فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا
Dan yang mengatur urusan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًاfa-l-mudabbiraati amrandan yang mengatur urusan
Terjemahan per kata (2 kata)
- فَالْمُدَبِّرَاتِfa-l-mudabbiraatidan yang mengatur
- أَمْرًاamranurusan
Inti bacaan
Peran administratif sebagai sumpah kelima: 'dan (malaikat) yang mengatur urusan', puncak rangkaian sumpah yang menegaskan fungsi manajerial dalam menjalankan ketetapan ilahi, kompleksitas sistem yang terorganisir rapi.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(malaikat)' tidak dipakai.
Kata (فَالْمُدَبِّرَاتِ, fa al-mudabbiraat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 44 ayat, antara lain 10:3, 10:31, 13:2, 32:5, dan 47:24.
Di 10:3, 10:31, 13:2, dan 32:5 akar (فَالْمُدَبِّرَاتِ, fa al-mudabbiraat) dipakai untuk Allah yang mengatur segala urusan. Empat tempat itu seluruhnya menaruh pengaturan di tangan-Nya.
Di sini akar (فَالْمُدَبِّرَاتِ, fa al-mudabbiraat) dipakai untuk sesuatu yang mengatur urusan, dan yang mengatur itu tidak dinamai. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara kedua pemakaian itu.
Kata (أَمْرًا, amran) berdiri sebagai yang dikenai perbuatan, bukan sebagai penegas. Susunannya karena itu berbeda dari empat ayat sebelumnya, yang seluruhnya memakai penegas.
Perbedaan itu memutus irama yang sudah dibangun empat kali. Sumpah kelima keluar dari pola, dan Al-Qur'an tidak menandai keluarnya dengan satu kata pun.
Perhatikan apa yang berubah bersama pola itu. Empat sumpah pertama melukiskan gerak: menarik, mencabut, melayang, mendahului. Sumpah kelima melukiskan pengaturan, dan pengaturan bukan gerak.
Jadi deretan yang dimulai dari yang paling kasar berakhir pada yang paling halus. Empat perbuatan yang bisa dilihat ditutup satu perbuatan yang tidak terlihat.
Kata (أَمْرًا, amran) tidak bertakrif, sehingga yang disebut jenisnya. Urusan apa yang diatur tidak diterangkan Al-Qur'an di ayat mana pun di surah ini.
Ketiadaan keterangan itu membuat cakupannya seluas mungkin. Yang tidak dibatasi mencakup segala urusan, dan pembacanya tidak diberi alat untuk mempersempitnya.
Kata (فَالْمُدَبِّرَاتِ, fa al-mudabbiraat) dibuka huruf urutan, sama seperti 79:4. Dua sumpah terakhir dinyatakan menyusul tiga yang pertama.
Ayat ini menutup lima sumpah pembuka. Sesudahnya, 79:6 langsung melompat ke hari kiamat tanpa satu kalimat penghubung.
Lompatan itu ganjil kalau dibaca sebagai susunan biasa. Sebuah sumpah biasanya disusul apa yang disumpahkan; di sini ia disusul gambaran hari yang mengguncang.
Perhatikan pula bahwa lima sumpah ini seluruhnya berbentuk perempuan jamak, padahal tidak satu pun bendanya disebut Al-Qur'an di ayat mana pun. Yang tampak cuma bentuk, dan bendanya dibiarkan kosong sepanjang lima ayat berturut-turut.
Susunan seperti itu menolak dipastikan. Pembaca yang ingin tahu siapa yang mencabut, melayang, dan mengatur tidak akan menemukan jawabannya di ayat mana pun.
Yang tersedia cuma pekerjaannya. Dan justru karena pekerjaannya yang disebut, sumpahnya tetap sah bagi pembaca yang tidak pernah tahu siapa pelakunya.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan penyebutan pengatur urusan. Ayat ini menutup lima sumpah dengan sesuatu yang mengatur urusan. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 44 ayat, antara lain 10:3, 10:31, 13:2, 32:5, dan 47:24.
Di 10:3, 10:31, 13:2, dan 32:5 akar itu dipakai untuk Allah yang mengatur segala urusan, sehingga empat tempat itu seluruhnya menaruh pengaturan di tangan-Nya. Di sini akar yang sama dipakai untuk sesuatu yang mengatur urusan tanpa dinamai, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara kedua pemakaian itu.
Kata keduanya berdiri sebagai yang dikenai perbuatan, bukan sebagai penegas, sehingga susunannya berbeda dari empat ayat sebelumnya. Perbedaan itu memutus irama yang sudah dibangun empat kali.
Empat sumpah pertama melukiskan gerak, dan sumpah kelima melukiskan pengaturan, yang bukan gerak. Jadi deretan yang dimulai dari yang paling kasar berakhir pada yang paling halus.
Kata keduanya juga tidak bertakrif, sehingga urusan apa yang diatur tidak diterangkan di ayat mana pun di surah ini. Lima sumpah ini seluruhnya berbentuk perempuan jamak, padahal tidak satu pun bendanya disebut. Yang tersedia cuma pekerjaannya, dan justru karena pekerjaannya yang disebut, sumpahnya tetap sah bagi pembaca yang tidak pernah tahu siapa pelakunya.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 44 ayat, antara lain 10:3, 10:31, 13:2, 32:5, dan 47:24. Di 10:3, 10:31, 13:2, dan 32:5 akar itu dipakai untuk Allah yang mengatur segala urusan, sehingga empat tempat itu seluruhnya menaruh pengaturan di tangan-Nya. Di sini akar yang sama dipakai untuk sesuatu yang mengatur tanpa dinamai, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan keduanya. Empat tempat yang seluruhnya menaruh pengaturan di satu tangan sulit dibaca sebagai kebetulan. Pengaturan yang di tempat lain selalu disebut milik-Nya di sini dipinjamkan tanpa keterangan.
- Kata keduanya berdiri sebagai yang dikenai perbuatan, bukan sebagai penegas, sehingga susunannya berbeda dari empat ayat sebelumnya. Perbedaan itu memutus irama yang sudah dibangun Allah empat kali berturut-turut, dan Al-Qur'an tidak menandai keluarnya dengan satu kata pun. Sebuah pola yang diputus di ujungnya menandai bahwa yang terakhir memang tidak sejenis dengan yang sebelumnya. Sebuah pola yang diputus tepat di ujungnya menandai bahwa yang terakhir memang berbeda jenis. Yang berbeda jenis memang tidak bisa dipaksa masuk ke dalam pola yang sama.
- Empat sumpah pertama melukiskan gerak, yaitu menarik, mencabut, melayang, dan mendahului, sedangkan sumpah kelima melukiskan pengaturan. Pengaturan bukan gerak, sehingga deretan yang dimulai dari yang paling kasar berakhir pada yang paling halus. Allah menutup empat perbuatan yang bisa dibayangkan dengan satu perbuatan yang tidak terlihat sama sekali. Yang tidak terlihat ditaruh sesudah yang terlihat, dan urutan itu berjalan tanpa penanda. Urutan dari yang tampak ke yang tak tampak berjalan tanpa satu kata penunjuk pun.
- Kata keduanya tidak bertakrif, sehingga yang disebut jenisnya. Urusan apa yang diatur tidak diterangkan Allah di ayat mana pun di surah ini, dan ketiadaan keterangan itu membuat cakupannya seluas mungkin. Yang tidak dibatasi mencakup segala urusan, dan pembacanya tidak diberi alat untuk mempersempitnya. Cakupan yang dibiarkan terbuka menampung lebih banyak daripada cakupan yang dirinci. Cakupan yang terbuka menampung hal yang bahkan belum terpikirkan pembacanya.
- Kata pertamanya dibuka huruf urutan, sama seperti 79:4, sehingga dua sumpah terakhir dinyatakan Allah menyusul tiga yang pertama. Lima sumpahnya karena itu tidak berdiri sederajat: tiga berupa deretan, dan dua berupa lanjutan. Pembagian itu cuma ditandai dua huruf, dan tidak satu kalimat pun menjelaskannya. Dua huruf memisahkan lima hal menjadi dua kelompok tanpa satu kalimat penjelas. Pembagian yang cuma ditandai dua huruf menuntut pembacanya membaca dengan teliti.
- Ayat ini menutup lima sumpah pembuka, dan 79:6 langsung melompat ke hari kiamat tanpa satu kalimat penghubung. Sebuah sumpah biasanya disusul apa yang disumpahkan; di sini Allah menyusulnya dengan gambaran hari yang mengguncang. Apa yang dikerjakan sebuah lompatan sebesar itu pada pembacanya, yang baru saja menahan lima sumpah tanpa pernah diberi jawabannya? Lompatan tanpa penghubung memaksa pembacanya menyambung sendiri dua bagian yang berjauhan. Menyambung sendiri dua bagian yang berjauhan adalah kerja yang memang diserahkan kepada pembacanya.