يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا
Mereka bertanya kepadamu tentang Saat itu, “Kapan tibanya?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَاyas'aluunaka 'ani s-saa'ati ayyaana mursaahaamereka bertanya kepadamu tentang Saat itu, kapan tibanya
Terjemahan per kata (5 kata)
- يَسْأَلُونَكَyas'aluunakamereka bertanya kepadamu
- عَنِ'anitentang
- السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
- أَيَّانَayyaanakapankah
- مُرْسَاهَاmursaahaawaktu terjadinya
Inti bacaan
Pertanyaan yang berulang muncul: 'mereka bertanya kepadamu tentang Saat itu: kapan tibanya?', pengulangan tema pertanyaan tentang waktu kiamat yang sering muncul, menunjukkan keingintahuan (atau skeptisisme) yang persisten.
Penjelasan pilihan kata
'As-saa'ati' diterjemahkan 'Saat itu', acuan baku terjemahan ini untuk nama Hari Kiamat. Kutip mini 'Kapan tibanya?' dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Kata (أَيَّانَ, ayyaana) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:187, 16:21, 27:65, 51:12, 75:6, dan 79:42. Jadi kata tanya tentang waktu itu berulang tetapi tidak sering.
Di 7:187, 51:12, dan 75:6 kata (أَيَّانَ, ayyaana) juga dipakai untuk menanyakan kapan hari itu tiba. Jadi empat dari enam pemakaiannya menanyakan hal yang sama.
Kata (مُرْسَاهَا, mursaahaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:187, 11:41, dan 79:42. Di 11:41 kata itu dipakai untuk tempat berlabuhnya bahtera Nuh.
Perhatikan bahwa 7:187 memuat (أَيَّانَ مُرْسَاهَا, ayyaana mursaahaa) sekaligus. Jadi satu ayat lain memakai pasangan yang sama persis, dan di sana pertanyaannya juga dijawab dengan menyerahkan pengetahuannya kepada Allah.
Kesejajaran itu berlanjut. Di 7:187 jawabannya menyatakan bahwa ilmunya di sisi Tuhan, dan di 79:44 jawabannya menyatakan bahwa kesudahannya kepada Tuhanmu. Dua tempat memberi jawaban yang sama dengan kalimat berbeda.
Akar (مُرْسَاهَا, mursaahaa) juga muncul di dua ayat di surah ini: 79:32 dan 79:42. Di 79:32 ia dipakai untuk gunung yang ditancapkan, dan di sini untuk waktu berlabuhnya hari itu.
Jadi akar (مُرْسَاهَا, mursaahaa) mengikat gunung yang berhenti dan hari yang akan berlabuh. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun.
Kata (يَسْأَلُونَكَ, yas-aluunaka) memakai kata ganti objek berorang kedua tunggal. Jadi sapaan kembali tunggal, sesudah jamak di 79:27 dan 79:33.
Perpindahan itu keempat kalinya di surah ini. Sapaan berganti antara tunggal dan jamak tanpa satu penanda, dan pembacanya berpindah kedudukan tanpa diberi tahu.
Kata (السَّاعَةِ, as-saa'ah) memakai kata sandang, sehingga yang disebut saat yang dianggap sudah dikenali. Akarnya dipakai di 44 ayat.
Ayat ini membuka lima ayat terakhir surahnya. Lima ayat itu seluruhnya menjawab satu pertanyaan, dan jawabannya bukan berupa waktu.
Pertanyaan tentang waktu hari itu diajukan orang lain, bukan oleh yang disapa. Perhatikan pula bahwa pertanyaan ini dikutip apa adanya. Al-Qur'an tidak menyisipkan satu kata pun yang menandai bahwa pertanyaannya keliru.
Cara itu sama dengan cara mengutip bantahan di 79:10 sampai 79:12. Dua kali di surah ini ucapan orang lain dikutip utuh tanpa satu tanda.
Yang membalasnya bukan bantahan, melainkan jawaban yang mengubah sumbunya. Di 79:13 jawabannya mengubah ukuran perkaranya, dan di 79:44 jawabannya mengubah arah pertanyaannya.
Dua cara menjawab itu sejajar. Keduanya tidak menyanggah, dan keduanya memindahkan perkaranya ke tempat yang tidak bisa dibantah lagi.
Tafsiran
Ayat ini beralih ke pertanyaan orang-orang tentang waktu terjadinya Hari Kiamat. Ayat ini mengutip pertanyaan mereka tentang kapan hari itu tiba. Kata ketiganya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:187, 16:21, 27:65, 51:12, 75:6, dan 79:42.
Di 7:187, 51:12, dan 75:6 kata itu juga dipakai untuk menanyakan kapan hari itu tiba, sehingga empat dari enam pemakaiannya menanyakan hal yang sama.
Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:187, 11:41, dan 79:42. Di 11:41 kata itu dipakai untuk tempat berlabuhnya bahtera Nuh. Jadi 7:187 memuat kedua kata di ayat ini sekaligus, dan di sana pertanyaannya juga dijawab dengan menyerahkan pengetahuannya kepada Allah.
Akarnya juga muncul di dua ayat di surah ini: 79:32 untuk gunung yang ditancapkan, dan di sini untuk waktu berlabuhnya hari itu.
Kata pertamanya memakai kata ganti objek berorang kedua tunggal, sehingga sapaan kembali tunggal sesudah jamak di 79:27 dan 79:33. Pertanyaan tentang waktu hari itu diajukan orang lain, bukan oleh yang disapa, dan ia dialamatkan kepada orang yang justru dinyatakan tidak memegang jawabannya. Pertanyaan ini dikutip apa adanya, sama seperti cara mengutip bantahan di 79:10 sampai 79:12. Yang membalasnya bukan bantahan melainkan jawaban yang mengubah sumbunya, karena di 79:13 jawabannya mengubah ukuran perkaranya dan di 79:44 mengubah arah pertanyaannya.
Renungan dan Hikmah
- Kata ketiganya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:187, 16:21, 27:65, 51:12, 75:6, dan 79:42. Di 7:187, 51:12, dan 75:6 Allah juga memakainya untuk menanyakan kapan hari itu tiba. Jadi empat dari enam pemakaiannya menanyakan hal yang sama, dan pertanyaan itu ternyata berulang di beberapa surah tanpa pernah dijawab dengan waktu. Sebuah pertanyaan yang berulang di beberapa surah menandai bahwa ia memang selalu diajukan orang. Yang selalu diajukan jarang benar-benar mencari jawaban. Mengulang satu pertanyaan di banyak tempat menandai keresahan, bukan pencarian.
- Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:187, 11:41, dan 79:42, sehingga 7:187 memuat kedua kata di ayat ini sekaligus. Di sana pertanyaannya juga dijawab Allah dengan menyerahkan pengetahuannya kepada-Nya, dan di 79:44 jawabannya menyatakan bahwa kesudahannya kepada Tuhanmu. Dua tempat memberi jawaban yang sama dengan kalimat yang berbeda. Satu ayat lain yang memuat pasangan kata yang sama menyediakan pembanding yang tidak diminta. Pembaca yang mencarinya akan menemukan jawaban kedua. Pembanding yang tidak diminta tetap tersedia bagi yang mencarinya.
- Akar kata terakhirnya muncul di dua ayat di surah ini: 79:32 dan 79:42. Di 79:32 Allah memakainya untuk gunung yang ditancapkan, dan di sini untuk waktu berlabuhnya hari itu. Jadi satu akar mengikat gunung yang berhenti dan hari yang akan berlabuh, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Gunung yang berhenti dan hari yang tiba dinamai satu akar. Keduanya sama-sama sampai di tempat yang sudah ditentukan. Berhenti pada titik yang sudah ditetapkan berlaku bagi benda mati dan bagi zaman.
- Di 11:41 kata terakhirnya dipakai Allah untuk tempat berlabuhnya bahtera Nuh. Jadi tiga pemakaian kata itu menyangkut kapal yang berhenti, gunung yang tertancap, dan hari yang akan tiba. Tiga hal yang berjauhan dinamai dengan satu kata, dan yang menyatukannya cuma gambaran sesuatu yang sampai di tempat berhentinya. Tiga hal berjauhan yang dinamai satu kata menuntut pembacanya mencari apa yang menyatukan. Yang menyatukan biasanya lebih dalam daripada bendanya. Bahasa menyimpan kesamaan yang tidak terlihat pada bendanya sendiri.
- Kata pertamanya memakai kata ganti objek berorang kedua tunggal, sehingga sapaan kembali tunggal sesudah jamak di 79:27 dan 79:33. Perpindahan itu keempat kalinya di surah ini, dan Allah berganti sasaran bicara tanpa satu penanda. Pembacanya berpindah kedudukan berulang kali tanpa pernah diberi tahu. Sapaan yang berganti-ganti membuat pembacanya tidak pernah menetap di satu kedudukan. Ketidaktetapan itu menjaganya tetap terjaga. Berpindah kedudukan berulang kali menjaga pembacanya tetap terjaga.
- Ayat ini membuka lima ayat terakhir surahnya, dan kelimanya seluruhnya menjawab satu pertanyaan. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika Allah memberi lima ayat untuk satu pertanyaan, dan jawabannya sama sekali bukan berupa waktu yang ditanyakan? Lima ayat untuk satu pertanyaan yang tidak dijawab dengan waktu menandai bahwa yang penting bukan waktunya. Yang penting kepada siapa ia berpulang. Waktu bukan yang paling perlu diketahui tentang sesuatu yang pasti datang.