اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

“Pergilah kepada Fir'aun; sesungguhnya dia telah melampaui batas.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰidzhab ilaa fir'awna innahu thaghaapergilah kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. اذْهَبْidzhabpergilah
  2. إِلَىٰilaakepada
  3. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  4. إِنَّهُinnahusesungguhnya dia
  5. طَغَىٰthaghaamelampaui batas

Inti bacaan

Misi yang jelas dengan diagnosis awal: 'pergilah kepada Firaun; sesungguhnya dia telah melampaui batas', pengutusan dengan pemahaman sudah ada tentang kondisi target dakwah, tidak naif tentang tantangan yang dihadapi.

Penjelasan pilihan kata

Kutip ganda (Allah kepada Musa) dibuka di sini, berisi kutip tunggal bersarang (Musa kepada Fir'aun) yang dibuka di 79:18: keduanya ditutup bersamaan di akhir 79:19, acuan sama dengan pola kutip berlapis Surah Nuh.

Rangkaian (اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ, idzhab ilaa Fir'auna) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:24 dan 79:17. Ini kesejajaran ketiga antara surah 20 dan surah ini.

Perhatikan letak keduanya. Di surah 20 perintah itu datang di ayat kedua puluh empat, sesudah dua belas ayat percakapan. Di sini ia datang langsung sesudah panggilan disebut.

Jadi surah 20 memberi ruang panjang sebelum perintahnya, dan surah ini tidak memberi ruang sama sekali. Dua cara bertutur yang berbeda untuk satu perintah yang sama.

Kata (طَغَىٰ, thaghaa) berasal dari akar yang dipakai di 39 ayat, antara lain 20:24, 20:43, 53:17, 89:11, dan 96:6. Di 96:6 akar itu dipakai untuk manusia yang melampaui batas karena merasa cukup.

Akar (طَغَىٰ, thaghaa) juga muncul di dua ayat di surah ini: 79:17 dan 79:37. Di 79:17 ia menamai sikap satu orang, dan di 79:37 ia menamai golongan pada hari kiamat.

Jadi akar (طَغَىٰ, thaghaa) mengikat orang yang ditegur di dalam kisah dan golongan yang dinilai pada hari itu. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun.

Perbandingan itu menerangkan mengapa kisahnya dipasang di sini. Yang diceritakan bukan riwayat masa lalu, melainkan contoh bagi golongan yang disebut di 79:37.

Kata (إِنَّهُ, innahu) memuat huruf penegas. Jadi alasan pengutusan itu dinyatakan dengan penegasan, bukan sebagai keterangan biasa.

Kata (اذْهَبْ, idzhab) berbentuk perintah, dan ini perintah pertama yang dikutip di surah ini. Sebelumnya tidak ada satu suruhan pun sejak 79:1.

Ayat ini juga tidak menyebut apa yang harus dikatakan. Isinya baru diberikan di 79:18, dan perintah pergi dipisahkan dari perintah berbicara.

Pemisahan itu membuat dua ayatnya berurutan rapat. Yang pertama menyebut ke mana, dan yang kedua menyebut apa.

Perhatikan bahwa alasan yang diberikan cuma (طَغَىٰ, thaghaa). Tidak ada rincian tentang apa yang dilakukan, dan Al-Qur'an tidak menambahkannya di ayat mana pun di surah ini.

Perhatikan pula bahwa yang dituju disebut namanya, sedangkan sepanjang empat belas ayat pertama tidak satu pun dinamai. Dua nama muncul berdekatan: yang diutus di 79:15 dan yang dituju di sini.

Susunan itu memasangkan keduanya. Sebuah pengutusan menuntut dua pihak, dan kisahnya menyebut keduanya dengan nama dalam tiga ayat.

Sesudah dua nama itu, surah ini tidak menyebut nama lain sampai ayat terakhir. Jadi seluruh nama di surah ini berkumpul di dalam satu kisah pendek.

Perhatikan pula bahwa alasan pengutusannya bukan kejahatan yang dirinci, melainkan satu sikap. Yang disebut bukan apa yang diperbuatnya kepada orang lain, melainkan bagaimana ia menempatkan dirinya.

Tafsiran

Ayat ini mencatat perintah Allah kepada Musa untuk mendatangi Fir'aun yang telah melampaui batas. Ayat ini memuat perintah kepada Musa untuk mendatangi Firaun. Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:24 dan 79:17, sehingga ini kesejajaran ketiga antara surah 20 dan surah ini.

Di surah 20 perintah itu datang di ayat kedua puluh empat, sesudah dua belas ayat percakapan, sedangkan di sini ia datang langsung sesudah panggilan disebut. Jadi surah 20 memberi ruang panjang sebelum perintahnya, dan surah ini tidak memberi ruang sama sekali.

Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 39 ayat, antara lain 20:24, 20:43, 53:17, 89:11, dan 96:6. Akar itu juga muncul di dua ayat di surah ini: 79:17 dan 79:37, sehingga ia mengikat orang yang ditegur di dalam kisah dan golongan yang dinilai pada hari kiamat.

Kata ketiganya memuat huruf penegas, sehingga alasan pengutusan itu dinyatakan dengan penegasan dan bukan sebagai keterangan biasa.

Kata pertamanya berbentuk perintah, dan ini perintah pertama yang dikutip di surah ini. Yang dituju disebut namanya, sedangkan sepanjang empat belas ayat pertama tidak satu pun dinamai. Dua nama muncul berdekatan, yaitu yang diutus di 79:15 dan yang dituju di sini, dan sesudah keduanya surah ini tidak menyebut nama lain. Alasan pengutusannya pun bukan kejahatan yang dirinci, melainkan satu sikap.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:24 dan 79:17. Ini kesejajaran ketiga antara surah 20 dan surah ini, sesudah 79:15 dan 79:16. Empat kalimat yang sama persis dipakai Allah di dua surah untuk satu kisah, dan Al-Qur'an tidak menandai satu pun di antaranya. Kesejajaran keempat dengan satu surah lain sulit dibaca sebagai kebetulan. Yang berulang empat kali biasanya memang dirancang berulang. Empat pengulangan sudah melewati batas yang bisa dijelaskan sebagai kebetulan.
  • Di surah 20 perintah itu datang di ayat kedua puluh empat, sesudah dua belas ayat percakapan, sedangkan di sini ia datang langsung sesudah panggilan disebut. Jadi Allah memberi ruang panjang di satu tempat dan tidak memberi ruang sama sekali di tempat lain. Dua cara bertutur untuk satu perintah yang sama, dan yang ringkas di sini menuntut pembacanya membawa sendiri rinciannya. Panjang dan pendek adalah dua cara menceritakan hal yang sama. Yang pendek menuntut pembacanya membawa sendiri rincian yang tidak diberikan. Yang ringkas menuntut lebih banyak dari pembacanya daripada yang panjang.
  • Akar kata terakhirnya muncul di dua ayat di surah ini: 79:17 dan 79:37. Di 79:17 ia menamai sikap satu orang di dalam kisah, dan di 79:37 golongan yang dinilai pada hari kiamat. Jadi Allah memakai satu akar untuk mengikat masa lalu dan hari yang akan datang, dan perbandingan itu menerangkan mengapa kisahnya dipasang di tengah surah tentang kiamat. Satu akar yang mengikat masa lalu dan hari kemudian menyatakan bahwa perkaranya belum selesai. Yang dulu ditegur masih ada bentuknya sekarang. Sikap yang dinamai satu akar tidak habis bersama orang yang pertama menyandangnya.
  • Kata ketiganya memuat huruf penegas, sehingga alasan pengutusan itu dinyatakan Allah dengan penegasan dan bukan sebagai keterangan biasa. Sebuah alasan yang ditegaskan menutup ruang bagi pertanyaan tentang perlunya. Yang diutus tidak diminta menimbang lebih dulu apakah tugas itu pantas dijalankan. Alasan yang ditegaskan menutup pertanyaan tentang perlunya sebelum pertanyaan itu sempat diajukan. Yang diutus tidak diminta menimbang lebih dulu. Menutup pertanyaan sebelum diajukan menghemat perdebatan yang tidak perlu.
  • Kata pertamanya berbentuk perintah, dan ini perintah pertama yang dikutip di surah ini. Sejak 79:1 tidak ada satu suruhan pun, dan enam belas ayat berjalan tanpa satu kata perintah. Allah menyimpan bentuk perintah pertamanya untuk perkataan yang diucapkan di dalam kisah, bukan untuk pembacanya. Menyimpan perintah pertama sampai ayat ketujuh belas adalah pilihan susunan, bukan kebetulan. Enam belas ayat berjalan tanpa satu suruhan pun. Menyimpan bentuk perintah sampai jauh ke tengah surah adalah pilihan yang disengaja.
  • Alasan yang diberikan cuma satu kata kerja. Allah tidak merinci apa yang dilakukan, dan tidak menambahkannya di ayat mana pun di surah ini. Apa yang dinyatakan sebuah pengutusan ketika alasannya cukup satu kata, sedangkan yang dituju adalah orang yang paling berkuasa di negerinya? Menyebut sikap dan bukan perbuatan memindahkan timbangan dari akibat ke pangkalnya. Yang dipersoalkan bukan apa yang terjadi, melainkan dari mana ia datang. Memeriksa pangkal lebih sulit daripada memeriksa akibat, dan lebih menentukan.