فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ

Lalu katakanlah, ‘Adakah keinginanmu untuk menyucitumbuhkan diri,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰfa-qul hal laka ilaa an tazakkaamaka katakanlah, adakah keinginanmu untuk menyucitumbuhkan diri

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  2. هَلْhalapakah
  3. لَكَlakabagimu
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. أَنْanuntuk
  6. تَزَكَّىٰtazakkaamenyucitumbuhkan diri

Inti bacaan

Tawaran transformasi personal kepada penguasa: 'adakah keinginanmu untuk menyucitumbuhkan diri (dari kesesatan)', pendekatan yang menawarkan kesempatan perbaikan bahkan kepada figur paling zalim sekalipun, tidak ada yang dianggap terlalu jahat untuk ditawari jalan kembali.

Penjelasan pilihan kata

Kutip tunggal bersarang (Musa kepada Fir'aun) dibuka di sini, dikonfirmasi verba imperatif 'qul' (akar q-w-l) via morfologi. Tambahan kurung '(kepada Firaun)' dan '(dari kesesatan)' tidak dipakai. Yang tertulis (فَقُلْ, fa qul) di awal ayatnya.

Kata (تَزَكَّىٰ, tazakkaa) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:76, 35:18, 79:18, 87:14, dan 92:18. Akarnya dipakai di 56 ayat.

Di 87:14 dan 92:18 kata (تَزَكَّىٰ, tazakkaa) dipakai untuk orang yang beruntung karena menyucikan dirinya. Di 20:76 ia dipakai untuk balasan bagi orang yang menyucikan diri.

Jadi di tiga tempat lain (تَزَكَّىٰ, tazakkaa) berdiri di dalam janji. Di sini ia berdiri di dalam tawaran, dan tawarannya diajukan kepada orang yang melampaui batas.

Perbandingan itu patut dicatat. Yang di tempat lain dijanjikan kepada orang beriman di sini ditawarkan kepada orang yang paling menentang.

Kata (هَلْ, hal) adalah huruf tanya, sama seperti pembuka di 79:15. Dua kali di surah ini pertanyaan dipakai bukan untuk meminta keterangan.

Di 79:15 pertanyaannya menarik perhatian yang disapa. Di sini ia menawarkan sesuatu. Satu huruf yang sama dipakai untuk dua maksud yang berbeda.

Rangkaian (هَلْ لَكَ, hal laka) menyusun tawaran, bukan perintah. Jadi yang disampaikan bukan suruhan menyucikan diri, melainkan ajakan yang boleh ditolak.

Susunan itu ganjil kalau ditimbang dengan kedudukan keduanya. Yang diutus datang membawa perintah dari Tuhannya, dan yang diucapkannya justru sebuah tawaran.

Kata (تَزَكَّىٰ, tazakkaa) berbentuk yang menyatakan perbuatan dari orangnya sendiri. Penyucian itu tidak diberikan pihak lain kepadanya; ia yang harus mengerjakannya.

Jadi tawarannya bukan menjanjikan sesuatu yang akan diberikan, melainkan membuka jalan yang harus ditempuh sendiri. Yang ditawarkan kesempatan, bukan hadiah.

Ayat ini membuka dua ayat isi perkataan, dan 79:19 melengkapinya. Dua ayat itu memuat seluruh yang harus disampaikan, dan tidak ada satu ancaman pun di dalamnya.

Ketiadaan ancaman itu patut dicatat. Yang dituju orang yang di 79:17 disebut melampaui batas, dan yang disampaikan kepadanya tawaran, bukan peringatan keras.

Perhatikan pula bahwa perkataan yang diperintahkan tidak dimulai dengan ancaman dan tidak dimulai dengan bukti. Ia dimulai dengan pertanyaan yang menawarkan, dan tawarannya diajukan tanpa satu syarat pun.

Urutan itu patut dicatat. Bukti baru datang di 79:20, sesudah tawarannya diajukan. Jadi yang didahulukan ajakan, dan yang menyusul pembuktian.

Susunan seperti itu memberi kesempatan sebelum memberi tekanan. Yang diajak sempat memilih sebelum ia dihadapkan pada sesuatu yang sulit ditolak.

Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu sebagai aturan. Yang bisa dibaca cuma bahwa di kisah ini ajakan mendahului bukti, dan bukan sebaliknya.

Tafsiran

Ayat ini mencatat instruksi Allah tentang perkataan yang harus disampaikan Musa kepada Fir'aun. Ayat ini memuat isi perkataan yang harus disampaikan: tawaran untuk menyucikan diri. Kata terakhirnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:76, 35:18, 79:18, 87:14, dan 92:18, dan akarnya dipakai di 56 ayat.

Di 87:14 dan 92:18 kata itu dipakai untuk orang yang beruntung karena menyucikan dirinya, dan di 20:76 untuk balasan bagi orang yang menyucikan diri. Jadi di tiga tempat lain kata itu berdiri di dalam janji, sedangkan di sini ia berdiri di dalam tawaran yang diajukan kepada orang yang melampaui batas.

Kata pertamanya huruf tanya, sama seperti pembuka di 79:15, sehingga dua kali di surah ini pertanyaan dipakai bukan untuk meminta keterangan. Rangkaian dua kata pertamanya menyusun tawaran, bukan perintah, sehingga yang disampaikan ajakan yang boleh ditolak.

Kata terakhirnya berbentuk yang menyatakan perbuatan dari orangnya sendiri, sehingga penyucian itu harus dikerjakannya sendiri.

Ayat ini membuka dua ayat isi perkataan, dan tidak ada satu ancaman pun di dalam keduanya. Perkataan yang diperintahkan tidak dimulai dengan ancaman dan tidak dimulai dengan bukti, melainkan dengan pertanyaan yang menawarkan. Bukti baru datang di 79:20, sesudah tawarannya diajukan, sehingga yang didahulukan ajakan dan yang menyusul pembuktian.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:76, 35:18, 79:18, 87:14, dan 92:18. Di 87:14 dan 92:18 Allah memakainya untuk orang yang beruntung karena menyucikan dirinya, dan di 20:76 untuk balasan bagi orang yang menyucikan diri. Jadi yang di tempat lain dijanjikan kepada orang beriman di sini ditawarkan kepada orang yang paling menentang. Yang di tempat lain dijanjikan kepada orang beriman di sini ditawarkan kepada penentangnya. Tidak ada satu ayat pun yang menandai perpindahan itu. Perpindahan sasaran sebuah janji tidak pernah ditandai, dan cuma bisa dilihat dengan membandingkan.
  • Kata pertamanya huruf tanya, sama seperti pembuka di 79:15, sehingga dua kali di surah ini pertanyaan dipakai bukan untuk meminta keterangan. Di 79:15 pertanyaannya menarik perhatian yang disapa, dan di sini ia menawarkan sesuatu. Satu huruf yang sama dipakai Allah untuk dua maksud yang berbeda, tanpa satu penanda pun. Satu huruf tanya dipakai untuk dua maksud yang berbeda di satu surah. Yang menentukan bukan hurufnya, melainkan apa yang menyusulnya. Sebuah huruf tidak membawa maksud; yang membawanya susunan di sekelilingnya.
  • Rangkaian dua kata pertamanya menyusun tawaran, bukan perintah, sehingga yang disampaikan ajakan yang boleh ditolak. Susunan itu ganjil kalau ditimbang dengan kedudukan keduanya: yang diutus datang membawa perintah dari Allah, dan yang diucapkannya justru sebuah tawaran yang menyisakan pilihan bagi yang mendengarnya. Sebuah tawaran menyisakan pilihan, dan pilihan menyisakan tanggung jawab. Yang dipaksa tidak bisa dituntut sepenuhnya atas keputusannya. Tanggung jawab tumbuh dari pilihan, dan pilihan tumbuh dari tawaran yang boleh ditolak.
  • Kata terakhirnya berbentuk yang menyatakan perbuatan dari orangnya sendiri, sehingga penyucian itu tidak diberikan pihak lain kepadanya. Jadi tawarannya bukan menjanjikan sesuatu yang akan diberikan Allah begitu saja, melainkan membuka jalan yang harus ditempuh sendiri. Yang ditawarkan kesempatan, bukan hadiah yang tinggal diterima. Yang ditawarkan jalan, bukan hadiah, sehingga menerimanya berarti berjalan sendiri. Tidak ada yang bisa menempuhnya untuk orang lain. Jalan yang harus ditempuh sendiri tidak bisa diwakilkan kepada siapa pun.
  • Ayat ini membuka dua ayat isi perkataan, dan tidak ada satu ancaman pun di dalam keduanya. Yang dituju orang yang di 79:17 disebut Allah melampaui batas, dan yang disampaikan kepadanya justru tawaran. Apa yang dinyatakan sebuah pengutusan ketika kepada orang yang paling menentang pun yang diucapkan lebih dulu adalah ajakan, bukan peringatan keras? Berbicara kepada penentang dengan ajakan lebih dulu adalah urutan yang jarang. Peringatan keras justru tidak muncul sama sekali di dua ayat ini. Peringatan keras yang tidak muncul justru menandai betapa terbukanya pintu yang ditawarkan.
  • Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 56 ayat, sehingga penyucian diri salah satu pokok yang berulang di seluruh Al-Qur'an. Yang berulang sebanyak itu tidak mungkin luput karena kurang disebut. Ketika ia ditawarkan kepada orang yang melampaui batas, yang ditawarkan bukan hal baru melainkan hal yang selalu tersedia. Sesuatu yang disebut di puluhan ayat tidak mungkin luput karena kurang disebut. Yang ditawarkan bukan hal baru, melainkan hal yang selalu tersedia. Sesuatu yang selalu tersedia tidak pernah bisa dijadikan alasan untuk berkata belum tahu.