya apa yang telah dikirimkan lebih dulu. Perbuatan digambarkan sudah sampai di tempat tujuannya sebelum pelakunya tiba. Yang dilihat pada hari itu bukan sesuatu yang baru, melainkan yang dikirim sendiri. Yang dilihat pada hari itu bukan sesuatu yang baru, melainkan yang dikirim sendiri. Perbuatan digambarkan sudah sampai di tempat tujuannya sebelum pelakunya sendiri tiba untuk melihatnya.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah di 9 ayat, yaitu 13:5, 23:35, 23:82, 27:67, 37:16, 37:53, 50:3, 56:47, dan 78:40, dan akarnya juga dipakai di 78:33. Di 78:33 akar itu menamai teman sebaya, dan di sini ia menamai tanah. Satu akar menutup dua ayat yang isinya sangat berjauhan di dalam satu surah. Satu akar menutup dua ayat yang isinya sangat berjauhan di dalam satu surah. Yang satu menamai teman sebaya di 78:33, dan yang lain menamai tanah yang diinginkan orang yang menyesal.
  • Sebanyak 35 dari 40 ayat surah ini berakhir dengan bunyi panjang a, misalnya di 78:6, 78:17, dan 78:40. Rima itu berjalan tanpa putus dari 78:6 sampai 78:40, dan lima yang tidak ikut adalah 78:1 sampai 78:5. Bunyi yang tetap sepanjang tiga puluh lima ayat membuat surahnya mudah dihafal tanpa satu alat bantu pun. Bunyi yang tetap sepanjang tiga puluh lima ayat membuat surahnya mudah dihafal. Rima itu bekerja tanpa satu alat bantu pun, dan ia tidak putus sekali pun sejak 78:6 sampai penghabisan.
  • Rangkaian penyesalan yang dipakai Allah di sini muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:73, 18:42, 19:23, 25:27, 69:25, 78:40, dan 89:24. Kalau penyesalan itu selalu datang sesudah semuanya selesai, apa yang bisa dikerjakan hari ini supaya kalimat itu tidak perlu diucapkan nanti? Surah ini dibuka dengan orang-orang yang berselisih dan ditutup dengan satu orang yang menyesal. Al-Qur'an tidak menandai perubahan dari yang jamak ke yang tunggal itu.