مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

Sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْmataa'an lakum wa-li-an'aamikumsebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. مَتَاعًاmataa'ankesenangan
  2. لَكُمْlakumbagi kalian
  3. وَلِأَنْعَامِكُمْwa-li-an'aamikumdan bagi binatang ternak kalian

Inti bacaan

Tujuan menyeluruh bagi seluruh makhluk: 'sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian', pengakuan bahwa desain penciptaan mempertimbangkan kesejahteraan bukan hanya manusia, melainkan juga hewan yang bergantung pada manusia.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ, mataa'an lakum wa li-an'aamikum) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 79:33 dan 80:32. Dua ayat itu sama persis, kata demi kata.

Kesamaan seketat itu jarang. Dua surah yang bersebelahan memuat satu ayat yang tidak berbeda satu huruf pun, dan Al-Qur'an tidak menandainya dengan satu kalimat pun.

Kesejajarannya tidak berhenti di sini. Ayat berikutnya di kedua surah, yaitu 79:34 dan 80:33, sama-sama dibuka dua kata yang identik. Dua pasangan berurutan di dua surah bertetangga.

Perbedaan di antara keduanya juga patut dicatat. Di surah 80 daftar sebelumnya memuat delapan jenis tumbuhan; di sini daftarnya cuma tiga ayat tentang bumi.

Jadi satu penutup yang sama dipakai untuk dua daftar yang berbeda panjangnya. Yang sama kesimpulannya, dan yang berbeda jalan menuju ke sana.

Kata (مَتَاعًا, mataa'an) berdiri sebagai keterangan tujuan bagi seluruh rangkaian sebelumnya. Enam ayat diikat kepada satu maksud lewat satu kata.

Kata (لَكُمْ, lakum) memakai kata ganti berorang kedua jamak. Jadi sapaan jamak muncul di sini, sesudah pertanyaan jamak di 79:27.

Perhatikan bahwa sapaan di surah ini berpindah-pindah. Di 79:15 tunggal, di 79:27 jamak, di sini jamak lagi, dan di 79:42 kembali tunggal.

Perpindahan itu tidak ditandai apa pun. Sesudah (لَكُمْ, lakum) di sini, Al-Qur'an berganti sasaran bicara beberapa kali tanpa memberi satu penanda.

Kata (وَلِأَنْعَامِكُمْ, wa li-an'aamikum) memakai kata ganti kepemilikan yang sama. Jadi ternak itu disebut sebagai milik yang disapa, dan bukan sebagai makhluk yang berdiri sendiri.

Perhatikan bahwa (وَلِأَنْعَامِكُمْ, wa li-an'aamikum) menaruh manusia dan ternak sejajar, tanpa satu sebutan yang menyatakan siapa lebih utama. Susunan yang sama berlaku di 80:32.

Ayat ini menutup bagian tentang langit dan bumi. Sesudahnya, 79:34 kembali ke hari kiamat, dan peralihan itu terjadi dalam satu ayat.

Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut satu syarat pun bagi penerimanya. Tidak disebut bagi yang beriman, dan tidak disebut bagi yang bersyukur.

Ketiadaan syarat itu patut dicatat karena enam ayat sebelumnya berdiri sebagai jawaban atas pertanyaan di 79:27. Jawaban itu berupa pemberian yang diterima semua orang.

Susunan seperti itu menutup satu jalan keluar. Tidak seorang pun bisa berkata bahwa daftar tadi bukan untuknya, karena tidak ada syarat yang bisa dipakai memisahkan diri.

Cara yang sama dipakai di 80:32, yang juga menutup daftar tanpa satu syarat pun. Dua surah bertetangga menutup dengan kalimat dan sikap yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian penciptaan bumi dengan tujuan kemanfaatannya bagi manusia dan hewan ternak. Ayat ini menutup daftar dengan menyatakan untuk siapa seluruhnya disediakan. Rangkaian tiga katanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 79:33 dan 80:32, dan dua ayat itu sama persis kata demi kata.

Kesamaan seketat itu jarang, karena dua surah yang bersebelahan memuat satu ayat yang tidak berbeda satu huruf pun. Kesejajarannya tidak berhenti di sini, karena ayat berikutnya di kedua surah, yaitu 79:34 dan 80:33, sama-sama dibuka dua kata yang identik.

Perbedaan di antara keduanya juga patut dicatat: di surah 80 daftar sebelumnya memuat delapan jenis tumbuhan, sedangkan di sini daftarnya cuma tiga ayat tentang bumi. Jadi satu penutup yang sama dipakai untuk dua daftar yang berbeda panjangnya.

Kata pertamanya berdiri sebagai keterangan tujuan bagi seluruh rangkaian sebelumnya, sehingga enam ayat diikat kepada satu maksud lewat satu kata.

Kata keduanya memakai kata ganti berorang kedua jamak, dan sapaan di surah ini berpindah-pindah antara tunggal dan jamak. Ayat ini tidak menyebut satu syarat pun bagi penerimanya, dan susunan itu menutup satu jalan keluar karena tidak seorang pun bisa berkata bahwa daftar tadi bukan untuknya. Cara yang sama dipakai di 80:32, sehingga dua surah bertetangga menutup dengan kalimat dan sikap yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian tiga katanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 79:33 dan 80:32, dan dua ayat itu sama persis kata demi kata. Kesamaan seketat itu jarang, karena dua surah bersebelahan memuat satu ayat yang tidak berbeda satu huruf pun. Allah tidak menandainya dengan satu kalimat pun, dan yang menemukannya cuma pembaca yang membandingkan. Dua surah bersebelahan yang memuat satu ayat identik menuntut dibaca berpasangan. Kesamaan itu tidak diberi satu penunjuk pun. Membaca dua surah berpasangan adalah pekerjaan yang tidak diminta tetapi terbuka.
  • Kesejajarannya tidak berhenti di ayat ini, karena ayat berikutnya di kedua surah, yaitu 79:34 dan 80:33, sama-sama dibuka dua kata yang identik. Jadi ada dua pasangan berurutan di dua surah bertetangga. Pengulangan serapat itu sulit dibaca sebagai kebetulan, dan Allah membiarkannya tanpa satu penanda. Dua pasangan berurutan di dua surah menandai susunan yang dirancang bersama. Kebetulan jarang berulang serapi itu. Kerapian sebuah pengulangan menandai bahwa ia memang disusun, bukan terjadi.
  • Di surah 80 daftar sebelumnya memuat delapan jenis tumbuhan, sedangkan di sini daftarnya cuma tiga ayat tentang bumi. Jadi Allah memakai satu penutup yang sama untuk dua daftar yang berbeda panjangnya. Yang sama kesimpulannya, dan yang berbeda jalan menuju ke sana. Kesimpulan yang sama untuk dua jalan yang berbeda panjangnya menyatakan bahwa yang penting bukan jalannya. Yang penting ke mana ia sampai. Tujuan sebuah perjalanan lebih menentukan daripada panjang jalannya.
  • Kata pertamanya berdiri sebagai keterangan tujuan bagi seluruh rangkaian sebelumnya, sehingga enam ayat diikat Allah kepada satu maksud lewat satu kata. Ikatan sependek itu menutup bagian yang panjang tanpa mengulang satu pun isinya. Pembacanya menerima kesimpulannya tanpa merasa sedang diberi kesimpulan. Satu kata yang mengikat enam ayat menutup bagian panjang tanpa mengulang isinya. Penutup terpendek sering yang paling rapi. Sedikit kata bisa memikul enam ayat tanpa mengulang satu isinya.
  • Kata keduanya memakai kata ganti berorang kedua jamak, dan sapaan di surah ini berpindah-pindah: tunggal di 79:15, jamak di 79:27, jamak di sini, lalu tunggal lagi di 79:42. Allah berganti sasaran bicara beberapa kali tanpa memberi satu penanda pun, dan pembacanya berpindah kedudukan tanpa merasa berpindah. Berganti sasaran bicara tanpa penanda memaksa pembacanya menyesuaikan diri berulang kali. Penyesuaian itu bagian dari cara membacanya. Menyesuaikan diri berulang kali membuat pembacanya lebih terjaga.
  • Kata terakhirnya memakai kata ganti kepemilikan yang sama, sehingga ternak disebut sebagai milik yang disapa. Manusia dan ternak disebut Allah sejajar, tanpa satu kata yang menyatakan siapa lebih utama, dan susunan yang sama berlaku di 80:32. Apa yang dinyatakan sebuah pemberian yang tidak memilah siapa yang lebih pantas menerimanya? Pemberian yang tidak memilah penerimanya menutup pintu bagi siapa pun yang ingin merasa lebih berhak. Kesetaraan itu masuk lewat susunan, bukan pernyataan. Kesetaraan yang masuk lewat susunan lebih sulit dibantah daripada yang diucapkan.