وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
Demi yang beredar dengan mudah,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًاwa-s-saabihaati sabhandemi yang beredar dengan mudah
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَالسَّابِحَاتِwa-s-saabihaatidan demi yang berenang
- سَبْحًاsabhanberenang
Inti bacaan
Gerakan mudah sebagai sumpah ketiga: 'demi (malaikat) yang beredar dengan mudah', citra pergerakan lancar tanpa hambatan, melanjutkan rangkaian deskripsi tugas malaikat.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(malaikat)' tidak dipakai.
Kata (وَالسَّابِحَاتِ, wa as-saabihaat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 87 ayat, antara lain 17:44, 21:33, 24:41, 36:40, dan 59:24.
Di sebagian besar tempat itu akar (وَالسَّابِحَاتِ, wa as-saabihaat) dipakai untuk bertasbih, yaitu menyucikan Allah. Di 21:33 dan 36:40 ia dipakai untuk matahari dan bulan yang beredar di garis edarnya.
Jadi akar (وَالسَّابِحَاتِ, wa as-saabihaat) memuat dua hal: menyucikan dengan lisan dan bergerak melayang. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya, dan yang menyatukannya cuma bunyi katanya.
Kata (سَبْحًا, sabhan) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:7 dan 79:3. Di 73:7 kata itu dipakai untuk kesibukan panjang di siang hari.
Bandingkan dua tempat itu. Di 73:7 yang melayang panjang adalah urusan manusia di siang hari. Di sini yang melayang adalah sesuatu yang disumpahkan. Satu kata yang cuma hidup di dua tempat memuat dua gerak yang berjauhan.
Kata (سَبْحًا, sabhan) berdiri sebagai penegas, sama seperti susunan di 79:1 dan 79:2. Tiga ayat berturut-turut memakai cara yang sama persis.
Perhatikan gerak tiga sumpah pertama. Yang pertama menarik ke bawah dengan keras, yang kedua menarik dengan ringan, dan yang ketiga melayang bebas. Tiga gerak yang makin lepas.
Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya bergerak dari yang paling terikat ke yang paling bebas.
Kata (وَالسَّابِحَاتِ, wa as-saabihaat) dibuka huruf sambung, sama seperti dua ayat sebelumnya. Ayat ini menutup tiga sumpah yang dirangkai.
Sesudahnya, dua sumpah terakhir dibuka huruf urutan. Jadi peralihan pola terjadi tepat sesudah ayat ini, dan tidak ada satu kata pun yang menandainya.
Kata (وَالسَّابِحَاتِ, wa as-saabihaat) berbentuk perempuan jamak, sama seperti tiga sumpah lainnya. Lima sumpah seluruhnya memakai bentuk yang sama, dan itu satu-satunya hal yang seragam di antara kelimanya.
Keseragaman (وَالسَّابِحَاتِ, wa as-saabihaat) dan tiga kata sejenisnya di tengah keragaman gerak patut dicatat. Yang berbeda kerjanya, dan yang sama cuma cara menyebutnya.
Perhatikan pula bahwa tiga sumpah pertama seluruhnya melukiskan gerak yang tidak bisa dilihat mata. Mencabut, melepaskan, melayang: ketiganya tidak menyebut satu benda pun yang tampak.
Susunan seperti itu jarang dipakai untuk membuka sebuah surah. Yang disodorkan bukan pemandangan, melainkan gerak tanpa bendanya.
Akibatnya pembacanya tidak punya apa-apa untuk dibayangkan, kecuali arah dan kadar. Yang tertinggal cuma rasa bahwa sesuatu sedang bekerja dengan sungguh-sungguh.
Tafsiran
Ayat ini meneruskan rangkaian sumpah itu. Ayat ini melanjutkan sumpah dengan sesuatu yang melayang dengan cepat. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 87 ayat, antara lain 17:44, 21:33, 24:41, 36:40, dan 59:24.
Di sebagian besar tempat itu akar tersebut dipakai untuk bertasbih, yaitu menyucikan Allah, sedangkan di 21:33 dan 36:40 untuk matahari dan bulan yang beredar di garis edarnya. Jadi satu akar memuat dua hal yang berjauhan: menyucikan dengan lisan dan bergerak melayang.
Kata keduanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:7 dan 79:3. Di 73:7 kata itu dipakai untuk kesibukan panjang di siang hari, sehingga satu kata yang cuma hidup di dua tempat memuat dua gerak yang berjauhan.
Kata keduanya berdiri sebagai penegas, sama seperti susunan di 79:1 dan 79:2, sehingga tiga ayat berturut-turut memakai cara yang sama persis.
Ayat ini juga menutup tiga sumpah yang dirangkai huruf sambung, dan dua sumpah terakhir dibuka huruf urutan. Peralihan pola itu terjadi tepat sesudah ayat ini. Tiga sumpah pertama seluruhnya melukiskan gerak yang tidak bisa dilihat mata: mencabut, melepaskan, melayang. Yang disodorkan bukan pemandangan melainkan gerak tanpa bendanya, sehingga yang tertinggal pada pembacanya cuma rasa bahwa sesuatu sedang bekerja dengan sungguh-sungguh.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 87 ayat, antara lain 17:44, 21:33, 24:41, 36:40, dan 59:24. Di sebagian besar tempat itu akar tersebut dipakai untuk bertasbih, yaitu menyucikan Allah, sedangkan di 21:33 dan 36:40 untuk matahari dan bulan yang beredar. Jadi satu akar memuat menyucikan dengan lisan dan bergerak melayang, dan yang menyatukannya cuma bunyi katanya. Bunyi yang sama untuk dua hal berjauhan dibiarkan berdiri tanpa satu kalimat penjelas. Yang dibiarkan tanpa penjelasan sering justru yang paling menuntut perhatian.
- Kata keduanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 73:7 dan 79:3. Di 73:7 Allah memakainya untuk kesibukan panjang di siang hari, dan di sini untuk sesuatu yang disumpahkan. Satu kata yang cuma hidup di dua tempat memuat dua gerak yang berjauhan, dan Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya dengan satu kalimat pun. Dua tempat yang tidak saling menyebut baru terhubung ketika pembacanya menaruhnya berdampingan. Hubungan lintas surah tidak pernah disodorkan, dan selalu harus dicari sendiri.
- Tiga sumpah pertama melukiskan tiga gerak: menarik ke bawah dengan keras, menarik dengan ringan, lalu melayang bebas. Allah tidak menerangkan urutan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya bergerak dari yang paling terikat ke yang paling bebas. Susunan yang bergerak satu arah seperti itu membuat pembacanya merasakan arahnya sebelum ia sempat menamainya. Arah sebuah deretan terasa lebih dulu daripada isinya, dan itu bagian dari cara membacanya. Arah yang terasa sebelum dinamai bekerja lebih dalam daripada arah yang diumumkan.
- Kata keduanya berdiri sebagai penegas, sama seperti susunan di 79:1 dan 79:2, sehingga tiga ayat berturut-turut memakai cara yang sama persis. Allah tidak membiarkan satu pun dari ketiganya disebut tanpa penegasan. Kadar masing-masing masuk lewat pengulangan bunyi, dan tidak satu kata sifat pun dipakai untuk menyatakannya. Pengulangan bunyi menyampaikan kadar lebih cepat daripada kata sifat mana pun. Pengulangan bunyi bekerja pada telinga, dan telinga lebih cepat daripada pikiran.
- Kata pertamanya dibuka huruf sambung, sama seperti dua ayat sebelumnya, dan ayat ini menutup tiga sumpah yang dirangkai. Sesudahnya dua sumpah terakhir dibuka huruf urutan, sehingga peralihan pola terjadi tepat di batas ini. Allah tidak menandai peralihan itu dengan satu kata pun, dan pembacanya melewatinya tanpa merasa ada yang berubah. Batas antara dua pola sering tidak ditandai, dan justru di situ susunannya paling bekerja. Batas yang tidak ditandai membuat perubahannya masuk tanpa pembacanya sempat menolak.
- Kata pertamanya berbentuk perempuan jamak, sama seperti sumpah lainnya, dan lima sumpah seluruhnya memakai bentuk yang sama. Itu satu-satunya hal yang seragam di antara kelimanya, sedangkan kerjanya berbeda-beda. Apa yang dinyatakan Allah dengan menyebut lima perbuatan yang berlainan memakai satu bentuk yang sama persis, sehingga yang seragam cuma cara menyebutnya? Bentuk yang seragam menahan lima hal berbeda tetap terbaca sebagai satu kesatuan. Kesatuan yang dijaga oleh bentuk lebih kuat daripada kesatuan yang diikat kata penghubung.