وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَىٰ
Dan neraka yang menyala-nyala diperlihatkan dengan jelas kepada siapa yang melihat,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَىٰwa-burrizati l-jahiimu li-man yaraadan neraka yang menyala-nyala diperlihatkan dengan jelas kepada siapa yang melihat
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَبُرِّزَتِwa-burrizatidan ditampakkan
- الْجَحِيمُl-jahiimuneraka Jahim
- لِمَنْli-mankepada orang yang
- يَرَىٰyaraaia lihat
Inti bacaan
Transparansi konsekuensi yang tak tersembunyi: 'dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada siapa yang melihat', visibilitas penuh terhadap konsekuensi, tidak ada lagi keraguan atau ketidakjelasan tentang apa yang akan dihadapi.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَبُرِّزَتِ, wa burrizat) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 26:91 dan 79:36. Akarnya dipakai di 9 ayat saja.
Di 26:91 kata (وَبُرِّزَتِ, wa burrizat) juga dipakai untuk neraka yang ditampakkan kepada orang-orang yang sesat. Jadi dua tempat memakai satu kata untuk satu peristiwa yang sama.
Bentuk (وَبُرِّزَتِ, wa burrizat) tidak menyebut siapa yang menampakkan. Susunan seperti itu membiarkan pelakunya tidak dinamai, sama seperti banyak ayat lain di surah ini.
Kata (الْجَحِيمُ, al-jahiim) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini: 26:91, 79:36, dan 81:12. Akarnya dipakai di 26 ayat.
Perhatikan bahwa 26:91 memuat (وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ, wa burrizat al-jahiim) sekaligus. Jadi satu ayat lain memakai pasangan yang sama persis, dan Al-Qur'an tidak menandainya.
Kata (لِمَنْ يَرَىٰ, li-man yaraa) membatasi siapa yang melihatnya. Bukan bagi semua orang, melainkan bagi yang melihat.
Pembatasan itu ganjil kalau ditimbang biasa. Sesuatu yang ditampakkan biasanya terlihat oleh siapa saja yang ada di situ. Di sini penampakannya dibatasi kepada yang melihat.
Susunan seperti itu berulang di 79:26, yang membatasi pelajaran kepada yang takut. Dua kali di surah ini sesuatu yang besar dinyatakan cuma sampai kepada golongan tertentu.
Kata (يَرَىٰ, yaraa) berbentuk sekarang, sehingga melihat itu dilukiskan sedang berlangsung. Bentuk yang sama dipakai di 79:35 untuk mengingat.
Dua ayat berturut-turut memakai bentuk waktu yang sama dengan (يَرَىٰ, yaraa). Mengingat dan melihat dilukiskan berjalan bersamaan pada hari itu.
Perhatikan susunan dua ayat itu. Yang pertama tentang apa yang muncul di dalam diri, dan yang kedua tentang apa yang muncul di hadapan mata.
Urutan dari dalam ke luar itu sama dengan urutan di 79:8 dan 79:9. Dua kali di surah ini gambaran hari kiamat disusun dari yang tersembunyi ke yang terlihat.
Neraka disebut sekali saja di surah ini, dan penyebutannya ditaruh tepat di sini. Perhatikan pula bahwa ayat ini dan 79:35 melukiskan dua hal yang datang bersamaan: ingatan dari dalam dan neraka dari luar. Keduanya muncul pada hari yang sama.
Susunan itu tidak menyatakan mana yang lebih berat. Al-Qur'an menaruh keduanya berdampingan tanpa satu kata pembanding.
Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya tidak bisa dihindari. Yang satu muncul dari dalam diri, dan yang lain ditampakkan di hadapan mata.
Tidak ada tempat berpaling dari keduanya. Memalingkan wajah tidak menolong dari ingatan, dan memejamkan mata tidak menolong dari apa yang sudah terlihat.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan diperlihatkannya neraka secara terang-terangan pada hari itu. Ayat ini menyebut neraka yang ditampakkan bagi yang melihat. Kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 26:91 dan 79:36, dan akarnya dipakai di 9 ayat saja.
Di 26:91 kata itu juga dipakai untuk neraka yang ditampakkan kepada orang-orang yang sesat, sehingga dua tempat memakai satu kata untuk satu peristiwa yang sama. Bentuknya juga tidak menyebut siapa yang menampakkan, sama seperti banyak ayat lain di surah ini.
Kata keduanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini: 26:91, 79:36, dan 81:12, dan akarnya dipakai di 26 ayat. Jadi 26:91 memuat kedua kata di ayat ini sekaligus.
Rangkaian dua kata terakhirnya membatasi siapa yang melihatnya: bukan bagi semua orang, melainkan bagi yang melihat. Susunan seperti itu berulang di 79:26, yang membatasi pelajaran kepada yang takut.
Kata terakhirnya berbentuk sekarang, sama seperti bentuk di 79:35. Neraka disebut sekali saja di surah ini, dan penyebutannya ditaruh tepat sesudah ayat tentang mengingat. Dua ayat ini melukiskan dua hal yang datang bersamaan: ingatan dari dalam dan neraka dari luar. Al-Qur'an menaruh keduanya berdampingan tanpa satu kata pembanding, dan yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya tidak bisa dihindari.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 26:91 dan 79:36, dan akarnya dipakai Allah di 9 ayat saja. Di 26:91 kata itu juga dipakai untuk neraka yang ditampakkan kepada orang-orang yang sesat. Jadi 26:91 memuat kedua kata di ayat ini sekaligus, sehingga satu ayat lain memakai pasangan yang sama persis tanpa satu penanda pun. Satu ayat lain yang memakai pasangan kata yang sama persis menandai susunan yang berulang. Pengulangannya tidak pernah ditandai. Satu pasangan yang berulang di dua tempat menandai susunan yang disengaja.
- Bentuk kata pertamanya tidak menyebut siapa yang menampakkan, sehingga susunannya membiarkan pelakunya tidak dinamai Allah. Cara itu berulang di banyak ayat di surah ini, mulai dari lima sumpah pembuka sampai hardikan di 79:13. Yang disorot selalu perbuatannya, bukan siapa yang mengerjakannya. Membiarkan pelaku tidak dinamai memusatkan perhatian pada perbuatannya. Cara itu dipakai berulang sejak ayat pertama surah ini. Perhatian yang dipusatkan pada perbuatan menghindarkan pembacanya dari menebak pelakunya.
- Rangkaian dua kata terakhirnya membatasi siapa yang melihatnya: bukan bagi semua orang, melainkan bagi yang melihat. Pembatasan itu ganjil kalau ditimbang biasa, karena sesuatu yang ditampakkan biasanya terlihat oleh siapa saja yang ada di situ. Allah membatasi penampakannya, dan susunan itu berulang di 79:26 yang membatasi pelajaran kepada yang takut. Sesuatu yang ditampakkan tetapi dibatasi penglihatnya menyatakan bahwa melihat bukan hal yang otomatis. Mata yang terbuka belum tentu melihat. Penglihatan menuntut lebih dari sepasang mata yang sehat.
- Kata terakhirnya berbentuk sekarang, sama seperti bentuk di 79:35. Dua ayat berturut-turut memakai bentuk waktu yang sama, sehingga mengingat dan melihat dilukiskan Allah berjalan bersamaan pada hari itu. Yang muncul di dalam diri dan yang muncul di hadapan mata datang pada saat yang sama. Dua bentuk waktu yang sama di dua ayat berurutan menyatakan dua peristiwa berjalan bersamaan. Kesamaan bentuk mengikat keduanya. Tidak ada kata sambung di antara keduanya, dan bentuknya yang menyambungkan.
- Yang pertama tentang apa yang muncul di dalam diri, dan yang kedua tentang apa yang muncul di hadapan mata. Urutan dari dalam ke luar itu sama dengan urutan di 79:8 dan 79:9. Dua kali di surah ini Allah menyusun gambaran hari kiamat dari yang tersembunyi ke yang terlihat, dan Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Menyusun gambaran dari dalam ke luar dipakai dua kali di surah ini. Pengulangan cara itu membuat keduanya terbaca sebagai satu pola. Pola yang berulang di satu surah biasanya menandai cara bertutur, bukan kebetulan.
- Akar kata terakhirnya menyangkut penglihatan, dan Allah membatasi penampakan itu kepada yang melihat. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika sesuatu yang paling terang justru dinyatakan cuma sampai kepada yang memang melihat, seolah melihat bukan hal yang terjadi dengan sendirinya pada setiap orang yang punya mata? Yang paling terang pun tidak sampai kepada yang tidak melihat. Batas itu bukan pada terangnya, melainkan pada yang memandangnya. Yang dipandang sudah terang benderang, dan yang kurang justru pada pemandangnya.