وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَاwa-aatsara l-hayaata d-dunyaadan lebih mengutamakan kehidupan dunia

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَآثَرَwa-aatsaradan lebih mengutamakan
  2. الْحَيَاةَl-hayaatakehidupan
  3. الدُّنْيَاd-dunyaadunia

Inti bacaan

Diagnosis prioritas yang salah arah: 'dan lebih mengutamakan kehidupan dunia', identifikasi akar masalah golongan pertama, preferensi yang berorientasi jangka pendek mengalahkan pertimbangan jangka panjang.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَآثَرَ, wa aatsara) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 21 ayat, antara lain 12:91, 20:72, 59:9, dan 87:16.

Di 59:9 akar (وَآثَرَ, wa aatsara) dipakai untuk orang yang mendahulukan saudaranya atas dirinya sendiri. Di 87:16 ia dipakai untuk orang yang mendahulukan kehidupan dunia.

Jadi akar (وَآثَرَ, wa aatsara) memuat mendahulukan orang lain dan mendahulukan diri sendiri. Yang menentukan bukan perbuatannya, melainkan apa yang didahulukan.

Bandingkan dengan 87:16. Di sana susunannya hampir sama dengan di sini, yaitu mendahulukan kehidupan dunia. Dua surah memakai satu akar untuk satu sikap yang sama.

Rangkaian (الْحَيَاةَ الدُّنْيَا, al-hayaata ad-dunyaa) memakai kata sandang pada keduanya. Jadi yang disebut kehidupan yang dianggap sudah dikenali, bukan kehidupan pada umumnya.

Kata (الدُّنْيَا, ad-dunyaa) berasal dari akar yang dipakai di 128 ayat. Arti dasarnya yang paling dekat, bukan yang paling rendah.

Bacaan itu menerangkan pilihannya. Yang didahulukan bukan yang paling buruk, melainkan yang paling dekat. Kesalahannya bukan memilih yang jelek, melainkan memilih yang terdekat.

Ayat ini melengkapi 79:37, yang menyebut satu sifat saja. Jadi golongan pertama dikenali lewat dua tanda: melampaui batas dan mendahulukan yang dekat.

Dua tanda itu berhubungan. Yang mendahulukan yang dekat akan melampaui batas ketika batasnya menghalangi yang dekat itu.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya disebut berurutan sebagai tanda satu golongan.

Kata (وَآثَرَ, wa aatsara) berbentuk lampau, sama seperti kata kerja di 79:37. Dua sifat itu dinyatakan sudah tertanam sebelum hari itu tiba.

Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut apa yang dikalahkan oleh dunia. Mendahulukan menuntut ada yang dikemudiankan, dan yang dikemudiankan tidak disebut.

Perhatikan pula bahwa dua tanda golongan pertama keduanya berupa sikap, bukan perbuatan yang terlihat. Melampaui batas dan mendahulukan yang dekat sama-sama berlangsung di dalam.

Susunan itu sejajar dengan dua tanda golongan kedua di 79:40, yang juga berupa sikap. Empat tanda seluruhnya tidak bisa disaksikan orang lain.

Jadi pemilahan di penutup surah ini tidak memakai satu ukuran lahir pun. Tidak ada amal yang disebut, tidak ada perkataan, dan tidak ada tanda yang bisa dihitung.

Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu dengan satu kalimat pun. Yang bisa dibaca cuma bahwa empat tanda yang dipakai memilah seluruh manusia semuanya berada di tempat yang tidak terlihat.

Tafsiran

Ayat ini merinci ciri golongan pertama: mengutamakan dunia atas akhirat. Ayat ini menambahkan tanda kedua bagi golongan pertama: mendahulukan kehidupan dunia. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 21 ayat, antara lain 12:91, 20:72, 59:9, dan 87:16.

Di 59:9 akar itu dipakai untuk orang yang mendahulukan saudaranya atas dirinya sendiri, dan di 87:16 untuk orang yang mendahulukan kehidupan dunia. Jadi satu akar memuat mendahulukan orang lain dan mendahulukan diri sendiri, dan yang menentukan bukan perbuatannya melainkan apa yang didahulukan.

Rangkaian dua kata terakhirnya memakai kata sandang pada keduanya, sehingga yang disebut kehidupan yang dianggap sudah dikenali. Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 128 ayat, dan arti dasarnya yang paling dekat dan bukan yang paling rendah.

Ayat ini melengkapi 79:37, sehingga golongan pertama dikenali lewat dua tanda: melampaui batas dan mendahulukan yang dekat.

Kata pertamanya berbentuk lampau, sama seperti kata kerja di 79:37. Dua tanda golongan pertama keduanya berupa sikap, bukan perbuatan yang terlihat, dan susunan itu sejajar dengan dua tanda golongan kedua di 79:40. Jadi pemilahan di penutup surah ini tidak memakai satu ukuran lahir pun: tidak ada amal, perkataan, maupun tanda yang bisa dihitung.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 21 ayat, antara lain 12:91, 20:72, 59:9, dan 87:16. Di 59:9 akar itu dipakai untuk orang yang mendahulukan saudaranya atas dirinya sendiri, dan di 87:16 untuk orang yang mendahulukan kehidupan dunia. Jadi satu akar memuat dua sikap yang berlawanan nilainya, dan yang menentukan cuma apa yang didahulukan. Sebuah akar bisa memikul kebaikan dan keburukan sekaligus, dan yang menentukan bukan akarnya. Arah pilihannya yang menjadi hakim. Yang sama bunyinya belum tentu sama nilainya, dan itu berlaku di banyak akar.
  • Di 87:16 susunannya hampir sama dengan di sini, yaitu mendahulukan kehidupan dunia. Dua surah memakai satu akar untuk satu sikap yang sama, dan Allah tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Pembaca yang menaruh keduanya berdampingan menemukan satu pola yang tidak pernah diumumkan. Pola yang berulang di dua surah menuntut pembacanya membaca lebih dari satu tempat. Yang tidak diumumkan cuma bisa ditemukan sendiri. Membandingkan dua surah adalah pekerjaan yang tidak diminta tetapi selalu terbuka.
  • Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai Allah di 128 ayat, dan arti dasarnya yang paling dekat dan bukan yang paling rendah. Bacaan itu menerangkan pilihannya: yang didahulukan bukan yang paling buruk, melainkan yang paling dekat. Kesalahannya bukan memilih yang jelek, melainkan memilih yang terdekat. Yang paling dekat selalu lebih mudah dipilih daripada yang paling benar. Kedekatan adalah godaan yang tidak perlu berdandan. Godaan yang paling berbahaya justru yang paling wajar terlihat.
  • Ayat ini melengkapi 79:37, sehingga golongan pertama dikenali lewat dua tanda: melampaui batas dan mendahulukan yang dekat. Dua tanda itu berhubungan, karena yang mendahulukan yang dekat akan melampaui batas ketika batasnya menghalangi yang dekat itu. Allah tidak menyatakan hubungan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya disebut berurutan. Dua tanda yang saling mengikat lebih sulit dilepaskan daripada dua tanda yang berdiri sendiri. Melepas satu tidak cukup untuk lepas dari keduanya. Sepasang sikap yang saling menopang tidak bisa dilepas satu per satu.
  • Kata pertamanya berbentuk lampau, sama seperti kata kerja di 79:37, sehingga dua sifat itu dinyatakan Allah sudah tertanam sebelum hari itu tiba. Bukan sikap yang muncul pada hari perhitungan, melainkan yang dibawa ke sana. Bentuk waktunya sendiri yang menyatakan hal itu, tanpa satu keterangan pun. Sesuatu yang dibawa ke hari itu tidak bisa ditinggalkan di pintunya. Bentuk waktu yang lampau menutup kemungkinan itu. Apa yang dibawa ke hari itu sudah disiapkan jauh sebelum harinya tiba.
  • Ayat ini tidak menyebut apa yang dikalahkan oleh dunia. Mendahulukan menuntut ada yang dikemudiankan, dan Allah tidak menyebut apa yang dikemudiankan itu. Apa yang dinyatakan sebuah tuduhan ketika ia menyebut apa yang dipilih tanpa menyebut apa yang ditinggalkan, sehingga pembacanya sendiri yang harus mengisinya? Menyebut yang dipilih tanpa menyebut yang ditinggalkan membiarkan pembacanya mengisi sendiri. Yang diisi sendiri biasanya lebih tepat sasaran. Kekosongan yang sengaja ditinggalkan menuntut pembacanya ikut bekerja.