إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰinna fii dzaalika la-'ibratan li-man yakhsyaasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. فِيfiipada
  3. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  4. لَعِبْرَةًla-'ibratanbenar-benar pelajaran
  5. لِمَنْli-manbagi orang yang
  6. يَخْشَىٰyakhsyaatakut

Inti bacaan

Fungsi pedagogis dari kisah historis: 'sesungguhnya pada yang demikian benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut', penegasan bahwa narasi ini difungsikan sebagai pembelajaran aktif, relevan khususnya bagi yang memiliki kesediaan hati untuk merenungkannya.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'yang demikian itu'.

Kata (لَعِبْرَةً, la-'ibratan) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 3:13, 16:66, 23:21, 24:44, dan 79:26. Akarnya dipakai di 9 ayat saja.

Di 16:66 dan 23:21 kata (لَعِبْرَةً, la-'ibratan) dipakai untuk pelajaran yang ada pada hewan ternak. Di 24:44 ia dipakai untuk pergantian malam dan siang.

Jadi di tiga tempat lain pelajaran itu diambil dari hal yang berulang setiap hari. Di sini ia diambil dari satu peristiwa yang terjadi sekali.

Perbandingan itu patut dicatat. Sebutan (لَعِبْرَةً, la-'ibratan) yang biasanya menandai pelajaran dari yang biasa di sini dipakai untuk pelajaran dari yang luar biasa.

Kata (يَخْشَىٰ, yakhsyaa) berasal dari akar yang dipakai di 40 ayat, dan akar itu muncul di tiga ayat di surah ini: 79:19, 79:26, dan 79:45.

Di 79:19 akar (يَخْشَىٰ, yakhsyaa) menjadi tujuan yang diharapkan dari Firaun. Di sini ia menandai siapa yang bisa mengambil pelajaran. Di 79:45 ia menandai siapa yang diberi peringatan.

Jadi akar (يَخْشَىٰ, yakhsyaa) mengikat tiga hal: harapan atas orang yang menolak, syarat bagi yang mengambil pelajaran, dan tanda bagi yang diperingatkan. Al-Qur'an tidak merangkum ketiganya di mana pun.

Perhatikan bahwa pelajaran itu dibatasi. Bukan bagi semua orang, melainkan bagi yang takut. Yang tidak takut melihat peristiwa yang sama tanpa mengambil apa pun.

Pembatasan itu ganjil kalau ditimbang biasa. Sebuah pelajaran biasanya terbuka bagi siapa saja; di sini ia dinyatakan cuma sampai kepada golongan tertentu.

Kata (إِنَّ, inna) memuat huruf penegas, dan kata (لَعِبْرَةً, la-'ibratan) juga memakai huruf penegas. Jadi satu ayat memuat dua penegasan sekaligus.

Susunan berpenegas ganda seperti itu jarang. Yang ditegaskan bukan peristiwanya, melainkan bahwa di dalamnya memang ada pelajaran.

Ayat ini menutup kisah Musa. Sesudahnya, 79:27 berpindah kepada langit dan bumi, dan peralihan itu ditandai pertanyaan yang menyapa orang banyak.

Kisah Musa ditutup di ayat ini, dan surah berikutnya tidak kembali kepadanya. Perhatikan pula bahwa kisah ini ditutup (لَعِبْرَةً, la-'ibratan) tanpa satu keterangan tentang nasib kaum yang dikumpulkan. Yang disebut cuma hukuman atas satu orang.

Kekosongan itu sejalan dengan seluruh kisahnya. Sejak awal yang dilukiskan cuma dua orang: yang diutus dan yang dituju.

Orang banyak yang dikumpulkan di 79:23 tidak pernah disebut lagi. Mereka hadir sebagai latar, dan tidak pernah menjadi tokoh.

Susunan itu memusatkan pelajarannya pada satu hubungan saja: antara seseorang yang diberi tawaran dan tawaran yang ditolaknya.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah Musa dan Fir'aun dengan menegaskan pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah. Ayat ini menutup kisah dengan menyatakan adanya pelajaran di dalamnya. Kata keempatnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 3:13, 16:66, 23:21, 24:44, dan 79:26, dan akarnya dipakai di 9 ayat saja.

Di 16:66 dan 23:21 kata itu dipakai untuk pelajaran yang ada pada hewan ternak, dan di 24:44 untuk pergantian malam dan siang. Jadi di tiga tempat lain pelajaran itu diambil dari hal yang berulang setiap hari, sedangkan di sini dari satu peristiwa yang terjadi sekali.

Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 40 ayat, dan akar itu muncul di tiga ayat di surah ini: 79:19, 79:26, dan 79:45. Di 79:19 ia menjadi harapan atas Firaun, di sini menandai siapa yang bisa mengambil pelajaran, dan di 79:45 menandai siapa yang diberi peringatan.

Pelajaran itu juga dibatasi: bukan bagi semua orang, melainkan bagi yang takut.

Kata pertamanya memuat huruf penegas, dan kata keempatnya juga, sehingga satu ayat memuat dua penegasan sekaligus. Pelajarannya dipusatkan pada satu hubungan saja, yaitu antara seseorang yang diberi tawaran dan tawaran yang ditolaknya. Kisah ini ditutup tanpa satu kata pun tentang nasib kaum yang dikumpulkan; yang disebut cuma hukuman atas satu orang. Orang banyak yang dikumpulkan di 79:23 tidak pernah disebut lagi, dan mereka hadir sebagai latar tanpa pernah menjadi tokoh.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keempatnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 3:13, 16:66, 23:21, 24:44, dan 79:26. Di 16:66 dan 23:21 Allah memakainya untuk pelajaran yang ada pada hewan ternak, dan di 24:44 untuk pergantian malam dan siang. Jadi kata yang biasanya menandai pelajaran dari hal yang berulang setiap hari di sini dipakai untuk pelajaran dari satu peristiwa yang terjadi sekali. Pelajaran dari yang berulang setiap hari dan dari yang terjadi sekali dinamai dengan kata yang sama. Yang membedakan cuma seberapa sering kesempatan itu datang. Kesempatan yang datang sekali menuntut kesiapan yang berbeda dari yang datang tiap hari.
  • Akar kata terakhirnya muncul di tiga ayat di surah ini: 79:19, 79:26, dan 79:45. Di 79:19 ia menjadi harapan atas orang yang menolak, di sini syarat bagi yang mengambil pelajaran, dan di 79:45 tanda bagi yang diberi peringatan. Jadi satu akar mengikat tiga kedudukan yang berbeda, dan Al-Qur'an tidak merangkum ketiganya di mana pun. Satu akar yang menempati tiga kedudukan di satu surah mengikat bagian-bagian yang tampak terpisah. Ikatan itu tidak pernah diumumkan. Bagian yang tampak terpisah sering diikat oleh satu bunyi yang berulang.
  • Pelajaran itu dibatasi Allah: bukan bagi semua orang, melainkan bagi yang takut. Yang tidak takut melihat peristiwa yang sama tanpa mengambil apa pun. Pembatasan itu ganjil kalau ditimbang biasa, karena sebuah pelajaran biasanya terbuka bagi siapa saja. Di sini ia dinyatakan cuma sampai kepada golongan tertentu. Sebuah pelajaran yang dibatasi bukan berarti pelit, melainkan menyatakan syarat untuk bisa menerimanya. Yang tidak memenuhi syarat melihat tanpa melihat. Syarat menerima pelajaran adalah bagian dari pelajaran itu sendiri.
  • Kata pertamanya memuat huruf penegas, dan kata keempatnya juga memakai huruf penegas, sehingga satu ayat memuat dua penegasan sekaligus. Susunan berpenegas ganda seperti itu jarang dipakai Allah. Yang ditegaskan bukan peristiwanya, melainkan bahwa di dalamnya memang ada pelajaran yang bisa diambil. Dua penegasan di satu ayat pendek menandai bahwa yang ditegaskan mudah dilewatkan. Yang mudah dilewatkan justru yang paling perlu ditegaskan. Sesuatu yang ditegaskan dua kali di satu ayat pendek memang mudah dilewatkan.
  • Akar kata keempatnya dipakai Allah di 9 ayat saja, sehingga sebutan untuk pelajaran ini termasuk jarang. Arti pelajaran itu sudah terbawa lebih dulu di dalam kata hukuman di 79:25, yang di 2:66 dan 5:38 juga dipakai untuk hukuman yang menjadi pelajaran. Dua ayat berurutan membawa arti yang sama lewat dua kata yang berbeda. Dua kata berbeda di dua ayat berurutan membawa arti yang sama. Pengulangan lewat kata yang berlainan lebih sulit disadari daripada pengulangan yang terang. Dua sebutan berbeda yang membawa satu arti mengikat dua ayat tanpa terlihat mengikat.
  • Ayat ini menutup kisah Musa, dan 79:27 berpindah kepada langit dan bumi lewat pertanyaan yang menyapa orang banyak. Apa yang dikerjakan sebuah susunan ketika kisah tentang satu orang ditutup dengan pernyataan tentang pelajaran, lalu langsung disusul pertanyaan yang dialamatkan kepada semua pembacanya? Penutup yang langsung disusul pembuka baru tidak memberi waktu untuk mengendap. Susunan itu memang menuntut pembacanya terus berjalan. Berhenti mengendapkan satu bagian bukan pilihan yang disediakan susunan ini.